NovelToon NovelToon
WARISAN GALAXY: Pangeran Bintang

WARISAN GALAXY: Pangeran Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Murid Genius / Identitas Tersembunyi / Kelahiran kembali menjadi kuat / Mengubah sejarah / Peradaban Antar Bintang
Popularitas:25.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

(NOVEL INI LANJUTAN DARI LEGENDA SEMESTA XUANLONG)

Tiga belas tahun telah berlalu sejak Dewa Bintang Tian Feng mendirikan Kekaisaran Langit, menciptakan era kedamaian di dua alam semesta. Namun, di Puncak Menara Bintang, Ye Xing, putra dari Ye Chen dan Long Yin, serta Cucu kesayangan Tian Feng merasa terpenjara dalam sangkar emas.
Terlahir dengan bakat yang menentang surga, Ye Xing tumbuh menjadi remaja jenius namun arogan yang belum pernah merasakan darah dan keputusasaan yang sesungguhnya.

Menyadari bahaya dari bakat yang tak ditempa, Tian Feng mengambil langkah drastis menyegel kultivasi Ye Xing hingga ke tingkat terendah (Qi Condensation) dan membuangnya ke Alam Bawah, ke sebuah sekte sekarat bernama Sekte Awan Rusak. Tanpa nama besar keluarga, tanpa pengawal bayangan, dan tanpa harta istana, Ye Xing harus bertahan hidup sebagai murid biasa bernama "Xing" yang diremehkan dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 11

Sekte Awan Rusak – Aula Misi.

Suasana Aula Misi hari ini ramai. Ratusan murid luar berkumpul untuk melihat papan pengumuman tugas bulanan. Di depan meja pendaftaran utama, Diaken Ma berdiri dengan angkuh, memegang gulungan daftar nama.

"Dengar baik-baik!" suara Diaken Ma menggema. "Dua hari lalu, murid pekerja bernama Ye Xing dan Lin Xiao dengan sombong mengambil Misi Merah ke Rawa Kabut. Sampai hari ini mereka belum kembali."

Diaken Ma menggelengkan kepala dengan ekspresi sedih yang dibuat-buat.

"Ini peringatan bagi kalian. Jangan arogan. Ketahui batasan kalian. Jika kalian melanggar aturan senior seperti Zhao Hu, nasib kalian akan berakhir menjadi pakan buaya rawa."

Para murid berbisik-bisik ngeri. Zhao Hu, yang berdiri di samping Ma dengan wajah masih bengkak, menyeringai puas.

"Kasihan sekali," ejek Zhao Hu. "Padahal aku baru mau mematahkan kaki mereka lagi."

Brak!

Pintu besar Aula Misi terbanting terbuka. Angin berbau lumpur busuk dan amis darah berhembus masuk, membungkam seluruh ruangan.

Dua sosok berdiri di ambang pintu. Pakaian mereka compang-camping, penuh lumpur hitam yang mengering. Rambut mereka kusut. Tapi mata mereka... mata itu tajam dan hidup.

Ye Xing melangkah masuk, menyeret karung basah di belakangnya. Lin Xiao berjalan di sampingnya dengan dada membusung, tidak lagi menunduk takut.

"Maaf mengecewakan pidato duka citamu, Diaken Ma," suara Ye Xing terdengar jernih dan dingin. "Tapi neraka menolak kami karena terlalu penuh."

Diaken Ma terbelalak, wajahnya pucat seolah melihat hantu. "K-kalian... masih hidup?"

"Hidup dan sehat," Ye Xing berjalan membelah kerumunan murid yang menyingkir memberinya jalan. Dia berhenti tepat di depan meja pualam Diaken Ma.

"Misi selesai," kata Ye Xing.

Dia merogoh saku bajunya, mengeluarkan sebuah kotak kayu, dan membukanya di atas meja.

Di dalamnya, terbaring Bunga Teratai Darah yang masih segar. Kelopaknya memancarkan cahaya merah redup yang indah, membuktikan kemurniannya yang tinggi.

"Mustahil..." Zhao Hu melotot. "Kalian pasti membelinya di pasar gelap! Tidak mungkin dua sampah tingkat rendah bisa masuk ke pusat rawa!"

Diaken Ma segera menyambar alasan itu. "Benar! Bunga ini pasti palsu atau curian! Kalian mencoba menipu sekte? Penjaga! Tangkap mereka!"

Dua penjaga aula maju.

Ye Xing tertawa dingin. "Menipu? Buka matamu, Tua Bangka."

Ye Xing menendang karung basah yang dia seret tadi hingga isinya tumpah ke lantai aula.

BRUK!

Sebuah benda hitam besar dan berlendir jatuh. Bau amis menyengat hidung semua orang.

Itu adalah Kepala Ular Titan Rawa. Meskipun sudah mati, mata hitamnya yang kosong dan taringnya yang sebesar lengan masih memancarkan aura mengerikan.

"I-itu... Raja Rawa?!" teriak seorang murid senior yang mengenali monster itu. "Itu Monster Tingkat 2 Puncak! Setara Foundation Establishment!"

Aula menjadi gempar. Membunuh monster tingkat itu butuh satu tim murid inti, bukan dua murid pekerja.

Ye Xing menatap Diaken Ma yang kini gemetar—bukan karena takut pada kepala ular, tapi takut pada implikasinya.

