NovelToon NovelToon
Dreamy Magical

Dreamy Magical

Status: sedang berlangsung
Genre:Akademi Sihir / Persahabatan / Romansa / Fantasi Wanita / Barat
Popularitas:17.2k
Nilai: 5
Nama Author: Herdianti putri

Di balik topeng emasnya, Azuna menyembunyikan luka masa lalu dan kenangan yang terhapus.
Menjadi mentor Kelas Margery seharusnya hal biasa—sampai ia menyadari bahwa keenam muridnya mencerminkan potongan dari dirinya sendiri: kehilangan, amarah, dan keinginan untuk diterima.
Satu demi satu, rahasia mereka terungkap, menyingkap benang merah yang mengikat nasib mereka dengan perang kuno antara cahaya dan kegelapan.
Dalam dunia di mana sihir dapat menyembuhkan atau menghancurkan, bisakah Azuna menuntun mereka menuju cahaya sebelum dirinya tenggelam ke dalam bayangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herdianti putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Iam the loudest

"Hana-Chii. Selamat datang kembali." Peluk Ichika Tanpa henti yang membuat Hanada sesak nafas.

"Terima kasih, Ichika-chan." Balas Hanada yang berusaha melepaskan Ichika dari dirinya.

"Hei. Rabbit Freak. Hanada bisa-bisa kehabisan nafas akibat pelukanmu itu." Tegur Danny membuat Ichika melepaskan pelukannya.

Ichika kemudian meminta maaf dan dibalas senyuman oleh Hanada.

"Siapa saja yang belum bertanding?." Igarashi bertanya pada teman-teman sekelasnya. mengingat kemarin dia berada di rumah sakit merawat Hanada.

"Yang tersisa hanyalah Aku, Sakuraba, Hamura, Kenichi, Kenji, Annie, Danny, Kurohana, dan Noel." Balas Akiko sambil menyebutkan siapa saja yang belum bertanding.

"Kelompok Beta sepertinya akan mendapatkan kloter akhir." Ujar Sasuke pada Kelompok Beta. Entah kenapa hanya Danny seorang yang tersulut akan omongan Sasuke.

"Mentang-mentang kau mendapatkan giliran pertama, kau bisa seenaknya bicara seenaknya." Ucap Danny sambil menarik kerah baju Sasuke.

"yang baru saja maju dari Kelompok Beta kan hanya Ichika." Balas Sasuke sambil melepaskan tangan Danny dari kerah bajunya.

"Yang dikatakan Sasuke benar. Sementara dari kubu mereka, ada Lalah, Damian, dan Asher yang bahkan masih belum kita ketahui sekuat apa kemampuan mereka." Kata Kenji membenarkan perkataan Sasuke.

"Yang jelas Aku akan maju hari ini dan memenangkan pertandingan." Kata Danny bersemangat.

"Semoga berhasil." Balas Sasuke seadanya.

...****************...

Ini merupakan hari keempat Inter-school sparring antara Kelas Margery dari St. Emillion Magic Academy melawan Edelweiss Sanctuary Academy.

Dari St. Emillion Magic Academy, tersisa Akiko, Sakuraba, Hamura, Kenichi, Kenji, Annie, Danny, Kurohana, dan Noel. Dan dari Edelweiss Sanctuary Academy, tersisa Lalah, Damian, dan Asher.

Seperti hari-hari sebelumnya, Reva meminta Lampu Sorot untuk menyoroti siapa saja yang akan maju pada Pertandingan hari ini.

Dan lampu sorot kemudian menyoroti Hamura, Danny, dan Noel dari Kelas dan Asher dari Edelweiss Sanctuary Academy.

"Sejujurnya ini merupakan Kombinasi terandom yang pernah kulihat." Kata Sasuke melihat siapa-siapa yang bertanding.

"Kau benar." Balas Igarashi yang ikut menimpali ucapan Sasuke.

...****************...

"Baiklah. Pertandingan Keempat Inter-school sparring antara Kelas Margery dan Edelweiss Sanctuary Academy, dimulai." Ujar Reva memberi aba-aba pada kedua belah pihak.

Tanpa membuang-buang waktu, Hamura menyerang Asher dengan sihir dessert miliknya.

"eémra ed niap ecipé'd"

Dengan sihir miliknya Hamura mensummon tentara gingerbreads miliknya yang siap menyerang Asher. Ada yang menyerang dengan tembakan. ada yang melempari bom. ada yang berlari untuk menyerang Asher secara langsung.

