Dunia terlalu kejam untuk dia yang hanya terus menangis.
Bumi ini sangat jahat untuk wanita yang hanya mengandalkan dirinya sendiri, berbekalkan keberanian dan tekad untuk bisa bertahan hidup di tengah tengah gempuran kesulitan.
Haeyla Seraphine layak mendapatkan kemenangan atas hidup nya, cinta dan ketulusan layak untuk dia menangkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pupybear, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 1.
Kepada dunia dari sang penghuni nya, semoga setiap langkah yang aku miliki disini penuh makna dan suka.
Cerah, tapi sedikit berbeda menurutku, begitulah aku menggambarkan cuaca yang hadir hari ini. Aku menikmati setiap oksigen yang aku hirup.
Rencana nya hari ini aku akan pergi ke toserba, tapi tiba tiba aku malah berubah pikiran. Sepertinya akan lebih nyaman kalau aku isi perutku yang kosong ini terlebih dulu.
' Warung Makan Bu Atih '
" Loh mbak, kesiangan ya?, biasanya pagi pagi sudah duduk manis di warung ibu. "
Tanya Ibu Atih sang pemilik warung.
" Hehe iya bu, hari ini saya agak siang ya, soalnya saya tadi sedikit malas malasan di rumah, oh iya bu saya mau seperti biasa ya, ayam kecap dan perkedel kentang dan juga sambal andalan bu Atih tentu nya. "
" Siap mbak, ibu udah hafal, tenang saja. "
Tentu saja bu Atih hafal, karena setiap hari aku makan di warung nya dan memesan menu yang sama beberapa kali.
Aku bisa memasak, tentu saja, tapi entahlah kadang aku cuma ingin makan di warung bu Atih ini, rasa malas ini sering kali mengalahkan aku di dalam segala hal. Aku tinggal sendiri di rumahku yang sederhana, mama bekerja di luar kota, dan papa aku sampai sekarang belum tahu dia ada dimana. Kata mama, papa bekerja di luar kota dan mereka sudah memutuskan untuk berpisah. Aku juga bekerja, bekerja di tempat yang lumayan nyaman tentunya untuk aku, bisa di bilang nyaman karena waktu nya yang fleksibel. Kebetulan aku juga adalah siswi di sekolah menengah atas, tepatnya di SMA Adiraha 17.
" Hari ini libur kerja mbak? "
" Engga bu, saya masuk jam 4 sore nanti, kebetulan hari ini saya lagi libur sekolah makanya saya bangun kesiangan banget."
" Cape pasti ya mbak, sekolah sambil kerja begitu? "
" Ya pasti cape bu, tapi siapa yang mau nanggung biaya hidup saya kalau bukan saya sendiri. "
" Ibu nya mbak gak membiayai mbak memangnya? "
" Sebenarnya mama mau kirim uang untuk saya, tapi saya pikir lebih baik jangan, selagi saya masih bisa bekerja saya rasa itu gak perlu. "
Ya, aku gak mau membebani mama dengan semua biaya hidup aku. Aku juga tau kalau mama juga hidupnya mungkin pas pas an, jadi aku gak akan mau membebani siapapun.
" Bu, ini uang nya ya, saya pergi dulu. " Aku selesai mengisi perutku yang kosong dan segera pergi.
" Terimakasih mbak, hati hati di jalan. " Ucap bu Atih sambil tersenyum dan melambaikan tangan pada ku.
Sementara disisi lain mama Haeyla masih bingung memikirkan kehidupan nya dan Haeyla kedepan nanti.
Sepertinya Haeyla mulai terbiasa menjalani hidup nya yang sekarang, tapi bagaimana mungkin dia akan bertahan setiap hari nya dengan keadaan serba kekurangan seperti ini?, aku harus melakukan sesuatu agar hidup kami bisa lebih terjamin dan lebih baik.
Telpon Haeyla berdering.
" Ya ma, ada apa? "
" Haeyla sayang, kamu lagi ada dimana?. "
" Aku lagi ada di jalan ma, aku baru selesai sarapan di warung tadi, ada apa ma? "
" Kamu baru sarapan jam segini sayang?, ini sudah siang loh Haeyla!. "
" Ya ma, tadi Haeyla lama bangun nya, karena hari ini lagi libur sekolah, gapapa kok ma. "
" Perhatikan pola makan kamu sayang, jangan sampai nanti kamu sakit. "
" Ma, mama jangan khawatir, aku cuma bangun kesiangan kok ma, yaudah ya, aku tutup dulu aku lagi di jalan mau pergi ke toserba, love you ma, bye. "
Terkadang aku merasa kasihan karena mama terus mengkhawatirkan keadaan aku disini, jujur aku juga sangat rindu mama, tapi kata mama ini belum saat nya mama kembali.
