NovelToon NovelToon
Mendadak Jadi Nona Muda

Mendadak Jadi Nona Muda

Status: tamat
Genre:Keluarga / Anak Kembar
Popularitas:686.2k
Nilai: 5
Nama Author: Bundew

Melody kabur dari rumah setelah hampir diperkosa oleh papa tirinya yang kasar dan pemabuk.
Karena panik, Melody naik sembarang bus hingga akhirnya gadis dua puluh empat tahun tersebut tersesat di sebuah kota metropolitan tanpa bekal maupun identitas apapun.

Di tengah kebingungannya, Melody tiba-tiba bertemu seorang pria berjas rapi yang membawa beberapa bodyguard dan memanggil Melody sebagai Nona Claudia.

Sekuat apapun Melody membantah, tidak ada seorang pun yang percaya kalau Melody adalah Melody dan bukan Nona Claudia.

Lalu siapa sebenarnya Nona Claudia yang dimaksud oleh semua orang?

Ada hubungan apa sebenarnya antara Melody dan Nona Claudia hingga membuat keduanya mempunyai wajah yang sama?

Dan dimana sebenarnya Nona Claudia yang asli bersembunyi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TERLAMBAT

Malam sudah hampir berakhir dan mobil Aaron akhirnya tiba di halaman parkir rumah sakit. Aaron menguap lebar dan melirik jam di arlojinya yang menunjukkan pukul 4 subuh. Tapi Aaron seolah tak peduli, dan pria itu langsung masuk ke dalam arean rumah sakit. Aaron merogoh ponselnya dan segera menghubungi Bagus.

"Halo, Mas Andez!"

"Aku sudah di rumah sakit, Bagus! Melody dirawat di kamar mana?" Tanya Aaron to the point.

"Mbak Mel? Mbak Mel baik-baik saja dan sedang tidak dirawat, Mas!"

"Tapi katamu tadi kau dan Melody sedang di rumah sakit?" Aaron bertanya dengan bingung.

"Budhe yang dirawat, Mas! Bukan Mbak Mel! Tadi Bagus mau jelasin Mas Andez sudah menutup telepon."

"Bu Ayana kenapa?"

"Tertusuk pisau punggungnya karena menyelamatkan Mbak Mel. Tapi sekarang masa kritisnya sudah lewat dan hanya tinggal pemulihan."

"Syukurlah kalau begitu. Beritahu nomor kamarnya. Aku kesana sekarang," ujar Aaron selanjutnya seraya menyusuri lorong rumah sakit yang sepi.

"Bangsal Dahlia nomor 3, Bang! Di lantai 2."

"Baiklah! Melody baik-baik saja, kan?" Tanya Aaron sekali lagi memastikan.

"Iya. Mbak Mel sedang tidur sekarang."

"Baiklah! Aku kesana sekarang!" Pungkas Aaron sebelum menutup telepon.

Tapi rasanya aneh juga kalau datang tanpa membawa buah tangan. Aaron akan berkeliling sebentar dan mencari minimarket dua puluh empat jam untuk membeli makanan. Aaron tak jadi masuk ke dalam lift dan malah berbalik kembali ke parkiran untuk mengambil mobilnya.

****

Claudia terbangun saat jam menunjukkan pukul lima kurang sedikit. Wanita itu memeriksa sekelilingnya dimana ada Bagus dan Bulik Ani yang masih terlelap. Mungkin kelelahan. Claudia lanjut menuju ke bed perawatan untuk memeriksa Bu Ayana. Wanita paruh baya itu masih belum sadar meskipun masa kritisnya sudah lewat.

Claudia menatap pada kantung darah yang tergantung berdampingan dengan kantung infus. Itu adalah darah Claudia. Kebetulan sekali golongan darah Claudia dan Bu Ayana sama. Jadi Claudia bisa langsung mendonorkan darahnya untuk menyelamatkan wanita paruh baya ini.

"Cepat bangun, Bu!" Gumam Claudia seraya mengusap tangan Bu Ayana. Hati Claudia benar-benar sedih melihat kondisi Bu Ayana saat ini. Padahal saat Papa Harun sakit, Claudia tak pernah sesedih ini.

Aneh sekali!

Claudia masih diam termenung, saay samar-samar wanita itu mendengar pintu kamar perawatan yang diketuk dari luar. Claudia menengok jam.di dinding untuk memastikan sekarang jam berapa.

