Ketika ada yang telah mengisi hati Amara, datanglah seseorang yang membuatnya kembali ke kisah masa lalu yang ingin di lupakan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Arafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 1 perkenalan
Pagi ini aku terbangun setelah mendengar adzan subuh. setelah menjalankan kewajiban sholat subuh, aku bersiap karena hari ini aku, Amara salsabila akan bekerja untuk pertama kalinya di sebuah butik ternama di kota ini.
"pagi bu." sapaku pada ibu yang sedang menyiapkan sarapan untuk keluarga
"pagi sayang... duh cantiknya putriku. siap kerja nih...? jawab bu Faizah, ibuku
" iya bu.. duh deg degan ini" sahutku
"Bismillah sayang. InsyaAllah semua lancar".perkataan ayahku, Rusdianto. cinta pertama ku yang sangat penyayang dan selalu menjadi penyemangatku. beliau bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan properti.
" siap ayah, doain Amara ya.. "sambung ku sambil memeluknya
" kakak dah mulai kerja ni? "pertanyaan dari Lala adikku saat dia keluar kamar siap untuk sarapan.
" iya dek semoga semua lancar" jawabku
* Amin" jawab semua kompak
Aktifitas pagi yang selalu hangat selalu ada di keluarga ini yang sangat aku sukuri. Didikan ayah dan ibu yang selalu berikan perhatiannya untuk kami. Sarapan yang di ikutan canda tawa berakhir saat ayah pamit berangkat kerja bersamaan dengan ku. Ayah mengantarkan ku terlebih dahulu memastikan aku sampai tempat kerja dengan selamat. sedangkan Lala pergi kuliah dengan naik motor dan ibuku ibu rumah tangga yang punya usaha membuat pesanan kue dari para tetangga.
Sampai di butik, aku masuk dan menemui pemilik butik, bu Zahira di ruangan nya.
"permisi bu. " sapaku sopan
"silahkan masuk" sahutnya dari dalam ruangan
"masuklah" sambungnya
Aku menunduk sopan memasuki ruangan dengan detak jantung yang menderu.
"kamu sudah datang? siap untuk kerja kan? " tanya bu Zahira dengan senyum.
Aku kenal beliau beberapa hari yang lalu di rumah sakit. Dia membawa ibunya periksa dan kebetulan aku baru menjenguk teman ku di sana.
"permisi bu.. mari saya bantu" ucapku saat melihatnya kerepotan menuntun ibunya yang sudah renta dengan membawa tas sedang dan berkas pemeriksaan. karena berkas berhamburan, aku menawarkan diri membantu.
"terima kasih nak" jawabnya
"sama sama. ini ibu mau ke arah mana biar saya antar. Ibu biar jagain neneknya saja" aku menawarkan bantun karena terlihat dia sangat kerepotan.
"Jadi ngerepotin kamu ini. saya udan mau pulang kok tinggal nunggu jemputan". balasnya sopan.
" Wah kebetulan bu saya juga mau pulang, mari kedepan bareng".ajak ku.
Kamipun keluar rumah sakit bersama. aku menemani mereka menunggu jemputan sambil menunggu ojol yang ku pesan. Disana kami ngobrol sambil berkenalan. Saling bertanya satu sama lain. Dak ketika dia tahu aku baru lulus kuliah desain, dia menawari pekerjaan di butiknya padaku. jadilah hari ini aku disini di butik milik bu Zahira.
"Iya bu., saya InsyaAllah saya siap. mohon bimbingannya". jawabku dengan senyuman.
Dan hari ini berlalu. Hari pertama kerja yang ku nanti berjalan lancar tanpa kendala. Semua teman karyawan ramah dan supel. Apalagi pemiliknya yang begitu baik Wanita berkulit putih dan tinggi bak model itu masih sangat cantik di usia yang hampir sama dengan ibuku. 'semoga kedepannya tidak ada kendala di pekerjaan ini' aku berharap dalam hati.
(hai ra.. gimana hari ini?) pesan masuk dari Adit mengalihkan perhatianku saat aku sedang siap siap istirahat malam. Adit Melvano lelaki yang akhir akhir ini mengusik hatiku.
(Alhamdulillah lancar)".balasku.dan kami saling berbalas pesan.