Ketika pernikahan yang selama ini ku anggap sempurna,ternyata hanya sebuah kebohongan membuat kehidupan ku hancur lagi dan lagi.
Namun aku bertahan berharap bisa mengubah pernikahan palsu itu benar-benar nyata,namun semakin aku bertahan rasanya semakin aku jatuh dan hancur mengetahui lebih banyak hal yang lebih menyakitkan.
"Aku mau bercerai"
"Setelah kau membuat ku bergantung pada mu,kau ingin bercerai dengan ku?JANGAN HARAP!.KAU TIDAK AKAN BISA PERGI DARI KU SELAMANYA SAMPAI AKU MATI!"
"Kenapa tidak?,AKU AKAN PERGI SELAMANYA SAMPAI KAU TIDAK PERNAH MELIHAT KU SAMPAI KAU MATI!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hantari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebohongan lagi
Tok...tok
"Nyonya dokter yang di panggil tuan sudah datang"
Alessia sudah biasa dengan semua itu,jika Ia sedang sakit seperti sekarang Oliver memang akan sigap menelfon dokter namun dirinya tidak pernah terlihat.
Dokter membersihkan lukanya dan memberikan perban pada luka itu."Sebaiknya nyonya Alessia jangan melakukan banyak aktivitas, keadaan anda belum benar-benar pulih pasca koma beberapa hari yang lalu,masih perlu istirahat extra"
"Terimakasih,aku sudah baik-baik saja"
Setelah kepergian dokter itu,pintu benar-benar tidak pernah terbuka padahal ada perasaan ingin seseorang datang untuk mengkhawatirkan nya.
Tak berapa lama ponselnya berdering,Ia menatap nanar layar ponselnya namun tetap mengangkat nya namun sama sekali tidak berbicara sebelum pria di balik telfon itu berbicara.
Dulu Ia sangat senang setiap kali suaminya itu menelfon nya,dan akan sangat antusias menyambut telfon itu hingga berbicara tanpa henti.Tapi sekarang perasaan menggebu-gebu itu benar-benar hilang.
Di balik telepon,Oliver yang tadinya meletakkan ponselnya di atas meja sembari memeriksa dokumen nya merasa ada hal yang aneh karna tidak ada siapapun yang menyahut seperti biasanya yang akan langsung di sambut dengan suara ceria dan penuh semangat.Ia kemudian meletakkan dokumen itu dan mengambil ponselnya yang terletak."Halo,apa ada sesuatu yang terjadi?",tanya nya dengan suara khas nya yang datar dan dingin.
Alessia tertawa di balik telfon yang masih bisa di dengar oleh pria itu,hingga membuat nya mengerutkan kening.
"Kau mengkhawatirkan ku?"
Pertanyaan itu terdengar sarkas dan penuh ejekan yang membuat pria dengan wajah datar dan dingin itu terdiam."Apa maksud mu?"
"Haha tidak-tidak aku hanya bercanda.Aku baik-baik saja tidak ada yang terjadi pada ku"
"Aku ke sana sekarang,jangan kemana-mana"
Glen sekretaris pribadi Oliver yang sejak tadi ada di sana,sedikit tidak terbiasa dengan sikap sang tuan yang tampak gusar setelah mendapatkan telepon dari Alessia istrinya bahkan secara langsung ingin pulang ke rumah,itu benar-benar sangat tidak biasa.
"Tapi tuan 5 menit lagi rapat dengan para direktur akan segera di mulai"
"Undur saja"
Oliver tanpa menoleh ke arah sekretaris nya itu berjalan dengan langkah panjang yang tegas dan cepat,seolah keputusan nya benar-benar tidak bisa di ubah.
Glen sang sekretaris tak menghalangi atau berusaha menghentikan tuannya itu,Ia dengan cepat memberitahu pada salah satu yang bertanggung jawab dengan rapat beberapa menit ke depan untuk memberitahu bahwa rapat di tunda."Memang sudah seharusnya anda bersikap seperti ini pada nyonya Alessia sejak dulu"
Oliver saat ini sudah keluar dari lift untuk menuju parkiran,saat tiba-tiba seorang wanita menghampiri nya, dan wanita itu tak lain adalah Yasmine yang ternyata sejak tadi sudah mengikuti.
"Yasmine?,ada apa?"
"Aku melihat mu jalan terburu-buru tadi,jadi aku mengikuti mu.Apa terjadi sesuatu?"
"Alessia seperti nya tidak baik-baik saja,jadi aku...,"
Sebelum Oliver menyelesaikan ucapnya, Yasmine langsung menyela dengan setengah berteriak karna kaget.
