NovelToon NovelToon
Cinta Yang Belum Usai

Cinta Yang Belum Usai

Status: tamat
Genre:Duda / Anak Genius / Anak Kembar / Tamat
Popularitas:3.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: kenz....567

"Aku hamil."

Savanna yang mendengar sahabatnya hamil pun terkejut, dia menatap sahabatnya dengan tatapan tak percaya.

"Dengan Darren , maaf Savanna."

"Nadia, kalian ...." Savanna membekap mulutnya sendiri, rasanya dunianya runtuh saat itu juga. Dimana Darren merupakan kekasihnya sekaligus calon suaminya telah menghamili sahabatnya.

***

"Pergi, nikahi dia. Anggap saja kita gak pernah kenal, aku ... anggap aku gak pernah ada di hidup kalian."

Sejak saat itu, Savanna memilih pergi keluar kota. Hingga, 6 tahun kemudian Savanna kembali lagi ke kota kelahirannya dan dia bertemu dengan seorang bocah yang duduk di pinggir jalan sedang menangis sambil mengoceh.

"Daddy lupa maca cama dedek hiks ... dedek di tindal, nda betul itu hiks ..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kenz....567, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Darren bertanya tentang sapu tangan

Larut malam, Darren kembali ke rumahnya. Wajahnya terlihat sangat lelah, dirinya terlalu sibuk bekerja hingga lupa waktu.

Jam sudah menunjukkan pukul 2 malam, dirinya berniat akan segera tidur. Namun, netranya melirik ke arah kamar putra kembarnya. Langkahnya terhenti, mendadak hatinya tergerak ingin masuk untuk melihat anak-anaknya.

Cklek!

Benar saha, Darren masuk ke kamar putra kembarnya. Kamar dengan nuansa biru laut dengan motif planet ciri khas anak-anak, di tengah kamar terdapat ranjang king size tempat tidur kedua putra kembarnya.

Perlahan, Darren melangkah mendekati mereka. Di tatapnya dengan seksama wajah kedua anak kembarnya yang cenderung mirip dengannya.

Darren duduk di tepi kasur, tepat di sebelah Gabriel. Dia mengamati putra sulungnya yang selalu tidur dengan memeluk buku, begitu sukanya putranya dengan buku. Bahkan sama membawanya tidur.

"Dia selalu membaca buku, tiada hari tanpa buku." Lirih Darren.

Daddy dari si kembar itu mengambil buku yang berada di pelukan Gabriel, dia meletakkan di atas nakas dan setelahnya beralih menarik menarik selimut putranya yang sedikit turun.

Cup!

"Good night sayang," ujar Darren setelah mencium kening putranya dengan sayang.

Tatapan Darren beralih pada si bungsu, berbeda dengan Gabriel. Gibran tidur sedikit lasak, bahkan kakinya sudah keluar dari selimut dan menindih sang kembaran.

Darren menggelengkan kepalanya, dia beranjak memutari ranjang dan membenarkan posisi tidur Gibran.

Saat membenarkan posisi putranya, netra Darren menangkap sebuah kain yabg putranya pegang erat.

"APa ini?" Gumam Darren.

Darren mengambil kain itu, tetapi cengkraman putranya begitu erat. Dia sampai heran, putranya itu tertidur tetapi mengapa sangat sulit benda itu di ambil olehnya.

Tak kehabisan akal, Darren beranjak mendekati meja khusus putranya. Di sana sudah terdapat stok susu bubuk dan juga termos air panas, dia membuat susu untuk putra bungsunya itu.

Darren mengocok botol susu, dia kembali mendekat pada Gibran dan mencoba memasukkan ujung dot susu pada mulut putranya.

"Eum ...." Gibran mulai meminumnya, bahkan dia sampai melepas kain itu untuk memegang botol susunya.

Rencana Darren berhasil, dia melepaskan botol yang sudah di pegang putranya dan beralih mengambil kain yang sedari tadi di genggam erat oleh Gibran.

