NovelToon NovelToon
Wajah Lain Di Balik Topeng

Wajah Lain Di Balik Topeng

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Putri asli/palsu / Fantasi Wanita
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Senjaku02

Apa yang kalian pikirkan tentang putri tertukar? Sang putri asli menderita? Oh kalian salah tentang Aurora Bellazena, gadis cantik bermata Dark Hazel itu adalah putri kandung yang tertukar. Kesalahan pihak rumah sakit membuat Aurora tertukar dengan Anjani Harvey.
Kembali ke rumah keluarga asli tak membuat Aurora di cintai. Namun, apa ia peduli? Tentu tidak ia hanya butuh status untuk menutup sesuatu yang berbahaya dalam dirinya, siapa Aurora sebenarnya? Ikuti perjalanan gadis cantik bermata Drak Hazel itu dalam novel ini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senjaku02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22

  Aurora di gendong oleh Kaynen, sebelum keluar dari toilet dia melihat pada Anjani. Namun, tak ada perkataan apapun dan akhirnya Kaynen pergi dari sana.

  "Nak, buruan!" kata Adeline, dia tidak memperdulikan Anjani yang terduduk di lantai toilet yang dingin.

  "Ma, Kak. Tunggu!" minta Anjani, suaranya lirih karena sesak yang mendera.

  Kaynen berjalan cepat dengan Aurora di dalam gendongannya, pria tampan bertubuh gagah berlarian kecil dengan gugup,"Bangun, Ra!" bisiknya pelan.

  Adeline dan Baskara mengikuti dari belakang, mereka juga tampak khawatir dan tak lupa bahkan Aruna pun mengikuti dengan melupakan Anjani yang sendiri di toilet.

  Tak ada yang tahu apa yang terjadi, karena keluarga Harvey jalan dari belakang hotel sebab mereka tak mau membuat keributan.

  Kaynen memasukkan Aurora ke dalam mobil, setelah pintu mobil tertutup. Perlahan mata Aurora terbuka sedikit dengan senyum miring, "Kau akan mendapatkan masalah karena berani membuat keributan!" gumamnya dengan bangga.

  Saat keributan kembali terdengar, Aurora kembali menutup mata, Adeline dan semua masuk ke dalam mobil dimana Aurora berada.

  "Sayang, bangun!" minta Adeline, suaranya tercekat dengan air mata yang menetes pelan.

  Dia memeluk Aurora di dalam gendongannya, wanita paruh baya itu merasakan sakit saat melihat penampilan Aurora yang kacau.

  Mobil itu melesat meninggalkan hotel mewah dimana acara makan malam amal itu di adakan.

****

Sedangkan di Ballroom hotel.

  "Ada berita, Tuan!" seseorang berbisik pada Arion.

  "Apa?" tanya Arion.

  Pengawal pribadi Arion membisikkan sesuatu di telinga Arion, pria itu mendengarkan dan wajahnya langsung pucat pasi saat mendengar semua itu.

  "Apa?" suara Arion menggelegar mengagetkan mereka semua.

  "Ada apa?" tanya Araina, dia dan yang lain juga terkejut saat mendengar Arion berteriak tanpa kendali.

  Arion mengepal, tangannya mencekal erat meja dimana ia dan teman-temannya duduk bersama.

  "Dimana Aurora sekarang?" tanya Arion, dia tak menjawab pertanyaan Araina.

  "Di bawa ke rumah sakit oleh Tuan dan Nyonya Harvey!" jawabnya yakin.

  Arion berlari, meninggalkan acara tanpa menoleh dan izin pada siapapun. Dan itu mengakibatkan bisik-bisik panas selama acara.

  "Arion, kamu mau keman?" tanya Araina, dia agak berseru dan itu menimbulkan rasa penasaran.

  "Ada apa sebenarnya?" Araina bertanya pada pengawal pribadi Arion tadi.

  "Nona Aurora di siksa oleh Nona Anjani hingga masuk ke rumah sakit!" jawabnya tegas.

  Mereka semua mendelik saling tatap satu sama lain saat berita itu terlontar begitu saja dari pengawal pribadi Arion.

...****************...

Di rumah sakit.

  Suara brankar saling bergesek dengan lantai rumah sakit, malam itu udara dingin dengan suasana yang terasa tak enak.

  "Rora, kamu harus buka mata!" minta Adeline.

  "Bangun sayang!" Baskara pun ikut membujuk dengan tangan yang erat menggenggam tangan Aurora.

  Namun, gadis cantik berwajah pucat itu seperti enggan membuka mata untuk saat ini sebab merasa lelah.

  "Maaf, anda semua tak bisa masuk!" suster mencegah mereka semua.

  "Saya mau masuk, Sus! Biarkan saya masuk!" minta Adeline, dia agak memaksa.

  "Maaf, ini peraturan!" suster itu segera menutup pintu meninggalkan Keluarga Harvey dalam ketegangan yang terasa mencekik leher mereka.

