NovelToon NovelToon
TAWANAN CINTA TUAN SAGA

TAWANAN CINTA TUAN SAGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Barat / CEO / Penyesalan Suami / Cinta setelah menikah / Dark Romance / Mafia
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: An_cin

Real cerita asli
No Jiplak!!!!
Yang jiplak gue gaplak

Ivana, wanita berusia 26 tahun harus merasakan pahit yang lebih dalam setelah kakaknya meninggal. Ia di haruskan menggantikan sang kakak untuk menikahi Saga, calon kakak iparnya setelah Olivia meninggal. Namun rupanya, Saga pun tak melepaskan Ivana, karena tahu bahwa jantung yang ada di dalam dirinya adalah milik Olivia.

"Tolong, izinkan aku pergi!" Rintihan itu terus Ivana ucapkan dari balik pintu kamar berinterior mewah.

Di depan kamar itu, terdapat beberapa orang yang mengawasinya.

"Kau mau kemana Ivana? Kau harus tetap di sini, Olivia tidak akan pernah membangkang padaku. Kau harus menurut, atau aku akan mengambil jantungmu dan memberikannya pada wanita lain sebagai Olivia" ucap Saga dari balik pintu kamar Ivana.

"Kau sudah gila Saga, lepaskan aku! Aku tidak ingin di sini! Aku ingin pergi! "

Ivana, apakah kamu benar-benar akan bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon An_cin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 09

Pria berbadan tegak besar, dengan pakaian serba hitam berjalan masuk ke sebuah rumah besar. Para pelayan membukakan pintu untuknya, ia pun berjalan masuk dengan menyusuri lorong rumah itu, hingga pada akhirnya sampai di sebuah pintu. Pria itu pun mengetuk pintu ruangan itu.

“Tok, tok tok,” ketukan pintu terdengar, membuat orang berada di ruangan itu pun menyuruhnya masuk.

“Masuk!” perintah orang itu dan membuat pria berbadan tegak besar itu masuk.

“Saga, ini aku. Danuel,” ucap pria itu sebari menurunkan topi dan kaca matanya. Setelah topi dan kacamata itu di lepas, terlihat wajah pria tampan di balik topi dan kacamata itu, dengan rambut coklat terang.

“Saga, dia sempat melihatku. Apakah tidak apa-apa?” ucap Danuel kepada Saga.

Saga kini tengah berada di belakang layar laptop, ia tengah bekerja walau ia sedang di rumah.

“Biarkan saja, biarkan dia tahu jika dia memang sedang di awasi.”

Danuel duduk sofa, ia menaruh kakinya di atas meja. “Jadi, apa yang akan kau lakukan setelah semua ini?,”

“Kau akan tahu nanti,” ucap Saga sambil menunjukkan senyum jahatnya.

“Namun Saga, mengapa tiba-tiba kau membeli rumah di desa terpencil seperti ini. Kau tahu, ini bukanlah gayamu.”

Saga tersenyum, ia menaruh bolpoin kepalanya, dan tampak seperti orang yang sedang berpikir. “Kau tahu, memaafkan itu jauh lebih sulit dari apa yang kau bayangkan.”

Danuel menghembuskan napasnya berat, “Saga, apakah tidak lebih baik kau mencoba membuka lembaran baru dan melupakan Olivia, dia juga pasti tidak akan tenang jika kau terus seperti ini,” mendengar hal itu, sontak Saga pun langsung menatap tajam kepada Danuel.

“Maaf, aku tidak benar-benar mengucapkannya.” Danuel pun memalingkan mukanya dari Saga.

Saga Howard, pria dengan segudang prestasi, dia merupakan lulusan terbaik dari Oxford, dirinya bahkan menjadi pria yang populer di kampus. Setelah lulus pada usianya yang ke 25 tahun, pria itu menjadi manajer di perusahaan ayahnya. Menyandang nama manajer terbaik hingga akhirnya keluar dan memulai merintis perusahaan bernama SG Company.

Namanya pun mulai naik daun setelah acara peresmian Grub Howard, pewaris resmi di umumkan, pria itu benar-benar merupakan seorang pewaris tunggal kaya raya. Wajahnya yang tampan membuatnya menjadi idaman bagi kebanyakan wanita. Namun wanita yang beruntung itu, adalah teman masa kecilnya sendiri. Olivia Wingston. Wanita cantik dengan segudang prestasi, merupakan Direktur, sekaligus pewaris Wingston Company.

Mereka benar-benar di agung-agungkan semua kalangan, mereka benar-benar terkenal di dunia bisnis. Apalagi setelah mereka memutuskan akan menikah setelah 2 tahun berpacaran.

Semua orang mendoakannya, mereka benar-benar pasangan yang sangat cocok dari segi apa pun. Bahkan dari segi materi, namun Olivia telah tiada. Meninggalkan sejuta luka di benar Saga, membuat pria itu sangat berubah menjadi liar.

