*Rinkarnasi Seorang Gadis ke Dunia Fantasi*
Elin, seorang gadis biasa dari dunia nyata, mengalami kecelakaan dan meninggal. Namun, dia tidak benar-benar mati. Dia dirinkarnasi ke dunia fantasi yang penuh dengan sihir dan keajaiban.
Di dunia baru ini, Elin bertemu dengan Lilian , seorang penyihir yang kuat, yang memberitahu bahwa dia memiliki kekuatan sihir yang tidak dia ketahui. Elin harus menggunakan kekuatan itu untuk menyelamatkan dunia dari kekuatan kegelapan yang mengancam.
Dengan bantuan Lilian, Elin memulai perjalanan sebagai seorang penyihir muda, menghadapi tantangan dan musuh yang kuat, dan menemukan kekuatan yang tidak dia ketahui. Akan kah Elin berhasil menyelamatkan dunia fantasi dan menemukan kebahagiaan di dunia baru ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tina Pramita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 5
Ratu Malika terkejut melihat Akira, Liana, dan Kael masih berdiri tegak. Dia mengangkat tongkatnya lagi, dan sebuah bola kegelapan besar muncul di atasnya.
Akira mengangkat tangannya, dan sebuah perisai cahaya muncul di depannya. Bola kegelapan itu menghantam perisai itu, tapi Akira tidak terjatuh.
Liana menggerakan tangannya, dan sebuah gelombang air besar menghantam Ratu Malika. Tapi, Ratu Malika tidak terjatuh. Dia mengangkat tongkatnya, dan gelombang air itu berubah menjadi es.
Kael menginjak tanah, dan gempa bumi besar mengguncang kota. Ratu Malika terjatuh, dan Akira, Liana, dan Kael maju untuk menyerangnya.
Tiba-tiba, Ratu Malika menghilang, dan muncul di belakang Akira, Liana, dan Kael. Dia mengangkat tongkatnya, dan sebuah pisau kegelapan muncul di tangannya.
"Aku akan mengakhiri ini sekarang," katanya dengan suara yang lembut.
Akira, Liana, dan Kael siap untuk bertarung, tapi tiba-tiba, sebuah cahaya besar muncul di belakang Ratu Malika. Cahaya itu semakin terang, dan Ratu Malika terjatuh ke tanah.
Sebuah sosok muncul dari cahaya itu. Dia adalah seorang wanita cantik dengan rambut putih, dan dia memiliki mata yang sangat tajam.
"Aku tidak akan membiarkanmu mengakhiri ini, Ratu Malika," katanya dengan suara yang lembut.
Wanita itu mendekati Ratu Malika, dan mengangkat tangannya. Sebuah cahaya putih keluar dari tangannya, dan Ratu Malika terjatuh ke tanah, tidak bisa bergerak.
"Aku adalah Arisia, penjaga cahaya," katanya dengan suara yang lembut. "Dan aku telah menunggu lama untuk mengakhiri kejahatanmu, Ratu Malika."
Akira, Liana, dan Kael terkejut, dan mereka tidak bisa percaya apa yang terjadi. Mereka melihat Arisia dengan mata yang tajam, dan mereka tahu bahwa dia adalah seseorang yang sangat kuat.
Arisia melihat Akira, Liana, dan Kael, dan dia tersenyum. "Aku telah memilih kalian untuk menjadi pahlawan, dan kalian telah membuktikan diri kalian. Aku akan memberikan kalian kekuatan tambahan untuk mengakhiri kejahatan ini."
Arisia mengangkat tangannya, dan sebuah cahaya putih keluar dari tangannya. Cahaya itu mengenai Akira, Liana, dan Kael, dan mereka merasa kekuatan baru mengalir dalam tubuh mereka.
Tiba-tiba, Ratu Malika bangun, dan dia memiliki kekuatan yang lebih besar dari sebelumnya. "Aku tidak akan kalah," katanya dengan suara yang keras.
