NovelToon NovelToon
Suami Rahasia Anindia

Suami Rahasia Anindia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Identitas Tersembunyi / Bad Boy / Enemy to Lovers / Pernikahan rahasia
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: NdahDhani

Karena kesalahpahaman, Anindia harus menikah dengan cowok yang paling tidak disukainya, Keanu si badboy sekolah. Mereka tidak pernah akur, bahkan Anindia selalu menghindari Keanu.

Tapi, malang tidak dapat ditolak, untung tidak dapat diraih. Mereka terjebak dalam kesalahpahaman yang fatal, dan sekarang mereka harus terpaksa menikah.

Anindia, siswi paling pintar di sekolah, harus menikah dengan Keanu, sang ketua geng sekolah yang terkenal dengan keberanian dan kenakalannya.

Mereka harus merahasiakan pernikahan mereka setidaknya sampai hari kelulusan. Tapi di sekolah, Keanu justru membuat pernyataan bahwa Anindia adalah pacarnya.

Apakah Keanu dan Anindia bisa merahasiakan pernikahan mereka?

•••
"Gue memang badboy, tapi setidaknya gue bukan playboy. Kenapa gue berani ngomong kayak gini?"

"Karena gak ada seorangpun yang bisa bikin hati gue luluh selain lo, Nindi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NdahDhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34: Truth or dare bersama teman

Sepulang sekolah, Keanu dengan tergesa-gesa berjalan di koridor. Ia ingin cepat pulang dan memastikan bahwa Anindia baik-baik saja. Selama pembelajaran berlangsung, ia sama sekali tidak bisa memfokuskan diri pada pelajaran, pikirannya selalu saja tertuju pada Anindia.

Saat hendak membuka pintu mobilnya, tiba-tiba saja seseorang menepuk pundaknya. Keanu pun langsung membalikkan badan, mendapati Dara yang tersenyum manis ke arahnya.

"Hai Keanu, aku boleh numpang gak? Aku gak bawa mobil, supir juga gak jemput hari ini," ujar Dara mencari alasan agar bisa dekat dengan Keanu.

Keanu hanya menatapnya dingin, tanpa ekspresi. Ia merasa bahwa hadis di hadapannya ini benar-benar tidak tahu malu, padahal Keanu jelas-jelas menolaknya beberapa waktu lalu.

"Sorry, gue ada urusan," ujar Keanu dengan nada dinginnya.

Tanpa kata lagi, Keanu pun langsung memasuki mobilnya, tapi tangannya langsung dicekal oleh Dara yang membuatnya kembali berhenti. Keanu menatap Dara dengan tatapan semakin dingin, ia menarik tangannya dengan kasar. Sementara Dara langsung terkejut dengan reaksi Keanu terhadap dirinya.

"Sorry, ada hati yang harus gue jaga," ujar Keanu mencoba mengingatkan Dara. "Oh, kalo mau pulang btw angkot banyak tuh!"

Tanpa pikir panjang, Keanu langsung masuk ke dalam mobilnya dan menutup pintu dengan keras. Ia langsung melaju, meninggalkan Dara di tempat.

"Ihh, awas aja lo Nindi! Gue bakal bikin perhitungan buat lo!" Ujar Dara yang kesal sembari menghentakkan kakinya di tanah.

Sementara itu di kamarnya, Anindia benar-benar tidak bisa diam meskipun dalam kondisi sakit. Ia merapikan seisi kamar, bahkan mengganti seprei dan sarung bantal. Bahkan buku-buku di atas meja belajar pun ia susun ulang agar indah dipandang mata.

"Sayang aku pu... lang."

Saat itu, tiba-tiba saja suara Keanu terdengar dari ambang pintu. Anindia menoleh, mendapati Keanu yang terlihat menggelengkan kepalanya. Anindia hanya mengernyitkan dahinya, tidak mengerti dengan reaksi suaminya itu.

"Kenapa Kean? Kok gitu ekspresi nya?" Ujar Anindia yang merasa penasaran.

"Kamu ini bener-bener gak bisa diam ya? Lagi sakit juga, bukannya istirahat malah bersih-bersih," ujar Keanu sembari melangkahkan kakinya ke arah Anindia.

"Bosan... Lagian kalo rapi gini kan enak liatnya," ujar Anindia yang kini kembali melanjutkan aktivitasnya.

