Raihan dan Syakilla menikah karena perjodohan. Demi mewujudkan amanah orang tua Syakilla yang menitipkan anaknya kepada orang tua Raihan. Padahal saat itu Raihan sudah memiliki kekasih yang bernama Syila.
Raihan tak pernah menjalankan tugasnya sebagai seorang suami yang baik, Raihan kerap membuat Syakilla menangis dengan menyakit hatinya.
Bagaimana kisah rumah tangga mereka dengan adanya orang ketiga di tengah-tengah mereka? Jalan apa yang Syakilla tempuh? Bertahan dengan suami yang tak pernah mencintainya ataukah lebih memilih berpisah dan mencari kebahagiaan sendiri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SyaSyi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penderitaan untuk Raihan
"Cek pembukuan selama Raihan memimpin perusahaan!" Titah Ayah Abimanyu kepada orang suruhannya.
Raihan pikir, dirinya akan aman. Dia bisa hidup tenang dengan harta yang masih dia miliki. Mungkin dirinya lupa, siapa ayahnya. Dia adalah seorang yang tegas, bahkan selama ini dia pun sangat takut dengan sang ayah.
Tujuan Ayah Abimanyu hanya satu, dia ingin membuat anaknya itu jatuh di titik paling terendah. Agar sang anak menyadari apa yang telah dia lakukan selama ini. Tak ada yang patuh disombongin, karena selama ini anaknya hebat karena bantuannya.
"Berani berbuat, berani bertanggung jawab," ucap Ayah Abimanyu.
"Ayah ingin tahu, sekuat apakah kamu bisa bertumpu di kedua kakimu. Ayah juga tak rela, jika harta kekayaan ayah dinikmati wanita matre itu. Lebih baik harta ayah untuk cucu ayah," ucap Ayah Abimanyu dalam hati.
Hari yang dilalui Raihan begitu berat. Dia mencoba melamar pekerjaan kesana kemari, tetapi hasil tetap sama. Hanya penolakan yang dia rasakan. Keringat bercucuran membasahi wajah dan juga pakaian yang Raihan kenakan.
Raihan tampak memarkirkan motornya di pinggir jalan, dia membeli es teh untuk melepas dahaga. Selama ini, Raihan selalu dimanja oleh kedua orang tuanya. Terlebih dia anak satu-satunya. Semua kasih sayang tercurah kepadanya.
"Seperti Mas Raihan," ucap Killa saat mobil yang dia gunakan melintas di tempat Raihan berada. Ternyata Raihan pun melihatnya, saat mobil yang pernah menjadi miliknya melintas di hadapannya.
"Killa mau kemana itu? Aku yakin, pasti Killa yang berada di mobil itu. Karena sekarang, mobil itu menjadi miliknya," ucap Raihan.
Hari ini Killa berniat untuk menemui sahabatnya di rumah orang tuanya. Karena Sinta memang tinggal bersama orang tuanya. Hari ini dia sedang santai di rumah. Killa berniat ingin membicarakan rencananya untuk membuka usaha butik. Sekaligus dia ingin menceritakan kepada Sinta, kalau dia telah bercerai dari Raihan.
"Bapak tolong tunggu dulu ya! Soalnya, saya ingin mengobrol dulu sama teman. Kita parkir di dalam saja, jadi bapak bisa duduk santai dulu," ujar Killa dan Pak Ahmad mengiyakan.
Killa sudah sampai di depan rumah mewah berlantai dua. Sinta memang berasal dari keluarga berada, Killa pun dulu sama. Namun, kehidupannya berubah saat perusahaan papanya bangkrut.
"Pak Ahmad, saya coba masuk dulu ya. Pak Ahmad tunggu sini dulu," ujar Killa dan Pak Ahmad mengiyakan.
Allah masih menyayangi Killa, meskipun dia sempat harus merasakan sakit dan mengalami hamil tanpa perhatian dari sang suami. Perceraian membuat hidupnya lebih baik lagi. Dia tak lagi kekurangan uang seperti dulu. Kini dia telah memiliki segalanya.
"Permisi Mbok, Ibu Sinta ada? Saya Killa," ucap Killa kepada sang ART yang keluar menghampiri dirinya. ART yang bertemu Killa adalah ART baru, makanya dia tak mengenal Killa. Padahal dulu sewaktu Killa masih kuliah, dia sering main ke rumah Sinta.
"Silahkan masuk Bu," ujar sang ART. Dia menyuruh Killa untuk duduk di rumah tamu. Usia kandungan Killa Kini sudah menginjak enam bulan. Dia sudah tak sabar menunggu waktu USG kembali, dia ingin melihat jenis kelamin anak yang masih di dalam kandungannya.
Ternyata Dimas sang kakak pun sedang berada di rumah, saat itu Dimas, Sinta, dan juga sang mama sedang makan bersama. Mendengar Killa datang, Sinta langsung menghentikan makannya.
"Killa pasien kakak?" tanya Dimas.
"Iya, pasien kakak. Sahabat aku," sahut Sinta.
