~••\\Seorang pemuda tampan yatim piatu yang setiap harinya terpaksa memulung barang bekas hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari hari di tengah kota metropolitan yang keras akan kehidupan ini
Namun entah keberuntungan apa yang menimpanya itu sehingga dia mendapatkan sebuah sistem yang akan mengubah hidupnya 1000°
[Jadi sosok pemuda tampan sekali : [✓]
[Kekayaan Ribuan Triliun atau kuadriliun : [✓]
[MC Tidak Naif : [✓]
[Memiliki Banyak Hypercar kelas dunia : [✓]
[Jadi tokoh puncak pilar dunia : [✓]
[Buat Negara Sendiri : [✓]
POV END ↓↓
Sosok asli dibalik sistem adalah seorang bidadari? dan berasal dari alam keabadian?
lalu bagaimana bisa dia berhubungan dengan teknologi dan alam fana manusia?
Cuzz simak kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon “~Cold Boys*”, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5. Dua Bocah Yang Usil
“Huft..punya dua robot kawai mungkin sedikit membuatku pusing akan tingkah lakunya kedepannya... untung saja ke 9 robot douyin itu agak feminim jadi tidak membuat ku pusing... namun yang ada mataku dibuat senam setiap hari,” monolognya tidur tiduran di kasur king size kamarnya
Wajarlah dibuat senam mata, ke 9 robot douyin itu memiliki tubuh yang oke banget,mirip cewek animasi donghua, mempunyai pinggang ramping, kaki jenjang, bagian tubuh yang berisi, kulit putih bersih mulus, mata lentik dan Boba nya seperti melon
Beruntunglah MC kita yang satu ini, imannya lumayan kuat jadi tidak mudah tergoyahkan, tidak seperti MC lainnya yang playboy cap kadal kelas kakap buaya darat
Tidak terasa Keivano ketiduran akibat suasana sejuk diterpa AC dan kasurnya yang empuk dan lembut, padahal hari masih terbilang pagi sekitar pukul setengah 9
Cklek..
Bunyi pintu kamar yang dibuka, terlihat dua gadis bocah kawai di balik pintu, menyembulkan kepalanya mengamati isi kamar tersebut
“Hihi.. sepertinya tuan lagi tidur deh,” sahut si loly yang bernama Ao Bao
“Imouto chan ayok kita bangunkan tuan.. tidak baik tidur di pagi hari... Imouto Chan tidak mau kan kalau tuan kita sampai sakit,”ucap neko si anime kucing
“Eum gak mau gak mau! Ao Bao gak mau tuan kita sakit,” serunya menggeleng gelengkan kepalanya
“Jadi ayok kita bangunkan,”
“Nanti kalau tuan marah gimana?,” kata Ao Bao
“Gak mungkin tuan marah, kalau tuan marah nanti kita keluarkan jurus kawai keimutan kita... atau kalau tidak kita minta hukuman bok0ng kita di tab0k saja.. gimana?,”ujar Neko
“Eumm boleh boleh,”
Kedua bocah itu memasuki kamar Keivano merangkak menaiki kasur king size yang tengah ada Keivano lagi tidur
“Fyuuh.. Tuan bangun,” Ao Bao meniup telinga Keivano, berbisik dengan suara lembut sexy nya
“Miaw.. Bibir tuan menggoda sekali jadi pengen cium deh,” Neko merangkak menaiki tubuh Keivano
Belum sempat mencium bibir merah chery itu, Keivano keburu bangun dari tidurnya
“Astaga kalian berdua ngapain di kamarku!,” beringsut mundur mentok headboard kasur
“Yah, tuan kenapa bangun jadi gagal deh mau cium bibir tuan yang seperti buah chery itu,” ucap Neko dengan wajah cemberutnya
“Kamuu!!,” menatap tajam Neko
“Tuan, kata jiejie tidak baik tidur dipagi hari loh, nanti bakalan sakit,” ujar Ao Bao
“Siapa yang tidur aku cuma ketiduran tadi,”balas Keivano
“Tuan Ao Bao buatkan kopi untuk tuan, diminum ya,” memberikan segelas cangkir kopi
“Hmm terimakasih,”menerima cangkir kopi, kemudian menyeduhnya
“Enak juga buatan Bocah Loly ini,” batin Keivano
“Tuan mari Neko pijatkan pundak tuan, pasti pegelkan,”
“Tidak usah,”
“Larangan adalah perintah bagi Neko,”memijat pundak Keivano
“Sistem beli 1 gold card, dan tolong isikan saldonya sebesar 20 miliar ambil dari saldoku,”
[Ding! Perintah diterima]
{__________Toko Sistem __________}
°°Gold card : Rp1.500.000}
[Ding! Membeli 1 Gold Card. Memotong saldo Rp1.500.000 dan isi saldo Rp20.000.000.000]
[Ding! Berhasil membeli 1 Gold Card]
[Ding! Sisa saldo Rp7.952.138.305.000]
“Ini ambillah buat kalian beli camilan atau belanja apalah dan jangan lupa gunakan untuk belanja bahan dapur juga beserta kebutuhan kakak- kakak saudari kalian,”ujar Keivano memberikan Gold Card yang di ambil dari saku celananya
