Jenderal tinggi di tinggal kan oleh sang istri. Menjadi duda dengan satu orang Putri. Banyak wanita yang berlomba-lomba menginginkan Bara Dirgantara. Namun tak semua nya tulus pada Putri cantik nya. Hingga, ke dua orang tua sang Hot Jenderal itu memutuskan untuk menikahkan Bara dengan adik dari Nana Wijaya. Turun Ranjang, begitu lah orang-orang menyebutnya. Akan kah cinta antara mereka berdua bersemi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fara Dela Sandi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23 (Cemburu karena nya!)
Mohon dukungan nya selalu ya Kakak-kakak dengan cara Vote poin agar cerita ini mendapat rengking untuk pengikutan lomba #YouAreAWriterS3 dan juga jangan lupa untuk selalu Like dan rame kan dengan Komentar tentang cerita satu ini.🙏🙏🙏☺️☺️☺️☺️☺️☺️ cerita nya akan up tiap hari
.
.
.
"Selamat datang di Indonesia dan selamat datang di rumah ku." Ucap Aurora dengan gaya anggun.
"Wow! Terimakasih sambutan nya sayang!" Seru gadis cantik itu memeluk sang sahabat.
Sedangkan pria tampan itu hanya menatap ke duanya dengan mata berotasi jengah. Rebecca dan Aurora adalah perempuan yang paling menyebalkan di mata Leo. Lelaki itu lebih tertarik dengan anak perempuan yang terlihat menatapnya dan Rebecca dengan pandangan polos. Beberapa maid tampak berbisik-bisik lirih. Pasalnya, baru pertama kali mereka melihat wanita dan pria tampan keturunan Inggris-Jerman secantik dan setampan ini. Ke duanya bak aktor-artis. Leo mengikis jarak nya dengan Sora. Memperdalam lesung di salah satu pipinya.
"Sora Dirgantara?" panggil Leo dengan nada lucu.
Sora tersenyum imut. Uh! Sungguh membuat Leo gemas saja. Leo mengangkat tubuh kecil Sora sebelum menggendongnya. Dua sahabat yang berpisah hitungan bulan itu melepaskan pelukan rindu. Selesai memecahkan celengan rindu masing-masing.
"Seperti nya, Leo mengincar putrimu." Goda Rebecca tersenyum lebar menatap Leo dan Sora yang entah apa yang ke duanya bicarakan di depan sama.
"Aku kurang yakin. Kau tau bukan jika Leo adalah maniak game. Bukan seorang pedofil. Jika dia benar-benar berminat pada putri ku. Maka aku akan memotong barangnya!" ucap Aurora dengan santai.
Rebecca terkekeh keras. Sebelum di susul oleh Aurora. Leo terlihat tidak peduli dengan ke duanya. Ia lebih memilih masuk semakin dalam ke dalam rumah besar Jenderal Dirgantara itu dengan menggendong Sora. Sesekali, Sora dan Leo tertawa pelan. Entah gosip apa yang tengah ke duanya bicarakan.
****
"Apa?" tanya Aurora menatap aneh wajah Bara.
Dari mulai tadi sore. Suaminya itu terlihat tak uring-uringan dan berprilaku manja. Sedikit-sedikit ia akan memanggil nya. Hanya untuk melakukan hal remeh. Bahkan untuk sesuatu yang tak penting. Contoh nya sekarang! Bara Dirgantara memanggil nya masuk ke dalam kamar. Hanya untuk mencari di mana sikat giginya berada. Sungguh! Demi apapun. Sikat gigi milik Bara berada di samping sikat giginya. Tidak ada yang bergeser. Lucunya Bara Dirgantara hanya ingin menanyakan keberadaan sikat gigi yang sudah ada di depan mata. Sungguh menjengkelkan.
"Aku ingin di temani untuk tidur," jawab Bara dengan nada manja.
Aurora melenguh kesal. Apa yang sebenarnya terjadi pada lelaki ini. Sangat jelas ke dua telinga nya mendengar kan jika pria ini tidak akan pulang selama dua Minggu. Namun baru berangkat pagi dan pulang di sore hari dengan wajah yang datar. Selalu menganggu pembicaraan nya dengan Leo. Aurora tidak tau apa yang di katakan oleh anak buah pria ini. Hingga ia terlihat tak suka dengan keberadaan Leo. Maupun Rebecca di rumah.
