NovelToon NovelToon
Kebangkitan Sang Dokter Buangan

Kebangkitan Sang Dokter Buangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Mafia
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Velyqor

Kayra Ardeane mengasingkan diri ke desa sunyi bernama Elara demi mengubur trauma masa lalunya sebagai ahli bedah. Namun, ketenangannya hancur saat seorang pria bersimbah darah menerjang masuk dengan peluru di dada. Demi sumpah medis, Kayra melakukan tindakan gila: merogoh rongga dada pria itu dan memijat jantungnya agar tetap berdenyut.

Nyawa yang ia selamatkan ternyata milik Harry, seorang predator yang tidak mengenal rasa terima kasih, melainkan kepemilikan. Di bawah kepungan musuh dan kobaran api, Harry memberikan ultimatum yang mengunci takdir Kayra.

"Pilihannya sederhana, Dokter. Mereka selamat dan kau ikut denganku, atau kita semua tetap di sini sampai musuh mengepung. Aku tidak akan membiarkanmu pergi ke tempat di mana aku tidak bisa melihatmu."

Terjebak dalam pelarian maut, Kayra menyadari satu hal yang terlambat, ia memang berhasil menyelamatkan jantung Harry, namun kini pria itu datang untuk mengincar jiwanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Velyqor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15. Benteng Karang Berdarah

Harry menatapnya dengan binar kekaguman yang tidak bisa ia sembunyikan. "Keadilan adalah konsep yang mewah di duniaku. Tapi jika itu yang kau inginkan, biarlah begitu. Kita adalah partner. Untuk saat ini."

Harry mengulurkan tangan kanannya, bukan untuk menyentuh wajahnya, melainkan untuk sebuah jabat tangan formal. "Kesepakatan tanpa ciuman. Bagaimana?"

Kayra melihat tangan itu, tangan yang sanggup membunuh namun juga tangan yang telah menggenggam jemarinya dengan hangat saat di kapal. Ia menyambut jabat tangan itu.

"Kesepakatan."

Namun, Harry tidak segera melepaskan tangan Kayra. Ia menarik tangan wanita itu ke bibirnya, mengecup punggung tangannya dengan cara yang sangat sopan namun penuh dengan janji yang berbahaya. Mata mereka tetap terkunci satu sama lain.

"Partner atau bukan," bisik Harry. "Kau tetap hal paling menarik yang pernah mendarat di pulau ini."

Tepat saat ketegangan di antara mereka kembali memuncak, Enzo muncul di pintu balkon dengan wajah tegang. "Tuan, ada masalah. Radar mendeteksi tiga kapal cepat mendekati perimeter selatan. Mereka tidak memiliki kode identifikasi."

Harry segera melepaskan tangan Kayra, wajahnya berubah menjadi topeng kematian dalam sekejap. Ia menarik pistol dari balik pinggangnya dengan gerakan yang sangat terlatih. "Luca. Dia lebih cepat dari perkiraanku."

Harry menatap Kayra dengan tatapan yang sangat protektif, namun kali ini ada rasa hormat di sana. "Masuk ke dalam. Tetap bersama Elena di bunker medis. Jangan keluar sampai aku menjemputmu."

"Harry!" panggil Kayra saat Harry mulai berlari. Harry berhenti dan menoleh. "Jangan mati. Aku masih butuh kau untuk menemukan Aris."

Harry menyeringai, senyum predator yang tulus. "Aku tidak berencana meninggalkan hutang yang belum lunas, Dokter."

Suara sirene peringatan yang melengking memecah keheningan Isla de Sombra. Kayra berdiri terpaku di balkon sesaat setelah punggung Harry menghilang di balik pintu otomatis.

Laut yang tadinya berwarna safir tenang kini tampak mengancam. Tiga titik hitam di cakrawala melaju cepat, membelah ombak dengan kecepatan yang tidak wajar. Itu bukan sekadar kapal cepat, itu adalah ujung tombak dari kemarahan Luca.

