Airell Miranda baru saja menerima kenyataan bahwa ia telah menjadi selingkuhan sang kekasih bernama Bram Smith yang telah dipcarinya selama hampir 3 tahun. Istri Bram yang datang ke apartemen Airell bersama seorang pria yang Airell tidak tau siapa. Perempuan yang mengaku sebagai istri dari Bram memberi peringatan berupa ancaman dan pelajaran untuk tidak lagi mendekati suaminya, Bram.
Berita Airell yang merebut suami orang kini sudah tersebar di rumah sakit tempat di mana Airell bekerja sebagai seorang psikiater. Tidak hanya itu, Airell dipecat dari pekerjaannya dan nama Airell dikasih tinta hitam agar rumah sakit, biro ataupun perusahaan tidak menerima Airell sebagai pekerja. Selain Airell kehilangan pekerjaannya, Airel juga dijauhi dan ditinggalkan teman-temannya.
Kemalangan Airell masih berlanjut saat Airell tiba-tiba diculik oleh orang suruhan pria yang datang ke apartemennya bersama istri Bram yang Airell baru tau nama pria tersebut adalah Max Alexanders Wu. Max memperkosa Airell yang saat itu masih suci dan memberikan ancaman untuk tidak lagi mendekati Bram suami dari adiknya.
Airell menatap penuh dendam kepada pria yang merenggut kesuciannya. Namun, Airell tidak bisa melakukan apa-apa. Hingga akhirnya setelah kejadian itu Airell memutuskan untuk pindah keluar negeri.
Bagaimana perjuangan Airell setelah menghadapi kemalangan-kemalangan yang menimpa dirinya. Yuk, ikuti novel ini!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunar Sirius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22. Makes You Believe
Max masih dengan muka senyumnya ketika mendengar apa yang dikatakan Airell bahwa ia sedang tidak mengidam karena hamil melainkan karena datang bulan.
Tunggu, datang bulan maksudnya apa mengidam karena hormon datang bulan. Sudahlah lupakan itu yang penting sekarang ia bisa mengobrol santai dengan Airell walaupun sekarang ia merasa bahwa Airell sangat sensitif.
“Kenapa kamu senyum-senyum?” Tanya Airell dengan sinis melihat Max yang terus tersenyum sambil menatap ke arahnya. Max yang mendengarnya melebarkan senyumnya ternyata ia ketahuan oleh Airell.
Airell yang melihat Max tersenyum merinding, Airell pikir apakah Max sedang kerasukan makhluk halus di dalam mobil ini. Menyipitkan matanya dengan menatap penuh curiga ke arah Max untuk melihat laki-laki yang terus tersenyum tersebut.
“Kenapa kamu menatap aku seperti itu?” Tanya Max yang melihat Airell menatapnya dengan curiga.
“Apa kamu kerasukan?” Tanya Airell polos hal itu membuat Max yang mendengarnya mendengus apa yang ditanyakan Airell kepadanya namun itu hanya sekejap ketika Max berniat ingin menggoda Airell dengan gombalan yang tiba-tiba melintas di dalam pikirannya saja.
“Iya aku kerasukan karena mencintaimu.” Jawab Max, hal itu membuat Airell menggerakan bahunya ke atas karena merinding dengan gombalan pria yang sudah berusia kepala 3 itu. Tidak hanya itu sopir yang menyetir di depan terkejut mendengar perkataan Tuan Muda-nya.
“Ingat umurmu Tuan Muda Alexanders Wu.” Ucap Airell memutar bola matanya malas.
“Aku serius dengan apa yang aku katakan Airell Miranda. Setelah kita bertemu dengan Noel aku akan membawa kalian ke mansion Alexanders Wu dan kamu akan menikah denganku. Kita bertiga akan menjadi sebuah keluarga yang bahagia.” Airell yang mendengar keseriusan Max di matanya terdiam karena saat ini ia tidak ingin
melakukan hubungan lagi. Menurut Airell cukup hidup bersama dengan Noel hal itu sudah membuatnya bahagia.
