Novel ini merupakan series kedua dari Billionare Love Story. Novel pertama sudah dirilis dan sudah tamat. Tapi kehidupan Alena dengan Dave masih bisa ditemukan di novel ini.
Kali ini bercerita tentang pria kedua yang bertemu kembali cintanya yang sempat hilang karena acara pertemuan orangtuanya. Apakah Sandra dan Calvin bisa menemukan kembali cinta mereka yang sempat memudar karena perpisahan selama 13 tahun?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nipi Nupu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Flashback Part 2
Calvin terkejut ketika mendengar Dinda menyusulnya ke Michigan. Entah apa yang ada dibenak gadis itu. Tapi menyusulnya ke Michigan adalah sesuatu yang konyol. Ia harus menempuh jarak ribuan kilometer untuk bertemu dengannya. Ia juga harus mengabaikan kuliahnya.
Malam itu Calvin pergi ke kondominium yang disewa oleh Dinda sementara waktu selama ia berada di Michigan. Calvin dan Dinda telah menjalani hubungan sejak ia memutuskan untuk mundur pada perasaannya kepada Sandra. Walaupun pada akhirnya Calvin sendiri merasa kurang nyaman dengan hubungannya dengan Dinda. Ia pikir bisa melupakan Sandra dengan cepat. Namun ia harus kecewa. Dinda memiliki perangai yang buruk. Ia selalu membahas tentang keburukan Sandra sehingga ia mulai ragu pada Dinda. Dan lebih parahnya gadis itu banyak melarangnya melakukan sesuatu.
Ia melangkah pelan didepan pintu yang ia yakini adalah kamar Dinda. Ia mendengar suara wanita lain didalam kamar. Wanita itu sedang berbicara dengan Dinda. Ia terdiam sejenak untuk mendengar apa yang terjadi.
"Sandra itu bodoh. Kakak tau gak, sebelum aku bisa dapetin Calvin, aku nipu Sandra." ucap Dinda.
Wanita didepannya terlihat bingung. "Menipu gimana?"
"Sandra mau aja dibohongi sama aku. Setiap aku minta sesuatu, dia pasti langsung beli kalo itu menyangkut soal Calvin. Setiap Calvin latihan, setiap aku nyuruh dia beli minuman, langsung beli. Trus yang ngasihin ke Calvin aku. Tapi aku kasih ke Calvin tanpa bilang itu dari Sandra. Yang lebih parah, waktu Calvin ada pertandingan basket antar SMA. Sandra beli handuk super mahal sama minuman buat semua tim basket. Tapi yang ngasihin aku. Jadi, ya itu hadiah dari aku." jelasnya sambil tertawa senang.
Wanita didepannya sedikit kecewa. "Kamu tau kalo apa yang kamu lakuin itu jahat. Kamu sengaja morotin Sandra buat kesenangan kamu sendiri. Dan merebut Calvin dari Sandra. Padahal kan Sandra yang suka Calvin dari awal."
"Itu karena Sandra bodoh. Dia cewek b*g* yang pernah aku temuin. Sandra itu kaya. Orangtuanya banyak uang. Jadi aku bisa manfaatin dia asalkan atas nama Calvin."
"Kamu bisa kena karma nanti." ucap wanita didepannya.
"Aku gak peduli Tapi makasih juga buat cewek b*g* itu, kalo bukan karena dia, aku gak bakalan ngeliat Calvin siang itu. Cowok paling terkenal disekolah."
"Cukup Dinda, kakak kecewa sama kamu. Kamu ternyata orang jahat. Kamu sengaja manfaatkan temen kamu sendiri"
"Siapa suruh dia bodoh." jawab Dinda santai.
"Lebih baik kakak pergi, daripada denger cerita kejahatan kamu." ucap wanita itu sambil berjalan ke pintu. Ketika membuka pintu, ia terkejut melihat ada pria sedang berdiri disana sambil menatap Dinda tajam.
"Ada yang belum aku tau lagi soal Sandra?" tanya Calvin sambil berjalan kedalam. Tatapannya tajam pada Dinda. Ia marah. "Jadi selama ini aku terjebak permainan kamu. Kamu bodohi Sandra, sahabat kamu sendiri. Kamu bohongi aku tentang Sandra. Jangan-jangan omongan kamu waktu di Bali itu bohong semua.." tanya Calvin tajam.
Dinda shock melihat kemarahan Calvin. Ia berlari kearah Calvin dan memeluknya dengan erat. "Maafin aku Vin, aku cinta sama kamu. Makanya aku gak mau kamu sama Sandra." Isak Dinda.
Calvin melepaskan pelukan Dinda. "Kita putus, Dinda" ucapnya kesal. Ia berlari keluar meninggalkan Dinda yang terlihat putus asa.
"Enggak Vin, aku gak mau!" teriak Dinda. Karena kecewa, Calvin tidak mau mendengarkan ucapan Dinda.
Calvin berlari cepat tanpa tujuan. Ia kesal dan marah. Sandra. Selama ia melihat Sandra sedang melihatnya berlatih, ia yakin jika Sandra tertarik pada salah satu timnya. Tapi ia tidak peduli. Ketika pertama kali melihat Sandra saat terjatuh di luar WC siswi, ia langsung tertarik. Sebelum aktif menjadi pemain basket, ia sering mengikuti Sandra walau akhirnya langkahnya terhenti digerbang sekolah karena Sandra dijemput oleh supirnya.
Ia berjalan tanpa teratur. Ia masuk kedalam cafe dan tanpa sengaja bertabrakan dengan dua pria.
"Hey, sabar.." ucap seseorang.
Calvin langsung menatap pria didepannya. Ia tidak berbicara dengan bahasa Inggris.
"Are you okay?"tanya pria satu lagi.
"Ya." jawab Calvin.
Kedua pria itu bertatapan. "Dari indo?"tanya mereka.
Calvin mengangguk.
"Kebetulan. Kenalin. Aku Dave dan ini Edward." ucap pria yang diketahui bernama Dave itu.
Calvin mengangkat tangannya. Ia mengangguk. "Calvin." ucapnya.
"Akhirnya ada lagi dari indo."Ucap Edward senang. "Kuliah dimana?UM?" tanya Dave.
Calvin mengangguk.
"Oke. Pas. Finally, akhirnya kita nemu temen satu negara juga." ucap Edward.