"Sapu tangan?" Batin Darren.

Tak sengaja Darren mencium aroma yang sangat familiar, dia mengendus sapu tangan itu. Masih terdapat aroma parfum, parfum yang sangat dia hafal hingga saat ini.

"Ini ... wangi Vanilla, wangi Savanna." Gumam Darren.

"Dari mana Gibran mendapat sapu tangan ini?"

Darren melirik putranya, botol susu itu sudah hampir habis. Segera Darren menaruh kembali sapu tangan itu dan mencium kening Gibran sebelum memutuskan untuk keluar dari sana.

Benar saja, setelah susu itu habis Gibran terbangun. Dia melihat botol susunya dan menjauhkan nya dari mulutnya.

"Eum ... capu tanganna mana?" Gumam Gibran.

Gibran melihat sapu tangan kesayangannya berada di sebelah bantalnya, dia oun mengambilnya dan menggenggam erat sapu tangan itu seolah takut kehilangan.Tak lama, anak manis itu kembali terlelap.

***

Tap!

Tap!

Tao!

Seorang wanita berpakaian seragam baby sitter tengah berjalan ke arah kamar si kembar, wajahnya terlihat sangat kesal.

"Awas saja, jam segini masih juga belum bangun. Aku akan cubit pipinya." Gerutu wanita itu.

Cklek!

Wanita itu begitu terkejut saat melihat Gibran yang sudah siap dengan pakaian sekolahnya, tampak kedua anak kembar itu terkejut saat melihat baby sitter mereka.

"Abang." Cicit Gibran, segera bersembunyi di belakang tubuh sang abang.

"Jangan sakiti adikku, kali ini dia bangun sendiri dan tidak rewel." Ujar Gabriel sambil memeluk adiknya.

Tampaknya baby sitter itu mengangkat satu sudut bibirnya, dia menutup pintu dan berjalan mendekati dua G yang sedang ketakutan.

"Begini dong! jadi saya gak perlu repot-repot membangun kan anak cengeng seperti dia!" Bentaknya.

Gibran tak seperti Gabriel, anak itu sulit di bangunkan. Bahkan Gabriel yang sudah teriak pun Gibran tak bangun juga, tetapi entah mengapa pagi ini Gibran tampak bersemangat.

Gabriel bersyukur, karena hari ini adiknya tam mendapati cubitan atau bentakan dari baby sitter mereka.

"Saya peringat kan kembali, jangan lapor apapun sama daddy kalian. Ingat! jika kalian mengadu maka akan ku cubit kalian habis-habisan!" Ancamnya sambil menunjuk ke arah wajah Gabriel.

Mereka mengangguk patuh, takut dengan ancaman wanita itu. Mungkin orang dewasa berpikir, kenapa tidak mengadu saja? toh dia akan di keluarkan? Namun, mereka hanyalah anak kecil. Jika di ancam akan takut dan menjadi menurut karena paksaan. Yang dia pikirkan, terpenting dirinya aman. Pikiran mereka masih polos, hatinya pun bersih.

"Bagus! ke ruang makan sekarang!" Titahnya dan berlaku begitu saja.

Gibran melepas pelukannya, dia menatap ke arah pintu yang terbuka. Wajahnya masih terlihat ketakutan.

"Dedek takut." Lirih Gibran.

"Mulai besok, jangan memancing amarahnya. Jangan sulit jika abang bangunkan, jika dia yang bangunkan akan banyak lagi luka biru di paha mu." Titah Gabriel.

Gibran mengangguk cepat, tapi entahlah besok dia akan cepat bangun atau tidak.

Sementara di meja makan, Darren sedikit merasa ada yang aneh. Tak seperti biasanya, pagi ini benar-benar sunyi.

"Tumben sekali Gibran tidak rewel, biasanya pagi selalu ribut dengan suara tangis dia." Gumam Darren.