“Di kartu itu ada 20 miliar yang sekiranya cukup untuk 1 bulan kalian habiskan, kalau kurang atau sudah habis saldonya, nanti akan ku isikan,”
Sontak saja keduanya langsung lompat kegirangan di atas kasur keivano
“Yeyy makasih banyak tuan,”Seru keduanya bahagia
“Hmm..,”
“jadi makin cayang deh sama tuan,” keduanya mengecup pipi Keivano
Cup
Cup
“Eghh.. apa apaan kalian berdua cium pipiku segala,”
“Cuma di pipi doang bukan di bibir,”Kata Neko yang langsung dapat lirikan tajam Keivano
“Kalian berdua keluarlah dari kamarku, sana pergi berbelanja bersama kakak kalian, jangan ganggu aku,”
“Tuan ikut juga dong bersama kita belanjanya sekaligus jalan jalan hehe.. jadi gak seru tau kalau tuan gak ikut,”Kata Ao Bao
“Eum benar sekali apa yang di katakan Imouto chan, kalau tuan gak ikut jadi gak bakalan seru.... emm tapi masalahnya kita naik apa? Mobil tuan saja semuanya Hypercar yang tempat duduknya cuma dua kursi, gak bakalan muat dong,”ujar Neko
“Ughh..,”
“Sistem apa ada suatu mobil sport atau Hypercar yang sekiranya tempat duduknya ada 4,”tanya Keivano dalam pikirannya yang terhubung dengan sistem
[Ding! Tentu ada Host]
{__________Toko Sistem __________}
°°Koeniggseg Gemera : Rp28.500.000.000}
#Info : Jenis Hypercar pertama yang punya empat tempat duduk dan ruang bagasi yang cukup luas, cocok untuk sebuah keluarga kecil yang melakukan perjalanan}
[Ding! Apakah host ingin membelinya?]
“Ya beli 3 Koenigsegg Gemera berbeda warna tiga jenis, abu-abu, hitam, dan metal keemasan,”
[Ding! Membeli 3 Koenigsegg Gemera. Warna abu-abu. Hitam. & Metal keemasan. memotong saldo Rp85.500.000.000]
[Ding! Selamat berhasil membeli 3 Koenigsegg Gemera dengan 3 jenis warna berbeda]
[Ding! Sisa saldo Rp7.866.638.305.000]
“Udah jangan banyak alasan, sana pergi, di garasi sudah ada 3 Hypercar 4 kursi, cukup untuk kalian semua,” ujar Keivano
“Heum benarkah?.. jangan jangan tuan berbohong ya,”Kata neko dengan raut wajah curiga
“Bohong apanya, udah sana pergi berbelanja sama kakak saudari kalian,” mendorong kedua bocah itu keluar dari kamarnya
“Gak gak kita gak akan pergi kalau tuan gak ikut pokoknya titik gak ada koma, ya imouto Chan,” mengerlingkan matanya ke Ao Bao
“Eumm benar benar, pokoknya tuan harus ikut titik, kalau ada orang cabul gimana nanti, apa tuan mau membiarkan dua gadis imut seperti kita ini di cabuli orang? apalagi Kakak saudari kita cantik cantik.. sungguh tuan betapa kejamnya gak punya perasaan.. HUWAA..HUWAAA.....,“ Tangis Ao Bao pecah
“Astaga ni bocah malah nangis,”menepuk jidatnya
“Oke oke cukup berhenti nangisnya, aku ikut,” ucap Keivano
“Eum benar ya!, tuan ikut, awas kalau bohong! nanti Ao Bao nangis lagi nih,” mengusap air matanya
“Hmm,”
“Udah ayok kita turun kebawah, panggil semua kakak saudari kalian, kita akan pergi belanja semua kebutuhan,”
“Yeyy horee,”
*
*
Di ruang keluarga lantai bawah semuanya pada berkumpul terutama gadis gadis cantik yang berseragam maid spek donghua
“Oh ya kita belum berkenalan.. bisa kalian perkenalkan diri kalian masing-masing, aku ingin tau nama kalian,” ucap Keivano
“Mulai dari kamu dulu bocah yang cosplay kucing,” tunjuk Keivano ke arah Neko
“Ihh aku tuh bukan bocah loh ya tuan!!, gini gini bisa bikin puas tuan di ranjang loh,” sungut Neko
“Sialan ni bocah mulutnya gak di filter kalau bicara,” batin Keivano jengah
“Perkenalkan nama aku Neko, si anime kucing cantik jelita dan imut tiada Tara.. miaww,” ucapnya dengan PD
“Eghh,”
“Lalu kamu,” tunjuk Keivano ke si loly
“Perkenalkan nama aku Ao Bao, sang gadis imut kesayangan tuan tampan,” bertingkah imut
“Emm,”
“Lanjut,”
“Perkenalkan nama saya Li Xinling, anda bisa memanggil saya Lily atau ling ling,” ucapnya dengan suara khasnya yang lembut, sexy dan merdu
“Sepertinya tidak cocok deh kalau aku memanggil nama.. bagaimana kalau saudari Ling ling,”
“Tentu boleh sekali, itu nama panggilan yang bagus,”
Bukan apa Keivano kenapa memanggil saudari, soalnya lebih tua mereka ketimbang Keivano, mungkin kalau di lihat ke 9 gadis spek donghua itu kisaran umurnya 18-20 tahun
“saya Xiao Yulan,”
“Zhi Qing,”
“Meng Yao,”
“Xie Han,”
“Ziyan,”
“Xin Yi,”
“Ruo Xie,”
“Qing Yue,”