Max yang melihat Airell terdiam menatap sedih karena Max berpikir bahwa Airell menolaknya. Max memahami itu karena memang tidak mudah bagi Airell untuk menerima segala perlakuan dirinya dulu kepada Airell apalagi Max tau bahwa Airell sangat menjunjung tinggi harga diri.
Tapi, saat itu ketika melihat Airell berada dekat dengannya setelah sekian lama ia menguntit Airell kemudian sempat hilang hingga akhirnya mereka dipertemukan kembali membuat Max tidak rela jika Airell menjadi milik orang lain apalagi ia diperlakukan seperti selingkuhan walaupun Max tau bahwa dalang dari semua itu karena adiknya Steffy yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan Bram Smith.
Max yang ingin menyelamatkan Airell dari amukan Steffy malah membuat Max menjadi pria yang buruk karena memperkosanya sedangkan Max juga ingin menyelamatkan pernikahan Steffy tapi kenyataannya hati tidak bisa dipaksakan. Akhirnya pernikahan adiknya Steffy dan Bram pun hancur.
Keheningan tercipta di dalam mobil setelah Max menyatakan perasaannya, Airell yang sibuk dengan pikirannya mengenai pernyataan Max dan pernyataan dokter Adam kemarin sebelum berangkat dan mengingat perasaan dan psikologis Noel yang hidup tanpa ada ayah kandung di sampingnya.
Mobil yang ditumpangi Airell dan Max memasuki pintu gerbang sebuah rumah yang cukup besar dan mewah. Airell melihat ke sekeliling apakah ini rumah Diego yang dimaksud oleh Max tadi.
“Turunlah kita sudah sampai.” Ucap Max yang melihat Airell hanya diam sambil memandang ke sekitarnya.
“Apakah ini rumah Diego.” Ucap Airell, Max yang mendengar Airell menyebut nama Diego menatap tidak suka.
“Seperti yang aku katakan tadi.”
Airell yang mendengar perkataan Max mendengus kesal ”sok misterius, padahal aku hanya bertanya apa susahnya menjawab iya.” Gumam Airell sedangkan Max tidak mendengarnya.
Max langsung membuka pintu rumah tersebut tanpa memencet bel rumah, “dia sungguh tidak sopan.” Benak Airell berkata.
Diego, Disha, Queeny, dan Noel sedang duduk di ruang keluarga untuk menunggu kedatangan Max dan Airell menjemput Noel.
Hanya Queeny yang tidak tau bahwa uncle Max dan momma Airell akan datang ke rumah ini sedangkan Diego, Disha dan Noel sudah tau hal itu. Tapi, Diego dan Disha tidak tau bahwa Noel sudah mengetahui kedatangan
Max dan Airell karena mereka tidak memberitahukannya.
Airell yang melihatnya anaknya sedang bermain dengan Queeny menatap berkaca-kaca betapa ia sangat merindukan Noel.
“Noel sayang.” Panggil Airell yang terus berjalan hingga melewati Max yang berjalan di depannya. Noel yang mendengar namanya dipanggil oleh momma-nya segera berlari dan memeluk Airell dengan erat betapa ia sangat merindukan Airell begitu juga dengan sebaliknya.
“Momma Noel rindu momma.” Ucap Noel dengan lirih, Airell menganggukkan kepalanya dengan air mata terharu, senang, dan bahagia ia bisa bertemu dengan Noel lagi dan bisa memeluknya seperti yang ia rasakan sekarang.
“Kenapa Noel bisa sampai di sini, apa Noel tau momma sangat khawatir dan ketakutan saat Noel tidak ada di sisi momma. Noel tau kan Noel adalah segalanya buat momma. Kalau Noel tidak ada momma tidak yakin apakah momma bisa hidup tanpa Noel.”
“Momma jangan berkata seperti itu, Noel akan selalu berada di dekat momma. Noel juga merindukan momma.” Ucap Noel menghapus air mata Airell.
