NovelToon NovelToon
Jodoh Shakira, Pernikahan Ke Dua

Jodoh Shakira, Pernikahan Ke Dua

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Arion Alfattah

Ditinggalkan oleh suami di hari pertama pernikahan bukanlah keinginan Shakira Aisha. Sejak Fauzi sang suami tahu masalalunya, pria itu pergi entah ke mana.

Karena cinta yang Shakira Aisha miliki dan ingin mempertahankan rumahtangganya, dia mencari Fauzi ke suatu kota atas petunjuk yang ia dapatkan.

Kepindahannya ke suatu tempat justru malah mempertemukannya lagi dengan pria masa lalu, pria yang sudah menorehkan luka dan menghancurkan segala mimpinya diusia muda.

"Kita bertemu kembali? tak akan kubiarkan kamu pergi lagi."

"Sial, apa yang ingin kamu lakukan?"

"Menghamilimu!" Mario menyeringai penuh kelicikan.

"Aku sudah menikah!"

Deg.

Siapakah pria yang akan Shakira Aisha pilih? laki-laki masa depannya yang sudah menikahinya ataukah pria masalalunya?

Mampukah Mario meluluhkan Aisha-nya? Wanita yang telah ia permainan sedemikian rupa. Dan akankah Fauzi mempertahankan istrinya disaat ada laki-laki lain terang-terangan mengajaknya bersaing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 15 - peringatan

Dapur pondok.

"Kamu kenal dia Lun? Yang dimaksud aku tuh laki-laki tadi, kelihatan kok kalian berdua seperti memiliki chemistry saat awal jumpa," tanya Fira.

"Aku tidak kenal dia, kami baru bertemu hari ini eh tiba-tiba ada yang labrak aku," balas Luna sambil duduk sedikit melamun tentang kejadian tadi.

"Gak mungkin kalian gak ada apa-apanya sedangkan tuh cewek kelihatan yakin kalian itu punya hubungan." Fira memicingkan matanya penuh curiga.

"Gak usah curigaan gitu, mendingan sekarang kita lanjut kerja lagi, tuh banyak makanan yang harus diantar ke meja anak-anak." Luna menghindari tatapannya Fira, ia kembali melanjutkan kerjaannya.

"Berhenti lo!"

Langkah Luna dihadang oleh Shakira, mata merah karena marah, emosi tidak terbendung ingin melabrak Luna.

"Ka-kamu." Kaget dong, dia ada disana lagi tepat di depannya. "Nga-ngapain kamu menghalangi jalanku?"

"Gue butuh bicara sama elo, berdua!"

"Tapi ..."

Tidak ada penolakan, Shakira mengambil nampan dari tangan Luna menyimpannya di meja.

"Lo, berikan pesanan ini! Gue ada urusan dulu sama nih cewe." Tunjuknya bernada kesal.

"Aku harus .."

"Berisik lo, ikut gue!" Lalu ia menarik tangan Luna membawanya keluar dari kantin.

"Kamu mau bawa aku kemana? Aku lagi kerja."

Shakira membawanya ke halaman belakang, dia melepaskan cekalan tangannya mendorong pelan bahu Luna ke dinding.

"Dengerin gue baik-baik! lo, jangan pernah ganggu Mas Fauzi! Dia milik gue dan gue peringati lo untuk menjauh darinya. Kalau sampai gue lihat lo berduaan sama dia awas lo! Habis lo di tangan gue."

"Tapi kamu salah paham. Aku sama dia tidak punya hubungan kok, kita baru ketemu tadi di ..."

"Ssstttt gue tidak percaya sama tampang polos elo itu. Modelan lo ini wajah polos tapi nusuk, gue tahu kok lo suka kan sama Mas Fauzi? Gak usah bohong, gue bisa lihat tatapan mata lo ke dia. Mendingan lo jauhi laki gue sebelum gue berbuat sesuatu pada lo! Gue bisa melakukan apapun supaya elo berhenti mengganggu laki gue. Bahkan gue gak akan segan-segan menyakiti lo!" Tunjuknya penuh emosi dengan tatapan permusuhan.

"Shakira!"

Merasa ada yang memanggil, ia menoleh kebelakang.

"Mas." Terkejut melihat suaminya ada di sana.

"Kamu apain Luna, Shakira? Kamu mengancamnya?" Fauzi mendekat menarik tangan Shakira supaya menjauh dari Luna. Dia melihat Luna kemudian melihat Shakira bergantian.

Luna menunduk takut, tangannya saling bertaut menggenggam. Ancaman Shakira terdengar serius dan menakutkan baginya. Tidak tahu apapun malah di tuduh yang tidak-tidak, malu sekaligus kesal juga.

"Sejak kapan kamu disini, Mas?"

"Tidak perlu tahu dari kapan aku disini, tapi yang pasti aku tidak suka cara kamu ini. Terkesan bar-bar tidak ada sopan santunnya. Dengan kamu mengancam dia barusan aku semakin tidak menyukai sifat kamu. Ternyata selain kotor kamu juga jahat ya, tidak habis pikir aku. Oh atau mungkin ini memang kamu yang asli, ternyata aku tertipu sama kamu, sepertinya langkah yang aku ambil tidak salah untuk tidak melanjutkan hubungan kita. Aku makin mantap untuk mengakhiri semuanya! Dari sikap kamu sekarang, Luna jauh lebih baik kayaknya." Ia menggelengkan kepalanya tidak menyukai sikap Shakira, ternyata ia baru sadar wanita yang ia nikahi begitu buruk.

