NovelToon NovelToon
Pengantin Yang Tak Dirindukan

Pengantin Yang Tak Dirindukan

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Perjodohan / Tamat
Popularitas:44M
Nilai: 4.8
Nama Author: Fakrullah

Pengantin yang tak di rindukan.

Mana kala Annisa di jodohkan dengan Rafka yang sama sekali tak mencintai nya. Akankah hubungan mereka bertahan🤔

Mari kita simak kisah selanjut nya..😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fakrullah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24

Hari sudah semakin sore, Annisa dan Dedi pun kini sudah keluar dari Cafe.

" Aku antar ya " Ucap Dedi kepada Annisa.

" Nggak usah kak, Nisa bisa pulang sendiri " Ucap Annisa menolak dengan lembut.

" Kamu nggak boleh nolak ya, lagi pula aku kan nggak mungkin membiarkan teman lama sekaligus istri dari sahabat ku pulang sendirian. " Ucap Dedi.

Annisa tak menjawab.

" Kamu nggak usah kuatir, Rafka tidak akan marah jika aku yang mengantar mu pulang." Ucap Dedi lagi.

" Baiklah kak.." Akhir nya Annisa pun setuju untuk naik ke dalam mobil Dedi lagi dan ia bersedia di antar pulang oleh nya.

Dedi sudah bersiap di kemudi setir nya, sedangkan Annisa sudah duduk dengan nyaman di kursi belakang, entah mengapa Annisa suka sekali duduk di kursi belakang. Mungkin itu karena dia belum atau pun tidak terbiasa jika harus duduk berdampingan dengan laki - laki terlebih lagi yang bukan muhrim nya.

Untuk yang kedua kali nya Dedi memperhatikan Annisa melalui kaca spion depan nya.

"Kamu masih polos seperti dulu Nisa

Ia pun kemudian menjalankan mobil nya dengan kecepatan sedang meninggalkan Cafe tersebut.

" Nis.. kamu sekarang tinggal dimana? di rumah orang tua mu atau di rumah orang tua Rafka?" Tanya Dedi seraya menyetir mobil nya.

" Kami sekarang sudah tinggal di rumah sendiri Kak." Ujar Annisa.

" Oya.. daerah mana? Aku akan mengantarkan mu kesana." Ucap Dedi santai.

" Perumahan yang ada di pusat kota kak di jalan XX itu." Ucap Annisa memberitahukan alamat rumah baru nya kepada Dedi.

"Bukankah itu alamat rumah barunya Rafka yang dia beli sewaktu masih menjalin kasih dengan Maya. Bahkan beberapa interior ruangan nya Maya sendiri yang mendesain nya.

Gumam Dedi.

" Oh.. yaudah aku langsung kesana ya." Ucap Dedi yang kini semakin melajukan kemudi mobil nya.

***

Setelah beberapa menit berlalu. Akhirnya kini mereka tiba di depan rumah Rafka.

Annisa kemudian turun dari mobil seraya mengeluarkan barang-barang belanjaan yang di beli nya barusan. Di bantu juga dengan Dedi yang menenteng beberapa bungkusan belanjaan milik Annisa.

Setelah tiba di depan teras rumah, Annisa kemudian berhenti dan berpaling ke arah Dedi.

" Kak, sampai disini aja ya. Terima kasih karena sudah bantuin Nisa serta mengantar Nisa hingga sampai kerumah." Ucap Annisa lembut.

" Iya sama-sama, aku juga senang karena bisa mengantarmu sampai disini." Ucap Dedi.

" Eh.. ngomong - ngomong aku nggak di suruh mampir nih." Ucap Dedi lagi dengan nada sedikit bergurau.

" Maaf ya Kak, mungkin untuk hari ini jangan dulu ya. Karena di dalam rumah nggak ada siapa-siapa. Suami Nisa juga belum pulang Kak." Ucap Annisa.

" Lain kali saja ya Kak jika suami Nisa ada dirumah baru deh kak Dedi mampir kesini. Kalau sekarang nisa takut nanti bisa timbul fitnah." Ujar nya menjelaskan secara lembut.

Dedi tersenyum lembut mendengar ucapan gadis yang ada di depan nya.

"Sungguh beruntung dirimu Rafka. Bisa menikahi gadis yang senantiasa menjaga kehormatan nya hanya untuk suaminya.

" Baiklah, kalau begitu aku permisi pulang ya." Ucap Dedi. Kini ia juga telah meletakkan barang belanjaan Annisa di atas kursi yang ada di teras rumah tersebut.

" Sekali lagi terima kasih ya Kak.." Annisa kembali berterima kasih.

Dedi mengangguk pelan. Lalu ia melemparkan senyuman nya dan kemudian berlalu pergi meninggalkan Annisa di teras rumah nya.

Dengan kecepatan sedang Dedi kemudian meninggalkan kediaman Rafka menuju jalan kearah rumah nya. Karena saat itu memang sudah tidak ada lagi yang perlu ia lakukan.

Di sepanjang perjalanan pulang ke rumah nya. Tak henti-henti nya Ia memikirkan tentang Annisa. Entah mengapa bayangan wajah gadis lugu tersebut selalu menghampiri fikiran nya. Terlebih lagi sekarang semenjak mereka kembali bertemu, Dwdi jadi semakin tak bisa menepis bayangan gadis tersebut di benak nya.

Mobil berjalan menyusuri kota sore itu. Namun disaat Dedi sedang terlihat serius menatap lalu-lalang nya kendaraan. Tiba-tiba saja ia menghentikan mobil nya dan menatap tajam ke sudut jalan.

