NovelToon NovelToon
Balas Dendam Pengantin Pengganti

Balas Dendam Pengantin Pengganti

Status: tamat
Genre:Cerai / Penyesalan Suami / Putri asli/palsu / Balas dendam pengganti / Chicklit / Tamat
Popularitas:220.9k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

“Aku hanya pengganti, bukan?” Suara Yura bergetar, namun matanya tak lagi memohon.
Arga Lingga Pradipta tak menjawab. Sejak awal, pernikahan itu memang tak pernah tentang cinta. Yura hanyalah bayangan dari wanita lain, dinikahi karena wajah, dipertahankan karena kesepakatan.

Empat tahun hidup sebagai istri tanpa nama, satu malam hampir mengakhiri segalanya. Saat kontrak pernikahan tinggal menghitung bulan dan wanita yang dicintai Arga kembali, Yura memilih berhenti terluka.

“Aku tak butuh cintamu,” katanya pelan.
“Aku hanya ingin kau menyesal.”

Saat tunangan asli kembali dan kontrak tinggal hitungan bulan, Yura bukan lagi istri yang patuh. Diam-diam, ia bangkit sebagai musuh paling berbahaya bagi keluarga Pradipta.

Bagaimana kisahnya? Yuk, simak di sini!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Keesokan paginya, suasana rumah masih lengang. Matahari bahkan belum sepenuhnya naik ketika Yura sudah berada di dapur, membantu menyiapkan sarapan untuk Shasmita dan Sky. Gerakannya tenang, rapi, seolah tak ada beban apa pun di pundaknya. Sesekali ia menarik napas panjang, dadanya terasa lebih ringan dari biasanya.

Begitu semua selesai, ponselnya bergetar. Satu pesan masuk dari Arga.

[Segera kembali ke rumah utama.]

Yura membaca pesan itu tanpa ekspresi berlebih. Ia hanya mengusap layar ponsel, lalu berpamitan singkat sebelum berangkat. Hatinya berdegup cepat, bukan karena takut, melainkan karena firasat yang begitu kuat.

Setibanya di rumah utama, Yura langsung diminta menuju ruang kerja Arga.

Ruang itu terasa dingin dan formal seperti biasa. Arga duduk di balik meja kerjanya, setumpuk berkas tersusun rapi di hadapannya. Wajahnya tampak serius, lelah, namun juga penuh pertimbangan. Saat Yura masuk, ia mendongak.

Seperti biasa, Yura menunduk dengan wajah sendu. Matanya terlihat redup, bahunya sedikit merosot, peran yang selama ini ia mainkan dengan sempurna.

Arga menatapnya cukup lama. Ada rasa kasihan yang tak bisa ia sembunyikan, tapi di saat yang sama, ada tekad yang lebih besar dalam dirinya.

'Masih ada seseorang yang harus ku perjuangkan,' batinnya.

Ia tak mungkin menyia-nyiakan kesempatan itu.

“Duduk,” kata Arga akhirnya, suaranya datar namun tegas.

Yura menurut. Ia duduk di kursi di depan meja, kedua tangannya saling menggenggam di pangkuan. Arga lalu mendorong setumpuk berkas ke arahnya.

“Baca dan tanda tangani.”

Yura menatap berkas itu. Sekejap saja ekspresi kaget melintas di wajahnya. Jantungnya berteriak kegirangan, senyum ingin sekali merekah, namun semua itu ia telan bulat-bulat. Yang terlihat di wajahnya hanyalah keterkejutan bercampur kesedihan, seolah ia sedang kehilangan sesuatu yang berharga.

Padahal di dalam hatinya, Yura hampir tertawa.

'Ini dia…' akhirnya.

“Itu dokumen pengakhiran kontrak,” lanjut Arga. “Setelah ini, kau bebas.”

Tangan Yura sedikit bergetar saat mengambil pena, entah karena akting atau karena perasaan yang tak bisa lagi ia bendung. Tanpa banyak bicara, ia membubuhkan tanda tangannya di tempat yang sudah ditentukan.

Arga kemudian membuka laci meja, mengeluarkan sebuah amplop cokelat tebal, lalu meletakkannya di depan Yura.

“Ini hakmu,” ucapnya singkat.

Yura membuka amplop itu perlahan. Di dalamnya, sebuah cek dengan nominal yang membuat napasnya hampir terhenti.

'100 miliar.'

Untuk sesaat, Yura benar-benar kehilangan kata-kata. Di balik wajah sendu yang masih ia pertahankan, hatinya berteriak histeris, penuh kemenangan. Segala penderitaan, kepura-puraan, dan penghinaan, semuanya terasa terbayar lunas.

