NovelToon NovelToon
The Unexpected Pair : ArrabelLeo

The Unexpected Pair : ArrabelLeo

Status: tamat
Genre:Teen / Teen School/College / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Bad Boy / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:129.9k
Nilai: 5
Nama Author: Saras Wati

Sequel dari Pesona Setelah Menjadi Janda

(Mohon untuk membaca novel sebelum nya agar kalian tidak bingung)

***

Arra, gadis berusia delapan belas tahun yang baru saja melangkah ke dunia perkuliahan, tengah menghadapi berbagai perubahan dalam hidupnya. Namun, ada satu hal yang tak pernah berubah—keberadaan Leo Rexander.

Leo mengaku sebagai pacarnya. Arra tidak pernah mengiyakan. Namun Leo tetap yakin, seolah hubungan mereka telah terpatri sejak lama. Sikapnya yang tenang namun posesif, membuat banyak orang meragukan ucapannya. Dan keraguan itulah yang mendorong sejumlah pria mencoba merebut tempat yang tak pernah benar-benar kosong di sisi Arra.

Meski seringkali berbenturan, Arra dan Leo justru saling melengkapi—dua kutub berbeda yang terus tertarik satu sama lain, meski tak pernah tahu kapan harus berhenti.

Ini bukan sekadar kisah cinta remaja, tapi tentang dua hati yang keras kepala, saling mempertahankan tanpa pernah benar-benar saling mengucap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saras Wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ungkapan Pertama Kali

Leo menatap datar barisan beberapa pria yang berdiri di hadapannya.

“Ini anggota terbaik yang kita punya?” tanyanya pada Anthony, yang berdiri di sampingnya.

Anthony mengangguk. “Iya, Tuan. Mereka anggota inti organisasi. Masing-masing punya tugas yang berbeda.”

“Kalau begitu, kenapa organisasi ini mengalami kemunduran yang begitu jauh?” nada suara Leo terdengar dingin dan tajam.

“Seperti yang saya katakan kemarin, itu karena Tuan Vinx tidak lagi datang ke sini.”

“Bukankah itu hanya alasan?” Leo menoleh menatap Anthony. “Daddy menyerahkan organisasi kepada kalian untuk sementara. Itu artinya kalian yang seharusnya mengatur pergerakan sendiri. Sekarang kenapa malah menyalahkan orang lain?”

Anthony menunduk. Aura dingin Leo begitu kuat. Bahkan menatap matanya saja terasa menakutkan, padahal usianya jauh lebih muda dari Anthony.

“Maafkan kami, Tuan,” ucap Anthony pelan.

Leo berdiri. Ia menyilangkan tangan di depan dada, memandangi satu per satu anak buahnya.

“Aku akan mengatur ulang siapa saja yang menjadi anggota inti dan tugas mereka. Aku tidak butuh orang yang tidak bisa berpikir.”

Tanpa menunggu reaksi, Leo melangkah pergi meninggalkan ruangan latihan tembak itu. Anthony memberi isyarat agar yang lain bubar, lalu segera menyusul Leo.

Sementara itu, Leo masuk ke kamar pribadinya di markas—tempat ia tinggal selama berada di Las Vegas. Meski Vincent sudah menyiapkan apartemen, Leo memilih tinggal di markas.

Begitu sampai di kamarnya, ia mengunci pintu. Ia tahu Anthony akan menyusul, tapi saat ini ia tidak ingin diganggu siapa pun.

Leo duduk di atas ranjang dan meraih ponselnya. Saat melihat jam di dinding menunjukkan pukul 12 siang, ia segera menghubungi Arra. Waktu Indonesia menunjukkan pukul 9 malam.

Tak butuh waktu lama, wajah Arra muncul di layar.

Senyum Leo mengembang. Baru beberapa hari tak bertemu, rasanya sudah menyiksa.

“Leo.”

“Lo lagi ngapain?”

“Nonton drama. Kamu sendiri?”

“Baru beres ngurus anak-anak di sini.”

Hening sejenak. Hanya suara drama dari ponsel Arra yang terdengar.

“Tadi aku dijemput anak-anak Lionsky.”

Leo menatap wajah Arra tanpa mengalihkan pandangan. Video call seperti ini tak cukup untuk mengobati rindunya.

“Lo ikut siapa?”

“Aku tetap pulang sama Pak Tomo. Anak-anak cuma ngikutin dari belakang. Oh iya! Aku ada cerita seru!” Arra tampak semangat.

“Apa?”

“Gladys bilang dia suka sama Dewa. Tapi takut karena Dewa datar kayak kamu. Tapi tadi aku liat Saga terus liatin Gladys. Kayaknya bakal jadi cinta segitiga deh!”

Leo tetap tanpa ekspresi, mendengarkan.

“Terus Saga minta nomor Gladys. Aku bingung mau kasih atau nggak. Menurut kamu gimana?”

“Lo diam aja. Nggak usah ikut campur urusan orang. Mending pikirin hubungan kita. Itu lebih penting, Arrabella.”

Arra terdiam.

