NovelToon NovelToon
Our Love

Our Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:201
Nilai: 5
Nama Author: Uil

silahkan baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11

Drama kehidupan:

Begitu banyak drama dihidupku

Begitu banyak kekecewaan ku alami kini

Begitu banyak kepedihan kini

Semua telah berganti

Dari aku yang dulunya bahagia

Berganti menjadi sedikit murung karenanya

Apakah semua akan sama saja berakhir dalam kebahagiaan atau kepedihan mendalam?

-Nita-

Inilah pertama kalinya Ditya.Alias Aditya Putra wijaya.Pewaris ke 5 dari perusahaan Hartono group corporation.Mengenalkanku pada mama serta keluarganya.

"Selamat datang, tuan muda dan non."Kepala ART rumah Ditya sambil menunduk dan menyapa tamu yang datang.

"Terimakasih bi.Mama mana?."

"Nyonyah dan Tuan sudah menungu tuan muda di meja makan."Jawab kepala ART rumah ditya dengan penuh rasa hormat.

"Mama..Papa..Aku pulang."Teriak Ditya sambil mengandeng tangan Nita.

"Siapa gadis yang bersamamu dit?."Tanya mama dengan nada jutek.

"Kamu gak pernah cerita ke papa soal pacarmu yang ini?"

"Ma,pa entah kenapa.Aku merasa cuma nita yang cocok jadi pendampingku."

"Boleh mama bicara sama Nita."

"Boleh ma."

Mama membawa Nita ke ruang dapur dan mengetesnya memasak.Mama mengeluarkan beberapa bahan masakan dan olahan tuna kaleng,Mama ditya juga menyiapkan rumput laut untuk shusi.

"Tante minta kamu bikin ini tuna kaleng menjadi sandwich tapi dengan teknik masak yang bagus.Tante mau ikan tuna ini gak bau menyengat.Kamu juga bikinin tante sushi.Tante mau semuanya perfect.Tante kasih waktu 40menit dari sekarang.Semua Chef saya minta tolong jangan ada yang membantu calon yang di pilih ditya."

"Baik nyonyah.."jawab seluruh chef.

Nita mulai mengambil beberapa slice lemon dan mengambil airnya kemudian mencampurkannya pada tuna.

Nita menambahkan sedikit garam dan lada untuk penyedap rasa,Kecap inggris,Kecap asin dan memasukan tuna ke kulkas selama 10menit agar baunya tidak menyengat.

Nita juga menyiapkan roti tawar yang dia pangang kemudian roti itu dia taro diatas meja dan diolesi mayonaise.setelah 10 menit tuna yang tadinya dia taro kulkas dia masak dengan mentega putih dan dioles sedikit demi sedikit ke roti yang telah dia panggang.Masakan pertama selesai dalam 20 menit.

Nita mulai memotong timun japan berbentuk persegi panjang dia memasukan nasi pulen yang telah dia beri bumbu kemudian menaro nasi ditengah rumput laut dan menambah beberapa garnis dan salmon kukus yang dia siapkan.Semua masakan telah jadi Nita membawa masakannya ke ruang makan keluarga Ditya.

Mama cinta sudah tahu latar belakang Nita yang sesungguhnya.Nita sempat menjalin kasih dengan chef masakan asia.Jadi hal mudah untuk dia memasak.

"Makanan sudah jadi."Memperingatkan mama serta papa dan ditya diruang makan.

"Sayang ini kamu yang buat?"

"Iya mama abang yang kasih ujian ini ke aku."sambil berbisik lirih ke telinga ditya.

"Ayo makan Ma,Pa keliatannya enak."

Mama mengambil sandwich yang memang dia idamkan.Mama Ditya sangat menyukai pastry olahan ikan Tuna.

"Ini enak perfect sesuai yang mama inginkan butiran wijennya terasa.Makasih ya sayang."Memuji Nita.

Papa mengambil 2 potong sushi bikinan Nita dan mencelupkannya ke kecap asin dan mayonaise.

"Hemmmm...Ini enak ini bakal jadi kesukaan papa.Memang calon mantu pilihan kalau begini caranya."Menepuk lengan Nita.

"Terimakasih tante dan om atas pujiannya."Sambil tersenyum sumringah.

Mereka melewati waktu makan dengan santai dan mengendorkan urat tegang Nita yang tadinya seperti demam panggung di rumah Aditya.Setelah makan selesai Ditya mengajak Nita ke kamarnya.

"Ma,Pa aku keatas dulu ya ke kamar sama Nita."

"Yaudah sana, tapi jangan ngelakuin hal aneh aneh ya."

"Iya ma."

Ditya menarik tangan Nita membawanya kekamar,menutup pintu kamarnya dan memojokkan Nita ke sebelah pintu kamar dia.

"Makasih untuk hari ini."Mencium dan memeluk Nita.