"Dokter Valeska! Lewat sini!" Enzo berteriak dari ambang pintu, memberi isyarat dengan tangannya sementara tangan lainnya memegang radio komunikasi yang terus-menerus mengeluarkan suara statis dan laporan taktis.

Kayra memacu kakinya, mengikuti Enzo menyusuri koridor yang kini diterangi lampu darurat berwarna merah. "Elena! Aku harus memastikan dia dipindahkan!"

"Tim medis sudah membawanya ke bunker terdalam, Dokter. Sekarang giliran Anda!"

Mereka sampai di depan lift tebing. Namun, sebelum pintu tertutup, sebuah dentuman keras mengguncang fondasi pulau. Bumi seolah bergeser. Kayra terlempar ke dinding lift sementara Enzo dengan sigap menahan tubuhnya agar tidak terjatuh.

"Mortir," desis Enzo, wajahnya mengeras. "Mereka mulai membombardir area dermaga."

Lift meluncur turun menuju level medis. Begitu pintu terbuka, pemandangan di hadapan Kayra jauh berbeda dari suasana mekanis yang ia lihat selama seminggu ini. Para perawat dan staf medis yang tadinya bergerak seperti robot, kini bergerak dengan urgensi yang nyata. Mereka memindahkan tabung oksigen dan peralatan bedah darurat ke dalam ruangan yang dilapisi baja setebal sepuluh inci.

Kayra segera menemukan ranjang Profesor Elena. Wanita tua itu masih dalam pengaruh sedatif pasca-operasi, napasnya teratur namun rentan. Kayra langsung memeriksa monitor tanda vitalnya.

"Suntikkan 2mg lorazepam untuk memastikan dia tidak terbangun karena syok suara!" perintah Kayra kepada perawat di sampingnya.

Kali ini, perawat itu menatap mata Kayra dan mengangguk patuh. Di tengah ancaman kematian, hierarki robotik Harry mulai luruh, menyisakan manusia-manusia yang saling bergantung.

BOOM!

Ledakan kedua terdengar lebih dekat, kali ini diikuti oleh getaran yang meruntuhkan beberapa langit-langit di lorong luar. Suara tembakan senapan mesin berat mulai terdengar dari arah pantai, suara Harry dan pasukannya yang sedang menahan pendarahan pertama musuh.

Kayra mencoba memfokuskan pikirannya, namun bayangan Harry yang berlari menuju bahaya terus menghantuinya. Pria itu baru saja menjalani operasi besar. Jahitan di dadanya belum benar-benar mengering. Setiap gerakan kasar, setiap hentakan senjata, bisa merobek kembali pembuluh darah yang dengan susah payah Kayra sambung.

"Dokter, Anda harus masuk ke ruang perlindungan sekarang," ujar seorang penjaga bersenjata di depan pintu bunker.

"Tidak," jawab Kayra tegas. Ia meraih tas medis darurat dan mulai mengisi botol-botol adrenalin serta kain kasa ke dalamnya. "Jika Harry terluka lagi, dia tidak akan bisa mencapai bunker ini. Aku akan tetap di area stasiun medis darurat ini."

"Tapi Tuan Harry memerintahkan—"

"Aku tidak peduli dengan perintahnya saat ini! Aku dokternya!" bentak Kayra. Amarahnya pada Harry mungkin masih ada, tapi tanggung jawabnya sebagai penyembuh jauh lebih besar.

Tiba-tiba, suara Harry terdengar melalui sistem interkom bunker. Suaranya terputus-putus oleh desing peluru dan ledakan.

"Enzo ... lapor ... mereka menggunakan drone peledak di perimeter barat ... Ah!"

"Harry?!" Kayra menerjang ke arah konsol komunikasi. "Harry! Kau terluka?"

Hening sesaat yang menyiksa. Hanya suara tembakan yang bersahutan. Kemudian, suara serak Harry kembali terdengar. "Hanya ... goresan. Tetap di posisimu, Kayra. Jangan berani-berani keluar."

Kayra bisa mendengar napas Harry yang berat. Sebagai dokter, ia tahu Harry sedang menahan rasa sakit yang luar biasa. Pria itu sedang memaksakan fisiknya melampaui batas manusiawi demi melindungi pulau ini, melindunginya.