Keanu mendekat ke arah Anindia, memandangnya dengan tatapan lembut. Ia bisa melihat jelas bahwa istrinya itu masih terlihat lemah, tapi tetap saja bersih-bersih seperti ini. Keanu menghela nafas lalu tersenyum sedikit, ia tahu bahwa Anindia tidak bisa diam tapi ia juga khawatir dengan kesehatan istrinya itu.

"Nindi, kamu harus istirahat. Kamu masih sakit, jangan memaksakan diri." Ujar Keanu lembut sembari menarik tangan Anindia ke arah tempat tidur.

Anindia langsung menggelengkan kepalanya dan menarik tangannya kembali. "Aku gak bisa diam, Kean. Bosan banget gak ngapa-ngapain," ujar Anindia dengan suaranya yang manja.

"Huft... Iya udah deh, aku bantuin ya? Habis itu janji, kamu harus istirahat," ujar Keanu dengan helaan nafas panjang.

Anindia hanya menganggukkan kepalanya, ia merasa senang karena Keanu ingin membantunya. Keanu pun langsung meletakkan tasnya, lalu membantu Anindia.

Keduanya bekerja sama untuk membersihkan kamar dengan penuh keakraban. Mereka terlihat seperti sudah lama hidup bersama, meskipun pernikahan mereka baru hitungan hari saja.

...✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧...

Dua hari kemudian, Anindia kembali ke sekolah setelah sembuh dari demamnya. Tiga hari tidak masuk sekolah membuat Anindia merindukan suasana belajar mengajar. Ia juga merindukan teman-temannya, terlebih Yudhi dan Edo yang selalu ada saja tingkahnya.

Anindia dan Keanu sudah berada di kelasnya, terlihat jelas suasana pagi yang menyenangkan di dalam kelasnya itu. Anindia langsung tersenyum ramah kepada teman-teman sekelasnya.

"Hai Nindi, udah sembuh?" Tanya salah satu teman sekelasnya.

"Alhamdulillah, sudah..." Ujar Anindia sembari duduk di bangkunya.

"Udah sembuh lo Nindi? Kayak sunyi circle kita gak ada lo, kayak kuburan haha!" Ujar Yudhi yang duduk di atas meja.

"Haha cowok ku kan ada. Iya gak, Kean?" Ujar Anindia yang terkekeh menanggapi perkataan Yudhi.

Keanu hanya menaikkan sebelah alisnya, seakan mengiyakan perkataan Anindia. Sementara Yudhi langsung bertingkah seolah tidak menyukai Keanu.

"Cowok lo gak asyik, gak bisa diajak bercanda," ujar Yudhi kemudian.

"Candaan lo kelewatan batas," ujar Edo menimpali.

Anindia terkekeh menanggapinya, ia merasa santai dengan perbincangan bersama teman-temannya. Suasana seperti ini yang Anindia rindukan selama ia sakit.

"Btw Dara kemana? Tumben belum datang," ujar Anindia kemudian, setelah ia menyadari bahwa Dara tidak ada di bangkunya.

"Mana gue tau, kemarin juga absen tanpa keterangan dia," ujar Yudhi dengan nada santainya.

"Absen? Serius?" Ujar Anindia seakan tidak percaya dengan penuturan Yudhi.

Yudhi dan Edo langsung menganggukkan kepalanya, terlihat serius. Sementara Keanu bersikap biasa saja, seakan tidak tertarik dengan pembahasan tentang Dara.

"Kemana ya dia? Gak biasanya bolos," ujar Anindia sembari melirik bangku Dara yang kosong di sebelahnya.

"Udah Nindi, gak usah dipikirin. Kayaknya lagi ada masalah dia," ujar Keanu menimpali.

Anindia belum sempat mengatakan apa-apa, tiba-tiba saja bel masuk berbunyi, membuat seisi kelas langsung duduk diam di bangkunya masing-masing. Tak selang berapa lama, seorang guru memasuki ruang kelas dan langsung memulai pelajaran hari ini.

Anindia pun tidak bertanya apa-apa lagi, ia diam memperhatikan penjelasan guru di depan. Kegiatan belajar mengajar berlangsung seperti biasanya, bahkan kelas pagi itu terlihat sangat tenang tanpa ada kegaduhan sedikitpun.

Beberapa jam berlalu, jam istirahat pun tiba. Anindia memutuskan untuk pergi ke kantin bersama Yudhi, Edo, dan seorang teman perempuan dari kelasnya. Sementara Keanu meminta izin kepada Anindia untuk menghampiri Niko dan Ariga di kelasnya.

