"Perpisahan kita bukan salah siapa2. Bukan sepenuhnya salahmu, salah ku , salah dia ataupun salah waktu. Kita adalah dua orang yg tepat, tapi tepat disini bukan sebagai pasangan melainkan sebagai pembelajaran untuk kita menjadi lebih dewasa"
Nada Ageta Putri
"Jika kesalahan ini sebagai pembelajaran. Bisakah aku tetap belajar bersama mu sehingga kita bisa dewasa bersama"
Juna Genio Lin
"Apakah perasaan cinta sebuah kesalahan? Jika memang iya, aku tak ingin perasaan ini. Perasaan ini terus menggerogoti kewarasan ku dan membuat ku menjadi jahat yang menyakiti orang di sekeliling ku"
Senar Anggriani
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moms F, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13. Bab 13
"Kamu kenapa sih pakai ngalangi aku segala. Kan aku bisa kasih hiasan di wajah tuh lelaki sok kegantengan itu" kesal Melody setelah sampai di mobil
"kenapa, kamu kasihan sama tuh lelaki. Kamu masih cinta sama tuh orang" lanjut Melody yang menceramahi Nada sakin kesalnya dengan tingkah Nada yang kebaikan.
Jika melody yang ada di posisi Nada. Akan ia beri hiasan dengan lebam-lebam wajah lelaki yang modelan kayak gitu. Sungguh Melody sangat kesal dengan sikap baik sahabat nya.
"dengar ya Nad, tuh cowok brengsek sudah berkeluarga. Dia sudah punya istri sudah punya anak lagi, jadi jangan coba-coba dekat-dekat sama tuh orang. Lagian tuh cowok ngak pantas untuk jadi rebutan tau ngak"
Nada yang sedari tadi menatap ke arah jalan melalui kaca mobil menoleh kearah melody yang sedang menyetir.
"Apa menurut mu aku akan segitu rendahnya bakal menganggu hubungan orang lain Mel" ucap Nada tenang
Melody yang mendengar itu menatap Nada dan seketika takut. Ia sangat hapal dengan perilaku sahabat nya. Jika marah, ia akan menjadi tenang setenang air dan akan meledak seperti gelombang ombak yang tinggi. Orang yang suka tersenyum, jika marah akan sangat mengerikan.
" jikapun hanya ada dia lelaki di dunia ini. Aku ngak akan kembali padanya Mel" jelas Nada setenang mungkin.
"bukan, bukan begitu maksudku" gagap Melody
"Ya, ya habisnya aku mau maki dan hajar tuh orang kamu halangi. Aku kan jadi gemes lihatnya Nad. Lagian itung-itung biar sekalian balas dendam untuk mu" jelas melody
Nada yang melihat tingkah melody hanya menghela nafas pelan dan menatap jalan didepannya.
"Mel, kamu tahu alasannya yang membuat aku bisa bersikap seperti tadi Mel?"
"Kerena aku sudah berdamai Mel"lanjut Nada setelah lama diam tanpa menunggu jawaban Melody
"Kamu tahu Mel, beberapa hari yang lalu aku pernah bertemu dengannya bersama keluarganya. Mereka tampak seperti keluarga yang bahagia, dengan anak kecil dalam gendongannya. Canda tawa yang mengiringi setiap langkah yang mereka lalui semua ada di depan ku Mel"
"Saat itu aku bertekad menghapus semuanya dan menjauh dari mereka supaya tidak merusak semuanya Mel. Aku tidak ingin merusak tawa suci anak kecil itu Mel. Aku tak ingin merusak masa depan anak kecil itu karena kesalahan kedua orangtuanya Mel. Anak itu murni, dia tak bersalah" lanjut Nada dan hanya suara deru mesin yang terdengar
"Apa kamu tahu Mel, aku berani melangkah kembali ke kota ini karena aku telah belajar berdamai dengan keadaan. Tapi hatiku tidak bisa di bohongi Mel. Masih ada celah yang tersisa untuk nya di hatiku. Tapi saat aku melihat kebahagiaan mereka. Aku malah takut, aku takut Mel. Aku takut hatiku akan luluh saat bertemu dengannya"
"Tapi kamu tahu Mel, saat tadi bertemu dengannya. Yang aku takutkan tidak terjadi Mel. Hatiku tidak sakit atau tidak sedih melihatnya. Tidak ada harapan atau kegembiraan seperti yang ku bayangkan seperti yang ku takutkan belakangan ini. Tapi rasa tenang yang membuat aku nyaman. Dan aku tidak ingin merusak kenyamanan itu dengan permusuhan Mel. Maka dari itu aku melarang mu untuk membuat keributan yang tidak penting. Aku tak ingin membuat keributan seolah-olah aku belum bisa melupakan nya"jelas Nada menatap Melody yang tampak bersalah
"Tapi apapun itu, terimakasih untuk semuanya Mel. Terimakasih selalu ada untuk ku dan membela ku di saat kondisi apapun " ungkap Nada memasang senyum tipis pada melody
"Ahh,, Nanad. Aku terharu, mau nangis nih"
Senar hanya bisa menatap Juna yang sedang termenung di sofa sedari tadi. Semenjak seminggu belakangan ini. Saat Juna pulang bekerja, dia hanya menyapa anak mereka sebentar lalu mengurung diri di ruang kerjanya.