"Untuk apa makasihnya bang,harusnya aku yang makasih, karena kamu membawaku kesini."

Tadinya Ditya berfikiran hanya ingin pacaran biasa dengan Nita.Setelah bosan dia akan memutuskan Nita.

Tapi takdir berkata lain semakin dekat, semakin sering bersama, semakin ketakutan itu.Melingkupi ditya yang merasa tidak mampu hidup sendiri tanpa Nita.

"Sayang..Aku ingin lebih dari ini."Berbisik ke telinga Nita.

"A...a..apa bang?"Sambil mengalihkan dan mengengam hp ditangannya.

"Aku ingin melakukan yang lebih dari ini."Melempar hp milik Nita ke kasur.

"Hahaha..Abang bercanda.Maksudnya lebih apa bang?."Wajah nita merona merah bak tomat.

"Haha..Kamu malu ya..ciye merah mukanya."Meledek Nita.

"Apaan sih bang?gak lucu."Memanyunkan bibirnya.

"Ish...jelek...jelek.. jelek..."Mencubit pipi Nita.

Ditya mengoda Nita dan kembali menatap mata Nita.Ditya tidak ingin melepaskan sejengkalpun pandangan dari Nita.Seakan tidak mau terpisahkan oleh apapun.

"Love you sayang."Mencium bibir sambil Memeluk erat.

"Bang,help aku gak bisa nafas..."Memukul punggung Ditya.

"Sorry aku berlebihan ya sayang?"

"Gak bisa nafas.."Menatap dengan tatapan waspada.

Ditya mendorong nita ke kasur dan mencium kening, bibir hingga lehernya yang putih menggoda.Ditya berada,diatas tubuh nita sambil menyanggah tangannya disebelah pundak Nita.

"Kamu, selalu pasrah aku apa apain."Mencium kening,mata,hingga lehernya.

"Hahahaha...Bang geli.udah cukup nanti leher aku merah dicium kamu."Tertawa sambil Menjambak poni rambut Ditya.

"Aduh sakit,sayang rambutku rontok sempongannya."Memanyunkan bibirnya.

"Habis, aku geli tahu bang dicium kamu."Melempar bantal lumba lumba yang ada di sebelah Nita ke bibir Ditya.

"Ashhhh...Yank..Kok gitu?"

"Biarin,wekkk..😜"

Ditya masih merasakan sensasi dan ekspektasi berlebih sambil menatap mata Nita.

Betapa berdesir darah dalam tubuh Ditya.Membuat bibirnya membeku tanpa kata.

Deg...deg..degg...Suara jantung Ditya yang yang berdebar sangat kencang daripada biasanya.

Melambangkan, Ditya yang tidak ingin melepaskan sejengkalpun Nita dari gengamannya.

Ditya yang kepanasan melempar kaos tanpa lengan miliknya.Terlihat jelas tato mahkota dan badan sixpeack dia yang menyilaukan mata tiap wanita yang melihatnya.

"Masih kangen kamu."Memeluk Nita lebih erat lagi.

"Badanku capek bang.Ditindihin kamu.Gak sadar apa badanmu berat.Aku gak bisa nafas ini.Minggir."

"Yahhhh..masa udahan yank.Aku lagi berapi api."Mengerutu sambil cemberut.

"Sudah,bang.Aku capek..Nyalain ac nya panas."Melempar Bantal ke muka Ditya.

"Ta..ta..tapi yank.."

"Sssttt..Inget ya..aku masih belum 100% percaya kamu."Menyangah tubuh Ditya yang sixpeack dengan kedua tangannya.

"Bang aku mau tidur.Tanganmu bisa minggir gak?"Berguling ke arah Kiri.

"Sorry yank nutupin."Tersenyum sambil merona merah wajah Ditya.

Nita mencoba untuk memejamkan matanya walau dia masih terjaga dengan mata intimidasinya kepada ditya kekasihnya.Ditya merangkulkan tangannya ke pinggang kekasihnya lebih erat lagi.

"Love you.."Ditya berbisik ke telinga Nita.

"Udahlah,bang jangan gini."Menepis tangan Ditya.

"Gak yank,enakan gini meluknya."

"Awas! kamu macem macem."

"Kan,tadi udah macem macem."Meledek Nita.

"Ash..dah tidur..Jangan berisik."

"Yah..yank.."Mencium pungung Nita.

"Apa sih?."

Perlahan Ditya dan Nita memejamkan mata sambil berpelukan.Sampai sampai jam menunjukan pukul 20.00WIB.Mama Cinta berteriak untuk menyuruh ditya mengantar Nita pulang.

"Dit.ini udah malam kamu anterin cewek kamu pulang sana."Teriak mama cinta.

Nita yang mendengar suara mama Ditya.Nita langsung membangunkan kekasihnya.Dia mengoyang goyangkan badan Ditya dan membangunkannya dengan sejuta cara.

