Anandi, gadis yang di anggap mati oleh ayah nya, hanya karena satu kesalahan yang tidak di sengaja.
Karena kesalahan itu lah membust mereka selalu bersama.
Akan kah kebersamaan itu membuat mereka saling jatuh cinta.
Mari kita ikuti kisah nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AdlanAdam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pergi ke pemakaman
KZA Grup, perusahaan yang berdiri di bidang pemasaran Berbagai mie dan makanan instan. Perusahaan yang Kaizal dirikan tanpa bantuan Ayahnya, sekarang ia sudah bisa menikmati hasil kerja kerasnya itu.
Hari hari Kaizal semakin sibuk, semenjak ia terjun langsung ke perusahannya. Kalau biasanya Derkan yang mengurus semuanya, ia hanya di perlukan saat menandatangani berkas penting. Kali ini ia harus ikut mengecek langsung ke berbagai lokasi.
Seperti saat ini nereka sedang pergi nelihat gudang, setok bahan sebelum di pasarkan, ia juga pergi melihat berbagai cabang tempat penjulan, dan banyak lagi hal yang ia lakukan.
Sore harinya lelah bekerha sekarang saatnya Kaizal pulang dari kantor, saat di perjalanan Kaizal memikirkan sesuatu.
"Der, bagai mana menurutmu kalau aku ingin mengadakan pesta, untuk mengumumkan pernikahanku dengan Andini," ucap Kaizal memberi tahu Asistennya.
"Itu bagus Tuan, biar semua orang tahu, terutama Tuan Dayus dan Tuan Raja, siapa tuan sebenarnya," balas Derkan setuju dengan ide Kaizal
"Kalau dia tidak perlu ku katakan pun pasti sudah tau semuanya, kecuali ayah mertuaku yang sombong itu," ujar Kaizal, selalu kesal saat ia teringat akan perbuatan mertuanya.
Kaizal bukan tidak tau kalau ahir-ahir ini ayahnya selalu memata-matainya, tapi ia membiarjan saja selama itu tidak menganggunya.
Derkan setuju, tapi ia menyarankan agar Kaizal mberitahu Andini lebih dulu.
Sampai di rumah Kaizal turun dari mobil. Ia masuk kedalam sedangkan Derkan pulasng ke apartemennya.
Sedang kan di tempat lain masih di kota yang sama.
Iren kembali mendatangi rumah sederhana ibunya.
"Buk, untuk apa tinggal di gubuk seperti ini, ayo ikutlah denganku," ucap Iren mangajak ibunya tinggal bersama.
"Gak Ren..., Ibuk akan tinggal di sini selamanya, ibuk tidak sudi tinggal di rumah itu, kecuali Den Kaizal balik lagi kerumah itu, dan memaafkan kalian," tolak Darsih, untuk yang kesekian kalinya.
"Kenapa ibuk keras kepala sekali, Anak itu tidak akan mau kembali ke rumah, lagian untuk apa dia kembali tidak ada gunanya," sergah Iren kesal pada ibuknya.
"Kamu bisa hidup tenang dengan merusak rumah tangga orang yang sangat baik seperti mereka, ibuk menyesal punya anak srpertimu!" marah Darsih pada putrinya.
"Ibuk saja yamg bodoh, di ajak hidup enak punya segalanya tapi ibu tidak mau!" ucap Iren mengatai ibunya bodoh.
"Yah…, Ibuk memang bodoh, lebih bodohnya lagi ibuk gagal memndidikmu jadi orang yang lebih baik, tidak seperti ini!" seru Darsih, lalu mengusir puntinya dari rumah sederhananya.
"Terserah ibuk saja, aku tidak akan datang lagi ke rumah reyot ini, mau ibuk mati sekalian pun aku tidak akan perduli!" jerit Iren dari luar.
Setelah itu ia pergi. Sedangkan Darsih di dalam menangis, ia menyesal, mengapa dulu tidak mengaku saja kalau dia tau Anak dan puntinya yang telah mbunuh majikannya.
Itu lah penyesalan Darsih selama ini, meskipun sudah membebaskan anak majikannya, tapi membiarkan puntinta hidup bebas, yang lebih parahnya lagi menguasai harta majikannya. mymembuatnya selau di kejar rasa bersalah.
"Pagi harinya, di rumah keluarga Andra.
Pagi-pagi sekali Clara sudah bangun, ia menyiapkan baju ganti suaminya, sedangkan sang suami masih ada di kamar mandi.
Setelah itu ia mengumpulkan pakaiyan kotor suaminya. memeriksa apa kah masih ada barang penting yang tertinggal.
"Apa ini?" gumam Clara meraba sesuatu di kantong suaminya.
"Siapa yang belanja sebanyak ini? apa Mas Andra main perempuan di belakangku?" gumamnya terus bertanya-tanya.
Ceklek
Suara pintu kamar mandi terbuka, menandakan orang yang didalam sudah keluar.
"Mas, apa ini! wanitamana yang sudah kau bawa berbelanja?" ucap Clara, bertanya sambil menunjukan nota yang ada di tangannya.
"Itu bukan urusanmu! jadi diam saja!" bentaknya menarik kertas itu dan mbuangnya ke tempat sampah.
"Jelas itu urusan ku Mas, aku ini istrimu," ujar Clara menatap suaminya.
"Tidak perlu menatapku, neskipun aku suamimu, tapi aku tidak suka kau atur, lebih baik kau urus kehamilanmu dan pikirkan kesehatan bayimu," sergah Andra.