Toserba pukul 15:00
Banyak sekali penjual disini, bingung juga mau beli apa, sepertinya tadi aku sudah pikirkan mau beli apa tapi kenapa setelah sampai sini semuanya malah lupa.
" Haeylaaa!! " Jeritan itu terdengar jelas di telinga.
" Cilia?, loh kamu ada disini juga ternyata?"
" Lo ngapain disini Haeyla? belanja lo ya? "
" Ya gak mungkin dong aku kesini untuk berenang Cila! "
" Hahaha, bisa aja lo, oh iya yauda ayo kita barengan aja. "
Aku dan Cila berbelanja bersama di toserba tersebut, Cila adalah sahabat perempuan yang aku punya satu satunya. Cila sudah sangat banyak membantu aku, Cila berasal dari keluarga yang cukup kaya menurut aku. Cila adalah orang yang baik dan manis, walaupun dia cerewet dan sedikit berisik.
" Oh iya, besok katanya kita bakal ngadain kegiatan ya di sekolah? " tanya Cila
" Eum katanya gitu sih Cil, tapi kita lihat aja besok deh. "
" Btw, kaya nya gue harus cari cowo lagi deh La, secara lo kan tau, gue paling gak bisa hidup sendiri. "
" Ya itu sih terserah kamu, asal jangan ke ulang lagi aja kejadian yang sama. " ucapku menekan kan pada cila
" Yee, ya enggak lah, makanya lo bantuin seleksi dong. "
" Aman Cil, kamu cari aja dulu kandidat nya. " jawabku sambil tertawa
Cafe Fourtune 15:20
" Vo, lo yakin gak mau balik lagi sama Cila? " celetuk Bento pada Divo
" Ngapai lo tanya gitu ke gue?, lo suka sama Cila?, ambil aja. "
" Ya bukan gitu Vo, masalah nya lo sama Cila itu pacaran udah lama banget ya gak? " Bento meyakinkan Divo dan teman teman nya yang lain.
" Bener juga sih apa kata si Ben, sayang aja gitu Vo, cewe kaya Cila itu langka banget loh. " sahut Ifar.
" Basi lo semua, gue cabut lah, males gue ngebahas hal gak penting. " Divo pergi meninggalkan teman teman nya karena percakapan yang kurang nyaman menurut nya.
Divo dan Cila sudah 5 tahun berpacaran, mereka putus minggu yang lalu karena Divo mulai bersikap cuek pada Cila dan bertingkah seakan mereka cuma teman. Dan Cila yang agresif dan aktif tentu tidak bisa bertahan dengan posisi setidak nyaman itu.
" Lo cuma beli pengering rambut doang La?"
" Iya Cil, ini yang aku perlu ya ini yang aku beli dong. "
" Ya bener juga sih lo. "
" Oh ya Cil, ini udah mau jam 4 sore, aku harus buru buru kalau gak nanti aku bisa telat kerja. "
" Ihhhh, perasaan kita baru aja ngabisin waktu, tapi yauda deh, hati hati ya lo."
" Siap Cila. "
Aku pergi berlalu meninggalkan Cila di toserba tadi karena aku harus segera pergi bekerja.
Butik Airiysh Flow.
" Hai Haeyla. " Suara berat yang terdengar menyapa Haeyla
" Divo? " Ya, itu adalah suara Divo, Divo mantan Cila.
" Kamu baru sampe La?, darimana? "
" Oh itu, aku dari toserba sama Cila tadi, kalau kamu cari Cila dia masih ada di toserba kok, kamu bisa ketemu dia disana, aku mau kerja dulu ya. " sebelum sempat kaki Haeyla beranjak suara itu terdengar lagi.
" Aku cari kamu, bukan Cila ataupun orang lain. "
Langkahku terhenti sebentar, mencerna apa yang baru saja di katakan oleh Divo.
" Aku?, kenapa aku?, maksudnya, ada apa?" Divo turun dari motornya dan mendekati Haeyla.
" Aku cuma mau ketemu kamu aja, gak ada alasan yang lain, boleh kan? "
" Yaaa.. boleh boleh aja, tapi gak biasanya aja sih. "
" Santai aja La, jangan panik begitu, aku dan Cila itu udah putus, gak akan terjadi gosip apa pun kalau ada yang melihat kita kan? "
Dia benar, tapi tetap saja menurutku ini tidak boleh, Divo adalah mantan sahabatku Cila, bagaimanapun aku dan Divo tidak bisa bicara sedekat apalagi seakrab ini.
Bersambung.