NovelToon NovelToon
Si Cantik & CEO Buruk Rupa

Si Cantik & CEO Buruk Rupa

Status: tamat
Genre:Romansa / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: Gadis Scorpio

Adira adalah seorang gadis cantik yang memutuskan untuk langsung menerima lamaran dari pria yang tidak ia kenal untuk membalas sakit hati setelah mendapati kekasihnya berselingkuh.

Sifat Andira yang terkadang ceroboh telah membuatnya terkejut ketika di hari pernikahannya ia melihat calon suaminya yang ternyata adalah seorang pria buruk rupa.

Arkan adalah seorang CEO yang memiliki wajah buruk rupa setelah kecelakaan yang ia alami. Tunangannya meninggalkannya di saat terpuruknya sehingga membuat Arkan tidak percaya lagi pada wanita manapun yang bisa menerima segala kekurangannya. Arkan tidak peduli dengan istri yang di pilihkan oleh orang tuanya yang tidak lain adalah Adira.

Bagaimana kehidupan rumah tangga Adira dan Arkan ? Apakah Adira akan menyesali keputusannya dan Arkan tetap tidak mempercayai Adira ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gadis Scorpio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keadaan Arkan

Adira mengerjabkan matanya. Saat ini ia merasakan tubuhnya begitu sakit. Dengan kepala yang terasa berdenyut ia membuka matanya dengan sempurna.

"Oh, astaga."

Adira baru menyadari jika tubuhnya terjepit di dalam mobil yang terbalik dan terperosok ke semak-semak.

"Arkan."

Adira menoleh ke samping melihat Arkan yang juga sedang terjebak di dalam mobil dan tidak sadarkan diri.

"Arkan." Adira mencoba membangunkan suaminya. Tapi Arkan sepertinya pingsan.

Susah payah Adira membuka seat belt dan pintu mobil agar ia bisa keluar dari mobil.

"Ya Tuhan. Pintunya macet."

Adira kesusahan untuk membuka pintu mobil. Kemudian ia memutar tubuhnya dengan susah payah. Adira mencoba menendang pintu mobil itu dengan kuat dan setelah mencoba beberapa kali akhirnya ia berhasil. Adira segera keluar dari mobil. Dengan tertatih ia berjalan ke sisi lain mobil untuk menolong Arkan.

"Arkan, Arkan bangun." Adira mengguncang tubuh Arkan agar pria itu sadar.

Arkan mulai mengerjapkan matanya mendengar suara Adira. Hal yang pertama ia lihat adalah wajah cemas Adira dengan penampilan yang berantakan. Arkan melihat ke sekelilingnya. Ia baru sadar jika mereka baru saja mengalami kecelakaan. Arkan seperti merasakan dejavu. Kecelakaan dua tahun yang lalu bagai terulang kembali.

"Arkan sepertinya ini macet." suara Adira menyadarkan Arkan dari lamunannya.

Adira sedang kesusahan membuka seat belt yang membelit tubuh Arkan untuk mengeluarkan pria itu dari mobil. Sementara percikan api semakin besar. Arkan juga berusaha untuk membuka tali itu. Tapi seperti yang dikatakan oleh Adira, pengait seat belt nya rusak. Merasa tidak akan berhasil mengeluarkan dirinya Arkan berteriak kepada Adira.

"Pergilah, mobil ini akan meledak." Arkan mengusir Adira pergi menjauh agar wanita itu selamat.

"Tidak, aku akan membantu mu." Adira tetap tidak beranjak dan terus membatu Arkan.

"Aku bilang pergi. Sudah tidak ada waktu." kata Arkan pasrah karena tidak mungkin ia akan selamat.

Arkan mendorong tubuh Adira dengan kuat untuk menjauhkan wanita itu dari mobil yang sebentar lagi pasti akan meledak karena kobaran api yang semakin membesar.

"Tidak Arkan. Bertahanlah." Adira bangkit dan berjalan tertatih kembali menuju Arkan untuk menyelamatkan suaminya.

Adira juga membawa sebuah batu ditangannya dan segera memecahkan kaca mobil.

"Apa yang kau lakukan ?" tanya Arkan bingung. Namun wanita itu tidak menjawabnya.

Adira kemudian mengambil pecahan kaca itu untuk memotong tali seat belt. Dengan sisa tenaga yang ia miliki Adira tetap berusaha memotongnya tanpa menghiraukan tangannya sendiri yang terluka.

Arkan yang melihat itu menjadi tercengang dengan apa yang dilakukan oleh Adira. Ia juga segera membantu wanita itu memotong seat belt dengan potongan kaca. Dan beberapa detik kemudian mobil itu pun meledak. Membuat tubuh Adira terpelanting jauh.

Di tengah kesadarannya yang mulai pudar Adira mendengar suara orang-orang mendekat untuk memberikan bantuan. Adira juga melihat samar-samar wajah Arkan berada tepat di atasnya.

"Arkan." ucap Adira lirih sebelum ia benar-benar menutup mata.

Beberapa orang mulai berdatangan untuk membantu korban kecelakaan. Mereka membawanya ke rumah sakit terdekat.

Entah sudah berapa lama Adira tidak sadarkan diri dan kini saat wanita itu membuka matanya Adira melihat mama dan papanya.

"Mama." panggil Adira saat melihat Nia yang sedang duduk di sampingnya.

"Adira, kau sudah sadar." Nia mengusap air mata di pipinya.

Abizar pun mendekat untuk melihat keadaan putrinya. Kini keduanya merasa lega karena melihat putri satu-satunya sudah sadar. Cukup lama Adira pingsan sampai menjelang dini hari baru ia sadarkan diri. Nia dan Abizar begitu cemas ketika mendengar kabar bahwa anak dan menantunya mengalami kecelakaan.

