Keyvandi Orion Eduardo atau didunia entertainment lebih dikenal dengan nama Orion Key merupakan seorang musisi terkenal dengan berbagai macam prestasi yang ia miliki. Kehidupan yang jauh dari berbagai macam isu tidak mengenakkan serta keramahannya membuat lelaki berumur 25 tahun itu banyak disukai oleh berbagai kalangan.
Namun, bagaimana jika semua citra yang telah ia bangun itu mendadak sirna. Ketika ia tanpa sengaja bertemu dengan seorang gadis SMA yang bahkan belum berumur 18 tahun. Perlahan berbagai macam fitnah dan isu buruk tentangnya mulai tersebar. Sehingga membuat ia dicap sebagai musisi dengan scandal terburuk sepanjang masa.
Disisi lain, seorang gadis SMA dengan nama Despina Elara Faye yang juga merupakan adik tiri dari salah satu musisi yang iri akan karir Keyvandi terpaksa menuruti perintah kakaknya untuk mendekati Keyvandi dan menghancurkan karirnya perlahan. Jika tidak, maka siksaan akan terus ia dapatkan.
Lalu, bagaimana kisah selanjutnya? Baca yuk!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nevera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
Keyvandi baru saja pulang syuting projek Imdonesi Raya ketika jam menunjukkan pukul 11 malam. Ya, kali ini lelaki itu pulang lebih awal dari biasanya, jika biasanya Keyvandi oulang setiap menjelang subuh, maka kali ini tidak. Dia merasa bersyukur untuk itu. Keyvandi menekan password pintu apartemennya, setelah pintu berhasil di buka Keyvandi masuk ke dalam apartemen. Kali ini lelaki itu hanya menggunakan hoddie dan juga celana jeans berwarna blue.
"Sayang kau belum tidur? Lembur lagi ya?" Keyvandi menghampiri Despina yang sedang berada di hadapan sebuah laptop, gadis itu yang tadinya begitu serius langsung tersenyum menoleh ke arah Keyvandi yang kini ada di sampingnya.
"Kak Vandi sudah pulang? Maaf kak aku tidak mendengar pintu dibuka."
Keyvandi membalas senyuman gadisnya itu dengan mengelus kepala Despina sayang. "Tidak apa-apa sayang, aku melihat kau begitu serius, apakah kali ini pekerjaanmu banyak?"
Despina menggelengkan kepalanya, "Tidak kak, sudah selesai, aku tadi hanya merevisi naskahku, pembacaku benar-benar meningkat, dan aku senang karena ternyata banyak yang tertarik membaca ceritaku."
Setelah 2 bukan berlalu semenjak hari di mana Keyvandi menemukan Despina, gadis itu terus mencari pekerjaan agar tidak merepotkan Keyvandi, tapi ternyata bekerja di luar bukanlah pilihan yang tepat, karena jika ia bekerja di luar ia akan terancam, karena anak buah Reza dan juga anak buah Leo betebaran mencarinya.
"Kak Vandi sudah makan?"
Keyvandi menggelengkan kepalanya, "Aku sengaja tidak makan saat akan pulang karena aku tau pasti kau memasak makanan untukku kan?"
Ya, memang benar, Despina selalu memasak makanan untuk Keyvandi, lelaki itu juga tidak keberatan sama sekali, ia justru senang, karena masakan Despina sangat enak dan cocok dilidahnya, Despina juga tidak keberatan, gadis itu setiap hari selalu berusaha memasak menu yang berbeda, dia melakukan hal itu juga karena sebagai ucapan terimakasih karena Keyvandi mengijinkannya untuk tinggal di apartemennya itu gratis. Sebenarnya, saat itu Despina izin kepada Keyvandi untuk menyewa tempat tinggal sendiri setelah Despina memiliki uang yang cukup, tapi Keyvandi melarangnya, lelaki itu justru mengatakan jika Despina jangan membuang-buang uang, lagi pula kamar di apartemen milik Keyvandi ini ada dua. Oh ya, Despina sekarang tidur di kamar tamu yang sudah dibersihkan oleh keduanya. Jadi Keyvandi tidak lagi tidur di sofa ruang tamu.
