Nova lisma, gadis desa yang tiba-tiba mendapat sistem keberuntungan, tentu saja terkejut. namun, dia langsung memanfaatkan semuanya. dan dia yang mengupayakan untuk kuliah, benar-benar memanfaatkan sistem tersebut.
dia mengumpulkan modal dari hadiah sistem, dan kemudian perlahan membuka usahanya sendiri.
sementara, setelah dirinya mendapatkan sistem, dia pun jadi melupakan kebiasaannya yang selalu menempel pada seorang laki-laki yang merupakan seniornya. Julian.
lalu bagaimanakah selanjutnya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tirta_Rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11. mengalihkan pembicaraan
di sisi lain, Nova sadar kalau ibunya pasti langsung jadi salah paham mendengar suaranya.
"enggak kok Bu!! ini Nova lagi ngangkat sesuatu, makanya suara Nova agak berat. bagaimana kabar bapak dan ibu di kampung ? sama abang dan kakak juga ? kalian semua sehat kan ?" tanyanya.
sebisa mungkin dia mencoba untuk mengalihkan pembicaraan. agar perasaannya bisa jauh sedikit lebih tenang.
"Alhamdulillah nak.. bapak dan Ibu sehat begitu pula dengan saudara-saudaramu dan juga keponakan-keponakan. Kamu sendiri gimana nak..? Ibu harap kamu juga sehat di sana. Maaf ya nak, kita tidak bisa lama-lama ngobrolnya. Ibu cuma ingin menyampaikan, besok bapak dan Ibu akan mengirimkan uang untuk membayar uang kosmu. Maaf ya nak, bapak dan Ibu lama ngirimnya." mendengar itu, Nova meminjamkan matanya.
"ibu. tolong dengarkan Nova. Ibu tidak perlu mengirimkan uang untuk Nova, karena Alhamdulillah Nova masih memiliki uang simpanan. Ibu juga tidak perlu menghubungi Nova lagi dengan menggunakan nomor telepon ini. Bu, besok Nia akan pulang ke kampung, Nova berencana ingin menitipkan handphone untuk ayah dan ibu di rumah. biar ayah dan ibu nanti tak perlu susah-susah mencari pinjaman HP. dan untuk uang yang akan ibu dan ayah kirimkan besok, itu tidak usah dikirim lagi. ayah dan ibu gunakan saja untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Nova tau, uang itu pasti adalah hasil pinjaman ayah dan ibu kan.? sebaiknya uang itu dikembalikan saja dulu Bu. besok kalau Nia sudah pulang, kalian lupa juga akan titipkan uang padanya." ucap Nova.
"tapi nak.. dari mana semua uang-uangmu itu..?"
"aduh lama sekali kalian ngobrolnya!! kuota saya tinggal sedikit lagi itu!!" Nova kembali memejamkan matanya mendengar teriakan itu.
"kalau begitu.. kita ngobrolnya lain waktu aja ya nak..-"
"ibu.. ingat ya. tidak usah kirimkan uang itu padaku. ayah dan ibu simpan saja untuk kebutuhan hidup sehari-hari. kalau uang itu hasil pinjaman, ayah dan ibu jangan lupa untuk mengembalikannya kepada pemiliknya."
"baiklah kalau begitu nak.. Maaf ya nak kita tidak bisa ngobrol lama-lama.. "
"Iya Ibu.. tidak apa-apa. nanti aku akan mengirimkan handphone dan juga uang kepada Nia. pokoknya, Ibu atur saja semua uang itu dan bayar hutang-hutang keluarga kita." ucap Nova lagi.
"kalau begitu, sampai di sini dulu obrolan kita ya Bu. Nanti kalau sudah ada handphone, jangan lupa Ibu menghubungiku. assalamualaikum Bu. bapak dan ibu di sana sehat-sehat ya."
"ya nak. waalaikumsalam." saat itu juga, Nova langsung mematikan handphonenya. ketika itu, Nova langsung merasakan perasaan marah dan kesal mendengar tetangga mereka berbicara seperti itu kepada ibunya.
tidak salah. orang itu tidak salah. dia hanya marah dan kesal kepada dirinya sendiri, kenapa harus merepotkan orang tuanya sejauh ini.
"bersabarlah Pak, Bu. insya Allah, Nova akan bantu sebisa Nova." gumamnya. dia pun langsung menyeka air matanya yang langsung turun begitu saja tanpa pamrih. diiringi dengan rasa sakit hati dan perasaan perih yang menggerogoti perasaannya.
setelah itu, dan setelah dirinya merasa tenang, dia pun langsung memutuskan untuk beristirahat. Karena berhubung sekarang sudah malam.
