NovelToon NovelToon
Melintasi Waktu Dengan Sistem Gosip

Melintasi Waktu Dengan Sistem Gosip

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Time Travel / Sistem / Penyeberangan Dunia Lain / Transmigrasi / Gadis nakal
Popularitas:128.7k
Nilai: 5
Nama Author: Lily Dekranasda

Jiao Lizhi, 25 tahun, seorang agen profesional di abad ke-21, tewas tragis saat menjalankan misi rahasia. Yatim piatu sejak kecil, hidupnya dihabiskan untuk bekerja tanpa pernah merasakan kebahagiaan.

Namun tak disangka, ia terbangun di dunia asing Dinasti Lanyue, sebagai putri Perdana Menteri yang kaya raya namun dianggap “tidak waras.” Bersama sebuah sistem gosip aneh yang menjanjikan hadiah. Lizhi justru ingin hidup santai dan bermalas-malasan.

Sayangnya, suara hatinya bersama sistem, dapat didengar semua orang! Dari keluhan kecil hingga komentar polosnya, semua menjadi kebenaran istana. Tanpa sadar, gadis yang hanya ingin makan melon dan tidur siang itu berubah menjadi pejabat istana paling berpengaruh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lily Dekranasda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyiksaan

Jiao Lizhi tiba-tiba membuka mata. Alisnya mengernyit, “…?”

Ia merasakan hawa dingin menyapu kulitnya, berlawanan dengan uap hangat di sekeliling.

“Aneh.”

Ia menoleh ke kiri, lalu ke kanan. Bahkan mendongak ke atas, ke arah atap.

“Kenapa dari tadi rasanya seperti ada angin masuk?” gumamnya.

Tak menemukan apa pun, ia mendecakkan lidah, “Huh… perasaanku saja mungkin.”

Ia bangkit dari bak mandi, mengambil handuk, dan membungkus tubuhnya dengan cekatan. Air menetes dari ujung rambutnya saat ia melangkah keluar.

Begitu pintu dibuka, Cui sudah menunggu dengan pakaian tidur yang telah disiapkan rapi.

“Nona,” ucap Cui lembut, “pakaian Anda sudah siap.”

Jiao Lizhi mengangguk. “Terima kasih.”

Cui membantu mengenakan pakaian dengan cekatan. Setelah semuanya rapi, ia mundur selangkah.

“Apakah nona ingin beristirahat sekarang?”

“Mm.”

Cui membungkuk, “Jika begitu, hamba undur diri.”

Begitu Cui keluar, kamar kembali sunyi. Jiao Lizhi duduk di tepi ranjang. Namun, ia tidak langsung berbaring. Tatapannya jatuh pada pakaian resmi sidang yang tergantung rapi di sisi ruangan. Ia menatapnya lama, “Sidang besok pagi…” gumamnya.

Alisnya sedikit berkerut, lalu ia menghela napas pelan, “Hah… kalau kupakai sekarang, besok aku tak perlu repot.”

Ia bangkit, melepas pakaian tidurnya, lalu mengenakan pakaian resmi itu dengan rapi dan presisi. Gerakannya terampil.

Setelah selesai, ia berdiri di depan cermin,“…Lumayan.”

Ia mengangguk pada bayangannya sendiri. Lalu akhirnya, Jiao Lizhi merebahkan diri di ranjang. Mata terpejam.

Sementara itu, Jin Xuyan sudah tiba di istana nya langsung memerintahkan Fei dan Yun untuk membawa Tuan He ke dalam tiang penyiksaan. Meskipun mereka bingung atas permintaan itu, mereka tetap mengikuti perintah putra mahkota.

Pintu batu tebal menutup dengan bunyi DUMM, gema beratnya bergulung di lorong bawah tanah seperti dentuman peti mati.

Udara di dalam ruang penyiksaan lembap dan dingin. Bau besi karat, darah kering, dan api obor bercampur menjadi satu. Dua prajurit menyeret seorang pria tua masuk ke tengah ruangan.

Rantai besi beradu, berderak keras saat tubuh Tuan He diikat ke tiang penyiksaan. Kedua lengannya ditarik ke belakang, bahunya terangkat paksa. Rantai menegang, tulang-tulang tua di bahunya mengeluarkan bunyi retakan halus.

“Kh... hng…” napasnya langsung tersengal sejak awal.

Obor-obor di dinding berkedip pelan. Cahayanya menari di lantai batu yang dingin, memantulkan bayangan rantai dan tubuh renta yang terikat.

Langkah kaki terdengar.

Tap. Tap. Tap.