Anindia hanya mengangguk saja, ia tidak melarang Keanu untuk berteman dengan siapapun, terlebih ia tahu bahwa Niko dan Ariga merupakan teman dekatnya. Anindia dan Keanu pun berpisah di depan kelas, menuju ke arah yang berbeda.

"Akhirnya gue bisa tarik nafas lega karena si posesifnya Anindia gak ada di sini. Kayak singa tu cowok," celetuk Yudhi yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Edo.

"Mulut lo gak bisa diam ya, ini ceweknya di sini!" Ujar Edo mengingatkan.

"Gapapa kok Do, Yudhi mah biasa gitu. Mulutnya gak ada rem nya," ujar Anindia menimpali.

"Noh dengerin! Nindi aja gak masalah kok," ujar Yudhi yang merasa menang saat ini.

Anindia terkekeh menanggapinya, sementara teman perempuannya hanya tersenyum sembari menggelengkan kepalanya, menyimak perbincangan Anindia dan dua teman laki-lakinya.

"Nindi, kamu nanti kuliah dimana?" Ujar Raisa, gadis yang berjalan bersama Anindia.

"Insya Allah kalo gak ada halangan aku bakal kuliah di Trisakti, Sa. Kamu gimana?" Ujar Anindia dengan seutas senyum.

"Wah di Trisakti ya? Aku juga," ujar Raisa menimpali.

"Semoga aja bisa satu fakultas ya," ujar Anindia kemudian.

Raisa menganggukkan kepalanya, dua gadis itu pun membahas tentang tujuan mereka setelah lulus SMA. Anindia yang sebelumnya merasa khawatir dengan kuliahnya karena menikah dengan Keanu, tapi kini ia percaya bahwa Keanu akan mendukung cita-citanya itu, seperti yang ibunya katakan. Raisa memang suka bergabung dengan Anindia dan teman-temannya, meskipun tidak terlalu sering.

Mereka tiba di kantin untuk membeli makanan ringan dan minuman saja. Setelahnya mereka memutuskan untuk duduk di taman sekolah.

Sementara itu di kelas Niko dan Ariga, Keanu duduk santai bersama kedua temannya itu. Ia seakan tidak mengindahkan perkataan ayahnya tentang larangannya berteman dengan Ariga. Meskipun demikian, Keanu berusaha untuk tidak terjerumus lagi. Ia hanya ingin berteman baik-baik saja, tanpa terlibat tawuran atau balapan lagi.

"Gue gak mau terlibat lagi, gue beneran mau tobat," ujar Keanu tanpa ada yang menanyakan tentang hal itu.

"Woi yang bahas siapa? Main jawab aja lo," ujar Niko yang terlihat santai dengan game di ponselnya.

"Ya biarin lah Keanu tobat, lo bukannya dukung malah berisik," ujar Ariga menimpali.

"Tumben lo gak sama Nindi. Biasanya juga serasa dunia milik berdua, yang lain cuma ngontrak!" Ujar Niko kemudian.

"Ya karena gue pengen ngumpul sama kalian, ribet lo!" Ujar Keanu yang mulai kesal.

Mendengar Niko menyebutkan nama Anindia, Ariga pun tersenyum licik bahkan hampir tak terlihat. Senyumnya itu seolah menyiratkan sesuatu yang hanya dirinya sendiri yang paham artinya. Sementara Keanu maupun Niko, keduanya sama-sama tidak menyadari perubahan ekspresi Ariga.

"Pacar ya pacar, temen ya temen. Iya gak bro?" Ujar Ariga menimpali.

"Exactly!" Ujar Keanu sembari memetikkan jarinya.

Niko dan Ariga hanya tertawa menanggapinya, sementara Keanu hanya bersikap santai seperti biasanya. Meskipun Keanu sudah berniat untuk berubah, kedua temannya ini tetaplah menjadi teman baginya. Meskipun Keanu sendiri tidak mengetahui bahwa ada pengkhianat di antara mereka bertiga.

Sementara itu di taman sekolah, Anindia terlihat bercanda tawa dengan ketiga temannya itu. Ia yang baru saja sembuh dari demam, kini bisa menghabiskan waktu bersama teman-temannya lagi. Keramahan Anindia memang tiada tandingannya, jelas saja membuat orang-orang di sekitarnya merasa nyaman berteman dengan dirinya.

"Gue kasih tantangan nih ke kalian, truth or dare?" Ujar Yudhi yang tiba-tiba saja membahas tentang tantangan.

"Truth," ujar Anindia dan Raisa kompak.