“Maafkan Noel sudah membuat momma bersedih karena Noel.” Lanjut Noel kembali, “tapi, momma Noel ingin tinggal di negara K. Noel nggak mau tinggal di negara F lagi apalagi sekarang aunty Winter dan aunty Summer tidak ada Noel kesepian.”
“Terus bagaimana dengan daddy Adam sayang. Daddy pasti akan sangat sedih jika kamu jauh darinya, daddy sangat bersusah hati ketika kamu menghilang.” Jelas Airell agar anaknya tidak lagi merengek untuk tinggal di negara ini dengan menyebut nama dokter Adam.
Ketiga orang dewasa yang mendengar perkataan Airell menyebut dokter Adam menjadi sedih. Diego dan Disha menatap ke arah Max yang sedang menatap dengan kosong ke arah Airell dan Noel yang saat ini sedang menatap satu sama lain.
“Daddy Adam bisa bolak balik dari negara F ke negara K momma jika daddy merindukan Noel dan momma.” Ungkap Noel. Max yang mendengarnya mengepalkan kedua tangannya apalagi saat ini ia merasakan sesuatu di dalam perutnya bergejolak untuk minta dikeluarkan.
“Kasihan daddy Adam sayang daddy sudah lelah mengurus rumah sakit dan pasiennya ditambah harus menahan rindu buat Noel yang jauh dan harus pergi bolak balik.” Airell berusaha membujuk Noel agar ia tetap memilih tinggal di negara F.
“Okay baiklah nanti saja kita bicarakan itu sekarang momma bertanya bagaiman Noel bisa di negara ini siapa yang telah membantu Noel. Apakah Noel diculik?” Cerca Airell dengan serius kepada Noel.
“Noel diculik momma saat Noel hendak menuju ke kamar momma. Setelah Noel terbangun Noel sudah ada di rumah Queeny.” Jelas Noel, hal itu membuat Airell menatap tajam ke arah Diego yang sedang gelagapan mendengar perkataan Noel yang menyebut dirinya.
“Apakah kamu mengingat sesuatu Noel tentang siapa yang menculikmu?” Tanya Airell.
“Emmmm, iya Noel ingat Noel melihat ada lambang huruf MAW momma di baju dua orang yang berbadan kekar.” Ucap Noel, anak itu sedang bermain trik untuk membuat sebuah rencana yang akan membuat Max menjadi kacau karena kali ini Noel tidak akan membiarkan pria mana pun yang berani dekat dengan momma-nya termasuk ayah kandungnya.
Tidak akan semudah itu untuk mendekat atau menjalin hubungan dengan Airell karena jika masih ada Noel ia akan melakukan segala cara untuk melihat kesungguhan pria yang berusaha mendekati Airell termasuk Max dadda-nya.
Apalagi di masa lalu Max membuat Airell merasakan perasaan yang sangat sakit hingga menimbulkan luka dalam bagi hati dan batin Airell.
Tidak mudah itu Ferguso.
Untuk Steffy sang aunty ia akan memberikan pelajarannya nanti setelah menurut Noel kesungguhan di antara kedua pria yang sangat mencintai momma-nya ini.
Ini adalah pembalasan Noel buat orang yang telah menyakiti momma-nya ini di masa lalu.
“Noel akan berusaha membuat momma bahagia dengan membalas rasa sakit momma kepada mereka yang telah menyakiti momma. Momma hanya milik Noel, selama ada Noel momma tidak perlu khawatir Noel sangat mampu melindungi momma.” Ucap Noel dalam benaknya.
Noel melakukan ini karena ia sangat mengetahui dan memahami Airell bahwa momma-nya ini tidak akan pernah membalaskan perbuatan orang-orang yang telah melukainya. Airell sangatlah lembut dan wanita yang baik hingga Noel harus melakukannya sebagai anak dan Noel tidak ingin membuat Airell menjadi kejam.
Walaupun ia sangat sedih melihat Max yang terus mengalami muntah-muntah karena penolakan yang diterima dari dirinya dan Airell namun hal itu tidak seberapa jika ingin memperjuangkan momma-nya yang sangat Noel cintai ini.
*Bersambung*