Saga yang dulu adalah anak yang penurut, ia bagaikan dewa di mata para karyawannya yang selalu mengagungkan kebaikannya. Namun saat ini tidak, pria itu bahkan tak bisa mengendalikan emosinya sendiri, dan orang yang paling membuatnya emosi sekarang hanyalah satu, Ivana Wingston.

“Ivana, kau akan segera menjadi milikku. Kau tak akan bisa lari dariku,” ucap Saga dari dalam hati. Pria itu pun menatap jendela luar, terlihat pemandangan desa dari atas sini.

*****

Jane kini tengah berada di dapur, ia membuatkan cookies untuk Ivana. Gadis muda itu pun mengangkat cookies yang masih panas itu dari Oven. Ia pun menatanya di atas piringan putih dan kemudian pergi untuk memberikan cookies ini kepada Ivana.

“Tolong buka kan pintu ini!, saya harus masuk untuk memberikan cookies ini pada nona Ivana.” Penjaga itu mengangguk, ia mengambil kunci dari saku celananya. Pria itu kemudian membuka pintunya. Jane pun masuk dengan sebuah nampan di tangannya.

Jane lalu menghampiri Ivana, wanita itu rupanya tengah tertidur dengan posisi yang masih terduduk, bersandar pada ranjang.

“Nona Ivana, apakah Anda baik-baik saja?” mendengar itu Ivana pun langsung terbangun dari tidurnya.

“O, kamu yang tadi.” Ujar Ivana saat melihat Jane.

Ivana tak menoleh atau bahkan menatap Jane, ia hanya menatap lurus ke arah jendela. “Mau apa kamu kemari? apa kamu juga ingin menghakimiku, Jika ya, lebih baik kau pergi saja!.”

Jane pun menggelengkan kepalanya, ia kemudian menaruh cookies di samping Ivana dengan harapan agar Ivana dapat memakannya.

“Nona, saya tidak seperti itu. Saya 100% di pihak Anda.”

“Hai apa kau sekarang bahkan bercanda?”

“Apakah di sini juga beracun, kau tahu. Cookies yang kau masak ini tak akan aku makan. Karena aku benci pada coklat. Lebih baik kau keluar dari kamarku sekarang!”

Jane pun kembali membawa cookies itu pergi, saat akan menutup pintu itu. Ivana melihat sorot mata gadis muda itu yang sepertinya tampak tulus baginya. Sehingga, ia pun membiarkan Jane untuk kembali ke kamarnya.

Namun Jane menggeleng, ia takut Ivana akan risih dengan kedatangannya. Ivana yang melihat penolakan dari Jane pun langsung menarik Jane masuk kembali ke kamarnya.

“Ada apa ya nona Ivana,” tanya Jane yang bingung karena tiba-tiba ia di tarik oleh Ivana.

“Tidak apa-apa, aku hanya butuh teman curhat. Dan sepertinya kau sangat cocok untuk ini.

Ivana benar-benar seperti sudah percaya pada gadis muda itu, ia pun menceritakan beberapa hal pada Jane. Termasuk soal alerginya kepada coklat.

Malam harinya, kini Ivana tengah berada di meja bersama mamanya. “Bagaimana kondisi tubuhmu hari ini, apakah sudah lebih baik?” Ivana terkejut mendengar sang ibu yang berbicara seperti itu.

Pasalnya, ini adalah kali pertama wanita itu menanyakan kondisi Ivana. “Hem, sudah jauh lebih baik,” ucap Ivana membalas perkataan Emalia.

“Jangan terlalu senang karena aku tanya, aku tanya itu karena hanya tinggal kau pewaris yang aku miliki.” Seketika Ivana pun menghentikan aktivitas makannya.

“Mengapa kau hanya diam dan tak makan, cepatlah makan, atau kau akan aku usir.” Mendengar ucapan Emalia, Ivana pun kembali makan. Ia kini mengambil semangkuk penuh sup dan memakannya. Namun ada yang aneh dari sup itu, setelah memakannya tubuh Ivana benar-benar menjadi lemas, pandangannya kunang-kunang dan juga tenggorokannya menjadi sakit.

“Ivana, kau baik-baik saja?” tanya Emalia, namun Ivana dapat melihat senyuman tipis itu dari wajah ibunya.

“Ivana,”

Ivana pun terjatuh dari kursi, ia ambruk di atas lantai. Ia terus memegang lehernya dan menggeram kesakitan. “Tolong, tolong aku. Aku mohon, tolong aku.”

Ivana terus meminta tolong, ada beberapa pelayan yang mendekat namun Emalia memberikan isyarat kepada mereka, sehingga membuat mereka semua tak berani.

