NovelToon NovelToon
CINTA TAK KENAL USIA

CINTA TAK KENAL USIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Karena orang tua serta para keluarga selalu mendesak untuk menikah. Akhirnya Adelia Aurellia nekat menikahi seorang anak magang yang jarak usianya sepuluh tahun dibawahnya. Hal itu malah membuat orang tua Aurel menjadi murka. Pasalnya orang tua sang supir yang bernama Adam Ashraf adalah seorang pengkhianat bagi keluarganya Aurel.

Padahal itu hanya fitnah, yang ingin merenggangkan persahabatan antara Ayahnya Aurel dan juga Ayahnya Adam. Makanya Adam sengaja bekerja pada mereka, karena ingin memulihkan nama baik sang Ayah. Dan karena tujuan itu, ia pun langsung menerima tawaran dari Aurel, untuk menikahinya.

Akankah, Adam berhasil membersihkan nama baik sang Ayah? Dan Akankah mereka mendapatkan restu dari keluarga Aurel? Yuk ikuti karya Ramanda, jangan lupa berikan dukungannya juga ya?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEJUTAN DI KOTA SURABAYA.

Setelah kegaduhan di Jakarta mulai mereda dan proses hukum terhadap keluarga Subandi berjalan di tangan tim pengacara, Adam mengajak Aurel untuk menepi sejenak dari hiruk-pikuk ibu kota. "Aurel, ada satu janji yang harus kutunaikan. Aku ingin membawamu ke tempat di mana semuanya dimulai. Ke tempat peristirahatan terakhir Ayah dan Ibu," ucap Adam lembut di suatu sore yang tenang.

Aurel setuju tanpa keraguan sedikit pun. Kini, dengan hijab yang selalu membungkus kepalanya, ia merasa jauh lebih tenang menghadapi dunia. Mereka menempuh perjalanan menuju Surabaya, kota pahlawan yang menjadi saksi bisu perjuangan keluarga Adam setelah terusir dari Jakarta sepuluh tahun silam.

Deru mesin mobil mereka memecah keheningan jalanan aspal menuju kawasan makam yang asri di pinggiran Surabaya. Adelia Aurellia, yang kini tampak begitu anggun dengan hijab biru mudanya, menatap keluar jendela. Hatinya bergetar setiap kali melirik suaminya yang fokus mengemudi. Adam Ashraf, pria yang dulu ia remehkan sebagai anak magang, kini terasa seperti pilar pelindung yang begitu kokoh.

"Kenapa diam saja, Aurel? Kamu gugup bertemu mertuamu?" tanya Adam sambil melirik tipis ke arah istrinya.

Aurel menghela napas panjang, meremas ujung gamisnya. "Aku hanya... merasa belum cukup pantas, Adam. Setelah semua yang dilakukan keluargaku pada keluargamu, aku merasa malu berdiri di depan nisan mereka."

Adam memutar kemudi perlahan, memasuki area pemakaman yang tenang. "Masa lalu bukan untuk diratapi, tapi untuk dijadikan pelajaran. Mereka akan bahagia melihat kita datang membawa kedamaian."

Mereka turun dari mobil. Dan mulai berjalan memasuki kawasan pemakaman. Hingga akhirnya mereka sampai di dua nisan yang berdampingan yang bertuliskan Bramasta bin M. Yasir, serta Maryati binti Amar Hadi. Adam bersimpuh disamping nisan tersebut. Ia menyiramkan air mawar dan menaburkan bunga dengan gerakan penuh hormat.

"Ayah, Ibu... Adam datang. Adam membawa menantu untuk kalian," suara Adam bergetar saat mengusap nisan bertuliskan Bramasta.

Aurel ikut bersimpuh di samping Adam. Ia membacakan doa dengan lisan yang kini mulai terbiasa melantunkan ayat suci. Di depan makam itu, Aurel membisikkan permohonan maaf sedalam-dalamnya atas ketidakadilan yang dilakukan ayahnya di masa lalu.

Setelah berziarah, suasana hati Adam tampak lebih lega. Lalu ia mengajak Aurel menuju pusat kota. Mobil mereka berhenti di depan sebuah gedung perkantoran ultramodern yang didominasi kaca gelap berpendar biru. Di puncaknya, logo "A-Games Digital" berkilau megah.

