Warning!!! ⚠️⚠️⚠️ cerita ini untuk usia 18+++ dilarang keras membaca novel ini untuk yang berusia di bawah itu di karenakan ada adegan dewasa. Penulis tidak bertanggung jawab bila pembaca di bawah umur membacanya!!!
Seorang putri cantik membatalkan pernikahannya dengan seorang pangeran yang telah di jodohkan dengannya karena hamil dengan pemuda lain. Dan karena hal itu Putri Zoya di usir dari istana dan tinggal berdua dengan anaknya di wilayah lain. Hidupnya bersama putrinya, Orion menderita di luar sana tanpa adanya perlindungan dari sang ayah yang merupakan keturunan pangeran vampir. Bagaimana hidup Orion dan ibunya? Bagaimana dia bertahan dari semuanya dan mengatasi semuanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ruby kejora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 24 Kabur Dari Serangan
Putri Zoya berusaha melepaskan diri dari lelaki yang tak di kenalnya itu dan tiba-tiba saja menyerangnya tanpa sebab.
“Lepaskan aku... ! Siapa kau ?” bentak Putri Zoya pada lelaki yang akan mengikat tangannya itu.
Dia mengira lelaki yang menyerangnya itu adalah manusia. Dan dia berpikir akan mudah baginya menjatuhkan anubis itu.
“Kau tak perlu tahu siapa aku.” balas lelaki itu yang terus memegang tangan sang putri.
Karena sudah menjadi vampir tidak murni, Putri Zoya pun mempunyai kekuatan vampir meskipun kekuatannya tidak sekuat amulet, setidaknya kekuatan yang di milikinya sekarang bisa ia gunakan untuk menjaga dirinya dan gerakannya pun sedikit lebih lincah daripada sosoknya sebagai anubis sebelumnya.
“Whoosh...” Putri Zoya melompat ke belakang lalu bergerak cepat dan meraih tubuh lelaki tadi lalu membantingnya ke lantai.
“Jadi kau sekarang punya kekuatan setelah menjadi vampir tidak murni ?” ucap lelaki itu berdiri sambil tersenyum mengejek menatap putri.
Putri Zoya merasa heran dengan lelaki yang menyerangnya itu. Kenapa dia bisa tahu kalau dirinya adalah seorang vampir murni ? Sedangkan yang mengetahui identitas barunya itu hanyalah ras amulet saja ? Hal itu membuatnya berspekulasi bahwa orang itu bukanlah anubis.
“Jadi kau adalah amulet ?” tanya sang putri yang kembali melakukan perlawanan. Sedangkan lelaki itu hanya tersenyum sinis menatapnya
“Kau benar-benar menarik sekali putri...” jawab laki-laki itu kembali sambil menahan tendangan yang di lakukan oleh Putri Zoya.
Putri jadi yakin kalau lelaki yang dia hadapi sekarang adalah memang dari ras amulet. Karena yang mengetahui identitasnya sebagai seorang putri hanyalah amulet dan warga istana Samudera Dewata saja. Tapi tidak mungkin jika warganya sendiri menyerangnya.
“Kau amulet kan ?Tapi kenapa aku tidak mencium aroma amulet di tubuh mu dan tak bisa merasakan kehadiran mu sebelumnya ?” ucapnya yakin sambil terus melawan dan membuat lelaki itu menunjukkan jati dirinya.
“Kau hanyalah vampir tidak murni. Bahkan tidak semua amulet pun bisa mendeteksi kehadiran ku...” jawabnya menangkis serangan dari putri.
Putri kembali berpikir berarti lawan yang dia hadapi itu bukanlah amulet biasa.
“Jika dia bukan amulet biasa, maka dia pasti seorang pasukan khusus atau sejenisnya. Dan dia pasti menggunakan sesuatu untuk menghilangkan aroma amulet di tubuhnya. Jadi apakah dia...” batin sang putri membuat kesimpulan.
“Apa kau utusan dari Konstitusi Dewan Vampir ?” tanyanya kembali setelah berpikir kalau dirinya sebelumnya tak punya musuh dan hanya ada satu kemungkinan.
“Haha... tak ku sangka kau bisa cepat menyadari putri. Namun sayang semuanya sudah terlambat. Sekarang hidup mu ada di tangan ku...”
Lelaki itu akhirnya menampakkan taringnya karena merasa terdesak dan untuk menakuti sang putri.
“Tapi kenapa...? Bukankah Ketua Dewan Konstitusi Vampir sudah memberikan petisi dan melepaskan aku saat sudah keluar dari negeri amulet ?” tanyanya kembali sambil menunjukkan cakarnya dan menggores wajah lelaki itu yang matanya berubah menjadi merah, ciri khas amulet.
“Ini adalah perintah langsung dari Ketua Dewan Konstitusi Vampir.” balasnya melukai sang putri dengan cakarnya yang tajam dan berhasil membuat punggung Putri Zoya terluka.
“Argh...!!” Putri berteriak kesakitan merasakan luka tikaman di punggungnya dan dia jatuh.