"Tapi kak Vandi kalau mau makan ganti baju dulu ya, bersih-bersih," Ujar Despina saat melihat pakaian yang masih dikenakan lelaki itu adalah pakaian saat lelaki itu tadi berangkat.
"Baiklah, sebentar sayang."
Sembari menunggu Keyvandi yang sedang membersihkan badannya, Despina langsung membereskan alat-alat kerjanya, kemudian gadis itu menuju ke dapur untuk menyiapkan makanan.
Beberapa menit kemudian, Keyvandi keluar dari kamarnya dengan keadaan segar, rambut lelaki itu tampak basah, dan wajah lelaki itu terlihat lebih fresh.
Keyvandi langsung menghampiri Despina, lalu ia memeluk Despina dari belakang. Despina yang diperlakukan seperti itu dulunya sangat canggung, tapi sekarang sudah tidak terlalu, ternyata seorang Keyvandi memiliki bahasa cinta yang ia borong semuanya salah satunya dengan cara bersentuhan.
"Sayang, kau harum sekali," Lelaki itu menciumi leher Despina, ia benar-benar dimabuk kepayang dengan aroma gadis itu. Gadis yang sudah 2 bulanan lebih itu menjadi kekasihnya.
"Despina memutar tubuhnya menjadi menghadap Keyvandi, tubuh mungil gadis itu yang hanya sebatas dada Keyvandi membuat lelaki itu gemas. Tanpa sadar Keyvandi menyamakan tingginya lagi dengan Despina, lelaki itu mendekatkan wajahnya pada Despina dan. . .
Cup
Kecupan itu mendarat begitu saja di bibir ranum gadis itu, Despina yang terkejut hanya bisa terdiam. Ia menatap keyvandi yang wajahnya sekarang ada di depan matanya, "Sayang, bolehkah aku mencium bibirmu?"
Despina lagi-lagi masih diam, sampai kemudian gadis itu tiba-tiba menganggukkan kepalanya tanpa sadar.
Keyvandi yang merasa jika sudah mendapatkan kebebasan dari kekasihnya itu langsung mengecup bibir Despina berulang kali, dimulai dari kecupan kecil sampai akhirnya Keyvandi akhirnya mulai bermain di dalam mulut gadis itu, ia memainkan lidahnya di sana, mengabsen satu persatu gigi gadis itu, ya, Despina juga ingin membalas permainan itu, tapi karena ia belum mahir maka keyvandilah yang memimpinnya, gadis itu hanya mengikuti saja, tanpa sadar, Despina sudah mengalungkan tangannya di leher Keyvandi, Keyvandi juga semakin menarik tubuh Despina untuk lebih mendekat pada tubuh lelaki itu, menghapus jarak yang ada, hingga dada lelaki itu menempel pada dada gadisnya, bahkan tubuh bagian bawah lelaki itu juga menempel di tubuh kekasihnya. Durasi ciuman itu cukup lama, membuat mereka terbuai satu sama lain, lenguhan kecil keluar dari mulut masing-masing, mencari kepuasan satu sama lain. Keyvandi yang merasa lelah dengan posisi itu akhirnya mengangkat tubuh Despina dan menggendong tubuh gadis itu dibagikan depan, melanjutkan ciuman mereka dengan semakin dalam, keduanya sama-sama kehabisan napas, akhirnya Keyvandi melepaskan ciuman keduanya. Keyvandi maupun Despina sama-sama mengambil napas mereka, lelaki itu mendudukkan Despina di atas meja makan kayu yang tidak terdapat makanan diatasnya. Lelaki itu tersenyum, "Apa kau tidak jijik sayang?" Tanyanya pada Despina.