"Adam, kenapa kita ke sini? Ini perusahaan gim raksasa. Kamu ingin bekerja disini?" tanya Aurel bingung saat Adam menggandeng tangannya menuju lobi utama.

"Bukan ingin bekerja di sini Aurel. Aku ingin mengajakmu melihat kantorku yang sebenarnya," jawab Adam tenang.

Saat mereka melangkah masuk, suasana lobi yang sibuk seketika menjadi sunyi. Seluruh karyawan yang tadinya berlalu-lalang dengan santai mengenakan hoodie dan jin, langsung berdiri tegak dan membungkuk hormat.

"Selamat siang, Pak CEO! Selamat datang kembali, Pak Adam!" seru mereka serempak.

Aurel menghentikan langkahnya, matanya membelalak tak percaya. "CEO? Adam, apa maksudnya ini?"

"Ayo, aku jelaskan di atas," bisik Adam lembut.

Di dalam lift menuju lantai tertinggi, seorang pemuda berkacamata dengan gaya geeky masuk dan langsung menyapa. "Bos! Akhirnya, Anda pulang juga!" ujar pria itu, yang ternyata ia Asisten Adam. Yang bernama Rian. "Oh iya Bos, Gim battle royale kita yang baru saja rilis di server Global tembus tiga juta pemain dalam semalam. Kita perlu persetujuan Anda untuk ekspansi ke server Eropa."

Adam mengangguk mantap. "Siapkan dokumennya, Rian. Aku ada tamu spesial hari ini."

"Eh, ini... Bu Aurel ya?" tanya Rian saat melihat wanita disamping Adam.

Adam merangkul bahu Aurel dengan protektif. "Iya, Rian. Kenalkan, ini istriku, CEO AA Cosmetic. Dan Aurel... kenalkan, ini adalah usahaku. A-Games Studio." ujar Adam memperkenalkan istri. Setelah lift terbuka Rian pamit menuju ruangannya. Sedangkan Adam membawa istrinya menuju ruangannya.

Sesampainya di ruang kerja yang sangat luas dengan pemandangan 360 derajat kota Surabaya, Adam mendudukkan Aurel di sofa beludru. Ia melepas jasnya, menyisakan kemeja hitam yang lengannya digulung rapi.

"Kamu... kamu pemilik semua ini? Sejak kapan?" tanya Aurel dengan suara bergetar.

Adam duduk di sampingnya, menatap mata Aurel dalam-dalam. "Aku merintis ini sejak tahun kedua kuliah di Surabaya, Aurel. Aku belajar siang dan malam, membangun kode dari nol agar bisa membiayai pengobatan Ibu dan mencari bukti fitnah Ayah. Aku sengaja menggunakan nama belakang ibuku agar keluarga Subandi tidak curiga."

Aurel menyentuh meja kayu jati yang mengkilap di hadapannya. "Jadi, kamu bukan pemuda yang butuh bantuan finansialku? Kamu bahkan mungkin lebih kaya dariku."

"Uang tidak pernah menjadi tujuanku menikahimu, Aurel," Adam meraih tangan istrinya, menggenggamnya dengan hangat. "Awalnya, aku mendekatimu hanya untuk sebuah misi. Tapi sekarang, segalanya berubah. Aku tidak bisa lagi membedakan mana misi dan mana hatiku."

Adam menarik napas panjang, suaranya melembut namun penuh penekanan. "Adelia Aurellia, aku tahu aku jauh lebih muda darimu. Aku tahu, aku masuk ke hidupmu dengan penuh rahasia. Tapi hari ini, di tempat yang aku bangun dengan keringatku sendiri, aku ingin mengatakannya padamu... Aku mencintaimu. Bukan sebagai CEO AA Cosmetic, tapi sebagai wanita yang ingin aku imami sampai ke surga."

Jantung Aurel seolah berhenti berdetak. Pengakuan itu begitu tiba-tiba dan tulus. Namun, alih-alih merasa bahagia sepenuhnya, sebuah awan hitam keraguan muncul di wajah cantiknya.

"Adam... aku..." Aurel melepaskan genggamannya perlahan, menundukkan kepala.

"Ada apa? Kamu tidak memiliki perasaan yang sama?" tanya Adam, ada nada kecemasan dalam suaranya.

