Blurb:
Ketika seorang ibu pengganti meninggal tragis saat melahirkan putranya, Jasper Jones, sang CEO miliuner itu mencari ibu susu untuk putranya.
Di tengah seleksi, muncul Chloe Miller—yang ternyata merupakan sahabat dari sang ibu pengganti.
Chloe adalah seniman muralis dari Brooklyn, berjiwa bebas dan penuh warna, dan dengan sadar ingin menyusui putra sang sahabat meskipun dia belum pernah punya anak.
Dia menawarkan untuk menyusui anak yang bukan darah dagingnya, melalui induced lactation, untuk menyelamatkan bayi sang sahabat yang lahir prematur.
Kontrak itu akhirnya disepakati. Chloe hanya ingin membantu, Jasper hanya ingin yang terbaik untuk putranya.
Namun, setiap cairan susu yang diberikan Chloe bukan hanya berisi nutrisi, tapi juga kelembutan yang tak pernah dikenal bayi itu.
Dan setiap aturan ketat Jasper perlahan luluh oleh tawa Chloe, oleh caranya mengajarinya mengganti popok sambil menari, oleh cara dia melihat putranya bukan sebagai penerus bisnis, tetapi sebagai sinar kecil yang perlu dicintai.
Perasaan mulai terjalin, lebih kuat dari kontrak yang telah disepakati. Tetes demi tetes, Chloe tak hanya memberi kehidupan pada bayi itu, tapi juga mencairkan es di hati Jasper.
Namun, bisakah hubungan yang dibangun dari formula duka dan susu yang diinduksi, bertahan di dunia nyata yang penuh dengan perbedaan kelas dan masa lalu yang kelam?
THE MILK CONTRACT: Sebuah kisah tentang pengorbanan yang tak terduga, ikatan yang kuat, dan cinta yang tumbuh.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rewel
Rasa sakit pada gusi Jonas, tanda gigi pertama hendak muncul, membuat hisapan terasa tak nyaman dan akhirnya Jonas enggan menyusu.
Chloe tak menyerah. Dia mencoba lagi dengan posisi berbeda, menawarkan ASI peras dengan sendok.
Semua ditolak. Jonas menangis semakin keras, kakinya menendang-nendang, tangannya menepis.
Satu jam berlalu, lalu dua jam. Jadwal menyusu malam terlewat dua kali. Dada Chloe yang penuh mulai terasa berdenyut-denyut sakit.
Tekanan ASI yang tidak dikeluarkan membentuk benjolan keras dan nyeri di kedua dadanya, menjalar hingga ke ketiak.
Dan jelas itu mastitis, infeksi yang menyakitkan, mulai mengancam. Di tengah tangisan Jonas yang tak henti dan rasa sakit yang menusuk di tubuhnya sendiri, kesendirian Chloe selama sebulan ini tiba-tiba terasa seperti beban yang semakin berat.
*
*
Dia duduk bersandar di kursi, Jonas yang meronta berada di pangkuannya, air mata mengalir deras di pipi Chloe.
Chloe menangis karena sakit fisik, karena khawatir pada Jonas, dan karena hati yang remuk oleh sikap dingin Jasper.
Kehadiran pria itu, yang hanya terpisah sebuah pintu kayu, terasa sangat jauh, sangat acuh.
Tangisan itu, rengekan kesakitan Jonas dan isakan putus asa Chloe akhirnya menembus dinding dan sekat pertahanan Jasper.
Dia sedang duduk di meja kerjanya, menatap dokumen tanpa benar-benar membaca, berusaha mematikan suara hatinya yang berteriak memikirkan Chloe.
Suara dari kamar sebelah itu memecahkan konsentrasi yang sebenarnya tak ada. Itu bukan sekadar tangisan bayi rewel, itu adalah suara tangisan kesakitan.
Jantung Jasper mulai berdebar kencang, debar yang berasal dari rasa bersalah dan rasa khawatirnya.
Jasper akhirnya membuka pintu kamarnya dan menuju kamar Chloe.
*
Jasper membuka pintu kamar Chloe. Dia menemukan Chloe duduk lesu di lantai, wajahnya basah oleh air mata dan keringat, rambutnya berantakan.
Tubuhnya menggigil, mungkin karena demam yang mulai menyerangnya sendiri, atau karena kelelahan yang amat sangat.
Jonas, dengan wajah merah dan mata tertutup rapat, menangis sekuat tenaga di pangkuannya.
"Chloe?" suara Jasper khawatir.
Chloe menoleh. Di mata mereka yang akhirnya bertemu, Jasper melihat kelelahan yang besar, rasa sakit, dan sebuah pertanyaan yang tak terucap. ‘Kau akhirnya datang juga?’
"Dia demam," bisik Chloe, suaranya lemah. "Tumbuh gigi. Dia menolak menyusu." Chloe menarik napas tersendat, tangannya menekan dadanya yang sakit. "Aku ... dadaku sangat sakit, karena dia tak mau menyusu.”
Tanpa berpikir lagi, Jasper melangkah masuk. Dia jongkok, dan dengan sangat hati-hati mengambil Jonas dari pelukan Chloe. "Ayo, dengan daddy,” gumamnya.
Mungkin karena Jonas sudah terlalu lelah, tangisannya mereda sedikit saat berada dalam gendongan kokoh Jasper.
Jasper berdiri, mulai berjalan pelan di dalam kamar, menepuk-nepuk punggung Jonas dengan ritme teratur. "Sudah. Daddy di sini. Sudah ..."
Chloe mengamati, air matanya belum juga kering. Rasa sakit di dadanya semakin menjadi, berdenyut-denyut dan menyiksa.
Dengan cepat, Chloe meraih pompa ASI dan mulai memompa, mencoba mengeluarkan sedikit ASI untuk meredakan tekanan.
Hisapan pompa terasa seperti pisau, dan dia merintih pelan.
Jasper melihat dari sudut matanya. Dia melihat wajah Chloe yang mengernyit menahan sakit, bahunya yang naik turun karena isakan, dan ada ketegangan di seluruh tubuhnya.
Rasa bersalah menyerangnya. ‘Ini akibat kepergianmu. Dia berjuang sendirian. Dan kau, pengecut, bersembunyi di balik ketakutan masa kecilmu.’
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YANG BANYAK YAK
Dulu aja gengsi mengakui perasaan cintanya pada Chloe😄
Dan skrg Jasper Chloe sudah punya 3 Anak lelaki😊
Tinggal menunggu kisah Jonas versi dewasa kak Zarin 🙏