Ratu Malika mengangkat tongkatnya, dan sebuah gelombang kegelapan besar menghantam Akira, Liana, dan Kael. Tapi, mereka tidak terjatuh. Mereka menggunakan kekuatan baru yang diberikan oleh Arisia, dan mereka melawan gelombang kegelapan itu.
Akira mengangkat tangannya, dan sebuah bola api besar muncul di atasnya. Liana menggerakan tangannya, dan sebuah gelombang air besar menghantam Ratu Malika. Kael menginjak tanah, dan gempa bumi besar mengguncang kota.
Ratu Malika terjatuh, tapi dia tidak kalah. Dia bangun lagi, dan dia memiliki kekuatan yang lebih besar dari sebelumnya.
Arisia melihat pertempuran itu, dan dia tersenyum. "Kalian sedang melakukannya dengan baik," katanya dengan suara yang lembut. "Tapi, Ratu Malika masih memiliki satu trik lagi."
Tiba-tiba, Ratu Malika menghilang, dan muncul di belakang Arisia. Dia mengangkat tongkatnya, dan sebuah pisau kegelapan muncul di tangannya.
"Aku akan mengakhiri ini sekarang," katanya dengan suara yang keras.
Arisia siap untuk bertarung, tapi Akira, Liana, dan Kael tidak membiarkan itu terjadi. Mereka menggunakan kekuatan mereka, dan mereka melawan Ratu Malika.
Tiba-tiba, Akira memiliki ide. "Liana, Kael, kita harus menggunakan kekuatan kita bersama-sama!" katanya dengan suara yang keras.
Liana dan Kael mengangguk, dan mereka menggunakan kekuatan mereka bersama-sama. Sebuah cahaya besar muncul, dan Ratu Malika terjatuh ke tanah, tidak bisa bergerak.
Kota itu aman, dan Akira, Liana, dan Kael menjadi pahlawan.
Akira, Liana, dan Kael berdiri di atas reruntuhan kota, dan mereka melihat ke arah Ratu Malika yang terjatuh ke tanah. Arisia mendekati mereka, dan dia tersenyum.
"Kalian telah melakukan pekerjaan yang luar biasa," katanya dengan suara yang lembut. "Ratu Malika telah dikalahkan, dan kota ini aman."
Akira, Liana, dan Kael tersenyum, dan mereka merasa bangga dengan diri mereka sendiri. Tapi, tiba-tiba, Arisia memiliki ekspresi yang serius.
"Tapi, ada satu hal yang harus kalian ketahui," katanya dengan suara yang lembut. "Ratu Malika bukanlah satu-satunya musuh yang kalian hadapi. Ada kekuatan lain yang lebih besar yang mengancam dunia ini."
Akira, Liana, dan Kael terkejut, dan mereka tidak bisa percaya apa yang mereka dengar. "Apa yang kamu maksud?" tanya Akira.
Arisia melihat ke arah mereka, dan dia memiliki ekspresi yang serius. "Aku berbicara tentang kekuatan yang disebut 'Kegelapan Abadi'," katanya dengan suara yang lembut. "Kekuatan itu telah ada sejak awal zaman, dan dia akan menghancurkan segala sesuatu yang ada di dunia ini."
Liana dan Kael terkejut, dan mereka tidak bisa percaya apa yang mereka dengar. "Apa yang kita harus lakukan?" tanya Liana.
Arisia melihat ke arah mereka, dan dia tersenyum. "Kalian harus menjadi pahlawan yang lebih besar dari sebelumnya," katanya dengan suara yang lembut. "Kalian harus menghadapi Kegelapan Abadi, dan kalian harus mengalahkannya."
Akira, Liana, dan Kael saling menatap, dan mereka tahu bahwa mereka harus menerima tantangan itu. Mereka siap untuk menghadapi apa pun yang akan datang, dan mereka siap untuk menjadi pahlawan yang lebih besar dari sebelumnya.