Aurel menggeleng cepat, air mata mulai menggenang. "Bukan itu. Aku juga... aku juga mulai menyukaimu. Tapi Adam, lihatlah dirimu. Kamu muda, tampan, cerdas, dan sekarang aku tahu kamu adalah pengusaha sukses yang luar biasa. Sepuluh tahun, Adam. Jarak kita sepuluh tahun."

"Lantas? Apa masalahnya dengan angka itu?"

Aurel berdiri, berjalan menuju jendela kaca besar, memunggungi Adam. "Sepuluh tahun lagi, aku akan menjadi wanita paruh baya yang mulai keriput, sementara kamu akan berada di puncak keemasanmu. Aku takut tidak bisa menyeimbangimu. Aku takut kamu akan bosan denganku saat wanita-wanita yang jauh lebih muda dan hebat di industrimu ini mendekatimu. Aku... aku hanya takut menjadi beban untuk masa depanmu yang gemilang."

Adam berdiri, melangkah pelan hingga ia berada tepat di belakang Aurel. Ia tidak memeluknya, namun kehadirannya memberikan kehangatan.

"Aurel, dengarkan aku," ucap Adam tegas. "Jika aku menginginkan wanita muda, aku bisa menemukannya di sini sejak dulu. Tapi tidak ada dari mereka yang memiliki ketegaran sepertimu. Tidak ada yang bisa membuatku ingin menjadi imam yang lebih baik selain dirimu. Cinta itu bukan tentang kompetisi usia, tapi tentang kecocokan jiwa."

"Tapi dunia akan membicarakan kita, Adam," gumam Aurel lirih.

Adam akhirnya memutar tubuh Aurel agar menghadapnya. Ia memegang kedua bahu istrinya. "Biarkan dunia bicara. Mereka tidak tahu bagaimana kita bersujud bersama di sepertiga malam. Mereka tidak tahu bagaimana kamu tetap berdiri tegak saat duniamu runtuh. Bagiku, kamu adalah tantangan sekaligus anugerah terbesar. Jangan pernah merasa rendah diri karena usia, karena bagiku, kedewasaanmu adalah hal yang paling berharga."

Aurel menatap mata Adam, mencari kebohongan di sana, namun yang ia temukan hanyalah ketulusan yang murni. "Apa kamu benar-benar yakin, Adam? Aku tidak ingin kamu menyesal di kemudian hari."

Adam tersenyum, senyum yang begitu menenangkan. "Menyesal? Satu-satunya penyesalanku adalah kenapa aku tidak menemukanmu lebih cepat. Sekarang, buang keraguan itu. Kita akan memulainya dari awal, bukan sebagai bos dan bawahan, tapi sebagai sepasang suami istri yang akan mengguncang dunia bisnis Indonesia bersama-sama."

Aurel akhirnya tersenyum tipis, meski keraguan itu belum hilang sepenuhnya, namun kata-kata Adam setidaknya telah memberikan pondasi baru bagi hatinya yang rapuh. Ia menyadari bahwa di balik sosok "anak magang" itu, terdapat jiwa seorang pemimpin yang sanggup meruntuhkan tembok ketakutannya.

1
sry rahayu
🥹
sry rahayu
kasian Arumi
sry rahayu
😄
sry rahayu
syukurlah
sry rahayu
good luck adam
Wandi Fajar Ekoprasetyo
wah nih mulut belom pernah makan sambel setan level neraka ya..... enak sekali ngomong nya
sry rahayu
selalu nunggu up nya thor
Trie Vanny
Selalu hadir untuk mendukung karya kakakku ini👍👍👍🤭
Ramanda.: Terimakasih Adikku 😍😍. Aku selalu padamu muachh.😘😘
total 1 replies
sry rahayu
semangat 💪
Irni Yusnita
semua cerita yg kau buat selalu bagus dan menarik 👍 lanjut Thor 👍
Wandi Fajar Ekoprasetyo
Weh singkat sekali langsung terkuak kasus yg udh lama.......Hem..... kira² ada balas dendam apa lagi nih dr keluarga Denis
Wandi Fajar Ekoprasetyo
semangat kak othor.....d tunggu up nya
Wandi Fajar Ekoprasetyo
mulai goyah pertahan Aurel
Wandi Fajar Ekoprasetyo
wajah tenang penuh dendam
Ai Sri Kurniatu Kurnia
hadir
Lia siti marlia
hadir thoor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!