"Ayo Luna, kita pergi dari sini!" sambungnya seraya tangan itu menarik baju di pergelangan tangan Luna.

Tubuh Shakira mematung, untuk sekian kalinya ia mendengar lontaran kata menyakitkan dari mulut laki-laki yang dia cintai. Kepingan hatinya mulai retak, jiwanya terguncang, mata berkunang-kunang, pandangan pun mulai menggelap. Tak sanggup menahan beban tubuhnya sendiri saking syok atas apa yang barusan ia dengar.

Grep.

Dalam keadaan hendak terjatuh tak sadarkan diri, seseorang menggenggam tangannya agar tidak terjatuh. Dia menarik pelan tangan Shakira, membawanya kedalam dekapannya menopang tubuh Shakira agar tidak terjatuh.

Matanya terpejam, satu tangannya menahan tubuh Shakira dan satunya lagi mengepalkan tangan. Untungnya di halaman belakang cukup sepi jadi tidak ada yang tahu mengenai kejadian itu.

Shakira tak sadarkan diri dalam dekapannya, dengan penuh perasaan tangan Mario menyingkirkan helai rambut yang menghalangi wajah Shakira, jemarinya mengusap lembut air mata di pipi Shakira.

Ya, dia Mario, dengan perasaan gelisah melanda, Mario ingin memastikan Shakira baik-baik saja. Sayangnya dia melihat pertengkaran itu lagi di halaman belakang, hatinya sakit melihat Shakira menangis.

"Maaf, maafkan aku Sha, sakit mu berawal dari aku. Seandainya aku tidak melakukan hal itu pasti kamu tidak akan mengalami kehidupan seperti ini. Apa aku boleh memperbaiki semuanya meski keadaan tak akan lagi sama seperti dulu? Setidaknya aku berusaha untuk membuatmu bahagia. Jika dia tidak bisa membahagiakanmu maka aku akan merebut kamu darinya, itu janjiku."

Lalu Mario membawa Shakira dalam gendongannya, masuk menuju kediaman Appa Huda meminta kepada mereka mengizinkan Shakira tinggal disana sampai sadar.

**********

"Jadi nak Mario sudah mengenal Shakira?" tanya Appa Huda, sementara istrinya membantu Shakira ganti pakaian di dalam kamar.

"Dia teman saya dari kota Appa, kedatangannya kesini menyusul suaminya Fauzi yang meninggalkan dia disana tanpa kabar." Mendengar sedikit cerita tentang Shakira, Mario memilih berkata jujur supaya wanita itu mendapatkan perhatian lebih. Ia juga tidak tega melihatnya seperti ini terus.

"Jadi Fauzi itu suaminya, baru tahu saya." Mereka kira Fauzi belum menikah, tak tahunya datang membawa masalah keluarga.

"Betul Appa, tadi saya sempat mendengar pertengkaran mereka dan saya menemukan Shakira pingsan di halaman belakang, maaf saya bawa dia kesini karena saya bingung mau bawa dia kemana."

'Kalau ke rumah bisa-bisa gue khilaf lagi, apalagi kejadian itu membuat gue candu. Sialan, hanya membayangkannya saja torpedo gue menegang.'

"Tentu kami tidak keberatan, Shakira akan aman berada disini, saya dan istri saya akan menjaganya." Mendengar sedikit kisahnya membuat hati Appa Huda tersentuh, ada perasaan yang tidak bisa dia jelaskan mengenai Shakira. Wajahnya mengingatkan dia pada seseorang, namun lupa siapa.

"Maaf sebelumnya, kalau boleh saya minta jika nanti dia mencari tempat tinggal, rumah di depan sana dekat rumah yang saya sewa akan disewakan juga, Shakira boleh menempatinya dan saya sudah bayar selama satu tahun untuk Shakira."

Appa mengangguk.

Setelah segala urusannya selesai, Mario kembali pulang. Selepas kepergian Mario, Appa Huda memikirkan sesuatu.

Tak lama kemudian istrinya keluar dari kamar.

"Bagaimana keadaannya?" tanyanya mengkhawatirkan Shakira.

"Dia sedang istirahat, belum sadar, biarkan saja dulu, kasihan sering mengigau." Bunda Nurul duduk disamping suaminya.

"Apa kamu merasakan sesuatu?" matanya menatap sang istri.

"Iya, wajahnya tidak asing, kayak wajah seseorang tapi siapa?"

"Rupanya kamu menyadarinya juga, itu yang sedang aku pikirkan dari tadi, terasa familiar."

"Tapi siapa?"

1
Feni Puji Pajarwati
KLO bisa mah Fauzi tinggalin aja..
Eneng Elsy
mamam tuh gadis lugu pdhl suhu ya fauzi...
pst s luna buat byk cara spy ga dceraikan sm fauzi...
Eneng Elsy
mamam tuh jalang sejati fauzi.
pasti sluna drama mnt dnikahin.
baguslah syakira bs lepas dr cowok gaa tegas ky s fauzi.
Liswati Angelina
yah cocoklah si Luna sama fauzi.... bakal jadi bapak tuh si fauzi...... 🤣🤣🤣🤭🤭🤭
Eneng Elsy
eh bp sm anak sm borok nya..
jgn2 s bp manggil warga buat gerebek anak sendiri biar d nikahin fauzi.
Liswati Angelina
nah kan kene jebakan Bebek kan!!!!!
Cimit: ulahnya sih.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!