Tetapi Asher mampu menyerang balik Gingerbread milik Hamura dengan martil penambang. dan tak disangka-sangka setiap martil Asher menyentuh gingerbread Hamura, semua berubah menjadi batu.

"Maaf tidak pernah mengatakan pada kalian. martil ini dapat mengubah apapun yang disentuh menjadi batu. jadi serangan kalian atau bahkan kalian sendiri bisa kuubah menjadi batu." Kata Asher menjelaskan kemampuannya.

"Kalau begitu, Bisakah kau mengalahkan ini." Noel kemudian mengeluarkan serangan miliknya.

"rehcah al eréissuop"

Tanpa menggunakan senjata miliknya, Asher kemudian mengangkat tangannya kedepan dan mengucapkan mantra sihir miliknya.

"ruegnahc ed erreip."

Semua orang terkecuali siswa-siswi Edelweiss Sanctuary Academy terkejut melihat debu-debu milik Noel membatu begitu saja.

Tanpa banyak berbicara, Asher kemudian menyentuh Hamura dan Noel dengan ruegnahc ed erreip dan seketika mereka berubah menjadi sebuah batu.

"Hamura. Noel." Panggil Danny melihat kedua rekannya yang telah membatu.

"Berikutnya adalah giliranmu." Ucap Asher sambil mengayunkan martil miliknya beruntung pada saat itu, Danny telah bersiap-siap dengan spear miliknya.

"Sepertinya kau terlihat lebih lemah dari mereka. Aku rasa mengalahkan dirimu tanpa membuatmu menjadi batu sudah cukup bagiku." Sambungnya kini mengayunkan martilnya lebih kuat hingga spear milik Danny terlepas.

"Sepertinya sudah cukup." Kata Asher meninggalkan Danny sendirian.

...****************...

Sementara itu, Danny hanya terdiam. Dia merasa lemah. Dia kesal selalu merasa terbelakang. Dia cemburu pada adiknya, Annie yang menjadi apel untuk keluarga mereka. Dia cemburu pada Sasuke yang selalu didepannya dalam segala hal.

"KAK DANNY."

"DANNY."

Teriak Annie dan Sasuke bersamaan membuat Danny menoleh kearah mereka.

"Berjuanglah."Kata Annie memberi semangat pada kakaknya.

"Ingatlah pada janjimu tadi, kalau kau akan menang." Teriak Sasuke mengingatkan Danny pada ucapannya sendiri.

""Yang jelas Aku akan maju hari ini dan memenangkan pertandingan".

Ingatannya akan ucapannya hari ini membuat Danny bangkit. Benar, dia tak boleh kalah. akan dia tunjukkan pada semua orang kalau dia kuat.

"TUNGGU."Panggil Danny pada Asher yang telah melangkah kakinya.

"Apa yang kau inginkan?. Kau sudah kalah." Balas Asher menghina Danny.

"Aku masih belum kalah." Ujar Danny kemudian mengubah spearnya menjadi megaphone.

"Akan aku buktikan padamu."

Para Siswa-siswi dari Kelas Margery yang menyadari apa yang akan dilakukan oleh Danny segera bersiap-siap dengan menutup telinga mereka.

"Ini dia serangan terberisik milik Danny." Kata Kenichi sambil menutup telinganya.

"Bersiap-siaplah." Danny kemudian mendekatkan megaphone ke mulutnya.

"AAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHH."

Teriakan Danny memekakkan telinga para pendengarnya. Membuat orang-orang selain Kelas Margery tuli sementara.

"188 slebicéd. suara yang cukup keras untuk menghancurkan batu-batu milikmu itu." Ujar Danny setelah berteriak dengan kekuatan 188 desibel.

"Krak."

"Krak."

Batu-batu kemudian mulai retak membuat Hamura, Noel, serta gingerbreads milik Hamura terbebas dari batu milik Asher.

"Telingaku agak sakit." Keluh Hamura memastikan telinganya baik-baik saja.

"Sepertinya ada yang salah dengan telingaku." Ujar Noel yang ikut memastikan telinganya sendiri.

"Sudah tidak ada waktu untuk itu. Ayo kalahkan dia, Hamura, Noel." Walaupun kesal akan kedua rekannya yang mengejek dia akibat serangan tadi, dia juga tidak bisa memarahi mereka karena dia mengambil tindakan tadi agar mereka bisa lepas.

"Baik." Kata Keduanya mulai menyerang Asher bersama-sama.

"Ayo serang, gingerbread." Perintah Hamura pada gingerbreads miliknya sementara dia telah bersiap dengan Nodachi miliknya.