Akira, Liana, dan Kael berdiri tegak, dan mereka siap untuk menghadapi Kegelapan Abadi. Arisia melihat ke arah mereka, dan dia tersenyum.
"Kalian telah siap," katanya dengan suara yang lembut. "Tapi, kalian tidak akan menghadapi Kegelapan Abadi sendirian. Aku akan memberikan kalian sebuah hadiah yang akan membantu kalian dalam pertempuran ini."
Arisia mengangkat tangannya, dan sebuah cahaya putih keluar dari tangannya. Cahaya itu mengenai Akira, Liana, dan Kael, dan mereka merasa kekuatan baru mengalir dalam tubuh mereka.
"Kalian sekarang memiliki kekuatan yang lebih besar dari sebelumnya," kata Arisia. "Gunakan kekuatan itu dengan bijak, dan kalian akan dapat mengalahkan Kegelapan Abadi."
Akira, Liana, dan Kael tersenyum, dan mereka siap untuk berangkat. Mereka berjalan ke arah gerbang yang menuju ke tempat Kegelapan Abadi berada.
Tiba-tiba, gerbang itu terbuka, dan sebuah suara keras terdengar. "Kalian telah datang," kata suara itu. "Aku telah menunggu kalian. Aku adalah Kegelapan Abadi, dan aku akan menghancurkan kalian!"
Akira, Liana, dan Kael siap untuk bertarung, dan pertempuran besar pun dimulai!
Kegelapan Abadi muncul di depan mereka, dan dia memiliki kekuatan yang sangat besar. Akira, Liana, dan Kael menggunakan kekuatan mereka, dan mereka melawan Kegelapan Abadi.
Pertempuran itu sangat sengit, dan Akira, Liana, dan Kael harus menggunakan semua kekuatan mereka untuk mengalahkan Kegelapan Abadi. Tapi, mereka tidak akan menyerah. Mereka akan terus bertarung Pertempuran antara Akira, Liana, dan Kael melawan Kegelapan Abadi terus berlanjut. Mereka menggunakan semua kekuatan mereka, tapi Kegelapan Abadi tidak mudah dikalahkan.
Kegelapan Abadi mengeluarkan gelombang kegelapan yang sangat besar, dan Akira, Liana, dan Kael harus menggunakan semua kekuatan mereka untuk mengatasinya. Mereka menggunakan kemampuan mereka, dan mereka melawan gelombang kegelapan itu.
Akira menggunakan kemampuan apinya, dan dia mengeluarkan api yang sangat besar. Liana menggunakan kemampuan airnya, dan dia mengeluarkan gelombang air yang sangat besar. Kael menggunakan kemampuan buminya, dan dia mengeluarkan gempa bumi yang sangat besar.
Tiga kemampuan itu bergabung, dan mereka mengeluarkan kekuatan yang sangat besar. Kegelapan Abadi terjatuh ke tanah, dan Akira, Liana, dan Kael berdiri di atasnya.
"Kalian... kalian tidak akan pernah mengalahkan aku!" kata Kegelapan Abadi dengan suara yang lemah.
Akira, Liana, dan Kael tersenyum, dan mereka tahu bahwa mereka telah menang. Mereka mengangkat tangan mereka, dan mereka mengeluarkan cahaya yang sangat besar.
Cahaya itu mengenai Kegelapan Abadi, dan dia menghilang. Dunia menjadi terang kembali, dan Akira, Liana, dan Kael menjadi pahlawan.
Arisia muncul di depan mereka, dan dia tersenyum. "Kalian telah melakukan pekerjaan yang luar biasa," katanya dengan suara yang lembut. "Kalian telah menyelamatkan dunia dari Kegelapan Abadi."
Akira, Liana, dan Kael tersenyum, dan mereka merasa bangga dengan diri mereka sendiri. Mereka tahu bahwa mereka telah melakukan sesuatu yang sangat besar, dan mereka siap untuk menghadapi apa pun yang akan datang.