"Diaken Ma," kata Ye Xing keras, memastikan semua orang mendengar. "Kau mengirim kami, dua murid Qi Condensation awal, untuk mengambil bunga yang dijaga oleh monster Foundation Establishment. Menurut Buku Aturan Sekte Bab 4 Ayat 1: 'Seorang Diaken dilarang memberikan misi yang tingkat bahayanya melebihi dua tingkat di atas kultivasi murid, kecuali dengan izin Tetua.'"

Ye Xing mencondongkan tubuhnya ke depan, menatap mata Ma.

"Apakah kau punya izin Tetua? Atau kau sengaja mencoba membunuh kami untuk menutupi fakta bahwa keponakanmu, Zhao Hu, kalah duel melawan murid baru?"

Wajah Diaken Ma berubah dari putih menjadi merah padam, lalu ungu. Dia terpojok. Jika dia mengaku sengaja, dia akan dihukum berat oleh Aula Penegakan Hukum.

"Itu... Itu..." Ma gagap. "Aku tidak tahu ada Raja Ular di sana! Itu kecelakaan informasi!"

"Kalau begitu, itu kelalaianmu," potong Ye Xing. "Sebagai kompensasi atas 'kelalaian' yang hampir merenggut nyawa kami, dan atas jasa kami membersihkan hama tingkat tinggi... aku menuntut poin ganda."

"Ganda?!" teriak Ma. "Kau memeras?!"

"Ada apa ribut-ribut ini?"

Sebuah suara berat dan berwibawa turun dari lantai dua aula. Seorang pria paruh baya dengan jubah biru tua (Tetua Luar) melayang turun.

"Tetua Han!" Diaken Ma langsung berlutut ketakutan.

Tetua Han tidak melihat Ma. Dia menatap kepala ular di lantai, lalu menatap Ye Xing.

"Kau yang membunuhnya, Bocah?" tanya Tetua Han.

"Murid bernama Ye Xing, melapor pada Tetua," Ye Xing membungkuk sopan (tidak berlutut). "Saya menggunakan jebakan gas rawa. Keberuntungan semata."

Tetua Han menyipitkan mata. Jebakan gas? Cerdas. Sangat cerdas.

"Membunuh monster tingkat tinggi dengan otak, bukan otot. Sekte Awan Rusak butuh lebih banyak murid sepertimu," kata Tetua Han. Dia menoleh ke Diaken Ma. "Ma, kau lalai dalam survei misi. Potong jatah sumber daya tiga bulan."

"Tetua..." Ma lemas.

"Berikan poin ganda pada anak ini. Dan naikkan status mereka berdua menjadi Murid Luar Resmi mulai hari ini. Berikan mereka akses ke Paviliun Kitab lantai satu."

"Terima kasih, Tetua!" seru Lin Xiao girang, langsung bersujud.

Ye Xing tersenyum tipis. "Terima kasih atas keadilan Tetua."

Tetua Han mengangguk dan pergi, tapi sebelum menghilang, dia melirik Ye Xing sekali lagi. Ada sesuatu pada bocah itu yang membuatnya penasaran. Auranya... terlalu tenang untuk seorang bocah 13 tahun.

Setelah Tetua pergi, Ye Xing mengambil lencana identitas baru dan kantong poinnya dari tangan Diaken Ma yang gemetar menahan marah.

"Senang berbisnis denganmu, Diaken," bisik Ye Xing saat melewati Ma. "Jangan khawatir, ini baru permulaan."

Ye Xing dan Lin Xiao berjalan keluar aula seperti pahlawan. Zhao Hu bersembunyi di balik pilar, tidak berani menatap mata Ye Xing.

"Kita berhasil, Xing!" Lin Xiao melompat-lompat. "Kita murid resmi! Kita bisa belajar teknik kultivasi sungguhan!"

"Ya," Ye Xing menatap lencana barunya.

Tapi pikirannya tidak pada lencana itu. Pikirannya tertuju pada Kristal Void di sakunya dan Kepala Ular yang tadi dia serahkan. Dia sengaja menyerahkan kepala ular itu.

Kenapa? Karena dia ingin Tetua sekte menelitinya. Dia ingin tahu apakah petinggi sekte ini sadar akan infeksi Void, atau... apakah mereka bagian dari infeksi itu.

Reaksi Tetua Han tadi biasa saja. Itu artinya dia tidak tahu, atau dia aktor yang sangat hebat.

"Ayo ke Paviliun Kitab," kata Ye Xing. "Aku butuh teknik pedang. Memukul orang pakai tungku agak terlalu mencolok."

1
Nanik S
Mantap Tor 💪💪💪
Nanik S
Dua Preman siap beraksi.. 👍👍👍
MyOne
Ⓜ️🔜🆙🔜Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🆗🆗🆗Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙎‍♂️🙎‍♂️🙎‍♂️Ⓜ️
Mamat Stone
😈🔥🐲🔥😈
Mamat Stone
💨⚡💨⚡💨
Mamat Stone
/Smirk//Smirk//Smirk/
Mamat Stone
/Joyful//Joyful//Joyful/
MyOne
Ⓜ️😡😡😡Ⓜ️
Nanik S
Keren beneran keren aksi sepasang Preman 🤣🤣🤣
Mamat Stone
/Cleaver//Cleaver//Cleaver/
Mamat Stone
/Hammer//Hammer//Hammer/
Mamat Stone
/Determined/
Mamat Stone
/Angry/
Nanik S
Maaantaaaap 💪💪💪
Nanik S
Ternyata Mei menakutkan juga
Mamat Stone
/Smirk//Smirk//Smirk/
Mamat Stone
/Joyful//Joyful//Joyful/
Nanik S
Dua bocah kecil yang Asyi tapi punya nyali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!