Dengan cepat lelaki itu menuju ke salah satu kamar dan menyandera Orion yang sedari tadi melihat dari balik tirai jendela kamarnya sambil ketakutan dan menangis melibat ibunya yang kini terluka parah.
“Lepaskan putri ku...! Aku tak akan menuntut balas pada Dewan Konstitusi Vampir yang mengingkari ucapannya. Tapi jangan sakiti putri ku !” teriak sang putri yang berdiri dengan darah membasahi baju dan lantai.
“Ibu.. tolong aku...” teriak Orion kecil yang menangis ketakutan saat lelaki itu mencekik lehernya.
Putri Zoya kembali berdiri melihat Orion yang akan di lukai oleh lelaki itu. Dia mengerahkan semua kekuatan yang tersisa lalu berlari ke arah lelaki itu dan menusukkan tangannya ke perut lelaki itu yang membuatnya kesakitan dan melepaskan Orion.
Saat lelaki itu terjatuh, Putri Zoya dengan cepat meraih tubuh Orion dan membawanya pergi dari rumah itu.
“Sayang tenanglah, jangan menangis. Peluk ibu yang erat.” perintahnya pada Orion kecil yang memeluk ibunya erat-erat.
Putri Zoya terbang sambil menggendong Orion, seperti yang biasa di lakukan oleh Pangeran Diaz padanya. Dia melesat cepat dan pergi sejauh mungkin dari tempat itu.
Dia terus melesat sejauh yang dia bisa. Entah sudah berapa mil jarak yang telah di tempuhnya sampai akhirnya dia tak kuat lagi dan merasakan sakit dan lelah yang luar biasa. Putri mendarat ke tanah karena sudah tak mampu bergerak lagi dengan luka yang terbuka lebar di punggungnya. Diapun tak sadarkan diri setelah menurunkan Orion kecil dari gendongannya.
“Ibu.... huwa...ibu...bangun bu...”
Orion kecil terus memanggil ibunya yang tak kunjung sadar sambil menangis dan memeluk tubuh ibunya.
“Ayah.... ayah.... cepatlah kemari ayah, tolong ibu...” teriaknya kembali sembari memanggil ayahnya karena tak ada lagi yang bisa dia mintai bantuan.
Sementara itu petugas khusus kiriman Dewan Konstitusi Vampir tadi segera bangun dan mengejar Putri Zoya yang kabur darinya. Namun sudah bermil-mil jarak yang di tempuhnya dia tidak menemukan juga buruannya.
“Ah... mungkin mereka putri itu sudah mati dengan luka separah itu. Dan anaknya juga cepat atau lambat akan menyusulnya karena tak ada yang mengurusnya.” ucapnya berhenti di tengah jalan dan kembali.
Singkat cerita petugas itu kembali menemui ketua Buana di Dewan Konstitusi Vampir dan menyampaikan kalau misinya dalam menghabisi dua vampir pembawa bencana itu berhasil. Ketua Buana tersenyum lebar dan sangat puas dengan hasil kinerja petugasnya kali ini yang merupakan pasukan khusus vampir.
Sementara itu malam hari di villa jantung emas.
Pangeran Diaz bersiap untuk berangkat dia membawakan sesuatu untuk istri tercintanya.
“Ah... hampir saja aku lupa. Bunga lavender ini adalah kesukaan Zoya. Dia pasti senang sekali menerimanya nanti.” ucap sang pangeran mengambil buket bunga lavender di meja sambil tersenyum.
Tak lama kemudian Pangeran Diaz keluar dari villanya dan melesat menuju ke tempat istrinya berada.
Tak butuh waktu lama sang pangeran akhirnya tiba di rumah itu. Dia sangat terkejut saat melihat bercak darah di lantai rumah itu. Firasatnya menjadi buruk saat tak ada yang menyambutnya kala dia masuk seperti yang biasa di lakukan istrinya.
“Sayang... Zoya... Orion kalian dimana ?”
Karena tak ada jawaban pangeran langsung masuk ke kamar dan mendapati dua kamar itu kosong. Dia lalu mencari ke seluruh ruangan dan tak menemukan mereka.
“Tidaakk...apa yang terjadi... ?!” teriaknya histeris dan kembali ke lantai yang terdapat darah tadi. Dia lalu mencium aroma darah dan itu adalah darah milik istri dan anaknya, serta darah seorang amulet. Seketika buket lavender yang dia pegang jatuh ke lantai karena tak kuasa menahan kesedihannya.
BERSAMBUNG....
yg bener aja thor...
jauh lho tu..
naik pesawat sih mungkin dekat tp kl naik kendaraan darat bisa menghabiskan waktu kurleb 4 - 5 jam perjalanan lho thor...
Seru tp bnyk typo
pngeran Diaz kpn bersatu sm putri Zoya ?
kburu bulukan Thor 😁
blm ada pencerahan
gantung saja gitu
Soalnya emang sesusah itu nyari novel yang bagus. Terakhir aku baca yang bagus judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, wajib search pakek tanda kurung. Itu bagus banget menurut aku, tapi pembacanya minim banget