NovelToon NovelToon
Elizabeth Vale

Elizabeth Vale

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / CEO / Action / Cinta Terlarang / Mafia / Balas Dendam
Popularitas:22.8k
Nilai: 5
Nama Author: Four

Ketika luka fisik ditutup oleh foundation.

Elizabeth Taylor menikah dengan Luis Holloway demi keluarganya, tanpa tahu bahwa pernikahan itu adalah awal dari neraka. Ketika kebenaran tentang suaminya terungkap, Elizabeth meminta bantuan Nathaniel Vale untuk lepas dari jerat Luis—tanpa menyadari bahwa pria itu juga menyimpan dendam yang sama berbahayanya, yang seharusnya dijauhi malah berakhir di ranjang panas dan perjanjian yang adil namun menusuk.

°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°
Mohon dukungannya ✧⁠◝⁠(⁠⁰⁠▿⁠⁰⁠)⁠◜⁠✧

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Four, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EV — BAB 13

HARAPAN KECIL

Pria itu melepaskan pinggangnya perlahan, jari-jarinya sengaja menyinggung kulitnya lebih lama dari perlu. Tidak ada penonton selain mereka berdua dan para musisi yang hanya fokus ke alat musik serta musik yang mereka mainkan.

“Kau belajar cepat,” gumam Luis.

Elizabeth tidak menjawab. Ia hanya menunduk sebentar, mengatur napasnya, lalu kembali duduk ketika Luis lebih dulu melangkah ke meja.

Makan malam diselesaikan dalam sunyi.

Tidak ada lagi percakapan yang berarti. Hanya denting sendok, gesekan kristal, dan tatapan Luis yang sesekali seperti pisau di tengkuknya.

Ketika mereka berdiri untuk pergi, Luis berbisik di telinganya, cukup pelan agar tak didengar siapa pun. “Jangan kira sikap manisku bisa menebus rasa ingin tahumu.”

Elizabeth menegang. “Aku tidak mencari masalah,” jawabnya lirih.

Luis tersenyum tipis. “Masalah selalu menemukanmu, istriku.”

Tentu, Elizabeth berpikir hal yang sama, karena masalahnya ada di sampingnya saat ini. Yang berstatus sebagai suaminya.

Mobil melaju membelah malam. Lampu kota memantul di kaca jendela, seperti garis-garis cahaya yang terpotong nasib. Elizabeth menatap keluar, jemarinya saling mencengkeram di pangkuan. Sedangkan Luis memperhatikannya dari pantulan kaca.

“Kau menyesal menikah denganku?” tanyanya tiba-tiba.

Elizabeth menoleh ragu. Kejujuran di rumah Holloway adalah mata uang paling berbahaya.

“Aku… belum tahu bagaimana caranya tidak menyesal,” jawabnya akhirnya.

Luis terkekeh pelan. “Itu jawaban yang cerdas.”

“Kenapa?” Eliza menoleh.

“Karena wanita bodoh akan berkata tidak menyesal. Wanita jujur akan menangis. Tapi kau memilih bertahan.”

Ia mendekat sedikit.

“Aku menyukai wanita yang bertahan.”

Elizabeth memalingkan wajah saat Luis mencium pipinya lembut penuh senyuman devil.

“Aku tidak ingin disukai dengan cara seperti itu.”

Luis terdiam sejenak. Lalu, suaranya turun, dingin. “Sayangnya, kau tidak menikah dengan pria yang memberi pilihan.”

Mansion Holloway berdiri seperti bayangan raksasa saat mereka tiba. Pintu-pintu terbuka. Para pelayan menunduk serempak.

Elizabeth merasakan kembali udara dingin itu— udara rumah yang tidak pernah benar-benar memberinya oksigen.

Melihat putranya kembali, Esperance tersenyum lebar menyambutnya dengan kedua tangan terbuka tanpa melihat keberadaannya saat ini di sana.

Terlihat juga, Cili yang selalu berdiri di belakang para majikan nya yang selalu berbincang-bincang.

“Di mana Soraya?” tanya Luis kepada ibunya yang mulai menghela nafas panjang.

“Kau tahu sendiri apa kesibukannya akhir-akhir ini.” Ujar Esperance sedikit memberikan Luis kode agar Eliza tak begitu mengetahuinya.

Luis berkerut alis dan melonggarkan dasinya saat jasnya sudah berada di tangan Cili.

“Ibu rasa... Dia membutuhkan bantuan mu sayang. Pria bernama Carlitos itu keras kepala.