Masih jam setengah lima pagi, mustahil ada perawat atau dokter yang melakukan kunjungan. Tapi siapa yang berkunjung pagi-pagi buta begini?

Tidak mungkin itu Pak Seno, kan?

"Bagus!" Kembali terdengar suara ketukan disertai panggilan dari luar kamar. Sepertinya itu suara Andez. Claudia akhirnya memutuskan untuk membuka pintu dan memastikan.

Dan alangkah terkejutnya Claudia saat wanita itu mendapati sosok wajah yang kini berdiri di depan kamar perawatan.

"Mel! Kau baik-baik saja?" Aaron langsung memeluk Claudia yang tadi hanya mematung.

"Aaron! Kau sedang apa disini?" Tanya Claudia bingung.

Tapi pria ini memang Aaron!

Pria menyebalkan yang tak mau meminjamkan ponselnya ke Claudia waktu itu dan malah meledek Claudia lalu pergi begitu saja.

Dasar menyebalkan!

"Kau sedang apa disini?" Claudia sudah menyentak pelukan Aaron dan wanita itu kini bersedekap kesal ke arah Aaron yang sedang meraba-raba wajahnya sendiri. Dasar aneh!

"Kau mengenaliku?" Tanya Aaron bingung masih sambil meraba-raba wajahnya.

"Tentu saja! Aku tak mungkin melupakan pria menyebalkan yang tak mau meminjamkan ponselnya kepadaku dan malah menghilang begitu saja! Lalu sekarang tiba-tiba kau muncul di depanku, memanggilku Mel, memelukku seolah kau adalah...." Claudia menghentikan cerocosannya dan menatap lekat wajah Aaron.

"Andez?" Claudia mengernyit untuk benar-benar memastikan.

"Sepertinya aku lupa kacamataku," ucap Aaron yang akhirnya menyadari kalau ia belum mengubah wajahnya dari Aaron ke Andez karena tadi ia terburu-buru datang ke kota ini untuk menemui Claudia yang kata Bagus sedang dalam bahaya. Bahkan Aaron masih mengenakan kemeja dalaman tuxedo-nya tadi.

"Jadi kau menipuku selama ini?" Claudia sudah menatap geram pada Aaron sekarang dan hendak menghajar pria itu.

"Claudia, dengarkan aku dulu! Aku tidak menipumu!" Kilah Aaron seraya menahan kedua tangan Claudia yang hendak menyerangnya.

"Lalu apa maksudnya kau menyamar dan berganti nama jadi Andez, lalu pura-pura mendekatiku, mengajakku ke sawah malam-malam dan menanyakan aku sudah punya pacar belum?" Claudia memukul-mukul dada Aaron demi meluapkan emosinya.

"Iya, baiklah! Aku minta maaf!" Aaron menangkupkan kedua tangannya di depan dada dan minta maaf pada Claudia.

"Tapi aku tak sepenuhnya berbohong, oke!" Aaron masih saja mencari pembelaan.

"Masih saja membela diri! Jelas-jelas kau sudah menipuku mentah-mentah!" Claudia merasa geram sekarang.

"Nama panjangku Aaron Hernandez! Jadi Andez itu nama belakangku, dan aku tak berbohong!" Ujar Aaron mencari pembenaran.

"Tapi kau itu pendatang dan bukan warga asli di desa!" Sergah Claudia yang langsung membuat Aaron garuk-garuk kepala.

"Iya yang itu aku hanya mengarang sedikit agar bisa mendekatimu," Aaron akhirnya membuat pengakuan.

"Untuk? Kau tahu aku sudah punya tunangan, kan?" Claudia memalingkan wajahnya dan tak menatap lagi pada Aaron.

"Tapi katamu waktu itu kau belum punya pacar," Aaron masih beruaaga mencari celah.

"Itu kau menanyaiku sebagai Melody! Bukan Claudia! Melody memang belum punya pacar! Tapi kalau Claudia, yaitu aku! Aku sudah punya tunangan!" Claudia kembali bersedekap pada Aaron.

"Jadi sebenarnya kau itu sedang apa menyamar-nyamar tak jelas begitu?" Tanya Claudia lagi tetap bersedekap

"Aku sedang menjagamu," jawab Aaron to the point.