"Apa?! Alessia tidak baik-baik saja!kenapa kau tidak mengatakan pada ku,apa luka di dahinya benar-benar serius?!,kalau begitu aku ikut dengan mu"
Melihat Oliver yang berfikir sejenak, Yasmine membuat tangan memohon dengan wajah memelas"Tolong ijinkan aku ikut, Alessia adalah sahabat ku.Aku sangat mengkhawatirkannya,ku mohon Oliver"
"Naiklah"
Oliver akhirnya mengijinkan Yasmine naik ke mobilnya,hingga membuat mobil itu melaju dengan kecepatan lebih tinggi karna perintahnya.
Namun saat hampir sampai di kawasan mansion,Yasmin tiba-tiba muntah-muntah"Ol...Oliver,aku takut mobil melaju dengan cepat", ucapnya yang entah sejak kapan bergetar hebat memegangi sabuk pengamannya hingga Ia sampai berkeringat dingin hingga hampir pingsan.
Melihat itu Oliver segera menyuruh supir menghentikan mobil,Ia lupa kalau sejak dulu Yasmin tidak bisa berkendara dengan mobil yang berkecepatan tinggi karna mempunyai trauma dengan mobil yang melaju kencang."Kenapa aku bisa melupakan ini!"
"Putar balik,kita pergi ke rumah sakit sekarang", perintahnya yang membuat supir itu langsung menyalakan mobil dan memutar balik.
Yasmine menggeleng,"Tidak,aku tidak apa-apa.Kita sebaiknya pergi melihat Alessia saja,dia pasti sudah menunggumu"
"Dokter sudah merawatnya,dia akan baik-baik saja,"jawab Oliver dengan nada tak terbantahkan,meski Ia merasakan sesuatu dalam hatinya namun tidak terlalu memikirkan nya dan berbalik pergi ke rumah sakit.
"Bagaimana jika Alessia akan marah nanti?", Yasmine menatap Oliver dengan wajah yang menahan kesakitan.
"Dia bukan seperti itu",jawab Oliver dengan tegas dan tatapan tajam yang lurus ke depan.
"Oliver...", Yasmine bergumam dalam hati melihat raut wajah khawatir mantan kekasihnya itu membuat hatinya menghangat,sejak dulu sikap Oliver memang seperti itu dingin dan tegas sama seperti sekarang yang terlihat dingin namun sebenarnya sangat khawatir padanya.
"Kau memang tidak pernah berubah"
***
Sementara di mansion Alessia lagi-lagi harus kecewa,waktu bahkan sudah menunjukkan jam 6 sore namun Suaminya benar-benar tidak ada tanda-tanda kalau Ia akan pulang.
"Lagi-lagi kau berbohong"
Sebenarnya Ia tidak begitu berharap kalau Oliver suaminya benar-benar akan datang karna mengkhawatirkan nya,namun bohong jika jauh di dalam hati kecilnya ada sedikit harapan.
Ia kembali menertawakan perasaan nya yang begitu bodoh karna selalu mencari alasan untuk tetap bertahan,dan meyakinkan kalau masih ada harapan.
Beberapa jam kembali berlalu Oliver bahkan tidak muncul juga,sampai waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam pria itu akhirnya pulang
"Sudah tidur?"
Suara bariton itu membuat Alessia yang belum tidur membuka matanya namun Ia tak berniat bergerak sama sekali dari posisi tidur nya,dan hanya diam tanpa mengatakan apapun.
"Perjalanan kemari siang tadi ada sesuatu yang terjadi,hingga tak bisa pulang lebih awal"
"Aku tidak memintamu untuk datang,Kau pasti sangat sibuk aku sangat mengerti"
Ucapan dingin itu tak pernah sebelumnya di dengar oleh Oliver, semarah atau sekesal apapun istrinya itu tak pernah Ia berbicara dingin dan cuek sampai seperti itu.
"Yasmine tadinya akan ikut melihat mu,tapi karna mobil yang melaju cepat membuat kondisinya tidak baik-baik saja,kau tau dia punya trauma dengan...,"
"Aku mengerti",jawab Alessia singkat kemudian memejamkan matanya dan tidak mengatakan apapun lagi.
Oliver benar-benar tidak pernah melihat sikap Alessia seperti itu,Ia ingin berfikir kalau istrinya itu baik-baik saja namun bukan hanya sikapnya yang berbeda namun siang tadi penampilannya yang sebelumnya tidak pernah berpenampilan sesederhana dan seclean itu benar-benar membuat nya merasakan sesuatu yang berbeda.
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan mu?
***
TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA KARYA INI, JANGAN LUPA BERIKAN SEMANGAT DENGAN
Like
komen
subscribe
dan vote
Terimakasih 💖😇
telat kamu cemburu olav karena Ale sudah hilang rasa cinta dan pedulinya untuk mu terbang di bawa angin
padahal gak sakit di bikin sakit
sakit beneran baru tau rasa dia
Kamu tahu rasanya bagaimana diabaikan bahkan ramah pada orang lain