Begitu Jin Xuyan melangkah masuk, udara di ruangan itu seolah jatuh beberapa derajat. Sunyi yang menekan dada.

Fei dan Yun berdiri di sisi kanan dan kiri, punggung tegak sempurna. Namun keringat dingin mulai mengalir di pelipis mereka.

“Aura ini… Yang mulia benar-benar marah, semenjak pulang dari berpetualang. Kenapa tiba-tiba Yang Mulia marah terhadap pria tua yang akan mati besok?”

Jin Xuyan berhenti tepat di depan Tuan He.

Tatapannya... dingin, jernih, tanpa emosi. Seperti menatap sesuatu yang sudah mati.

“Sekarang,” ucapnya pelan.

Namun suaranya bergema jelas, menembus dinding batu. “Jawab pertanyaanku.”

He tua menatap Jin Xuyan dengan lesu, ia menelan ludah. Lehernya bergetar, jakunnya naik turun dengan susah payah.

“A-apa yang mulia maksud…?” suaranya serak.

CTAS!!!

Cambuk di tangan Jin Xuyan melesat tanpa peringatan. Suara kerasnya memantul di seluruh ruangan.

Tubuh Tuan He terhentak ke belakang. Kulit dadanya terbelah, darah langsung merembeS, mengalir mengikuti lekuk tulang rusuknya.

“AAAAARGH!!”

Jeritannya memecah keheningan. Ia terengah-engah, wajahnya memucat, kakinya gemetar hebat. Rantai di lengannya bergetar keras.

Jin Xuyan tidak berubah ekspresi sedikit pun. “Aku tidak menyukai kebohongan,” katanya datar. “Dan aku lebih tidak menyukai orang yang berpura-pura bodoh.”

Ia melangkah satu langkah lebih dekat. “Kau,” lanjutnya, “Mengirim pembunuh bayaran ke kediaman Perdana Menteri Jiao.”

Mata Tuan He membelalak, ia telah ditemukan. “Y... Yang Mulia…! Itu... itu tidak benar! Hamba difitnah.”

CTAS!

Cambukan kedua. Lebih keras. Tubuh Tuan He terangkat sedikit sebelum jatuh tertahan rantai. Darah menyembur dari luka yang lebih dalam.

“AH!! AMPUN!!”

Air mata bercampur keringat menetes dari dagunya.

Fei mengepalkan tangan. “Oh jadi ini ternyata penyebabnya? Tuan He mengirim pembunuh ke kediaman Perdana Mentri. Tapi apa hubungannya dengan Yang Mulia?”

Tak lama, Fei berfikir beberapa hari yang lalu hingga ia mendapatkan kesimpulan. Apakah Yang Mulia melindungi putri perdana Mentri? Jiao Lizhi? Apakah putra mahkota akan menjadikan Jiao Lizhi sebagai Nyonya mereka?

Yun menelan ludah, menatap ember berisi air garam di kakinya. Meskipun ia tidak paham untuk apa air garam yang diminta putra mahkota ini.

Jin Xuyan menunduk sedikit, menatap wajah He tua yang sudah pucat pasi. “Aku akan bertanya sekali lagi,” katanya dingin. “Dan kali ini, kau jawab dengan jujur.”

Cambuk itu diangkat perlahan, seperti ancaman yang sengaja dipertontonkan. “Mengapa, kau mengirim pembunuh bayaran ke kediaman Jiao Lizhi?”

Nama itu keluar dari bibirnya dengan tekanan yang jelas. He tua membeku. Matanya membelalak. “…J-Jiao… Lizhi?”

Ada jeda singkat. Dan di situlah Jin Xuyan tahu, ia benar.

He tua tertawa kecil, suara seraknya bercampur kegilaan. “Hah… jadi… putra mahkota pun tahu. Jadi aku tak perlu berbohong lagi.”

Jin Xuyan menyipitkan mata. “Tahu apa?”

He tua mengangkat wajahnya sedikit, senyum bengkok terbentuk meski tubuhnya gemetar. “Gadis itu… Dialah sumber masalah”

Fei dan Yun terkejut.

“Apa maksudmu?” hardik Fei tanpa sadar.

Jin Xuyan mengangkat tangan, isyarat agar Fei diam.

He tua terkekeh pelan, namun penuh kesombongan, “Sejak dia pulih dari penyakitnya, dan diangkat sebagai pejabat oleh yang mulia, semua rencanaku runtuh.”

Ia terbatuk, darah menodai bibirnya. “Aku sudah berhati-hati. Sangat berhati-hati. Tambang emas… prajurit rahasia… bahkan kerja samaku dengan kerajaan luar. Padahal tinggal selangkah lagi, aku bisa berkuasa.”