Despina menggelengkan kepalanya, baguslah pikir Keyvandi, lelaki itu kembali mendekat kearah bibir Despina mengecup dan menghisao bibir bagian atas maupun bibir bagian bawah gadis itu.
Selain itu, lama kelamaan ciuman Keyvandi turun ke leher Despina, menjilati leher gadis itu membuat Despina hanya bisa memejamkan matanya menikmati kenikmatan itu.
"Sayang, bolehkah aku mengelus perutmu?"
Despina membuka matanya, menatap keyvandi dan mengangguk. Melihat itu Keyvandi langsung menjalankan aksinya memasukkan tangannya ke dalam baju Despina, dan mengelus lembut perut gadis itu. Setelah puas, lelaki itu kembali mencium bibir Despina sangat dalam, bertukar Saliva berdua, lelaki itu semakin menempelkan tubuhnya, memasukkan kedua tangannya ke dalam baju milik Despina, dan mengelus punggung gadis itu. Huh, sebuah hal romantis dan intim yang penuh dengan kenyamanan.
Beberapa saat kemudian, keduanya mulai kelelahan, Keyvandi maupun Despina menghentikan aktifitas mereka, lalu Keyvandi menurunkan Despina dari atas meja makan, lalu mendudukkan wanita itu di kursi untuk makan bersama.
"Sayang, Terimakasih."
Cup
Kegiatan yang meraka lakukan itu adalah hal yang tidak berlebihan untuk seseorang pacaran, Keyvandi adalah lelaki yang untung saja bisa menjaga batasan tidak lebih dari pelukan dan ciuman, lelaki itu tidak ingin masa depan Despina hancur hanya karena kesalahannya.
Despina tersipu malu mendengar ucaoan lelaki itu, ia sudah dapat memastikan jika wajahnya itu sangat merah sekarang.
"Ehemb, kak ayo kita makan, nanti makanannya dingin." Despina langsung menyerahkan piring berisi nasi dan juga lauk pauk kepada Keyvandi dan diterima dengan hati oleh lelaki itu.
Keduanya makan dalam diam, tidak ada pembicaraan sedikitpun. Setelah Keyvandi dan Despina menyelesaikan makannya, barulah keduanya berbicara.
"Oh ya, aku lupa memberitahumu sayang, Lisa akan akan pergi ke Singapura untuk melakukan syuting produk di sana, apa kau tidak apa-apa jika aku meninggalkanmu?"
Despina yang tadi sedang minumpun menghentikan minumnya, gadis itu menatap keyvandi, "Kenapa kakak baru memberitahuku?"
Keyvandi menghela napasnya pelan, "Maafkan aku sayang, ini sangat mendadak, aku juga baru tau tadi."
Despina diam saja, sampai akhirnya gadis itu menganggukkan kepalanya.
"Benarkah? Kaubtidak keberqtan sayang?"
Despina menggeleng pelan, "Tidak, aku tidak akan melarang kakak untuk bekerja, lagipula itu adalah hal yang menjadi tanggungjawab kakak, yang penting kak Vandi harus menjaga kesehatan dan selalu mengabariku."
Entah sejak kapan, tapi Despina yang sekarang adalah gadis yang sedikit posesif dan juga mulai terbuka dengan Keyvandi. Keyvandi sangat senang akan hal itu, ia benar-benar beruntung dan tidak salah memilih Despina, meski perkenalan mereka terbilang singkat tapi semuanya berjalan dengan baik. Mungkin Keyvandi belum tau asal usul Despina, masalah gadis itu sehingga menyebabkan Despina ingin tinggal sendiri, tapi ia tidak ingin mencari tau, karena Keyvandi sangat menyayangi Despina. Ia ingin Despina selalu bahagia.
"Aku menyayangimu."
"Aku juga kak."
