NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Paman Suamiku

Terjerat Cinta Paman Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Saling selingkuh / Cinta Terlarang / Menikah dengan Kerabat Mantan / Penyesalan Suami
Popularitas:12k
Nilai: 5
Nama Author: FT.Zira

"Ketika cinta datang disituasi yang salah"

Rieta Ervina tidak pernah menyangka, jika keputusannya untuk bekerja pada Arlan Avalon, pria yang menjadi paman dari suaminya justru membuat ia terjebak dalam lingkaran cinta yang seharusnya tidak ia masuki.

Pernikahan tanpa cinta yang awalnya ia terima setulus hati berubah menjadi perlawanan saat Rieta menyaksikan sendiri perselingkuhan suaminya bersama wanita yang menjadi rekan kerjanya. Dan di saat yang sama, paman dari suaminya justru menyatakan peraasaannya pada Rieta.

"Cinta ini adalah cinta yang salah, tapi aku tidak peduli." Arlan.

Apa yang akan Rieta lakukan setelahnya? Akankah ia menerima cinta yang datang? Atau tetap bertahan pada pernikahan bersama suami yang sudah mengkhianati dirinya?

Ikuti kisah mereka...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FT.Zira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Aroma Familiar.

Hari sudah berubah gelap saat Rieta tiba di rumah. Tubuhnya terasa lelah, pakaiannya tidak lagi serapi saat ia berangkat di pagi hari, langkahnya bahkan tampak gontai saat ia membuka pintu kamar dan melangkah masuk.

Namun, begitu ia berada di dalam, wajah lelahnya berubah menjadi senyuman, meletakkan heels yang ia kenakan ke lemari penyimpanan, lalu melepaskan blazernya seraya membawa langkahnya mendekat ke arah tempat tidur di mana Evan tengah duduk bersandar pada headboard ranjang.

"Apakah kamu sudah makan malam, Evan?" tanya Rieta lembut.

"...."

Tidak ada jawaban. Evan hanya fokus pada ponselnya, tersenyum bahkan tertawa sambil berbalas pesan.

"Evan."

Rieta kembali memanggil, tetapi pria itu tidak menanggapi, tetap fokus pada ponsel di tangannya.

"Apa kamu ingin makan sesuatu? Aku bisa ambilkan," Rieta berkata lagi, tangannya bahkan sudah terulur untuk menyentuh bahu suaminya.

Namun...

'Tak!'

Belum juga tangan Rieta sempat menyentuh bahu Evan, tangan pria itu menepisnya dengan kasar.

"Urus dirimu sendiri dan jangan mencampuri urusanku," tekan Evan. "Jika kau ingin makan, pergilah ke dapur dan minta pelayan untuk membuatkan makanan untukmu, tidak perlu menggangguku," imbuhnya dengan nada sengit.

Rieta terpaku sejenak, menatap tangannya sendiri sebelum menurunkannya.

"Tidak bisakah kita mencoba, Evan? Kita sudah menikah, aku belajar untuk mencintaimu, tidak bisakah kamu juga melakukan hal yang sama?" harap Rieta dengan suara lembut.

"Dan kau bisa mendapatkan harta keluargaku tanpa bersusah payah?" sahut Evan dengan senyum sinis.

Nyeri.

Hati Rieta terasa begitu nyeri mendengar nada sinis itu dari mulut suaminya. Ia tidak tahu harus bagaimana membuat Evan percaya jika ia menerima pernikahan bukan karena kekayaan yang keluarga Evan milki. Andai ia diberi pilihan, ia ingin sekali bekerja untuk dirinya sendiri tanpa bayangan keluarga Larson.

"Bukan itu," akhirnya hanya dua kata itu yang bisa Rieta keluarkan, ia tidak memiliki kalimat lain untuk sanggahan.

"Kamu bisa kuliah sampai lulus dan sekarang kamu justru bekerja di perusahaan pamanku, bukan di perusahaan ayahku, apa artinya itu?" tanya Evan sinis.

"Itu..."

"Karena pamanku lebih kaya?" potong Evan semakin menjadi.

"Terkadang...." Evan bangun dari duduknya, melangkah mendekat pada Rieta dan berdiri tepat di depan wanita itu.

"Aku penasaran, apa yang kamu lakukan bersama ayahku hingga ayahku memperlakukan dirimu dengan sangat baik bak mutiara? Apakah kau menggunakan tubuhmu untuk merayu ayahku?"

Nyutt...