Ia menunduk, menggenggam amplop itu erat-erat, seolah takut semua ini hanya ilusi.

“Terima kasih, Tuan,” ucapnya pelan, suaranya dibuat bergetar.

Arga hanya mengangguk. Ia tak tahu, di hadapannya kini duduk seorang perempuan yang bukan sedang berduka karena kehilangan melainkan seseorang yang baru saja mendapatkan kebebasan dan kekuatan.

Yura pun bangkit dari duduknya. Ia menggenggam amplop itu erat di tangannya, lalu melangkah beberapa langkah menuju pintu. Namun, tepat sebelum keluar dari ruangan tersebut, langkahnya terhenti.

Yura menoleh, tatapannya jatuh pada Arga tatapan yang ia buat sedemikian rupa, sedih, rapuh, seolah menyimpan ribuan perasaan yang tak pernah sempat terucap. Sorot matanya berkabut, bibirnya sedikit bergetar. Tak ada satu pun yang menunjukkan kemenangan yang sedang bergemuruh di dadanya. Senyumnya tersembunyi rapi, terkunci di balik ekspresi luka yang sempurna.

Arga terdiam, untuk sesaat, dadanya terasa sesak. Ada sesuatu di tatapan Yura yang membuatnya gelisah, sebuah rasa ragu yang tak ia harapkan muncul. Perempuan di hadapannya tampak begitu kecil, begitu sendirian. Seperti seseorang yang baru saja kehilangan pegangan hidupnya.

"Apa aku terlalu kejam?" Pertanyaan itu sempat menyelinap ke benaknya.

Namun, Arga segera menepis perasaan itu. Ia menegakkan punggung, rahangnya mengeras. Ia mengingat kembali alasan di balik semua keputusan ini. Ia akan segera mengumumkan pertunangannya dengan Shasmita di hadapan publik. Masa depannya sudah jelas, jalurnya sudah ditentukan. Ia tak boleh goyah hanya karena rasa iba yang tak seharusnya ada.

'Yura hanyalah pengganti,' batinnya dingin.

Dan selama ini, ia juga melakukannya demi uang. Ia meyakinkan dirinya sendiri bahwa semua ini adil. Transaksi yang setara. Tak ada perasaan yang perlu diseret lebih jauh.

Sementara itu, Yura menangkap perubahan ekspresi Arga. Ia tahu, ia selalu tahu, bagaimana caranya memainkan emosi lelaki itu. Dalam hati, senyum tipis kembali muncul, penuh kepuasan.

'Terima kasih atas keraguannya,' batinnya lirih.

'Karena aku pergi bukan sebagai pecundang.'

Tanpa mengatakan apa pun lagi, Yura akhirnya melangkah keluar dari ruangan itu. Pintu tertutup perlahan di belakangnya, meninggalkan Arga sendirian dengan pikirannya dan meninggalkan Yura dengan kebebasan yang selama ini ia incar.

Yura melangkah ringan menyusuri koridor, jemarinya menggenggam surat kontrak dan amplop tebal berisi uang itu seolah benda paling berharga di dunia. Senyum kecil nyaris terbit di bibirnya, senyum lega, senyum kemenangan namun buru-buru ia tekan sebelum ada orang lain yang melihat.

Baru saja ia hendak membuka pintu kamarnya, sebuah suara memanggilnya.

“Kak Yura.”

Yura menoleh. Sheli berdiri di sana dengan wajah cemas.

“Apa yang terjadi? Kak Arga memarahimu lagi?” tanya gadis itu polos.

Tanpa ragu, Yura melangkah maju dan langsung memeluk Sheli. Pelukan itu hangat, namun penuh sandiwara. Bahunya sedikit bergetar, seolah ia sedang menahan tangis.

“Aku nggak apa-apa,” ucap Yura lirih. “Cuma … sekarang aku bukan istri kakakmu lagi.”

Tubuh Sheli menegang. Matanya membesar, jelas terkejut. Ia tahu, meski hubungan Yura dan Arga hanya berlandaskan kontrak, ada masa, meski singkat di mana Arga benar-benar menyayangi Yura. Setidaknya, itu yang ia lihat selama ini.

“Kak…” gumam Sheli pelan.

Mereka melepaskan pelukan. Sheli menatap wajah Yura lekat-lekat, seakan mencari luka yang lebih dalam di balik ekspresi sendu itu. Lalu ia tersenyum kecil, tulus.

“Nggak apa-apa. Meski begitu, kita tetap teman, kan?” katanya lembut. “Kak Yura, terima kasih … sudah jadi bagian dari hidup kami.”