Aawww

Adira meringis ketika ia ingin bangun. Kepala dan tubuhnya begitu sakit saat ia mencoba bergerak.

"Jangan bergerak dulu. Kau harus banyak istirahat." kata Nia menenangkan putrinya.

"Ma, bagai mana dengan keadaan Arkan ?" tanya Adira begitu teringat akan suaminya.

"Adira jangan banyak pikiran. Tidur saja lagi, ini masih dini hari." Nia mengalihkan pembicaraan.

"Ma..." Adira ingin menanyakan lagi tentang Arkan tapi Nia langsung memotong perkataan Adira.

"Mama bersyukur kau sudah sadar dan tidak kenapa-napa. Kata dokter hanya kaki mu saja yang keseleo. Tapi akan sembuh dalam waktu satu minggu." terang Nia.

"Sekarang tidur ya. Mama juga mau tidur." pinta Nia.

Adira mengangguk menuruti perintah mamanya. Ia lalu kembali memejamkan mata meskipun sebenarnya ia ingin sekali mengetahui bagaimana keadaan suaminya saat ini.

*

Keesokkan harinya pagi-pagi sekali Ririn sudah datang ke ruang rawat Adira. Ririn akan menggantikan Nia untuk menjaga Adira karena Nia akan pulang untuk istirahat. Semalaman wanita itu tidak tidur karena menjaga Adira yang belum sadarkan diri.

"Bagaimana keadaan Adira ?" tanya Ririn kepada Nia

"Syukurlah dia sudah sadar." jawab Nia dengan wajah senang.

"Tapi dia menanyakan tentang Arkan." lanjut Nia lagi.

Ririn hanya menghela napas mendengar perkataan besannya.

"Tidak apa-apa. Nanti aku akan memberi tahu kepada Adira."

"Baiklah. Aku pulang dulu." Nia pamit pada Ririn.

Tak berapa lama kemudian Adira bangun dari tidurnya dan melihat ibu mertuanya ada di sana.

"Ibu." panggil Adira.

"Sayang, kau sudah bangun ? bagai mana keadaan mu sekarang ?" Ririn tersenyum melihat menantunya sudah lebih baik dari tadi malam.

"Aku baik, bu." jawab Adira

"Bu, di mana Arkan ? bagai mana keadaannya ?" tanya Adira sambil menatap ibu mertuanya penuh harap.

Ririn melihat jelas kekhawatiran di wajah Adira. Pasti Adira begitu mencemaskan keadaan Arkan.

"Arkan .."

Belum sempat Ririn melanjutkan kalimatnya tiba-tiba saja pintu kamar di buka dari luar. Dua orang perawat masuk mengantarkan sarapan untuk pasien.

"Terima kasih." ucap Ririn sebelum perawat itu keluar.

"Adira, ayo sarapan dulu. Dari tadi malam perut mu belum terisi makanan." kata Ririn lagi kepada Adira.

Ririn mengambilkan makanan dan ingin menyuapkan kepada Adira tapi Adira menahan tangan ibu mertuanya.

"Bu, aku ingin melihat Arkan ?"

Adira tidak akan tenang sebelum ia tahu bagaimana keadaan Arkan saat ini setelah mereka mengalami kecelakaan kemarin.

1
Rea Sitta
Luar biasa
Aidah Djafar
Uda tamat aja nih 🤔
blom lahiran c Adira 🤔
makasih Thor 🙏
Aidah Djafar
sultan di lawan wkwkwkwk
Aidah Djafar
di blokir tuh c duo ulet bulu 🤦🤣🤣🤣
Aidah Djafar
baru baikan 🤗udah mau ngadon lagi c paksu wkwkwkwk
Aidah Djafar
bukti cctv 🤗😁
Aidah Djafar
kacau paksu 🤦🤣🤣
Aidah Djafar
udam sampe lahiran aja di vila persembunyianmu Dira 🤗😁
Aidah Djafar
ternyata Dira sama kerasnya kek ibu mertua 🤗👏
biarin aja kasih pelajaran para paksu 🤗🤣🤣🤣
Aidah Djafar
cari istrimu sampe ke lobang semut 🐜🤣🤣🤣 jngn muncul dulu Adira maen tak umpet buat pelajaran paksu wkwkwkwk
Aidah Djafar
Adira di sembunyiin mertuanya 🤗
Aidah Djafar
konflik gegara c ulet bulu pelakor 😏😠
Aidah Djafar
dasar ulet bulu kkagak ada maluny udah di tolak ...murahan 🤦😏😏
Aidah Djafar
Adira the best👍👌👏
Aidah Djafar
ulet bulu vs ulet keket bekerja sama huuu MIT amit 😏 trnyata sepupuan 😏 sama2 bla*sak 😏😠😠
Aidah Djafar
pe*la*ur tarif tinggi uang nipis 🤣🤣🤣
Aidah Djafar
udah jngn ada yg tutupi paksu jujur gamblang 🤗
Aidah Djafar
jujur donk pada paksu jngn marah tapi ngk menjelaskan Dira 🤔

tuh c pelakor masih aja kek belatung nangka 😏🤦😠😠
Aidah Djafar
beri kosa katamu Dira pada c ja*Ng pelakor 😏 pura2 bagi harta ke yayasan demi kembali pada Arkan 😏 padahal tuh saldo Uda nipis 😏 dasar pelakor matre 😏😠
Aidah Djafar
dasar pelakor kagak punya urat malu huuuu😏🤦😠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!