******
Keesokan harinya, Nova masih libur kuliah. hari ini dia berencana pergi ke mall kembali untuk membeli HP. dia juga berencana untuk pergi membuka rekening untuk kedua orang tuanya. Dia pikir, hal ini harus dilakukan dengan cepat. sebelum berangkat, Nova pun menghubungi Nia.
Nia sendiri adalah kakak kelasnya, yang memiliki jarak 1 tahun dengan dirinya. Nia akan pulang kampung, karena dirinya sedang sakit dan ingin berobat obat kampung. karena berobat di rumah sakit sudah dilakukannya berhari-hari, tapi tak ada perubahan.
ia mengambil handphonenya dan mencari nomor nia, setelah berhasil menemukannya, dia pun langsung menghubungi nomor tersebut.
"halo ni.. assalamualaikum." walaupun dia adalah seniornya, dan 2 tahun lebih tua darinya. tapi mereka tetap melakukan panggilan akrab.
"waalaikumsalam Nov. ada apa dek ?" tanyanya. mendengar itu Nova pun langsung cengengesan.
"hehehe.. bisa nggak sih nggak usah panggil adek!! kita ini masih seumuran.!!"
"kepala kau seumuran!! aku lebih tua 2 tahun daripada kamu!!"
"oh ya!! baiklah baiklah. oh ya, kapan kamu akan pulang kampung ? Aku mau nitip untuk kamu bawa pulang. nggak banyak sih," ucapnya.
"aku perginya besok. banyak juga nggak masalah. kamu mau nitip untuk orang tua kamu di kampung ?" tanya Nia lagi.
"Yap tepat sekali! boleh kan!!"
"boleh dong!! nanti kamu antar ke kontrakan Aku aja ya. soalnya aku nggak bisa jemput. Kamu tahu kan kondisi aku sekarang."
"tenang aja bos!! aku pun akan menginap di kontrakan kamu nanti. dan ngantar kamu ke pelabuhan. kamu berangkatnya sendiri kan ?" tanya Nova lagi.
"iya. Aku berangkat sendiri.. memangnya nggak ngerepotin kamu gitu ?"
"enggak dong.. Itu tergantung kamu kalau nggak mau ditemani."
"ya mau lah!! sangat mau.. dengan kondisi seperti ini, tentu aku butuh teman yang mendampingiku pergi. takutnya nanti terjadi apa-apa denganku.." Nova tersenyum.
"hallah!! kamu itu kuat kok.. pokoknya aku berharap kamu baik-baik aja."
"tentu dong.."
"ya udah.. Aku cuma mau bilang itu aja. nanti kalau nggak ada halangan, sore atau nanti malam aku datang ke kontrakanmu."
" baiklah bos.."
setelah mengucapkan salam, panggilan itu pun mereka tutup. Kini tugas Nova sekarang adalah menghubungi saudara sepupunya. dia mencari nomor kontak sepupunya itu, dan setelah menemukannya dia langsung menghubunginya.
"assalamualaikum ti.."
"waalaikumsalam dek.. tumben banget telepon pagi-pagi ?" ucapnya.
"hehehe.. Iya dong. oh ya Kak, hari ini Kakak ada kegiatan nggak ? Aku mau minta tolong, tolong Kakak Temanin aku untuk pergi beli handphone baru. Aku mau ngirim handphone itu ke kampung."
"oh boleh dek. kebetulan, hari ini juga tidak kemana-mana."
"baiklah kalau begitu kak.. aku siap-siap dulu ya Kak. nanti aku langsung berangkat aja."
"ok.. kakak tunggu."
dan setelah mengucapkan salam, panggilan itu kembali mereka akhirnya.
setelah selesai menghubungi Kakak sepupunya, Nova pun langsung bangkit dan kemudian langsung memilih pakaian terbaik yang ia miliki.
dia memeriksa segala sesuatunya, baik itu uang cash maupun uang yang ada di dalam rekeningnya.
"aku harus buka rekening baru, di bank terdekat aja. biar bapak dan ibu juga dekat kalau mau narik uang." gumamnya. dia juga tidak mungkin membuka rekening di bank yang sama. dan tentunya, dia akan membuka rekening di bank yang berbeda.
Setelah semuanya dipastikan tidak ada yang tertinggal, dia pun langsung memesan ojek online. setelah ojek onlinenya datang, dia pun langsung bergegas menuju kosan Kakak sepupunya.