"Gue dare aja, biar seru." Ujar Edo yang terlihat santai sembari mengunyah permen karet.

"Oke, Nindi sama Raisa pilih truth. Gue tanya jawab jujur, siapa orang yang paling ganteng di sekolah ini? Ya pasti gue lah," Ujar Yudhi dengan penuh percaya diri.

Anindia dan Raisa langsung tertawa menanggapinya dengan gelengan singkat, merasa bahwa Yudhi terlalu percaya diri.

"Ya jelas Armand lah, si ketua OSIS!" Ujar Raisa yang terlihat tersipu ketika membahasnya.

"Keanu dong! Kamu mah nomor satu dari belakang," canda Anindia.

Yudhi langsung memasang wajah masam, sembari melontarkan tatapan tajam kepada keduanya. Sementara Edo langsung menepuk kuat punggungnya, dengan gaya santainya yang khas.

"Makanya jangan terlalu pede," ujar Edo.

Anindia dan Raisa terkekeh menanggapinya. Mereka berdua merasa terhibur dengan situasi seperti ini, terlebih Edo yang paling irit bicara tapi ketika bersama Yudhi kata-katanya begitu menusuk.

"Iyalah, karena lo berdua demen sama tu cowok-cowok," ujar Yudhi pada akhirnya. "Lo pilih dare, Do? Hmm gue rasa lo harus joget dangdut sekarang juga!" Lanjutnya dengan tawa.

"Ngerjain gue lo?" Ujar Edo sembari melontarkan tatapan tajam kepada Yudhi.

"Siapa juga yang ngerjain lo? Lo sendiri kok yang pilih dare," ujar Yudhi yang langsung berkilah.

Terdengar helaan nafas panjang dari Edo. Karena sudah memilih dare, ia pun terpaksa berdiri dan melakukan joget dangdut di depan teman-temannya. Ia berjoget seperti biduan nyasar, bedanya versi laki.

Anindia dan Raisa langsung meledak dalam tawa ketika melihat Edo. Edo yang biasanya kalem kini justru terlihat bar-bar hanya karena tantangan dari Yudhi. Sementara Yudhi, pemuda itu tak kalah geli nya, ia tertawa terbahak-bahak sampai meneteskan air mata. Edo sendiri terlihat malu-malu, merasa terjebak dengan tantangan yang diberikan oleh Edo.

"Udah ah, malu gue," ujar Edo yang kini kembali duduk.

"Astaga ada-ada aja kamu, Do," ujar Anindia sembari menyeka air matanya.

"Gara-gara dia nih," tunjuk Edo kepada Yudhi.

"Gue gak salah, lo sendiri yang pilih dare!" Ujar Yudhi dengan senyum isengnya.

Yudhi masih tertawa puas, merasa berhasil mengerjai sahabatnya itu. Anindia dan Raisa mencoba untuk menenangkan diri setelah merasa geli dengan tontonan gratis tadi.

"Mau aja lo dikerjain sama Yudhi."

Saat itu, tiba-tiba saja terdengar suara Keanu yang berjalan menghampiri. Semua orang di sana langsung menoleh ke arah suara, tak terkecuali Anindia yang menangkap ekspresi geli dari suaminya itu. Tapi Keanu berusaha untuk tidak menunjukkannya di depan teman-temannya.

Keanu langsung duduk di samping Anindia, memandang teman-teman istrinya itu dengan tatapan yang tidak biasa. Tidak ada ekspresi khusus di wajahnya, selain seutas senyum tipis. Ia merasa bahwa teman-teman Anindia punya sisi humor tersendiri yang membuatnya merasa lebih rileks.

"Haha, gue cuma kasih dare aja sesuai pilihan Edo," ujar Yudhi dengan wajah tanpa dosa.

Sementara Anindia dan Raisa hanya menggelengkan kepalanya, masih merasa geli dengan tantangan tadi. Lain halnya dengan Edo yang langsung kembali ke mode awalnya.

Ting!

Saat itu, ponsel Keanu bergetar. Ia langsung melirik ponsel di tangannya, mengundang rasa penasaran dari istrinya itu.

"Pesan dari siapa, Keanu?"

^^^Bersambung...^^^

1
Enz99
menarik bikin pgin lanjut baca terus
𝕴𝖓𝖉𝖆𝖍 𝕽𝖆𝖒𝖆𝖉𝖍𝖆𝖓𝖎: Hehe terima kasih kak, semoga suka ya dengan chapter-chapter selanjutnya 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!