“Emang kenapa? Hubungan kita jelas, kan?”

Leo mengangkat alis. “Jadi lo ngakuin gue pacar lo?”

“Menurut kamu? Kalau aku nggak anggap kamu, buat apa aku nunggu kamu pulang?”

“Kalau gitu, bilang. Bilang gue pacar lo.”

Arra diam.

“Ayo, bilang,” desak Leo.

“Apa sih? Harus banget ya? Kan nggak semua hal perlu diucapin. Kamu aja nggak pernah bilang sayang ke aku, tahu-tahu ngaku aku pacar.”

“Jadi lo nungguin gue bilang sayang?”

“B-bukan gitu. Itu contoh aja!”

Leo tersenyum kecil. “Gue sayang sama lo.”

Arra membeku. Itu pertama kalinya Leo mengungkapkan perasaannya.

“Gue udah ngomong. Sekarang giliran lo.”

“A-aku… aku…”

Panggilan video mendadak terputus. Leo mengernyit. Tak lama, notifikasi masuk.

From: ❤️

[Ya, kita pacaran.]

Senyum lebar terukir di wajah Leo. Arra ternyata tak sanggup mengatakannya langsung.

Leo hendak menelpon balik, tapi notifikasi lain masuk.

From: ❤️

[Jangan telpon aku sekarang. Kalau kamu maksa, kita nggak jadi pacaran.]

Leo menghela napas, tapi senyumnya masih tersisa.

“Lo adalah sumber kebahagiaan gue, Ra,” gumamnya sambil menatap wallpaper foto Arra.

---

Keesokan harinya.

Arra baru saja tiba di kampus saat Prilly muncul di hadapannya.

“Urusan kita belum selesai,” ujar Prilly tajam.

Arra menatap datar, seolah tak peduli.

“Kemarin Leo yang ngelindungin lo. Sekarang dia nggak ada, gue bisa balas dendam.”

“Memangnya aku ngelakuin apa ke kamu? Yang ngasih hukuman itu Leo.”

Prilly menyeringai. “Tapi karena lo dia ngelakuin itu.”

“Wajar. Aku pacarnya. Dia nggak akan biarin siapapun ganggu aku,” ucap Arra santai tapi menusuk.

Prilly geram. Tangannya terangkat hendak menarik rambut Arra, tapi dicegah oleh seseorang.

“Apa yang lo lakuin?”

Prilly terdiam melihat pria tampan di hadapannya. Tapi pria itu dengan cepat menjauhkan tangannya dari Arra.

“Dewa,” seru Arra.

“Lo nggak apa-apa?” tanya Dewa.

Arra mengangguk. “Tapi kenapa kamu ada di sini?”

“Gue cuti.”

Prilly memandangi interaksi mereka. “Ini cowok lo juga? Wah, Leo nggak ada, lo malah main belakang.”

“Dewa itu temannya Leo.”

“Parah. Lo selingkuh sama temen sendiri. Kasihan banget Leo,” Prilly menggeleng dengan ekspresi sok syok.

Dewa menatap dingin. “Jangan ganggu Arra. Kalau lo ganggu, gue yang turun tangan.”

Prilly terbelalak. Dewa ternyata sama tegasnya dengan Leo.

“Gue anter lo ke kelas,” ujar Dewa pada Arra.

Arra mengangguk. Mereka pergi tanpa menoleh ke Prilly.

Prilly memandangi kepergian mereka, lalu mengeluarkan ponselnya. Ia memotret mereka dari belakang, menyimpan beberapa foto.

“Lihat aja. Gue bakal laporin lo ke Leo.” gumamnya pelan.

1
loura cahya
seru banhet thor ud baca novel sebelmunya, in kok mandek dsni, smngat lagi berkarya thor😍😍😍
Rita Juwita
seruuu abiss thor..
Rita Juwita
ceritanya bagus thor seruu di lanjutkan ya thor...
Mely Kanzafaiz
udah lupa ceritax gimana saking lamax ga update 😄🙏
Yulia
Hem...ini lanjut apa enggak sih .....padahal lg seru serunya
mika
tidak ada sambungan lagi ke
Diyah Ayu
ayo ka lanjut, , nanggung
Sri Siyamsih
apa sdh tamat k . up lg dong ,seru critanya
sri endah
.
zaeeeeee
hah
Halim Lim
karyanya bagus
Afdul Mutholip
kok gk di lanjut kak..?
Asih Sulastri
sangat seru, mohon up lagi kelanjutannya
Asih Sulastri
kak up dong, seru nih ceritanya🙏🙏🙏
Intan Nurwulan
Ini up nya kpn ka othor? Udh lama bgt🙏
BZNILUFER
kak up dong kakak lama banget gak up aku fans kakak loh
v3r4
Bagus ceritanya👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Dedeh Dian
ternyata bagus alur ceritanya...ok lanjut author.. makasih
Aurelia Pelni harefa
cinta segitiga ya Thor😂😂😂
Neti Herawati
sgt menarik jln cerita'y tdk mbosankan yg mbaca'y..smgat thour💪💪👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!