Keyvandi tau, jika mungkin saja para penggemarnya tidak akan setuju dengan hubungannya dan Despina, tapi lelaki itu tidak akan menyerah, saat ini Keyvandi dan Despina menjalani hubungan mereka secara diam-diam, tapi suatu hari nanti Keyvandi berjanji akan mengumumkan hubungan mereka secara terang-terangan.
"Lebih baik sekarang kita istirahat, sepertinya sudah malam, aku tidak ingin kakak sakit."
Keyvandi menganggukkan kepalanya, sekarang waktu menunjukkan pukul 1 dini hari, Despina maupun Keyvandi besok memilikinya jadwal masing-masing. Keyvandi yang harus disibukkan dengan syuting, sedangkan Despina yang disibukkan dengan persiapan ujian akhir di sekolahnya, maklumlah, gadis itu sekarang duduk di bangku kelas 12, tentu saja banyak sekali kesibukan yang di lakukan menjelang kelulusannya.
"Ayo sayang, besok aku akan mengantarkanmu kembali."
Akhirnya Despina maupun Keyvandi masuk ke kamar masing-masing, namun sebelum itu, Keyvandi dan Despina mengemas piring bekas makan mereka. Dan hal itu dilakukan berdua, sangat romantis.
Keesokan harinya, hari ini adalah weekend, Despina tidak pergi kemanapun, ia hanya sibuk berkutat dengan laptop miliknya untuk daily update tulisannya. Sedangkan Keyvandi lelaki itu belum juga bangun.
Ting. . . Tong. . .
Suara bell apartemen Keyvandi berbunyi membuat gadis itu mengalihkan perhatiannya, Despina tidak mungkin menunggu Keyvandi, karena lelaki itu pasti masih terlelap. Akhirnya Despina memutuskan untuk membuka pintunya sendiri.
Orang yang ada di kuat itu terbelalak melihat Despina membuka pintu apartemen itu.
"Loh, siapa kau?" Tanya orang itu dengan nada terkejut, bukan hanya orang itu, Despina juga sama terkejutnya, ia berpikir bagaimana dan apa yang akan terjadi.
"A-aku, A-ku adalah emb, aku sepupu kak Vandi."
Orang yang tak lain adalah seorang gadis itu memicingkan matanya curiga. "Benarkah?"
Dengan gerakan cepat Despina langsung menganggukkan kepalanya.
"Sepupu dari mana?"
Despina tampak terlihat gugup, gadis itu takut jika saja sampai ketauan jika dia sebenarnya bukan sepupu Keyvandi. "Dari Ibu kak Vandi."
"Baiklah, aku percaya, tapi kenapa kau ada di sini?"
Dalam hati Despina merutuki gadis yang ada dihadapannya ini karena terlalu banyak bertanya. "Aku menginap di sini, karena kebetulan mama dan papaku sedang berada di luar negeri."
"Lalu---"
"Sayang siapa yang datang?" Suara itu adalah Keyvandi, lelaki itu baru saja terbangun dari tidurnya.
Despina yang mendengar ucapan Keyvandi itu membulatkan matanya, ia menatap gadis yang ada dihadapannya yang juga mendengar itu. Matilah ia pikir Despina.
"Loh Lia?"
"Loh Lia, kau ini kemana saja? Aku meneleponmu dari tadi."
Keyvandi menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, lelaki itu menyengir menampakkan deretan gigi rapinya.
"Maafkan aku, aku masih tertidur, ayok masuk dulu."
Lia memutar bola matanya malas, kemudian gadis berambut pendek itu mengikuti langkah kaki Keyvandi yang masuk ke dalam apartemennya, kedua orang itu duduk di ruang tamu, sedangkan Despina gadis itu menutup pintu dan mengikuti keduanya.
Despina bertanya-tanya siapa gadis itu, kenapa seperti terlihat akrab dengan Keyvandi, ah sudahlah, ia harus membuang pikiran kotornya.