Beberapa pelayan bahkan kini menatap ke arah Jane, dirinya adalah pelayan Ivana, namun dia hanya diam tak bergeming. “Jane, kau benar-benar sangat patuh ya,” ucap Emalia sebari memberikan jempolan tangan kepada pelayannya itu.

“Ya nyonya, sesuai dengan arahan Anda. Saya akan selalu tetap di pihak Anda meskipun saya pelayan Nona Ivana.”

“Jane, kau,” ucap Ivana yang kemudian di balas senyuman sinis oleh Jane.

Ivana pun seketika pingsan, ia benar-benar ambruk saat itu juga.

Beberapa jam yang lalu sebelum Jane memberikan cookies itu, ia sudah jauh lebih dahulu mendapatkan tugas dari Emalia.

“Jane, cari tahu kelemahan Ivana. Jika perlu, aku ingin kau menyabotase makanannya.”

“Kau pasti mengerti maksud ucapanku kan Jane?”

Jane pun mengangguk paham menjawab ucapan Emalia. “Baik nyonya, saya mengerti maksud Anda.”

Jane benar-benar menjalankan semuanya, sesuai dengan arahan dari Emalia.

“Jadi bagaimana Jane, kau sudah dapatkan kelemahan wanita itu?” mendengar hal itu sontak Jane pun mengangguk.

“Ya nyonya, saya sudah tahu kelemahan nona Ivana. Dia alergi pada coklat.”

Emalia pun tersenyum menyeringai mendengarnya, ia pun tertawa akan hal itu.

“Jane, aku punya satu tugas lagi untukmu.”

Satu jam sebelum makan malam, Semua pelayan kini tengah memasakkan makanan. Hal itu juga berlaku untuk Jane. Ia kini tengah memasakkan sebuah sup ayam untuk Ivana, namun saat hampir selesai, Jane pun menatap ke kanan dan kiri, memastikan bahwa tak akan ada orang yang melihatnya. Gadis muda itu pun mengeluarkan plastik kecil dengan bubuk coklat ke dalam sup ayam itu.

Setelahnya ia pun menghidangkan makanan itu, menaruhnya di atas mangkuk dan menaruhnya di atas nampan untuk di bawa ke meja makan.

Itulah mengapa sekarang hal itu terjadi pada Ivana, beberapa pelayan membawanya ke naik ke kamarnya. Ivana pun di baringkan di atas kasur dengan kondisi tubuh yang masih sangat lemah.

Emalia kemudian bertemu lagi dengan Jane di ruangannya, “Jane, kau benar-benar berhasil, aku benar-benar terkesan padamu,” ujar Emalia sebari memberikan segepok uang pada Jane.

“Nyonya, apa maksudnya semua ini?”

“Ini bonus dariku, karena kau benar-benar sangat bisa di andalkan,”

Jane pun menerima uang itu, ia kemudian menatap ke arah sebuah bingkai foto keluarga yang terpasang di ruangan Emalia, tampak di situ mereka seperti keluarga yang bahagia.

“Kedua anak kecil itu pasti adalah mereka, Ivana dan Oliv. Padahal di sana, nyonya benar-benar tampak sangat menyayangi keduanya. Namun mengapa sekarang dia sangat membenci Nona Ivana?” ucap Jane dalam hati.

“Kau pasti merasa heran, mengapa di foto itu terlihat seperti keluarga bahagiakan? Namun pada kenyataannya tak seperti itu setelah kau melihat aku dan Ivana.”

Jane pun mengangguk, “Ada masa di mana aku sangat sayang pada Ivana, aju tak pernah membedakan kedua putriku, kami hidup dalam damai dan rukun.”

Mendengar hal itu Jane pun langsung membulatkan matanya tak percaya.

“Kau serius nyonya?”

“Ya, dan aku pernah sangat berhati-hati takut Ivana akan terluka, semua itu terjadi begitu cepat. Dan kebencian itu datang juga begitu cepat. Kebencian itu memberikanku sebuah tembok yang besar bagi aku dan Ivana.”

Mendengar hal itu Jane semakin di buat terheran-heran dengan Emalia, dia tampak sayang pada Ivana. Namun ia takut jika rasa sayangnya akan menyakitinya kembali. Apalagi di tambah dengan kematian Olivia yang semakin membuat hatinya hancur.

1
Mar lina
aku mampir
Thor
An_cin: Terima kasih kak😍
total 1 replies
Homerun
Alurnya bagus dan terkonsep. Aku suka. Lanjut thor🤗
An_cin
Yang suka akal-akalan barat, ayo sini
Homerun
aw aw, sempat suuzon sama Jane. Tapi ternyata baik juga tu anak 🤭btw semangat cintaku
An_cin: makasih sayangku🤭👍
total 1 replies
christian Defit Karamoy
mantap thor
An_cin: Terima kasih kak, sudah mampir 🤭👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!