"Harry, dengarkan aku," Kayra bicara melalui mikrofon, suaranya melembut namun penuh penekanan. "Jangan lakukan gerakan memutar yang ekstrem. Jahitan di subclavian-mu masih rawan. Kau mendengarku?"

Terdengar tawa pendek dan parau dari seberang sana. "Kau masih sempat memberi kuliah medis di tengah perang, Dokter? Fokus saja pada Elena. Aku akan membereskan tikus-tikus ini."

Komunikasi terputus.

Sepuluh menit berlalu seperti berjam-jam. Tiba-tiba, pintu baja area medis terbuka kasar. Dua anak buah Harry masuk sambil membopong seorang rekan mereka yang kakinya hancur terkena ledakan. Darah membanjiri lantai marmer yang mengilat.

Kayra langsung beraksi. Ia tidak lagi memikirkan Aris, tidak lagi memikirkan pengkhianatan, atau ketakutannya sendiri. Di duniaku atau duniamu, darah tetaplah merah, dan nyawa tetaplah berharga.

"Letakkan dia di meja! Ambil tourniquet!" teriak Kayra.

Di tengah kesibukan menyelamatkan nyawa prajurit Harry, pikiran Kayra tetap tertuju pada balkon tadi. Kecupan di punggung tangannya, janji berbahaya di mata Harry, dan kenyataan bahwa pria itu sedang bertaruh nyawa untuk memberikan keadilan yang ia inginkan.

Kayra menyadari sesuatu yang menakutkan, Ia tidak hanya butuh Harry untuk menemukan Aris. Ia butuh Harry untuk tetap hidup karena pria itu adalah satu-satunya orang yang melihat "Kayra" yang sesungguhnya, bukan sebagai dokter gagal, bukan sebagai pion, tapi sebagai wanita yang sanggup berdiri di tengah badai.

BRAK!

Pintu luar meledak. Suara teriakan musuh terdengar di lorong medis. Pasukan Luca berhasil menembus perimeter dalam.

"Tunduk!" teriak penjaga bunker.

Kayra mencengkeram skalpel di tangannya, satu-satunya senjata yang ia tahu cara menggunakannya. Ia menatap ke arah pintu, jantungnya berdegup kencang.

‘Di duniaku yang tenang, aku mungkin akan gemetar,’ pikir Kayra. ‘Tapi di duniamu, Harry ... aku akan belajar menjadi monster demi bertahan hidup.’

Tepat saat seorang prajurit Luca muncul di ambang pintu, sebuah peluru menembus kepala pria itu dari arah belakang. Sosok tinggi besar dengan kemeja hitam yang kini bersimbah darah muncul di balik kabut asap ledakan.

Harry.

Ia berdiri di sana, napasnya tersengal, matanya berkilat liar seperti serigala yang sedang menjaga sarangnya. Ia melihat Kayra yang berdiri dengan skalpel di tangan, melindungi ranjang Elena.

Harry tidak berkata apa-apa. Ia hanya melangkah maju, menarik Kayra ke dalam pelukannya yang singkat namun sangat erat, seolah memastikan bahwa hartanya yang paling berharga masih utuh.

"Sudah kukatakan," bisik Harry di sela napasnya yang berat. "Aku tidak akan membiarkanmu pergi ke tempat yang tidak bisa kulihat."

Kayra bisa merasakan detak jantung Harry yang tak beraturan menembus kemejanya. Ia tahu Harry dalam kondisi kritis, tapi untuk pertama kalinya, ia tidak mendorongnya. Ia justru memegang lengan Harry, memberikan topangan pada pria yang baru saja menjadi perisainya.

"Kau berdarah lagi, bodoh," bisik Kayra, suaranya bergetar namun ada senyum tipis di sana.

"Hanya sedikit," jawab Harry sambil menyeringai. "Ayo. Kita harus menyelesaikan ini. Kapal utama mereka sudah terlihat, dan aku butuh tanganmu untuk tetap stabil."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!