"Kau bukan satpam atau bodyguard! Kenapa harus menjagaku?"

"Boleh aku jadi bodyguard hatimu kalau begitu?" Tanya Aaron lagi to the point.

"Aku sudah punya tunangan! Dasar sinting!" Gerutu Claudia seraya membuka pintu kamar perawatan dan hendak masuk ke dalam.

"Tunanganmu sedang bersama gadis lain sekarang yang wajahnya mirip denganmu," kalimat Aaron membuat Claudia menghentikan langkahnya, dan wanita itu menoleh ke arah Aaron.

"Aku rasa itu adalah Melody yang sedang berpura-pura menjadi dirimu," lanjut Aaron lagi seraya mengendikkan kedua bahunya.

"Jangan mengarang!" Gertak Claudia seraya menuding pada Aaron.

"Aku tak mengarang! Lihat ini!" Aaron mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan foto Matthew yang sedang merangkul Melody dengan mesra.

"Aku tadi bertemu mereka di pesta dan mengira itu adalah kau, hingga tiba-tiba Bagus menelepon dan mengatakan kalau kau sedang dalam bahaya." Cerita Aaron lagi pada Claudia yang sudah mengambil ponsel Aaron dari tangan empunya.

Jadi ini alasan Papa Harun ataupun Matthew tak membuat berita besar-besaran tentang menghilangnya Claudia! Mereka memang tak tahu kalau Claudia sebenarnya tengah pergi dari rumah, karena ada gadis lain yang menggantikan posisi Claudia. Padahal gadis yang ada di dekat mereka itu bukanlah Claudia. Melainkan itu adalah...

Melody!

"Gadis yang itu cenderung polos dan sepertinya masih lugu. Tapi aktingnya bagus juga saat menyamar menjadi dirimu," Aaron masih bercerita seraya terkekeh saat kemudian Claudia ingat pada ritual yang biasa ia lakukan bersama Matthew saat mereka lama tak berjumpa.

Claudia dan Matthew akan bercinta dan menuntaskan hasrat masing-masing.

Sial!

Melody masih polos dan lugu!

Jangan sampai Matthew menyentuh gadis itu!

"Kau kesini naik apa, Aaron?" Tanya Claudia seraya menarik kerah kemeja Aaron yang tentu saja langsung membuat Aaron kaget dan nyaris terjengkang.

"Aku membawa mobil!" Jawab Aaron cepat.

"Kita harus pulang sekarang dan menyelamatkan Melody dari Matthew!" Claudia menarik lengan Aaron dan sedikit menyeret pria itu agar mengikutinya.

"Tapi aku baru saja menyetir selama delapan jam tanpa istirahat, Clau! Dan aku ngantuk sekali sekarang!" Keluh Aaron seraya menguap lebar.

"Nanti biar aku yang menyetir kalau begitu!" Jawab Claudia galak.

"Hey, kenapa kita tidak naik pesawat saja? Ada penerbangan satu jam lagi dan perjalanan naik pesawat hanya empat puluh lima menit," usul Aaron tiba-tiba saat mereka sudah masuk ke dalam lift.

"Cepat pesan tiket kalau begitu, Aaron Hernandez!" Bentak Claudia galak seraya mendorong Aaron hingga menabrak dinding lift.

Wajah Aaron dan Claudia sudah sangat dekat sekarang, dan Aaron seolah tak menyia-nyiakan kesempatan untuk mencecap bibir menggiurkan Claudia hingga sebuah tamparan mengembalikan kesadaran Aaron.

"Cepat pesan tiket, dan jangan mencari-cari kesempatan!" Hardik Claudia galak yang langsung membuat Aaron merogoh ponselnya lalu memesan tiket untuk penerbangan mendadak pagi ini.

****

Tepat pukul tujuh pagi, Claudia dan Aaron sudah tiba di depan gedung apartemen Matthew.

"Kau yakin Matthew dan Melody ada disini? Bagaimana kalau ternyata Matthew mengantar Melody pulang ke rumahmu semalam?" Tanya Aaron menerka-nerka.

"Iya makanya kita pastikan dulu!" Jawab Claudia galak.

Meskipun galak, Aaron tetap cinta, kok!

Dan Aaron sudah tak sabar untuk menerjang wanita galak di depannya ini. Sepertinya menyenangkan bercinta bersama wanita galak ini.