Senar tak mengerti pertemuan nya dengan mantan tunangannya seminggu yang lalu akan berdampak seperti itu. Senar mengira dengan kehadiran anak mereka. Juna akan menerima dirinya dan memulai hidup baru berumah tangga dengannya tanpa ada masa lalu.
Walaupun pernikahan mereka atas dasar paksaan dan tanggung jawab. Walaupun awal pernikahan Juna bersikap dingin padanya. Dan berubah beberapa bulan saat Senar hamil di usia tujuh bulan. Senar masih mengingat gerakan pertama si kecil dalam kandungannya. Membuat senyum pertama Juna setelah pernikahan mereka.
Setelah itu Juna berubah dan mulai menerimanya. Juna memperlakukan nya dengan baik dan menjaganya selama kehamilan. Dia menjadi suami dan ayah siaga yang selalu di mimpikan Senar.
Tapi saat Senar ingin bertemu dengan temannya. Dapat ia lihat, perempuan yang ia sangat ia kenalin sebagai adik sahabatnya. Perempuan masa lalu suaminya telah kembali.
Senar takut, senar risau perempuan itu kembali merebut Juna dari nya. Senar takut perempuan itu merenggut kebahagiaan mereka selama setahun belakangan ini. Senar takut Juna akan kembali padanya. Bisakah ia memohon agar waktu berhenti agar kebahagiaan yang ia rasakan tak hilang.
Selama di restoran, Senar melihat dari jauh gerak gerik mereka. Senar dapat melihat tatapan cinta yang masih terpancar di mata suaminya saat melihat perempuan tersebut. Tatapan rasa bersalah dan memohon kepada perempuan tersebut.
Senar cemburu, ia marah. Tapi ia tak memiliki nyali untuk datang pada mereka dan membuat keributan. Ia hanya bisa mengepalkan tangannya sampai kukunya melukai tangan nya.
Ia tahu jika ia salah telah mengambil paksa Juna dari perempuan itu. Tapi sekarang Juna suaminya, ayah dari anaknya. Jadi bisakah perempuan itu melepaskan Juna. Tidak menggangu rumah tangga nya. Dan menjauh dari pandangan suaminya.
"tak bisakah aku masuk ke hatimu menggantikan nya"lirih Senar menatap punggung Juna yang kembali ke ruang kerjanya
"tolong lihat aku, aku juga mencintaimu. Bisakah sedikit saja kau buka hatimu untuk ku. Bisakah tatap aku sehangat kau menatapnya. Tatap aku dengan cinta seperti kau menatapnya. Aku juga ingin di cintai olehmu"
"aku tahu , aku salah. Aku tahu aku berdosa telah memisahkan kamu dan dia. Tapi aku juga ingin di cintai. Aku juga ingin memilikimu dan aku juga ingin bahagia"
Senar menutup mulutnya menahan isak tangis. Dia benci perasaan seperti ini. Perasaan tak berdaya akan cinta yang di milikinya untuk Juna. Tak berdaya akan perhatian Juna teralihkan oleh masalalu nya.
Apakah buah hati mereka tidak bisa meluluhkan hati Juna. Apakah buah hatinya akan seperti dirinya. Hidup tanpa seorang ayah disampingnya.
#TBc
semangat nada!!!💪💪💪
ini othor nya yang keren nih bisa memainkan emosi para pembaca nya.... good job,Thor ...🫰🫰🫰🫰
lari lah sejauh mungkin.... tinggalkan sumber rasa sakit itu & cari kebahagiaan mu ditempat yang baru...
semoga setelah patah hati karena tiga orang ini, nada bisa bangkit lagi melupakan kesakitannya, bila mungkin jauhkan nada dari orang2 yang kejam ini Thor