Asher kini berusaha menghadapi gingerbread Hamura yang menyerangnya tanpa cela. Belum lagi Noel dan Hamura yang ikut menyerangnya dengan senjata andalan mereka.

Karena tak mampu mengimbangi kecepatan Gingerbreads, Hamura, dan Noel, martil milik Asher terlempar jauh.

"kurang ajar." Umpat Asher yang berusaha menggunakan sihir pengubah batu miliknya.

"tnag á al emèrc"

Sebelum Asher berhasil menyentuh mereka, Hamura membungkus kedua telapak tangan Asher dengan sarung tangan custard.

"Sial." Ujar Asher melihat apa yang terjadi pada tangannya.

"ini akibat kau membuat kami menjadi batu. rehcah al eréissuop." tebasan debu-debu tersebut membuat Asher menutupi matanya dan terhempas. Hal ini dimanfaatkan oleh Danny untuk menyerang Asher.

"eugav ed eéssuop."

Gelombang suara milik Danny berhasil membuat Asher terhempas lebih jauh hingga menabrak dinding.

"benar-benar. merusak telinga." Ujar Asher sebelum ia pingsan akibat serangan Danny.

"Baiklah pertandingan keempat Inter-school sparring hari ini adalah, Hamura, Danny, dan Noel dari Kelas Margery." Umum Reva hingga membuat ketiga anak tersebut berteriak kegirangan.

...****************...

"Benar-benar lawan yang merepotkan." Ujar Terry yang tidak terima dengan kekalahan Asher.

"Tersisa enam orang. Dan aku sudah tidak sabar melawan mereka." Ujar Damian memandang Sakuraba dengan sinis.

Sakuraba yang merasa dipandangi oleh seseorang kini menoleh kearah orang tersebut dan menemukan Damian yang sepertinya ingin melawan dia.

'Aku sudah tak Sabar melawanmu.' Batin Sakuraba dan Damian yang saling memandangi satu sama lainnya.

Sepertinya seseorang telah menemukan saingan mereka.

TBC

1
Ayano
Gils... sudah kubilang akan selalu ada plot armor
Ayano
Mau memberikan kesan superior itu
Ayano
Nama Igarashi nya kurang huruf. Boleh diganti kalau senggang ya
Ayano
Berdoa aja ada plot twist yang menolongmu
Ayano
Terbebani sebelum bertarung
Ayano
Keliatan iri hati banget
Ayano: Mesti dikasih paham sekali biar gak ngelunjak dia. Hm😤
total 2 replies
Ayano
Secara elemen tanah sebenernya bisa lebih unggul karena materialnya lebih padat.
Es bisa seimbang kalau jumlahnya banyak dan ketebalannya tinggi
Ayano
Kok agak ngeremehin ya
Herdianti Putri: Ichika sifatnya kayak gitu
total 1 replies
Ayano
Intinya Eve itu cupu sok kerad
Ayano: Waaah... kukira bisa dipanggil singkatan aja 😅
total 2 replies
Ayano
Udah jelas dia karena dia irian
Herdianti Putri: dia pengen ngajar kelompok Alpha.
total 1 replies
Ayano
Mengkonfirmasi maksudnya wak

Ini tipo 😅😅
Herdianti Putri: maaf.
total 1 replies
nowitsrain
Sasuke kok nyasar ke sini hey, dipanggil noh sama Naruto
Herdianti Putri: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Ayano
Hmmm, enak sih bilang suruh Azuna jujur. Masalahnya gak mudah bikin dia yang agak batu untuk jujur
Ayano
Dia cembukor karena kamu lebih dari dia pasti
Apa lagi coba
Herdianti Putri: Azuna perlu banyak bersabar.
total 1 replies
Ayano
Evelyn mau didaftarin santet online gak 😏😏😏
Herdianti Putri: silahkan saja.
total 1 replies
Ayano
I-ga-ra-shiiiiii
Kalo ada di sana aku ambil rotinya lagi aku jejelin ke mulutnya nih
Herdianti Putri: Dia lagi banyak pikiran.
total 1 replies
Ayano
Rahasia ada untuk dibongkar😏
Herdianti Putri: memang begitu. Tapi kasihan juga.
total 1 replies
〈⎳🥑⃟HIATUS
berasa inget film India
〈⎳🥑⃟HIATUS: Wkwkwk lanjutkan Thor!
total 2 replies
anggita
visualisasi tokohnya👌👍
Sri. Rejeki
Aku kasi penyemangat deh biar lebih banyak di up babnya lagi.. 😉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!