Ia lalu mengerutkan dahi nya di susul kepalan tangan yang sudah mengeras. Disana ia menangkap sesosok pria dan wanita yang sedang duduk di pinggir jalan sambil memakan jajanan kaki lima.

Mereka terlihat begitu mesra, dengan rona kebahagiaan yang begitu terpancar dari kedua wajah mereka.

"Rafka, tega sekali kau mengkhianati Nisa. Sementara Annisa menjaga marwah nya sebagai seorang istri, disini kamu malah asyik-asyikan bersama wanita yang dengan jelas sudah mengkhianati mu.

Gumam Dedi.

Ia kini kembali melajukan mobil nya, karena tak ingin berlama-lama memandangi sahabat nya disana. Ia takut jika nantinya tak bisa mengontrol emosi nya jika terus memandangi kemesraan mereka.

Setibanya di kediaman nya.

Dedi berjalan dengan cepat masuk ke dalam rumah nya. Ia menyusuri setiap ruangan yang ada disana hingga akhir nya ia pun tiba di depan kamar nya.

Kreek!

Suara pintu terbuka.

Dedi lalu melangkah masuk kedalam kamar dan berjalan perlahan menuju ranjang nya.

Di buka nya jas yang melekat di tubuh nya dan kemudian ia melempar kan nya ke sofa yang tak jauh dari ranjang nya.

Kini Dedi membuka tiga buah kancing kemeja atasan nya, lalu ia menjatuhkan tubuh nya ke atas ranjang yang berukuran big size itu.

Dedi menatap langit-langit kamar nya, dengan kedua belah telapak tangan yang saling bergandengan ia menahan kepala nya dari belakang meskipun telah di lapisi bantal.

Dedi termenung.

Wajah Annisa kembali terlihat jelas di benak nya. Meskipun sudah sekian lama mereka tak bertemu, serta Dedi yang telah lama membawa perasaan nya pergi dari sana. Namun Dedi tak bisa memungkiri bahwa semua perasaan nya terhadap gadis kecil nya itu masih tersimpan rapi di dalam hati nya.

" Seandainya kau tau, dari dulu aku sudah menaruh perasaan padamu Nisa. Mungkin ini memang salahku yang tak pernah jujur menyatakan perasaan ku padamu. Hingga akhirnya kini setelah sekian lama kita berjumpa kembali namun kau telah menjadi milik orang lain."

Lirih nya.

"Annisa, meskipun aku tak bisa memiliki mu. Namun aku tak akan rela jika melihat mu menderita seperti ini, sedangkan kau Rafka meskipun kau adalah sahabat terbaik ku. Aku tetap tidak rela jika melihat mu menyakiti perasaan Annisa," Lirih nya lagi.

Setelah lamunan yang teramat panjang. Dedi pun beranjak dari ranjang nya, mengambil ponsel nya yang sebelum nya ia letakkan di atas meja di samping ranjang nya.

Dedi mencari sesuatu di ponsel nya namun sayang, apa yang di cari nya tidak ia temukan. dan itu membuat nya tersadar.

"Sial! kenapa aku bisa lupa meminta nomor ponsel Annisa!

Ia pun melemparkan ponsel nya kesudut ranjang dan kemudian berlalu pergi menuju kamar mandi yang ada di dalam kamar nya tersebut.

Bersambung

1
Marhaban ya Nur17
ah lebay g seru gtu aja" 🙏🙏🙏 udahan ah maaf y thor
Marhaban ya Nur17
banyak gumaman, banyak bahasa kalbu, banyak deg jantung trs macanya yg mana neh
Marhaban ya Nur17
gampang banget se jantung deg 😀 kena serangan jantung lama" pemainnya wkkwkkw
Marhaban ya Nur17
ini mah kaya yg di tv yg di film in wkwkkw
Marhaban ya Nur17
nisanya agak lebay deh wkwkkw g tegar seperti ucapannya
Marhaban ya Nur17
gampang banget se deg dikit" deg
Marhaban ya Nur17
banyak banget jantung wkkwkwkw
Marhaban ya Nur17
kalimat nya jg ada thor yg kurang pas 😀🙏 maaf y thor koreksi dikit
Marhaban ya Nur17
rasanya msh aneh deh 🤔 gw udh berusaha supaya menyatu ama cerita ini tp selalu aja ada halangannya wkwkwkk cmaplang gtu lah
Marhaban ya Nur17
gw belum dapet fill nya neh wkkwkkw maaf thor
Marhaban ya Nur17
kalimat nya jg panjang wkkwwk
Marhaban ya Nur17
rumah baru nya yg siap huni tuh buat ama maya itu wkkwkwk bukan buat nisa
Marhaban ya Nur17
banyak bahasa kalbunya se
Marhaban ya Nur17
bahasanya canggung 🙏🙏🙏 maaf y thor cmn ngoreksi aja
Marhaban ya Nur17
rafka kan anaknya pak ustadz y ko punya kekasih wkkwkw biasanyakan harysnya alim donk
Marhaban ya Nur17
bau"nya g ada pelakor y
Nabilla Chomell
ya allah manis skli seandainya itu beneran dunia nyata
Nabilla Chomell
masih nyimak smg ceritanya 👍
Fastabiqul Khairat
kadang Ranum, kadang Susi
Fastabiqul Khairat
darimana Reno tau kalau Maya memasukkan obat penggugur kandungan diminuman Annisa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!