Tak ucapan dari Luis selain tatapan tajam dan wajah datar. Pria itu melangkah melewati ibunya. “Aku akan mencoba mengurusnya. Dan katakan kepada paman Rodrigo, aku ingin bertemu dengannya 5 menit lagi di ruangan ku.”.

Esperance hanya menatapnya saja dan mengangguk faham. Sampai—

“Luis!”

Suara lembut dan pelan bak menjaga selalu kata sopan, anggun serta adab. Tentu saja Esperance langsung merubah mimik wajahnya, Luis menghentikan langkahnya dan berbalik setengah badan menatap istrinya.

Pelayan bernama Cili yang masih ada di sana juga cukup mendelik mendengar Elizabeth sangat berani. “Astaga...” Gumamnya pelayan tadi.

“Aku ingin menelepon keluargaku. Dan... Jika tidak, besok aku akan ke mansion Taylor untuk mengambil ponselku yang tertinggal dan bertemu keluargaku.” Jelas Elizabeth yang membuat keheningan mulai tercengkam di sana.

Esperance menahan ketidaksukaannya saat Elizabeth dengan berani mengatakannya secara langsung ke putranya. Sementara reaksi Luis— pria itu diam cukup lama dan terus memandang istirnya.

Luis tidak langsung menjawab. Tatapannya menelusuri wajah Elizabeth perlahan, seolah sedang membaca sesuatu yang tersembunyi di balik ketenangan istrinya.

Pelayan-pelayan menunduk lebih dalam.

Cili menahan napas. Esperance menyipitkan mata, senyum ramahnya membeku setengah jadi.

“Kau ingin menelepon keluargamu?” ulang Luis pelan. Nada suaranya datar. Terlalu datar.

Elizabeth mengangguk kecil. Punggungnya tegak, meski jari-jarinya saling mencengkeram di balik kain gaun saat pria itu berjalan mendekat ke arahnya secara bertahap.

“Ya. Ibuku pasti cemas. Aku pergi terlalu mendadak. Aku... Merindukan mereka.”

Luis melangkah mendekat.

Satu langkah.

Dua langkah.

Sepatu kulitnya berhenti tepat di depan Elizabeth. “Kau tidak kekurangan apa pun di sini,” katanya tenang.

“Aku tidak meminta harta, Luis.”

“Hm.” Luis memiringkan kepala. “Kau meminta kebebasan.”

Elizabeth menatapnya lurus. “Aku hanya meminta suara ibuku dan saudari-saudariku.”

“Elizabeth! Kita sudah— ”

“Pergilah, aku sedang berbicara dengan istriku dan aku tidak ingin seseorang ikut campur termasuk kau, Ibu.” kata Luis begitu dingin sehingga Esperance cukup terkejut namun dia tak bisa melawannya. “Go. (Pergilah).”

Cukup tenang dan singkat, namun menyakitkan bagi seorang ibu.

“Aku mengerti.” Balas Esperance dengan kepala tegak lurus sedikit mendongak. Ia seketika melangkah pergi saat sekilas memberikan tatapan sinis ke Elizabeth yang seolah tak peduli.

Usai kepergian Esperance, Luis tak perlu menatap ke Cili, karena wanita itu seketika faham. “Maafkan aku, Tuan!” katanya, lalu bergegas pergi mengikuti Esperance.

Kini hanya ada Luis dan Eliza di lorong rumah. “Izinkan aku menelepon ibuku, aku tidak akan memberitahu apapun, aku berjanji.”

Luis terkekeh kecil seraya menunduk, lalu kembali menatap istrinya. “Apa kau tidak nyaman di sini? Kenapa kau tidak bisa tenang di sini, sayang? Mereka berpikir kau tidak suka tempat ini. Apa kau tidak suka?”

Eliza terdiam menatap balik mata coklat suaminya yang kini juga menatap nya. Penuh amarah dan emosi saat Luis mengatakan itu, namun ucapan Cili kembali mengiang di kepalanya. (“Tuan Luis sakit mental, itu yang aku dengar.”) ucapan itu membuat Eliza mengamati raut wajah Luis.

Hingga akhirnya Eliza membuka suara. “Bagaimana menurutmu, Luis?” tanya nya lembut.

Pria itu tersenyum miring. “Everything! (semuanya)!”

Jawaban itu sudah cukup untuk Eliza. Ia terdiam beberapa saat, hingga Luis mengikis jarak antara mereka berdua.

“Feracus akan menemanimu, telfon mereka dan kita lihat, apa keluarga tercintamu itu membalasnya. Atau... Mengabaikan nya?” ucap Luis dengan tenang karena dia tahu, Eliza tidak akan lagi bertemu keluarganya yang sudah tewas dan hilang menjadi abu.