"Bang..Bang adit bangun.."

"Hempp..Apa sih sayang."Memeluk dan menjatuhkan tubuh Nita ke kasur lagi.

"Bangun..woy bangun.."Menepuk pipi Ditya.

"Ash sayang 15 menit lagi ya."Menepis tangan Nita.

Nita merapikan rambutnya yang berantakan.Nita memakai parfum yang ada dimeja Ditya.Karena aroma parfum yang menyengat ditya langsung terbangun.

parfum chanel no.05 favorit Aditya Putra Wijaya

"Hoam...yank pake parfum aku ya."

"Minta gak boleh?Aku pecahin nih parfum".

"Ja..jangan sayang itu mahal."

"Udah sana pakek baju anterin aku pulang."

"I..Iya iya..galak banget sih."

"Biarin..."

Ditya dan Nita turun ke lantai 1.Papa Leonard sudah menunggu dibawah dengan membawa kunci mobil kesayangannya.Jaguar hitam sudah terparkir rapi di depan rumah Ditya.

"Ini papa kasih kunci mobil mercy papa kamu pake aja buat anterin cewek kamu."Papa leonard melempar kunci mobil ke Ditya.

"Huppp..Tumben pa..Aku dibolehin naik itu.Bukannya itu mobil kesayangan papa?"

"Loh kalau naiknya sama Nita sayang gak apa apa.Kalau kamu sendiri untuk apa.Nanti lecet gimana mobil papa."

"Pa kok gitu?Seakan akan aku tuh monster tahu pa."

"Loh iya kan kenyataan.Udah,sana anterin Nita pulang."Mendorong punggung Ditya.

"Makasih ya om.Nita pulang."Mencium tangan papa Leonard.

"Bukan begitu caranya sayangku menantuku.Begini caranya."Memeluk Nita.

"Makasih ya om."Melepaskan pelukan papa leonard.

"Ma,Pa aku anter Nita pulang ya."Berpamitan.

"Ya sudah hati hati."Mengantarkan sampai depan rumah.

Adit memanaskan mobil Jaguar kesayangan papanya dan memacu gas untuk mengantarkan Nita pulang.Ditya membukakan pintu agar Nita bisa masuk ke mobilnya.

"Sayang kamu tahu gak?"

"Ya jelas gak tahu abang kan belum ngomong apa apa."

"Oh iya ya lupa.Jadi papa itu kalau sudah memberikan kunci mobil kesayangan dia itu artinya kamu orang yang dipilih papa untuk sama aku."

"Terus kenapa bang?"

"Ya ampun yang masi jutek aja kamu.."

"Ya kan aku emank gini bang."

"Kamu gak senang gitu papa percaya kamu?.Kamu sama sahabat kamu Drian aja kalau ngomong gak jutek.Sama aku gitu."

"Loh..ya abang suka bikin kesel aku.Pake ditanya lagi perasaan aku gimana? ya pasti senang bang.Tapi kamu tahu kan aku bukan orang yang geeran?."

"Iya sih yang.Ya udah yang ini aku nyalain lagu kesukaan aku ya."

"Terserah kamu bang."

"Kuputarin lagu:Cantik by Kahitna.Ini lagu kesukaan aku yang..yang.."

"Apa si gembel banget.bang ngantuk aku mau tidur sebentar."

"Gembel banget itu apa yank?"

"Gombal banget.Gak suka cowok kebanyakan janji."

Ditya mengantarkan Nita pulang dengan senandung lagu Cantik favorit dia.Mereka melintasi jalanan hujan Bandung yang dingin.Hingga sampailah mereka kerumah Nita.

"Yang udah sampai."Sambil berbisik ke telinga Nita dan mencium kening Nita.

"Iya bang udah sampai ya.Kok cepet banget."

"Kamu pasti kelelahan sayang.Maafin aku ya."

"Maaf untuk apa."

"Maaf kamu pasti capek ngelayanin aku.Soalnya aku takut kehilangan kamu banget."

"Baguslah kalau nyadar.aku pulang dulu ya."

"Iya.Ada apa apa telepon aku ya yang."Mencium punggung tangan nita.

"Iya.Hati hati pulangnya."

"Iya sayang.Love you."Kiss bye.

"Iya.."

"Muach..kiss bye..bye..bye..sayang."

"Bye.."Melambaikan tangannya.

Dengan mengucek kedua mata Nita masuk kerumah dan tidur di kamarnya.Rumah dalam keadaan sepi mama papa serta Bram sedang pergi keluar kota.

Nita naik ke kasur kamarnya dan melepas lelah setelah seharian penuh bersama Ditya dan keluarganya.

Yuk dukung terus author carany like❣

vote dan selalu fav karyanya

maksih kakak*

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!