Untuk kesekian kalinya, kalimat sarkas Evan menusuk begitu dalam ke hati Rieta. Wanita itu menatap wajah Evan lama. Wajah itu tampan, memiliki rambut coklat sama seperti dirinya, rahang tegas, tinggi serta tubuh atletis yang tercetak dari kaos yang pria itu pakai. Tetapi mulut tajam itu berulang kali mengoyak hatinya.

Rasa lelah usai bekerja menjadi lebih terasa bagi Rieta, ia melangkah mundur, berbalik tanpa kata, dan membawa langkahnya menuju kamar mandi. Ia ingin mendinginkan hati dan pikirannya.

"Apakah kau juga menggunakan trik sama pada ayahku hingga dia membawamu pulang saat itu?"

Ternyata Evan belum selesai berbicara. Pria itu kembali mengungkit masa lalu yang mana Tuan Marlan membawa dirinya pulang ke kediaman Larson.

"Bagaimana caramu merayu ayahku? Hebat juga kamu bisa merayu ayahku saat kamu masih seorang bocah."

"CUKUP!"

Emosi Rieta meledak saat itu juga. Sudah cukup ia menerima hinaan yang ia dapatkan dari Evan sejak ia masih kecil, ia tidak bisa lagi menahannya.

Rieta berbalik, tetapi kali ini tidak ada lagi sorot hangat yang biasa Evan lihat. Malam itu, untuk pertama kali bagi Evan, ia melihat tatapan dingin dari Rieta-istrinya.

Rieta melangkah maju, berdiri dalam jarak dua langkah dari suaminya dengan wajah tanpa ekspresi, menatap suaminya dengan sorot dingin.

"Terima kasih," Rieta berucap dingin. "Sikapmu sudah menyadarkanku bahwa aku berada di posisi berbeda denganmu."

"Jika kamu penasaran pada apa yang aku lakukan, kenapa kamu tidak tanyakan itu pada ayahmu? Tanyakan padanya mengapa beliau membawaku ke rumah ini, tanyakan juga apakah beliau pernah tidur denganku hingga aku bisa berada di sini, bahkan mendapatkan perlakuan setara denganmu," tandas Rieta.

"RIETA!"

Rieta tak gentar, ia tetap berdiri di depan Evan tanpa menunduk seperti biasa ketika Evan meninggikan intonasi suaranya. Sebaliknya, Rieta kembali berbicara yang membuat Evan tersudut.

"Tidak berani? Kau takut berbicara pada ayahmu sendiri?" ledek Rieta.

"Apakah kamu benar ingin tahu apa yang aku lakukan pada ayahmu? Akan ku katakan."

Tidak ada senyum sedikitpun di wajah Rieta, wajah itu amat datar tanpa ekspresi apapun, tetapi sorot dingin Rieta mampu membuat Evan membeku di tempat.

"Aku tidak melakukan banyak hal. Malam itu, aku berdiri di pinggir jalan, melihat semua orang sibuk berlalu lalang di depanku dengan harapan salah satu dari mereka menjatuhkan makananya agar aku bisa mengambilnya untuk bertahan hidup."

"Seorang tuan muda sepertimu tidak akan tahu bagaimana rasanya berebut makanan yang hanya bisa dinikmati di hari yang sama tanpa tahu apakah hari esok bisa makan atau tidak. Kamu juga tidak akan pernah merasakan bagaimana rasanya ketika makan di samping mayat ibu yang tidak bisa dimakamkan karena tidak memiliki uang untuk biaya pemakaman."

Kedua mata Evan membelalak tak percaya. "A-Apa?"

"Dan saat itulah Tuan Marlan datang bagai cahaya yang membawaku meninggalkan tempat kumuh itu. Kau boleh menyebutku sebagai pengemis, tapi aku hanya melakukan apa yang bisa aku lakukan sebagai rasa terima kasihku," Rieta kembali berkata.

Ada jeda keheningan singkat yang terasa begitu panjang bagi Evan, keheningan singkat yang berhasil mengacaukan pikiran serta hati Evan. Ia tidak pernah menyangka sedikitpun jika Rieta mengalami kehidupan sesulit itu.

"Aku ...." kepala Evan sedikit menunduk dengan wajah syok. "Aku tidak pernah tahu kamu mengalami itu."

Rieta maju selangkah, memperpendek jarak di antara mereka, tetapi cukup bagi Rieta untuk mencium aroma familiar menguar dari tubuh suaminya, aroma parfum wanita.

"Parfum siapa?" batin Rieta bertanya.