Senyumnya berubah penuh kebencian. “Tak satu pun bocor. Sampai gadis sialan itu berbicara, entah kenapa. Tapi aku melihat ia tidak membuka mulutnya, dan suara nya bisa ku dengar, tapi kenapa semua orang juga mendengarnya.”

Cambukan ketiga mendarat brutal.

“AAAAARGH—!!”

Tubuh Tuan He terkulai. Jika bukan karena rantai, ia sudah jatuh ke lantai.

“Jaga ucapanmu,” suara Jin Xuyan berubah lebih rendah. Lebih gelap. Lebih berbahaya.

“Kau tidak pantas menghardiknya.”

Ia menoleh sedikit. “Yun.”

Yun langsung tersentak. “Y-ya, yang mulia!”

“Air garam.”

Meskipun, Jin Xuyan tidak tau kenapa Jiao Lizhi ingin mengguyur He Tua dengan air garam setelah disiksa. Ia tetap melakukan keinginan gadis itu, dan juga ia penasaran apa yang akan terjadi pada He Tua.

Yun mengangkat ember itu dengan tangan sedikit bergetar.

Tuan He menatap ember itu dengan bingung, kenapa putra mahkota ingin menyiramnya dengan air garam setelah ia di cambuk? Apakah agar ia terlihat segar kembali?

SYUR!!!

Begitu air menyentuh luka...

“AAAAAAAAAAAA!!!”

Jeritan Tuan He melengking, menusuk telinga. Tubuhnya kejang hebat. Otot-ototnya menegang, urat lehernya menonjol. Rantai besi bergetar keras.

“SAKIT!! SAKIT!! AMPUN!!”

Bukan hanya Tuan He. Fei terbelalak. Yun membeku di tempat. Bahkan Jin Xuyan juga kaget, namun ia kembali dengan wajah datarnya.

Air garam meresap ke luka terbuka, seperti ribuan jarum membakar daging. Tuan He menangis. Bukan tangisan palsu.

Jin Xuyan menatapnya tanpa berkedip, “Jadi ini yang kau inginkan, Jiao Lizhi.”

Ia tidak tahu mengapa gadis itu memikirkan hukuman seperti ini. Namun kini ia mengerti, ini metode sangat kejam.

He Tua pingsan setelah mengalami penyiksaan menyakitkan itu. Jin Xuyan akhirnya pergi tanpa menoleh, bersama Fei dan Yun yang masih ngeri. Dimasa depan, kedua nya memasukkan dalam hati untuk tidak mengganggu Nona Jiao, agar tuannya tidak menyiksa mereka seperti yang mulia lakukan barusan.

1
Nanang Kreo
Luar biasa
Dewiendahsetiowati
sombong Ama Jiao Lizhi🤣🤣tapi kenyataannya gitu gak ada yang bisa nandingi kamu🤣
Tiara Bella
matanya ijo lihat emas....beda klu lihat putra mahkota....
Knox Arcadia
🤣🤣 muka jadi tomat
Acik Bae
🤣🤣
Acik Bae
mantap 👍👍👍
Iin Wahyuni
lanjut thor seru💪
Lyvia
🤣🤣🤣🤣 dasar cwek g bisa liat yg mewag dikit lngsung pingin
Ai
🤣🤣🤣🤣jiwa matre jiao lizhi meronta ronta melihat diistana banyak emas.. bawa pulang saja satu pilarnya jiao lizhi klo km kuat😄
Ai
bebek silem awake dewe dialem itulah jiao lizhi🤣🤣🤣🤣ayo thor kita ngopi biar tambah semangat up nya
Fitri R
lanjut....semangat thor upnya
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Ai
jiao lizhi memang mantap.. pintar, licik dan jago bela diri waduh yg jd suaminya nanti harus lbh hebat ini dr lizhi klo tdk harga diri bisa turun🤣🤣🤣🤣👍
Mamta Okta Okta
gak kebayang kekacauan apa yang terjadi di perjamuan teh nanti 🤔🤔
zylla
Calon suaminya udah denger sendiri 🤭
Dwi Agustina
Kebayang y jd Fey dan Fei repot bngt😂😂😂😂boro2 lihatin para cewek bsngsawan yg ada nyawa msh amsn sj liar biasa😂😂😂🤣🤣🤣🤣
Yunita Widiastuti
hadeeeewwww....
Tiara Bella
Jin Xuyan jd penguntin km ya.....
zylla
A Zhi yang terlalu hebat 🤭
zylla
Putra Mahkota gak ada kerjaan. 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!