Olivia tidak tau apa-apa tapi dia harus mengalami penderitaan ini, di bawa paksa oleh sang penguasa yang di takuti
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 23
"I.. itu paman ad.. ada yang ingin aku tanyakan? " ucap rocki ragu-ragu
"Apa katakan! "
"tidak.. tidak jadi" ucap rocki mengurungkan niatnya
"Katakan!! kau ingin membuatku mati penasaran!! "
"Be.. begini apakah bibi tiara benar-benar sakit? "
"Ha?! pertanyaan konyol apa? apa kau pikir aku bercanda?!! "
"Kalau begitu apa penyakit nya sangat parah? "
"Setiap hari hanya memandang foto Arion memanggil nama Arick dengan nama Arion dia benar-benar rindu kepada Arion"
ucapan Daniel sedikit lembut mengingat terakhir dia mengantarkan dena ke sana dia melihat tiara melamun memandangi foto dan saat Arick memanggil dia menjawab iya Arion
"Mu.. mungkinkah karena rasa bersalah, aku deng" ucapan Rocki terhenti saat pelayan sudah membawa makanan yang mereka pesan
"Cepat makan! kau bilang kau lapar!! " ucap pama Daniel
"Ba.. baik" ucapnya takut
*Sial baru ingin bertanya titik permasalahan nya malah terpotong, Tuhan kau benar-benar tidak bisa bekerja sama sebentar dengan ku! "
protes Rocki pada Tuhannya
Mereka berdua akhirnya menghabiskan makanan nya
saat rocki ingin membayar Daniel sudah memberikan uang pada pelayan
"An.. anu paman bukankah aku yang bayar?! " tanyanya bingung saat Daniel sudah membayar tagihannya
"Kau terlalu lama! " Daniel berdiri dan meninggalkan rocki yang masih bingung
"Apa paman mentraktir ku? ku rasa dia tidak membenciku" ucap rocki yang selalu nya tidak nyaman dengan keluarga aditama mau bagaimana pun dia hanya orang luar yang dari bayi di besarkan di keluarga Mars
"Hei sampai kapan kau melamun! cepat kemari!! " teriak Daniel yang melihat rocki masih duduk termenung
"Ba... baik paman"
Rocki berjalan mendekat ke arah Daniel. mereka berdua berjalan bersama-sama paman yang berkarisma dan pemuda tampan di sampingnya merebut semua mata wanita yang berada di restoran itu
Saat ini rocki dan Daniel sudah berada di dalam mobil dan rocki menerima pesan dia masih harus mencegah Daniel ke kediaman Mars karena Rafael dan adiknya masih dalam perjalanan
Rocki menelan ludahnya kasar
*Harus mengajak nya ke mana lagi? paman Daniel ini lebih dingin dari Arion " tanpa sengaja rocki langsung melihat ke arah Daniel
Daniel merasa rocki sedang melihat ke arahnya kemudian balas melihat rocki
"Ada apa lagi?! kau ingin mencari cara agar aku tidak ke rumah Mars sekarang juga?! " ucap Daniel menebak isi pikiran rocki
membuat rocki terbatuk
"Ukhuk-Ukhuk pa.. paman bicara apa? " ucap rocki yang terkejut Daniel tau apa yang sedang dia pikir kan
"Sudahlah! antar aku ke mall! aku ingin belikan sesuatu untuk nenek mu"
"Ah baiklah" ucap rocki bersemangat melajukan mobilnya
*Untung saja paman Daniel pengertian, terimakasih " ucap rocki dalam hati tanpa sadar rocki tersenyum lega
"Kau sedang berterimakasih padaku! simpan terimakasih itu! kau harus membayar belanjaan ku nanti" ucapan Daniel lagi-lagi membuat rocki tercengang tanpa sadar mengerem mendadak mobilnya
"apa paman seorang peramal? " ucap rocki begitu saja
"Aku adalah jenius di keluarga ku " ucap sombong Daniel
membuat rocki memutar matanya jengah
"APA SEMUA KELUARGA KRAKEN SANGAT SOMBONG" ucapnya menggerutu
"Sombong? hal wajar untuk kejeniusan kami" ucapnya lagi dengan nada sombong membuat rocki berhenti berbicara dan melajukan mobilnya
*Sekarang aku tau dari mana sifat sombong Arion?! seperti nya menurun dari gen keluarga nya" batin rocki tersiksa dengan kesombongan semua tuan muda
*********
Di sisi lain setelah kepergian Daniel
Arion duduk sendiri dan menatap foto yang diam diam dia simpan di laci meja kantornya
Senyum getir menghiasi wajahnya
"Kenapa sekarang? kenapa baru sekarang mencari ku?!! hah lelucon apa yang kalian mainkan!! benar-benar muak!!! " ucap Arion menggenggam bingkai itu kuat benar-benar kuat
"bukan urusan ku jika kau sakit!! di sana ada dia yang kau sayangi kenapa mencari ku? apa kalian bercanda!!! " ucapnya kesal dan melempar bingkai foto itu
Dion yang mendengar keributan di dalam langsung masuk
"Tu.. tuan muda ada apa? " Tanya Dion serius saat ini yang Dion lihat tangan Arion sudah berdarah karena menggenggam foto yang ada di tangannya yang masih di penuhi Kaca-kaca kecil dari bingkai itu menancap di genggaman Arion
"Aku.. aku bereskan! Tuan duduklah aku akan memanggil dokter Andreas" ucap Dion yang buru-buru menghubungi Andreas kemudian membersihkan semua yang berserakan
Beberapa saat kemudian setelah Dion selesai membersihkan dan pada waktu itu Andreas juga sudah datang dia melihat darah masih menetes dari telapak tangan nya
"Apa yang terjadi?! " ucapnya Andreas sadar ada foto di tangan Arion
"Lagi-lagi seperti ini? kau kenapa tidak jujur saja kau merindukan mereka bukan? " ucapan Andreas yang membuka genggaman tangan Arion
Arion mengepal kuat lagi tangannya
membuat foto itu berlumuran darah
"Rindu? merindukan orang-orang yang ku buang? apa kau bercanda!!! " ucap Arion kesal dia menggenggam erat tangan nya mengeratkan giginya
"Ok kau tidak merindukan nya, tapi ingin penjelasan untuk waktu itu bukan, Arion itu sudah masa lalu? aku yakin ada penjelasan di balik itu semua" ucapan Andreas yang pelan-pelan menarik foto di tangan Arion dan mulai membersihkan serpihan kaca yang menancap di tangannya itu
"Tidak ada penjelasan!! semua sudah jelas" ucap Arion
"Arion bagaimanapun mereka adalah keluarga mu! kau tidak bisa seperti ini selamanya" ucapan Andreas sembari mengobati tangan Arion
"Ck! berisik!! cepat obati aku tidak ingin mendengar mu pidato tentang keluarga itu"
Andreas diam dan membalut luka Arion
setelah lukanya selesai di balut Arion segera berdiri dan pergi
Andreas menghela nafasnya dan berkat
"Arion beri mereka kesempatan untuk menjelaskan semuanya" ucap Andreas yang tak ingin Arion dengar Arion terus berjalan keluar ruangan nya
Arion terus berjalan!!
*Memberikan kesempatan?!! apa kau pikir aku belum melakukan nya?!! tapi mereka?!! hah!! " ucap Arion menutup matanya menahan kesedihan nya
sampai saat ini aku memanggil suamiku dengan sebutan Bie yang artinya juga sayang....
mbk Yuniar emng is the best 👍👍
apa kau lupa☺️☺️
soalnya GK pernah bosan