Tatapan Yura sedikit melembut. Untuk sesaat, ada perasaan asing menyelinap bukan penyesalan, melainkan sesuatu yang hampir menyerupai simpati. Ia memandang Sheli, gadis itu terlalu baik untuk dunia yang penuh tipu daya ini.

'Kau tidak tahu apa-apa, Sheli,' batin Yura.

Tapi semoga kebaikanmu tidak hancur seperti yang lain.

Yura juga tahu satu hal lain. Dari caranya Sheli sering melirik, dari kecanggungan kecil yang selalu muncul, jelas gadis itu menyukai Sky sesuatu yang bahkan Sky sendiri tidak pernah sadari. Namun, Yura memilih diam. Ia hanya tersenyum tipis, lalu berbalik membuka pintu kamarnya.

“Aku mau beres-beres,” ujarnya ringan.

Pintu kamar tertutup di belakangnya. Di dalam, Yura mulai membereskan pakaiannya satu per satu bukan sekadar mengemas baju, melainkan menutup satu bab dalam hidupnya dan bersiap membuka bab baru, dengan kebebasan di tangannya dan rencana yang belum sepenuhnya terungkap.

1
Anre1201
Thanks Thor.. 🙏🙏
Jujur, baru kali ini, saya baca tanpa Skip ❤️😃😘
Jalan ceritanya sederhana tanpa banyak Drama yang bikin nampol😩🤣🤣🤣
Anre1201
Thanks Thor ❤️
Ceritanya bagus, karakter Yura bukan wanita lemah, lebay, plin plan, manja / jadi Goblok karna bucin. 👍👍
Anre1201
Thor, jangan bikin karakter perempuan yang lemah lagi.. Jangan sampai gw marah + maki-maki diri mu yaaa
😭 kali ini bikin Arga + Putri menyesal sampai berdarah darah 😡
Aisyah Alfatih: 😁🙏 siap kakak 🤭
total 1 replies
Anre1201
Jangan bilang ini karakter yg sama Thor, karakter wanita yg katanya pintar, punya bisnis usaha di belakang tapi lemah hanya karna uang 100M.
Harusnya kalau memang pemeran wanita nya pintar, uang 100M tidak ada artinya. Tapi ya gitu lah.. Terserah Author aja.. 😃
Palingan saya bacanya banyak di Skip aja.. 🙄🤔
Wanganiaidariafriday
yaaa, kirain sampe Yura lahiran
RieNda EvZie
/Good//Good//Good//Good//Good/
niktut ugis
Yura, keluarga Wijaya memang sangat ² salah padamu tapi benar apa yg di katakan oleh sky & jgn sampai di suatu hari nti ada penyesalan buat mu. bukan keluarga mu yg membuangmu tapi takdir yg bekerja hingga peristiwa itu terjadi
niktut ugis
siput anak angkat yg g tau diri
niktut ugis
putri selamat datang di neraka
niktut ugis
rada membingungkan
apa yg di cari Yura selain donor untuk ayah nya sedangkan sebagai lartika dia org berpengaruh+ bergelimpangan
TRIDIAH SETIOWATI
thor bikin cerita serem amat
ken darsihk
Terpaksa menikahi mafia buta karena hutang , aq cari nggak ketemu
Aisyah Alfatih: belum up kak 🤭
total 1 replies
ken darsihk
Gagal paham dngn kata2 " karya ini ganti karya Abian ya "
Karya Abian yng mana yak ?? 🙏
Aisyah Alfatih: ada nona kota jodoh anak pak kades
total 3 replies
Dessy Lisberita
wajar yura sakit hati pada keluarga hans mereka terlalu memanjakan putri da menindas yura kedasar yg paling dalm
Angelia nikita Sumalu
luar biasa suka dengan semua cerita kamu.. bagaimana penempatan para tokoh serta karakternya...
Aisyah Alfatih: makasih banyak kakak 🙏
total 1 replies
YuWie
baguss..diawal2 sempat emosi dg kepasrahan yura walopun itu mmg taktik yura sih.
YuWie
happy end... selamat yura sky
Vie
ini keluarnya kapan kak, aku tunggu masih belum nongol.... 🤭🤭🤭🤭
reti
ceritanya bagus kak..
endingnya hepi semua
terima kasih
Ayu
Kok udah tamat aja thor.. si Yura sm Sky dah bhgia. trs kbr Arga gimana thor. msh penasaran aja para pembaca. tapi mksh thor. karya mu sl bagus. smpai gk ingt sdh berapa karya mu yg sdh aku bc. sukses sl thor🙏💪
Aisyah Alfatih: Arga jatuh sejatuhnya...😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!