"Biasanya Matthew dan aku akan langsung ke apartemen setelah menghadiri pesta. Jadi kita pastikan apa Matthew juga mengajak Melody ke apartemennya atau tidak," gumam Claudia seraya menutup pintu lift.

Namun kalimat Claudia yang pertama justru membuat Aaron mematung dan berpikir macam-macam.

Biasanya!

Ke apartemen!

Maksudnya apa?

Claudia dan Matthew bercinta di apartemen setelah menghadiri pesta.

Hati Aaron seketika merasa nyeri membayangkannya. Meskipun Aaron juga bukan pria bersih dan pernah beberapa kali menyentuh wanita lain demi menyalurkan hasratnya saat sudah naik ke ubun-ubun.

Tapi sudah setahun terakhir, Aaron tobat dari kelakuan buruknya itu.

Tepatnya setelah ia tak sengaja merenggut keperawanan seorang gadis yang sedang dikerjai teman-temannya. Aaron merasa begitu bersalah dan menyesal dan hanya ingin menebus rasa bersalahnya pada gadis itu.

Ting!

Suara lift membuyarkan lamunan Aaron. Claudia sudah keluar terlebih dahulu dari lift dan Aaron mengekori wanita itu menuju ke salah satu unit apartemen.

Claudia mengetikkan password di pintu masuk, dan hanya dalam hitungan detik, pintu sudah terbuka.

Suasana dalam apartemen sedikit kacau dan ada beberapa helai baju serta sepatu yang tercecer dari ruang tamu hingga ruang tengah.

Tepat di sofa ruang tengah, Claudia dan Aaron mendapati seorang gadis yang sedang menangis tergugu dan tubuhnya hanya terbalut selimut. Gadis itu meringkuk sendirian dan terus menangis.

"Melody!"

Gadis itu menoleh dan wajahnya sudah bersimbah airmata.

Oh, tidak!

Claudia terlambat!

.

.

.

Malam nambah lagi, nggak?

Terima kasih yang sudah mampir.

Jangan lupa like biar othornya bahagia.

1
Siti patma
terhibur dengan derita kocak
Syarifah Syarifah
Luar biasa
Bzaa
hadirrr
Aurora
Luar biasa
dream
siap laksanakan🤣🤣🤣
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
THE BEST TO BUNDEW.....
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
BLM LGI BIBIR BAWAH YG ADA SATU2NYA KACANG DIATASNYA...😁😁😁😁😁🤭🤭🤭🤭
Sulaiman Efendy
TRNYATA AARON YG AMBIL KSUCIAN CLAUDIA.. SLEPAS ITU MATT YG SERING PKE CLAU, JDI BEKAS AARON DI PKE MATT, KMUDIAN BLIK KE AARON LGI .
Sulaiman Efendy
MATT 11-12 DGN DEAN,, DPT KHAMILAN SIMPATIK KRN ULAH NYA SENDIRI SUKA CELUP2..
Sulaiman Efendy
HAMIL ANAK MATT TU SI MELODY.. 2 KK BRADIK SDH MRASAKN RUDALNYA MATTHEW.
Sulaiman Efendy
AKHIRNYA TRPERAWANIN JUGA TU MELODY OLEH MATT...
Sulaiman Efendy
AARON JUGA SALAH SANGKA, MELODY DI KIRA CLAUDIA..
Sulaiman Efendy
BRRTI PAS NAVYA NIKAH DGN ERLAN, MELODY YG BRSAMA MATT, BKN CLAUDIA
Sulaiman Efendy
YG PMBUNUH SUPIR KONTAINER, AYANA YG LO SALAHKN, HRSNYA TU SUPIR YG LO BUNUH..
Sulaiman Efendy
PADAHAL MARLINA YG AJAK AYANA...
Sulaiman Efendy
BEGITU RUPANYA CERITA MASA LALU AYANA, HARUN & MARLINA...
Sulaiman Efendy
JGN2 SI ANDEZ INI AARON HERNANDEZ YG NYAMAR JDI SPUPUNYA BAGUS
Sulaiman Efendy
MMPUS, BISA DIPERAWANIN TU SI MELODY SAMA MATT..
Sulaiman Efendy
KYKNYA SAM NAKSIR SI MEL NI..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!