"Dia sepupumu?" Tanya Lia tiba-tiba, hal itu tentu saja membuat Keyvandi mengerutkan keningnya bingung.
"Maksudmu?"
"Iya, gadis itu apa dia sepupumu?"
Despina yang mendengar itu menatap keyvandi, gadis itu masih berdiri di belakabg sofa menghadap ke Keyvandi, tapi dibelakangku oleh Lia.
"I-iya, kenapa?"
"Oh, aku baru tau kalau kau memiliki sepupu perempuan yang cantik."
Keyvandi menghembuskan napasnya pelan, "Tentu saja kau tidak tau, karena jika berhubungan dengan keluarga aku tidak akan terbuka dengan orang asing, ini adalah privacyku."
Seperti ada yang menusuk, ucapan Keyvandi itu adalah sebuah kalimat yang langsung menembus jantung Lia.
"Despina, kemarilah, perkenalkan dia adalah Lia, Asisten sekaligus manajerku." Keyvandi menyuruh despina untuk mendekat padanya.
Despina menuruti permintaan Keyvandi, gadis itu pun akhirnya duduk di samping Keyvandi.
"Halo kak Lia, aku Despina Elara Faye, kakak bis memanggilku Despina."
Lia yang melihat Despina memperkenalkan dirinya menatap gadis itu dengan senyum paksanya. "Hai, Aku Lia Alanza, aku adalah manajer sekaligus asisten Keyvandi, oh jangan lupakan, kami juga sudah sangat dekat semenjak duduk di bangku SMA, aku juga mengetahui banyak hak tentang Keyvandi, jika kau ingin bertanya tentangnya kau bisa menanyakan padaku."
Entahlah apa maksud Lia berkata seperti itu, tapi Despina tetap tersenyum, gadis berambut ikal itu tidak terlalu menganggap ucapan Lia dengan serius. "Ah, iya kak."
Hanya itu balasan dari Despina, Keyvandi yang mendengar itu menahan tawanya. Sedangkan Lia, ia menatap Despina dengan kesal.
"Kau ingin minum apa Lia?"
"Apa ada jus jeruk?"
"Tentu saja ada, sebentar."
Keyvandi kemudian berjalan ke dapur untuk mengambilkan Lia minum. Saat Lia dan Despina ditinggal Keyvandi ke dapur Liabterus saja menatap Despina sinis, Despina merasa sangat tidak nyaman dengan tatapan gadis itu.
"Kau jangan terlalu besar kepala karena kau adalah sepupu Keyvandi, kau tau, aku yang banyak lebih tau tentangnya, jadi jangan merasa menang."
Despina diam saja, ia jadi berpikir dan merasa aneh dengan Lia, seharusnya jika ia memang manajer dan asisten Keyvandi ia tidak perlu ikut campur urusan pribadi Keyvandi, tapi ini, bahkan ia dengan beraninya mengancam Despina seperti itu. Untung saja Despina orang yang membawa suatu hal dengan santai, jadi ia tidak menganggap serius ucapan Lia itu.
"Satu lagi, sepertinya kau ini masih gadis di bawah umur ya, jadi tidak usah ikut campur urusan orang dewasa."
Dih, sok gede sekali Lia ini, huh, bahkan dia saja sudah 18 tahun, di bawah umur dari mana.
"Kalian sedang membicarakan apa?" Tanya Keyvandi sambil membawa 3 gelas jus, lelaki itu meletakkan jus-jus itu diatas meja.
"O-oh, Rion, aku hanya bertanya kepada Despina apakah ia masih sekolah atau tidak."
Keyvandi menganggukkan kepalanya, "Dia masih sekolah di Abdi Bangsa, kelas 12." Balas Keyvandi.
"Masih muda sekali ternyata."
"Ya benar, dia memang masih muda, dan juga cantik bukan?"
"Hahaha, kau benar, Despina memang cantik."
"Memuakkan."
.
.
.
TBC