***++++++++
" Brengsek, benar benar Bajingan kalian ." teriak seorang gadis cantik saat memergoki suaminya sedang bergulat panas dengan pelayan di rumah nya.
Mari nantikan kelanjutannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenvyy27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
rencana awal rea
Rea sudah sampai di depan kamar Jule, dia mengetuk pintu beberapa kali namun tak ada sahutan dari dalam, amarah nya memuncak, tanpa pikir panjang dia langsung memegang Ganggang pintu dan memutarnya.
Di dalam, Jule tampak berbaring santai dengan handset di telinganya, pakaian yang dia kenakan hanya dress mini membuat Rea semakin geram.
Melihat Rea berdiri di ambang pintu, Jule cepat cepat menegakkan tubuh nya.
" Eh nyonya." ucap nya tergagap. " ada apa nyonya ? apa ada yang bisa saya bantu??. " kata nya panik buru buru turun dari kasur.
" Bukan nya kamu di sini sebagai pelayan." suara Rea meninggi, " Dari pagi hingga sore kamu tidak ada di rumah, dan sekarang malah bersantai?? Kalau kamu memang tidak butuh pekerjaan ini, lebih baik kamu keluar dari rumah ini sekalian." Jule terperanjat, wajah nya pucat bibirnya bergetar tanpa suara, di luar kamar, Dean benar benar khawatir kalo Rea benar benar menyeret Jule keluar dari rumah itu malam ini juga.
" Maaf nyonya, tadi saya sudah izin sama mbak citra soalnya kepala saya agak pusing juga." Jule mencari alasan dengan terbata bata.
Rea mendelik suara nya mengeras tanpa rasa empati. " sekarang kamu sudah baikan kan ?? Buktinya kamu bisa bersantai sambil dengerin musik, segera lakukan pekerjaan mu, mbak citra pulang tadi anaknya sedang sakit, jadi makan malam harus segera di siapkan dan satu lagi, jangan keluar memakai pakaian seperti ini." Rea menunjuk Jule yang masih membeku di tempatnya.
Mendengar nada Rea yang keras, Dean di luar kamar makin takut, dia tak menyangka istrinya bisa berubah drastis dalam sehari, kata kata dan nada nya bukan Rea yang selama ini dia kenal lembut dan menunduk hormat.
" Baik nyonya, saya akan segera memasak." jawab Jule pelan sambil menundukkan kepalanya.
Rea berjalan keluar dengan merah padam, sedangkan Dean berlari kembali ke meja makan, tampak bingung dan gemetar.
Begitu pintu tertutup, Jule menghentakkan kaki nya berapa kali ke lantai, sebenarnya dia tidak niat mengerjakan semua tugas sendirian, tapi karena mbak citra tiba tiba pulang, semua pekerjaan jatuh padanya membuat amarah di dalam hati nya, dan merasa di permainkan. " Brengsek kamu Rea." gumam nya di dalam hati. " nanti juga kamu yang akan nangis darah, kamu akan tau suami mu bukan milik mu tetapi milik ku." gumam Jule percaya diri.
Setelah keluar dari kamar Jule, Rea melangkah menuju ruang makan dia melewati Dean yang masih duduk di kursi menunduk tidak berani menyapa, Rea juga sama sekali tidak menoleh atau mengajak berbicara. Dean yang melihat sikap dingin istrinya hanya bisa terdiam, dia yakin perubahan sikap dingin Rea karena insiden di mobil tadi, saat Rea melihatnya bersama Jule, sekarang dia harus mencari alasan yang masuk akal agar Rea tidak mencurigai nya, namun melihat tatapan kosong dan sikap dingin Rea yang sempat menatapnya membuat keberanian nya menciut.
Sementara itu, Rea terus melangkah menaiki tangga dengan langkah pasti, menuju kamarnya tanpa menoleh sedikit pun.
Dean ingin mengikuti Rea menuju kamarnya tetapi langkahnya terhenti ketika melihat Jule keluar kamar dengan wajah cemberutnya.
" Istri kamu kenapa? Kenapa mendadak kaya orang kesambet begitu mas ?? Terus siapa yang mau ngurus pekerjaan rumah ?? Kenapa kamu izinkan mbak citra pulang mas?? ." tanya Jule suaranya sinis, Dean hanya mendengus kesal.
" Kamu yang harus melakukan nya, kamu pelayan di rumah ini." jawab Dean tegas." itu kan yang kamu ucap kan dulu jadi kamu jangan protes."
" Tapi sayang aku bukan pelayan, aku kan cuma cari alasan supaya bisa tinggal di rumah ini." jawab Jule sambil merengek membuat Dean kesal.
Dean mulai kehilangan kesabaran. " diam, semakin banyak kamu protes, semakin Rea curiga dan hubungan kita semakin cepat terbongkar."
Jule menatapnya dengan mata berbinar, suara nya melembut lalu berubah menantang. " Mas kamu tega biarin aku jadi pelayan di rumah sendiri."
Dean menghentikan langkah, menatap lurus ke Jule." siapa suruh kamu datang kemari menyamar jadi pelayan?? Nikmati saja buah dari perbuatan mu, kalau kamu gak mau Rea usir kamu dari sini, kerjakan urusan mu jangan sok jadi nyonya, kalau sampai hubungan kita ketahuan aku gak segan buang kamu ke jalanan."
Jule mengepalkan tangan, hati nya memanas. " Awas kamu mas, aku akan balas kalian berdua." dia terpaksa semua pekerjaan mbak citra, itu bagian dari rencana Rea, dengan terpaksa Jule pun mulai menyiapkan makan malam.
Dean hendak menyusul Rea di kamar, namun begitu sampai di depan pintu, dia bisa melihat Rea duduk di tepi ranjang dengan laptop di pangkuannya, jari gadis itu menari di atas keyboard matanya fokus ke layar seperti ya dia sedang menulis novel.
" Lagi sibuk ya dek ??." tanya Dean pelan mencoba mencair suasana.
Rea menoleh walaupun sedikit kaget, akhirnya dia tersenyum sambil mendesah lembut. " iya mas, lagi nulis sedikit buat up bab novel besok." jawabnya dengan nada hangat yang membuat dada Dean sedikit lega.
" Ada apa mas??? Ada yang kamu butuhkan." tanya nya lagi penuh perhatian sambil menutup laptop nya.
Dean menggeleng cepat cepat. " gak, gak apa apa seperti nya kamu sibuk, lanjutkan aja pekerjaanmu dek, aku mau kerja di ruang kerja dulu, nanti pas makan malam aku ke sini lagi." suara nya terdengar canggung seolah menyembunyikan sesuatu.
Rea hanya mengangguk pelan lalu tersenyum lembut yang menunjukan bahwa semua nya baik baik saja, tapi justru senyum tenang itu yang membuat dada Dean sesak, dia tau di balik ketenangan Rea, ada sesuatu yang tidak akan bisa lagi kembali seperti dulu.