Ia buru-buru memakai maju yang sudah Clara siapkan, setelah rapi ia langsung pergi tanpa menhiraukan Clara yang terus memanggilnya.
"Clara, kenapa lagi dengan Andra?" tanya ibu mertuanya.
"Mas Andra mah, dia selingkuh di belakang ku mah," jawab Clara mengadu pada ibu mertuanya.
"Sabar ya Nak, nanti ibu coba bilang sama Andra, agar ia merubah sipat buruknya itu," ucap Tiya ibu mertuanya Clara.
"Iya buk," bslas Clara, ia memeluk ibu mertuanya.
Clara sangat bersukur, ibu mertuanya sangat baik padanya, meskipun sudah tau ia hamil di luar nikah. tidak seperti ayah mertuanya yang cuek. Semenjak tau masalah kehamilannya, pak Anto berpikir kalau Clara bukan mengandung anak Andra, tapi anak orang lain.
Tiya membawa menantunya kembali kekarnya, ia juga membantu Clara berbaring, kandungan Clara memang sedilit lemah, karna dia selalu banyak pikiran.
"Jangan terlalu di pikirkan, Kasian cucu mama, sekarang kamu istirahat ya," ucap Tiya, di angguki kepala oleh Clara.
...****************...
"Kita mau kemana Kai?" tanya Andini sast ini mereka dalan perjalanan.
"Aku mau membawamu menemui seseorang yang sangat berharga bagiku," jawa Kaizal, sambil memegang tangan Andini.
"Siapa?" tanya Andini penasaran.
"Sudah, nanti juga kau tau," balas Kaizal, membuat Andini tambah penasaran.
20 menit perjalanan, sampailah mereka di tempat pemakaman. Kaizal mengajak Andini keluar dari mobil.
Mereka berjalan memasuki pemakaman, lalu Kaizal menghentikan langkahnya ketika ia melihat orang yang sangat ia benci ada di samping makam ibunya.
"Kita datang lain waktu saja," ucapnya, kembali menarik tangan Andini.
"Tidak perlu lain waktu, sekarang saja, papa akan pergi jika kau tidak suka papa ada di sini," ucap Dayus, saat ia mendengar ucapan putranya.
Padahal jarak mereka masih lumayan jauh, tapi Dayus mendengar ucapan putihnya.
"Kalau begitu cepatlah pergi!" usir Kaizal, tanpa melihat Ayahnya.
"Tidak bisa kah kau bersikap baik pada ayahmu sendiri," ucap Dayus saat Kaizal melewatinya.
"Tidak karna aku tidak bisa baik pada orang yang rela kehilangan istrinya hanya karna wanita sampah," balas Kaizal, setelah itu ia lamjut berjalan membawa Andini mendekati makam ibunya.
Dayus berbalik, ia memperhatikan anak dan menantunya, "kamu memang brnar Nak, aku tidak pantas mendapat sikap baikmu," gumam Dayus, ia sangat menyesali perbuatannya di masalalu.
Dayus pergi meninggalkan pemakanan, itu dengan sejuta penyesalan. Dia memang bahagia mendapatkan istri yang cantik dan muda, tapi tidak sebaik Almrhum istrinya dalam mengurusnya.
Yah itu ibunya Kaizal memang jauh di atasnya, hal itulah yang membuatnya tergoda dengan kecantikan Iren anak membantunya sendiri.
"Meh, aku membawa istriku, untuk mengenalkannya pada mama. dia cantik kan mah?" ucap Kaizal sambil mengelus nisan ibunya.
"Aku juga akan mengadakan pesta peresmian pernikahan kami, semoga semuanya lancar. mama juga ikut menyaksikan kebahagiaan kami," lanjut Kaizal terus bicara.
Kaizal juga bercerita banyakhal pada ibunya. Ia bercerita layaknnya anak dan ibu. Andini hanya memperhatikan suaminya yang bercerita, kalau orang yang melihat itu, mungkin mereka berpikir kalau Kaizal itu sudah gila. Tapi bagi Andini, Kaizal hanya mencurahkan isi hati dan keriduannya.
Cukup lama mereka di pemajanan, sampai Kaizal mendapat telpon dari Derkan, asistennya itu mengatakan kalau pagi ini mereka ada pertemuan, untuk memperpanjang kerjasama dengan kliyen.
"Maaf..., aku lama ya," ucapnya setelah mereka sampai di dalam mobil.
"Tidak masalah, aku tau kau pasti merindukan mama mu," balas Andini, yang mendapat tatapan dari Kaizal.
"Bukan mama mu, tapi mama kita," ujar Kaizal, melihat terus menatap Andini.
"Ah ya, mama kita," ulang Andini, sambil menelan ludahnya, karna mendapat tatap dari Kaizal.
"Nah itu baru benar," ucapnya tersenyum pada Andini.
Kaizal pun menjalankan mobilnya menuju KZA Grup. Pagi ini dia merasa bahagia, telah mengenalkan Andini pada ibunya. di dalam perjalanan ia juga mengatakan niatnya yang akan mengadskan pesta peresmian pernikahan mereka.
Andini menyerahkan semuanya pada Kaizal, dia setuju apa saja yang menurut Kaizal baik.
Mohon dukung krya mak ya🙏🙏🙏
Dengan like komen favorit dan vote nya🙏🙏🙏
Love you sekebun buat kalian semua 💓💓💓💓💞💞
mantap Kaizal lindungin istrimu