"Tentu saja kamu tidak akan pernah tahu. Kamu hanya tahu hidupmu tercukupi dan semua yang kamu inginkan terpenuhi."

Selesai dengan kalimat itu, Rieta berbalik, menjauh dari Evan yang masih terpaku di tempatnya berdiri dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Ia bahkan langsung keluar kamar begitu ritual mandinya selesai, berniat untuk menenangkan pikirannya.

Namun tetap saja, pertanyan tentang aroma parfum wanita yang sempat masuk ke dalam indra penciumannya terus mengganggu.

"Aku pernah mencium aroma parfum itu, tapi dimana?" gumam Rieta.

"Apa yang sedang kamu lakukan di sini malam-malam seperti ini, Rie?"

Pertanyaan itu membuat Rieta tersentak, lalu berbalik dan mendapati Arlan tengah berjalan ke arahnya.

"Haus," Rieta menjawab singkat.

Arlan hanya mengangguk, mengusap rambutnya yang masih setengah basah dan mengambil gelas di tempat yang sama dengan Rieta.

Namun, alih-alih segera menjauh dari Rieta setelah gelas yang ia ambil terisi air, Arlan justru mendorong wanita itu hingga tubuh Rieta terpojok di meja counter dapur sekaligus mengurung wanita itu di antara kedua tangannya.

"Apa yang Paman lakukan?" desis Rieta terkejut.

"Apa lagi yang bocah itu lakukan terhadapmu?" tanya Arlan dengan tatapan menyelidik.

"Tidak ad-"

"Rie... Apakah kamu di dapur?"

Suara seseorang tiba-tiba terdengar.

. . . .

. . . .

To be continued

1
Reni Anjarwani
lanjut doubel up
Patrick Khan
untung saja rie gk di sentuh paman..mw ngereg q..klo sampek terjadi🔥🔥😑
Dewi Payang
Si paman gak may kalah sama Wvan di sebelah🙈
Dewi Payang: Ya ampun typo ku untung kaak Zira faham🤣
total 2 replies
Dewi Payang
Jedag jedug nih si Re dengar🤭
Dewi Payang: Nah. iya, jadi si Re lebih mantap mutusin langkah selanjutnya😁
total 2 replies
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
ini juga ngapain nyosor duluan🤣
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
astaga🙄🙄🙄 gak tau tempat banget ya🤣🤣🤣 astagfirullaaaah
〈⎳ FT. Zira: /Shhh//Shhh//Shhh/
total 1 replies
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
ayo mau ngapain ke hotel
〈⎳ FT. Zira: mau nina ninu🤣🤣🤣
total 1 replies
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
ketahuan kan🙄🙄
Zhu Yun💫
Aku ngarepnya adegan panas mereka bukan karena obat malah, biar lebih alami perselingkuhannya, bukan karena salah satu melakukannya karena paksaan 🤭🤣🤣🤣✌️
〈⎳ FT. Zira: oiiik/Curse//Curse//Curse//Curse/
total 9 replies
Zhu Yun💫
Bilang saja kamu yang ingin dimakan 😅😅😅
〈⎳ FT. Zira: /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Zhu Yun💫
Obat nganu 🤣🤣🤣
Zhu Yun💫
Masukkan aja kedalam troli dan dorong, Rie 🤣🤣🤣
〈⎳ FT. Zira: ide bagus
total 1 replies
Zenun
malah memberi keuntungan Buat si paman😁
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo, mlh si paman dapat apem legit, si evan gigit jari, salah sendiri milih kue bolong🤭🤭🤭, kaboooorrrr
total 2 replies
j4v4n3s w0m3n
lalalal kelicikan yg udah biasa di lakukan sama ulat.bulu yg suka menaruh seauatu di minuman orang...ya biarunlah rieta tidur sama.arlan bagus malahan jd gak sama evan udah terlalu sakit rieta sama evan
〈⎳ FT. Zira: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat , semoga tfk kejadian arlan dan reta , takut kalau dividio orang tak bertanggung jwb itu
〈⎳ FT. Zira: anuu pokoknya kak🤭🤭
total 1 replies
Dewi Payang
Udah Re, tueuti aja si bos, biar kamu tampil beda nanti, Eihana mah lewat, dah tuir, ups🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Dewi Payang
Ini modus ya kan paman.....🙈
Dewi Payang
Sepeduli itu si Paman....
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
gk usah sungkan rie, ambil aja. si paman itu punya lumbung duit kok🤭
〈⎳ FT. Zira: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
yes, that's a good idea
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!