Bahkan saat makan malam. Masih saja, sempat-sempatnya Bara Dirgantara menggenggam tangan kiri Aurora. Tidak ingin lepas, memperlihatkan kemesraan mereka. Dengan cara Ayah dari Sora Dirgantara itu meminta di suapi di depan Rebel dan Leo. Aurora dapat melihat bagaimana Rebecca meledeknya.
"Astaga! Aku harus menemani sahabat ku, Kak. Mereka baru saja sampai di Indonesia. Dan bagaimana bisa aku meninggalkan mereka berdua saja di ruangan tengah. Kakak bisa tidur duluan kan," kesal Aurora.
Lihatlah. Bara Dirgantara yang berwajah flet dan dingin. Terlihat begitu kekanak-kanakan. Ia mengerucut kan bibirnya. Bahkan menghentak kasar ke dua kakinya ke lantai. Diam-diam Aurora tersenyum tipis. Ingin marah, tapi sikap yang di tunjuk kan oleh suaminya ini begitu menggemaskan. Bara mendekati Aurora. Wajah tampannya terlihat berubah di persekian detik. Dari wajah imut nan menggemaskan menjadi wajah yang dingin di bingkai dengan mata tajam.
Ia meraih tangan Aurora kala menunduk. Membawa tangan lembut itu membingkai kedua sisi wajahnya.
"A—apa?" tanya Aurora deg degan.
"Aku cemburu sayang!" balas Bara jujur.
Sontak saja tangan Aurora turun dari ke dua sisi wajah Bara. Lelaki ber'rahang tegas itu menelengkan wajah nya. Menatap intens ke dua iris mata Bara.
"Apa?" ulang Aurora memastikan apakah pendengaran nya masih baik.
"Aku cemburu sayang," ujar Bara dengan tegas.
Ke dua mata Aurora mengerjap pelan. Hembusan napas Bara menerpa wajah nya. Sebelum benda lunak, hangat tak bertulang menyentuh permukaan bibirnya. Bara bergerak cepat. Menindih tubuh Aurora dengan bibir bergerak agresif. Erangan tertahan di kerongkongan Aurora. Kala lidah Bara melesat masuk tanpa permisi.
Di lain tempat. Mata rubah menatap deretan angka kertas kusam. Ia mengerang pelan. Sebelum meletakan hasil tes DNA di atas meja kerjanya.
"Dia begitu menginginkan anak itu. Maka dari itu aku harus memberikan anak itu padanya. Lalu, membantu Bara yang terpuruk karena kenyataan yang begitu miris," tuturnya dengan nada ceria,"Saat dia tau, anak yang ia besarkan adalah anak pria lain. Ia pasti begitu menderita. Bahkan membenci adik dari wanita yang telah menipu nya mentah-mentah. Saat itu terjadi, perceraian akan di lakukan. Bara Dirgantara akan menjadi milik ku seorang. Hanya milik Keyla!" lanjut nya dengan senyum menyeringai.
Derit pintu terbuka membawa atensi coklat redup ke ambang pintu. Gadis itu tersenyum sok tulus pada lelaki yang berada di ambang pintu. Membawa tubuh langsing nya berdiri cepat.
Dapat ia lihat di ke dua netra coklat pria itu. Ada keputusan adaan dan rasa sakit di kedua matanya.
"Selamat datang Kak Roy! Ayo masuk ke sini!" Ujar Keyla meraih surat kusam dan melangkah mendekati sofa tepat di depan meja kerja nya.
Roy melangkah lambat. Keyla tersenyum lebar menyilang salah satu kaki nya. Menatap Roy dengan pandangan licik. Roy duduk, menyandarkan punggung lebarnya di sofa berwarna hitam itu. Ekor matanya melirik secarik kertas kusam di tangan kanan Keyla. Gadis ini berkata ada yang ingin ia bicara kan. Menyangkut masalah Sora.
"Apa yang ingin kau bicara kan?" tanya Roy dengan nada tak bersahabat.
"Tidak perlu terburu-buru kakak. Mungkin lebih baik Kakak ku pesankan minuman dulu. Sebelum kita memulai pembicaraan ini," balas Keyla seramah mungkin.