"Si Killa? Kemana saja itu anak, sudah lama enggak main ke rumah. Mama kangen sama Killa," ujar Mama Sonya. Hubungan Killa dengan keluarga Sinta memang dulu sangat dekat. Bahkan Killa sering menginap di rumah Sinta, sama halnya dengan Sinta yang dulu kerap menginap di rumah Killa.
"Mama sepertinya sangat menyukai Killa, sayangnya dia sudah menikah. Andai saja aku dulu tinggal di rumah dan sering bertemu, pasti aku sudah lamar dia sebelum keduluan suaminya. Sayangnya aku bertemu, saat dia telah menikah dan menunggu kehadiran buah hati mereka," ucap Dimas dalam hati.
Mama Sonya dan Sinta keluar menemui Killa yang berada di ruang tamu.
"Apa kabar sayang? Kemana saja? Tahu-tahunya ini perut sudah gendut saja. Sudah nikah tak ngundang-ngundang. Nikah sama orang mana? Kenalkan dong sama Mama," ujar Mama Sonya. Sejak dulu, Killa memanggil mamanya Sinta dengan sebutan mama.
Killa hanya bisa tersenyum getir, hatinya terasa sakit kala mengingat tentang pernikahan dirinya dengan Raihan yang sudah berakhir karena sang suami lebih memilih wanita lain daripada dirinya.
Sinta yang melihat gelagat tak biasa sahabatnya itu, mencoba mengalihkannya. Dia sudah tahu, kalau pernikahan sahabatnya itu sedang ada masalah. Dimas pun ikut keluar menemui Killa.
"Dokter Dimas, kita berjumpa disini," ucap Killa. Penampilan Dimas tentu saja sangat berbeda, ketika saat sedang di rumah sakit. Saat itu Dimas hanya mengenakan kaos lengan tangan pendek di padukan celana pendek selutut.
"Sendiri La? Besok kamu jadwalnya USG 'kan?" tanya Dimas. Dia bersikap ramah kepada Killa, terlebih Killa adalah sahabat adiknya.
"Iya, dokter 'kan selalu tahu kalau aku selalu sendiri. Bahkan saat memeriksakan kandungan ini. Baik dok, besok saya akan datang ke rumah sakit," ungkap Killa sambil tersenyum getir. Sebenarnya dia ingin menangis, kala mengingat apa yang dia rasakan saat ini.
"Jadi kamu dokter kandungan Killa, Dim? Ya ampun dunia sempit banget si," ujar Mama Sonya.
"Iya. Tadinya Mas Dimas enggak tahu, Ma. Dia baru tahu pas aku ketemu Killa mau periksa kandungan," ungkap Sinta.
"Iyalah, mana dia tahu. Orang selama ini dia selalu sibuk sama kariernya. Tuh Dim, Killa saja yang dibawah kamu sudah menikah dan sebentar lagi mau punya anak. Kamu kapan?" sindir Mama Sonya.
"Aku lagi proses cerai Ma," ungkap Killa.
Semua yang ada di situ langsung tercengang. Mereka tersentak kaget. Meskipun Sinta sudah tahu permasalahan sahabatnya itu.
"Serius, La? Kok laki lo tega banget sama lo. Padahal lo lagi hamil anaknya. Gue sumpahin, dia bakal menyesal seumur hidup, karena membuang lo," ujar Sinta, dia merasa geram.
"Iya, dia lebih memilih kekasihnya yang kini sudah menjadi istri sirinya. Mungkin, wanita itu lebih berarti dibandingkan gue kali. Dia rela kehilangan segalanya. Bahkan dia lebih memilih rumah dan mobilnya jadi milik gue," ungkap Killa.
"Sabar ya La! Mungkin itu yang terbaik untuk lo, daripada hati lo tersakiti terus sama perbuatan dia," ujar Sinta dan Killa menganggukkan kepalanya.
Sama halnya dengan Sinta, Mama Sonya ikut prihatin. Dia tak menyangka kisah pernikahan Killa begitu tragis. Sedangkan Dimas hanya dia terpaku, mendengar penuturan Killa.
"Sabar ya La! Mama yakin, kalau suatu saat nanti dia pasti akan menyesal membuang wanita yang begitu sempurna. Bahkan telah memberikan seorang anak untuknya. Kita tunggu hingga saatnya nanti," ujar Mama Sonya dan Killa mengiyakan. Killa sudah bersikap pasrah, menyerahkan semuanya kepada Allah.
Abaikan perasaan Raihan...biar dia merasakan akibat perbuatannya selama ini terhadap killa...
hayyuk thor..lanjut...
okay...lanjut thor....
begitu juga perasaan killa saat kau menolaknya dulu.. impas yaaa..
ga sabar mau lihat dimas menikah sama killa..
menjemput bahagia tdk harus kembali bersama mantan...apalagi mantan yg suka selingkuh dan celap celup.. menjijikkan...
puas aku thor...jngn kasih Raihan balikan sama killa thor...
thor..bikin raihan menderita sampai pembaca puas ya...please../Pray/
selingkuh itu sprti penyakit yg ga ada obat..
dasar lelaki bejat ga tau malu...
biar makin panas tuh si mantan...jngn ada kata balikqn sama mqntan ya thor...ga rela killa mendeeita lagi dan lagi...biar killa bahagia sama dimas aja...