NovelToon NovelToon
Ratu Layla ( Takhta Darah Di Atas Atlas )

Ratu Layla ( Takhta Darah Di Atas Atlas )

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Barat
Popularitas:356
Nilai: 5
Nama Author: Anang Bws2

kisah tentang kekuasaan, pengorbanan, dan perjuangan seorang ratu di tengah dunia yang penuh dengan intrik politik dan kekuatan sihir serta makhluk mitologi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anang Bws2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjanjian di Puncak Badai

Penasehat melakukan perjalanan panjang menuju wilayah yang selalu diselimuti oleh awan hitam yang terus memancarkan kilat. Di sana, di sebuah gua raksasa yang dikelilingi oleh pilar-pilar listrik alami, bersemayam lah Naga Petir.

Saat Penasehat masuk ke dalam gua, udara terasa sangat berat hingga ia kesulitan bernapas, dan setiap helai rambutnya berdiri karena tegangan listrik yang tinggi di sekitarnya.

Dengan suara yang bergetar namun tetap penuh hormat, Penasehat menyampaikan permintaan Ratu Layla. Ia menceritakan tentang ambisi Atlas untuk menguasai dunia dan kebutuhan akan kekuatan badai untuk mengalahkan Atlantis. Naga Petir itu terdiam cukup lama, membiarkan suara guntur bergema di dalam gua sebelum akhirnya ia berbicara dengan suara yang terdengar seperti benturan logam. "Aku tidak memiliki ketertarikan pada perang manusia atau ambisi kerajaanmu," ucap sang naga dengan sombong. "Namun, aku sudah bosan dengan kesunyian di puncak ini. Aku akan membantumu, namun ada harga yang harus dibayar. Aku tidak butuh emas atau budak. Jika Ratumu menginginkan kekuatanku, maka dia sendiri yang harus datang ke sini dan mau menjadi pelayanku selama tujuh tahun setelah perang ini usai."

Penasehat terkejut mendengar persyaratan yang begitu merendahkan bagi seorang penguasa seperti Layla. "Tuan Naga yang agung, Ratuku adalah penguasa tertinggi di tanah ini. Mungkin ada kompensasi lain yang lebih pantas bagi keagungan mu?" Namun, Naga Petir itu hanya menggeram, melepaskan gelombang kejut listrik yang melempar Penasehat hingga membentur dinding gua. "Keputusanku sudah bulat, penyihir kecil. Pelayan atau tidak ada bantuan sama sekali. Pergilah dan bawa pesan ini kepada penguasamu sebelum aku memutuskan untuk mengubah mu menjadi abu!"

Penasehat kembali ke Kerajaan Atlas dengan tubuh yang gemetar dan menyampaikan pesan dari Naga Petir secara langsung kepada Ratu Layla. Mendengar syarat tersebut, wajah Layla memerah karena amarah yang memuncak. Baginya, menjadi pelayan makhluk apa pun adalah penghinaan yang tidak bisa dimaafkan. Ia merenung sejenak, mengepalkan tangannya hingga kuku-kukunya memutih. Namun, ambisinya untuk menghancurkan Atlantis jauh lebih besar daripada rasa malunya. Dengan tatapan dingin, ia memerintahkan Penasehat untuk menyiapkannya perjalanan. "Aku tidak akan menjadi pelayan siapa pun, tapi aku akan menemuinya," ucap Layla

Layla pergi ke sarang Naga Petir hanya ditemani oleh Penasehat. Sesampainya di puncak yang penuh badai, ia berdiri dengan angkuh di hadapan naga raksasa itu. Pertemuan itu segera berubah menjadi konfrontasi yang panas. Naga Petir meremehkan sosok Layla yang kecil, sementara Layla membalas dengan kata-kata yang penuh dengan kesombongan dan ancaman. Pertengkaran hebat pecah; naga itu melepaskan raungan guntur yang mengguncang gunung, sementara Layla mengeluarkan seluruh aura sihir hitamnya untuk menahan tekanan tersebut. Mereka saling mengintimidasi, beradu argumen tentang siapa yang lebih pantas berkuasa atas langit dan bumi. Udara di dalam gua menjadi medan tempur energi yang sangat tidak stabil, dengan kilatan cahaya yang menyilaukan mata setiap detiknya.

Melihat situasi yang semakin tidak terkendali dan berbahaya, Penasehat memutuskan untuk menjauhkan diri,Dengan langkah perlahan, ia mundur meninggalkan pusat gua, menuju ke sebuah sudut yang lebih sunyi dan aman di balik pilar batu besar. Dari kejauhan, ia hanya bisa melihat siluet Ratu Layla yang terus berteriak di tengah badai listrik, mengabaikan segala logika demi memuaskan haus kekuasaan yang kini membawanya berhadapan langsung dengan murka naga purba yang bisa saja melenyapkan Atlas dalam sekejap jika kesepakatan itu gagal dicapai.

1
Anang Anang
seru
Dini
sungguh mengerikan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!