  Mereka duduk terpaku, napas memburu menunggu kabar tentang Aurora yang tengah diperiksa. Rasa cemas melilit hati, menggerogoti ketenangan yang tersisa.

  “Ma, bagaimana bisa Aurora sampai seperti ini? Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Kaynen dengan suara tertahan, matanya menatap penuh harap pada sang ibu.

  Adeline menggeleng pelan, suaranya bergetar seiring kata-kata yang keluar dari bibirnya, “Mama nggak tahu apa yang terjadi sejak awal. Tapi saat mama membuka pintu kamar mandi, mama lihat Anjani mencengkeram rambut Aurora dengan kasar. Lalu… Aurora pingsan.”

  Mendengar itu, darah di tubuh mereka mendidih, kemarahan menggulung tanpa bisa dibendung lagi. Wajah-wajah yang tadinya tegang kini berubah menjadi batu, bertekad untuk tidak tinggal diam. 

  “Kita harus bertindak tegas, Pa. Anjani itu cuma orang luar, tapi berani-beraninya menyakiti darah daging keluarga Harvey,” ujar Kaynen dengan suara serak namun penuh ketegasan yang membara. 

  Kali ini, Kaynen tak mau lagi menahan amarah. Kesabarannya telah habis tergerus perlakuan biadab Anjani. Dia siap memberi pelajaran yang pantas, agar keadilan berpihak pada adik kandungnya Aurora.

  Aruna terpaku di antara mereka, wajahnya tiba-tiba berubah menjadi pucat pasi. Bayangan nasib Anjani setelah ini menggulung di pikirannya, menusuk tanpa ampun.

  'Maaf, Anjani... aku benar-benar tak bisa membantumu kali ini. Kau sudah melampaui batas,' gumam Aruna dalam hati, hatinya berat seperti batu yang menekan dada.

  Tatapannya terperangkap pada pintu di mana Aurora sedang diperiksa. Ada sesuatu yang menyayat di dalam dadanya, melihat Aurora yang lemah dan tak berdaya membuat setiap hela napasnya terasa penuh duka dan ketakutan yang tak terucapkan.

  Diam-diam, Aruna berharap keajaiban bisa menyelamatkan semua ini meski hatinya tahu, kenyataan mungkin akan jauh lebih kejam.

...****************...

  Di sisi lain, kabar buruk tentang Aurora seperti petir yang menyambar jiwa Arion.

  Tanpa berpikir panjang, dia melesat menuju parkiran, menekan pedal gas dengan perasaan khawatir hingga mobilnya menghilang dari hotel Diamond dalam hitungan detik.

  Teman-temannya saling berpandangan, ragu dan bimbang terombang-ambing dalam ketidakpastian.

  "Gimana, kita kejar Arion atau tetap di sini?" tanya Galaxsi, suaranya penuh kekhawatiran dan kebingungan.

  Araina,  merasakan kegelisahan yang mendalam atas kabar buruk tentang Aurora, tapi acara ini tak bisa ia tinggalkan. 

  Terlebih lagi, saudara kembarnya sudah pergi meninggalkannya. 

  " Kita disini saja, biarkan Arion yang kesana. Nanti kita bisa tanya keadaan Aurora pada Arion." Ucap Araina setelah terdiam cukup lama. 

  " Baiklah," sahut mereka dengan suara lirih. 

  Arion tiba di rumah sakit dengan napas tersengal, keringat membasahi dahinya. Tanpa ragu, ia menembus kerumunan dan segera mendekati resepsionis. 

  suaranya bergetar penuh kecemasan, "Permisi, saya cari pasien bernama Aurora. Dia ada di ruangan mana?"

  Petugas itu menatapnya sejenak, lalu buru-buru menunduk ke layar komputer, jarinya menari cepat mencari data. Detik-detik terasa seperti selamanya. 

  Akhirnya, dengan suara yang tenang tapi berat, ia berkata, " untuk pasien bernama Aurora Bellazena Harvey saat ini berada di ruang UGD tengah di lakukan pemeriksaan."

  Mendengar itu, Arion seolah kehilangan keseimbangan sesaat. Hatinya pun mencelos, tapi tanpa ragu ia segera berlari menembus lorong panjang menuju UGD.

  Setiap langkahnya dipenuhi ketakutan dan harapan, seolah waktu bergulir lebih cepat dan lebih lambat sekaligus.

1
MataPanda?_
terus kak semangat trus..
selalu d berikan kesehatan😄
Senjaku02: Aamiin. terimakasih ☺️
total 1 replies
MataPanda?_
trus semangat kak up banyak"😄
Senjaku02: siap🫡
total 1 replies
Nadira ST
🥰🥰🥰🥰🥰🥰💪💪💪💪💪💪💪
Nadira ST
kereeennnn🥰🥰🥰🥰🥰🥰💪💪💪💪💪💪☕☕☕☕☕
Allea
kirain mo bilang besok kamu akan dikembalikan ke keluarga kandungmu ternyata bukan
Allea
maaf thor drak hazel apa dark hazel
Senjaku02: dark hazel. maaf kalau typo😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!