Muak. Satu kata yang berada di dasar lubuk hati Roy Amanah. Pria ini tak suka dengan saudara tiri Nana Wijaya. Gadis ini begitu licik dan picik, ia sangat tau jika Keyla begitu mencintai Bara. Mencintai sahabat nya itu sejak dari dulu. Gadis bermata rubah ini sama saja dengan Bara sahabat nya. Bagi Roy, gadis di depan nya ini sangat cocok dengan Bara Dirgantara. Sama-sama licik dan picik. Setidaknya itulah yang ada di otak Roy.
"Tidak. Aku tidak perlu akan hal itu. Bicara lah dengan cepat. Aku tidak ada waktu untuk berbicara dengan mu," ujar Roy ketus.
"Ck! Mengelikan. Siapa juga yang ingin berbicara dengan nya." Kata hati yang hanya bisa di tahan di dada. Senyum lembut ia perlihatkan pada Roy. Demi menjaga reputasi."Baiklah. Seperti nya Kak Roy tidak ada waktu banyak. Aku tidak akan bertele-tele. Ini adalah surat yang sudah lama aku simpan. Aku memberikan ini pada kakak. Karena aku tau, jika Kakak tak ingin Aurora bersama Bara. Dan kakak ingin hak asuh Sora di tangan mu." Jelas Keyla menyerahkan secarik kertas ke tangan Roy.
Pria bermata madu itu menerima nya. Membaca kata demi kata yang tertera dari atas sampai bawah. Bulir bening bergulir dari ke dua matanya. Kala kata 99,9% cocok dengan Roy Amanah. Benar bukan. Jika Nana saat itu hamil anaknya. Wanita yang ia cintai mengandung darah daging nya.
***
Pintu kayu di buka cepat. Ke pria dan wanita itu masuk dengan santai nya ke kamar tuan rumah. Leo mengambil posisi duduk di meja rias Aurora. Sedangkan Rebecca berdiri berkacak pinggang melihat Aurora yang tersenyum di atas tempat tidur dengan setangkai mawar di tangan nya.
"Romantis sekali," cibir Leo.
"Kalian melakukan nya? Tanpa memikirkan perasaan aku dan Leo yang menunggu berjam-jam di ruangan tamu?" Kesal Rebecca melangkahkan mendekati Aurora.
Gadis itu duduk di bibir ranjang sebelah Aurora. Aurora meletakan asal tangkai mawar yang di berikan oleh Bara. Kala pagi menyapa, ia terbangun dari tidur pendek. Setangkai mawar merah telah ada di samping nakas di temani oleh memo dari sang suami. Yang mana memo berisi tentang Aurora yang harus jaga jarak dengan sahabat gilanya itu. Dan juga kalau ia memberikan mawar merah setangai sebagai arti jikalau Aurora adalah satu-satunya yang ia cintai. Cih! Begitu menyebalkan bagi mereka yang jomblo. Memang!
"Maaf!" Balas Aurora dengan memeluk tubuh Rebecca.
Meski wajah Rebecca terlihat kesal. Namun ia tak menepis pelukan sang sahabat. Manik mata indahnya menatap kesal pada Leo.
"Ini semua karena Leo!" tuding Rebecca.
"Aku?" Tunjuk Leo pada dirinya sendiri yang di angguki langsung oleh Rebecca. Aurora menengadah menatap wajah Rebecca sebelum menatap sang dakwaan.
"Ya. Kau! Jika kau tak bilang kalau kita bertiga tidur bersama dan melakukan sex bertiga. Maka si pria Indonesia itu tidak akan menatap aku dengan pandangan tak suka. Bahkan membuat kita menunggu di ruangan tamu berjam-jam!" cerocos Rebecca kesal.
Aurora menegakkan tubuhnya. Menatap menyelidik ke arah Leo. Pria itu tertawa keras. Sungguh. Leo hanya bercanda. Siapa sangka jika Bara menganggap itu adalah kebenaran. Aurora menggeleng kan kepala nya tak percaya. Ia tau alasan kenapa Bara begitu aneh tadi malam.
TBC
Mohon dukungan nya selalu ya Kakak-kakak dengan cara Vote poin agar cerita ini mendapat rengking untuk pengikutan lomba #YouAreAWriterS3 dan juga jangan lupa untuk selalu Like dan rame kan dengan Komentar tentang cerita satu ini.🙏🙏🙏☺️☺️☺️☺️☺️☺️ cerita nya akan up tiap hari
kasian tp lucu 😅😅
konspirasi konspirasi