Ucapan itu membuat Eliza sedikit berkernyit.

Hingga saat itu juga Luis memanggil kepala pelayan mansion Holloway, Feracrus untuk segera mengantar Eliza ke suatu tempat, dimana telepon seluler disembunyikan.

“Saya mengerti Tuan. Mari Nyonya, saya akan mengantar Anda!” kata Feracrus yang berjalan lebih dulu sehingga Eliza mengikutinya meski hatinya sedikit ragu dan gelisah secara tiba-tiba.

Sementara Luis hanya menatap tenang ke arah punggung istrinya yang semakin menjauh dan perlahan menghilang.

“Dasar konyol!” ucapnya pelan dan berjalan pergi menuju ruang pribadinya.

Tidak ada rasa takut, Luis tak peduli sama sekali akan reaksi istrinya bila tahu keluarganya sudah dia bunuh sejak pertama kali wanita itu keluar dari rumah Taylor.

1
vnablu
stressss berat ni orangg ...kenapa nggak dia aja sih yang matiii😤😤😤
Kinara Widya
nenek tua sayco
Nur Haswina
sangat di sayangkan demi ambisinya rela mengorbankan org yg tidak bersalah, semoga saja Luis secepatnya menyadari klau dia hanya di jadikan alat balas dendam ibu gilanya
Four.: semoga aja /Sweat/
total 1 replies
Tiara Bella
ya Allah Carlitos skrng yg meregang nyawa..... Esperance bener² bunuh semua orng....
Tiara Bella: jangan dong Thor ....atut aku....
total 2 replies
Kinara Widya
jangan meninggal kak Carlitos...kasian kim...belum juga bersatu keluarga mereka..
Kinara Widya: 😭😭😭😭😭😭😭😭
total 2 replies
sleepyhead
Vale said : Oooowwh gosh she's driving me crazy
Four.: gila cinta gpp kali yaaa 😁
total 1 replies
Jelita S
semoga Soraya menjadi penyelamat keluarga Vale dan Holloway dari salah paham ini semua
Four.: semoga saja.
total 1 replies
Kinara Widya
bener2 wanita biadap esperanse...
Four.: mohon bersabar 😁
total 1 replies
vnablu
gilaa nih ibu macam apa mau anaknya sendiri dibunuh.. berrti Esperance ini kakaknya ibu Nathaniel ..dia menjadikan orang lain untuk jadi kambing hitam nya padahal dia yang bunuh suaminya sendiri benar' ambisi 😤😤
Four.: ho,oh
total 1 replies
Tiara Bella
Soraya akhirnya tw kebenaran nya....betapa sedihnya dia....
Four.: ho, oh
total 3 replies
sagi🏹
uhui Vale diam² kamu mulai menyimpan perasaan pada Eliza lanjutkan Vale aku dukung,,tapi ambigu banget saat Vale mengatakan Eliza kesayanganku 🥴
Four.: yaudah nanti bilang gini aja si Vale. Eliza cintaku 😁😅
total 1 replies
Hennyy Handriani
padahal bab ini menegangkan...tapi karena ada cili jadi ngakak🤣
Four.: biar gak tegang² terlalu 😁😌
total 1 replies
Eci Rahmayati
kasian cili kalo bebas di GK bisa nguping lagi untuk selamanya 🤭
Four.: iyakan, dia juga mikir begitu lohh😅
total 1 replies
vnablu
bingung dehhh kalo di keluarin bisa metongg kalo tetep di sana salah .. jdinya serba salah nihh🤣🤣
Four.: iya nih, authornya jadi ikut bersalah nih
total 1 replies
Kinara Widya
jangan bebasin Soraya Vale...dengarkan penjelasan Eliza.
Four.: ho,oh
total 1 replies
vnablu
mulai tumbuh nih benih" cinta di hati tuan Vale kayaknya 😄😄
Four.: tapi masih terhalang sesuatu uyyy/Grimace/
total 1 replies
vnablu
kira" nanti Soraya berpihak kepada siapa yaa ...🤔
Four.: yaaa semoga saja dia tidak membelot
total 1 replies
Jelita S
Eliza adalah orang baik,,biarkan Soraya tetap hidup y thor
Four.: kalau Soraya hidup, berarti Cili atau yang lainnya bisa tewas kapan saja lohhh /Chuckle/
total 1 replies
Tiara Bella
mudah²an Vale ngizinin ya....
Four.: semoga aja, tapi harus bertengkar dulu 😌
total 1 replies
Tiara Bella
bebasin Soraya sm Cili kah Eliza....
Four.: mungkin sih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!