Tak lama, terdengar langkah kaki dari arah tangga. Muncullah kedua putra kembarnya yang sudah rapih bahkan dengan tas di bahunya.

"Tumben kamu tidak menangis," ujar Darren pada Gibran yang akan menarik kursi.

"Daddy ini aneh, dedek nanis di malahi. Dedek nda nanis di helanin, pucing pala dedek. Nda tau mana yang betul." Kesal Gibran.

Gabriel hanya diam, dia duduk di meja makan sambil membaca bukunya. Sedangkan Gibran, dia langsung mengambil roti dan memakannya.

"Tumben sekali, Gibran sangat aneh hari ini." Batin Darren.

Lagi-lagi Darren melihat sapu tangan yang semalam putranya bawa tidur, dia sangat penasaran sebenarnya ada apa dengan sapu tangan itu.

"Gibran." Panggil Darren.

"Heum?"

"Ekhem, daddy mau tanya. Itu, sapu tangan milik siapa?" Tanya Darren dengan mata yang melirik sapu tangan itu.

Gibran menyembunyikan sapu tangan itu, dia menggeleng dan hal itu membuat Darren kesal. Tak biasanya Gibran seperti itu, itulah yang membuat Darren merasa penasaran.

"Dedek, daddy tanya itu sapu tangan punya siapa?" Tanya Darren dengan lembut, mencoba membujuk putranya.

"Puna pacal dedek, daddy janan lihat. Nanti daddy cuka," ujar Gibran.

Darren menghela nafas sabar, dia yakin putranya hanya berbicara melantur. Sebab, anak seusia Gibran masih tidak paham soal pacar.

"Itu sapu tangan milik guru baru kami, katanya adek guru baru itu yang menemaninya Saat daddy lupa menjemputnya lusa kemarin." Sahut Gabriel tanpa mengalih pandangannya dari buku yang ia baca.

"ABANG! EMBEL BANGET CIH MULUTNA!! NDA BETUL ITU!!!" Sewot Gibran.

Darren mengangguk mengerti, dia beralih menatap Gibran yang masih menatap tajam sang kembaran.

"Ooohh dari guru tersayang ceritanya." Ledek Darren.

"Daddy." Cicit Gibran dengan senyum malu-malu.

"Ya, dia guru baru yang sangat cantik. Wajahnya tidak asing, tapi aku kupa pernah lihat dimana. Pokoknya, dia guru yang baik dan lembut." Celetuk Gabriel.

"Oh ya? siapa namanya?" Seru Darren merasa tertarik.

_________

Maaf yah kawan, kali ini up satu🤧🤧🤧 sibuk banget aku hari ini. Biasalah, hari senin💆‍♀️💆‍♀️💆‍♀️. Tapi tenang kok, kalau besok waktunya lebih longgar aku up 3 yah🥰🥰🥰 untuk menggantikan hari ini.

1
Mamah Dini11
kok udh tamat padahal masih mau terus baca , tpiiii ya udh makasih author ,semangat tetap berkarya 🙏👍💪
Mamah Dini11
masa kluarga besan semuanya nginap di rumah dania ,gak bener itu.
Mamah Dini11
dania ko oon bin polos bkn nya pintar cerdas dan cantik pasti, atau emang dari dulu oonnya , aduuuuhhh ni anak konglomrat sekolah pd tinggi2 kenapa. mmbingungkan ahhhh
Mamah Dini11
heran aja masa ke dua kluarga gak ada yg pintar kan sekolah nya pd tinggi2 dn ortunya bkn orang biasa2. aneh ini mh , main paksa . nikah aja gak dengerin penjelasan keduanya ,kluarga macam apa ya maat thor🙏kurang di mengerti ah. kalau lgi berbuat ya ok lah ini .
Mamah Dini11
kayaknya savana ngidam dehhh , kalau iya bagus 👍 tuh produksi dareen cepat mnghasilkan 🤭😄😄😄
Mamah Dini11
aduuuhh dareen makanya hati2 kan kalau siang dua bodygarmu berkeliaran 😄😄😄
Mamah Dini11
ooh author orang jawa tengah , salam kenal author aku orang cianjur 🙏🤭 asalamualaikum🙏
Mamah Dini11
semangaaatttt ka author sehat slalu istirahat yg cukup ya.....
..🤣🤣🤣🤣💪💪💪💪👍
Mamah Dini11
ternyata kmu baik reno, maaf udh berprasangka. buruk sm kmu ren. takut kmu bela si nadira jahat itu , dan takut maksa savana ternyata enggak tuh , makasih reno , moga kmu cepet ada ganti nya perempuan yg baik hatinya
Mamah Dini11
apa reno mau sekongkol dgn nadira , ooohhh tdk , kenapa kmu reno udh oleng otakmu. atau mau jdi penjahat sekalian karna gk bisa dapetin si savana , iya gitu ,daren sahabatmu ren ,ayolah bersikap dewasa.
Mamah Dini11
kok saya dareen gak salah om , kenapa lgsung berubah panggilan kalau om sayang sm dareen jgn rubah panggilan doong apalagi sayang dgn anak2 dareen , sabar ya reen semoga perusahaannya di titipkan lgi sm kmu , jdi kamu msh bisa kerja , untuk om rizki pikir2 dulu om daren gk salah apa2 delia juga korban di sini ,bkn belain delia tpiii itu murni perkosaan ( musibah )tpiii kalau yg lainnya tentu delia sm nadira yg salah.
Mamah Dini11
semoga gagal pernikahan nya ya...tuhan 🙏 ayolah bongkar smua ke busukan mereka biar gk bertele2 terus
Mamah Dini11
dari kemaren2 juga si kembar udh gk suka sm nadira walau dia tantenya, ini heran ya semua memaksa , dareen terpaksa nerima nadira karna savana sm reno ,hai dareen kmu itu ya gk mau usaha baru lihat reno sm sava lgsung ciut hatimu harusnya kejar terus doong cintamu bkn nya gampang nyerah ,gak bener itu .
Mamah Dini11
ahhh kmu jgn goyah hatimu dareen , gak betul itu
Mamah Dini11
jgn sampai si kunti lanak nadira jdi sm daren thor , ku gk rido menyebalkan tuh perempuan licik , ayolah thor dekatkan dareen sm savana lgi , pasti sava sayang sm si kembar .
Mamah Dini11
kalau dania kelakuan buruknya nadira kenapa gk merekam atau memoto biar lbh akurat alasan nya , bkn nya di biarkan begitu saja ,sampai dia berkeliaran di rumah dareen
Mamah Dini11
si reno mh gak pantas jadi sahabat dareen , udh tau kmu mencintai savana, malah dia suka dn ingin sava jadi istrinya , persahabatan macam apa itu, bkn nya mendukung savana telah kembali ke kota itu di persatukan lgi dgn dareen , malah si reno ingin memilikinya , lieurrr punya sahabat gitu mh .
Mamah Dini11
ayo savana buka hatimu ,dengarkan cerita dareen kmu kan bkn anak kecil bisa kan bersikap dewasa lagian kmukan srorang guru, kalau kmu gk denger bagaimana bisa denger alasan dareen ,setidakny ngobrol dari hati ke hati , pliiisss thor savana biar balikan sm dareen dn mewujudkan impian mereka berdua. karna nadia udh gk ada
Mamah Dini11
jgn sampai ke duluan si reno thor ngunkapin ke savana, gk seru ah kalau sava sm reno. ayo thor pertemukan dareen sm savana , ko lama banget , mau nya grcep thor biar semangat bacanya
Mamah Dini11
ya si dareen bo do h bin bodoh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!