NovelToon NovelToon
Mr Billioneire Wife

Mr Billioneire Wife

Status: tamat
Genre:Romantis / CEO / One Night Stand / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:16.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: evii_

plagiat dilarang mendekat!🔥🔥

aku tidak tahu apakah ini depresi. maksudku aku tidak sedih,tapi aku juga tidak bahagia. di saat langit terang aku tertawa dan bercanda gurau. dan disaat malam aku lupa cara untuk tersenyum. ~ Grace Elisha Elard

aku akan menyembuhkan semua lukamu dengan cinta yang kumiliki. ~ Damian Efrat Wilson.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon evii_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tantangan(Revisi)

Ellie datang membawa nampan berisi makanan. Damian duduk di sofa, mengamati Grace dari jauh. Sesekali pandangannya beralih pada benda pipih berlogo apel digigit itu. Memeriksa email.

"Setelah ini, bolehkah aku menemui Xavier?" tanya Grace di sela-sela makannya. Damian mendongak, lalu menempelkan jari telunjuk ke bibirnya.

"Jangan bicara saat kau sedang makan. Tutup mulut mu dan kunyah makanan mu dengan benar." balasnya sengit membuat Grace jengkel sendiri.

Dengan cepat Grace mengunyah makanannya. Berharap pria itu pergi setelah dirinya selesai makan. Tetapi nihil, Damian malah meminta jatah setelah Grace selesai makan.

Alhasil keduanya kembali bergumul di atas ranjang sampai matahari tidak lagi nampak wujudnya.

...🦋🦋🦋🦋...

Bercinta membuat Grace lelah, setelah bangun dan membersihkan diri. Grace memutuskan ikut makan malam bersama atas izin Damian. Grace senang, setelah sehari tinggal dikamar. Kini dirinya bisa melihat sang buah hati.

"Makanlah ini, aku yakin setelah kegiatan panas kita tenaga mu terkuras hebat." sengaja mengencangkan suara. Membiarkan pelayan tahu dan membuat Grace malu.

Pasalnya wajah putih Grace saat. bersemu malu begitu menggemaskan di mata Damian. "Aku sudah makan tadi!" tolak Grace cepat.

"Kapan?" dungu, apa pria itu amnesia. Jelas-jelas sore tadi Damian memaksanya makan dengan ancaman akan bertindak tegas jika Grace menolak.

"Sebelum kita berhubungan badan. Perut ku masih kenyang, jadi berhenti menyuruh ku melakukan ini itu karena aku bukan pembantu mu!"

"Lalu kalau bukan pembantu, kau siapa ku?" pancing Damian.

"Istri mu!" jawab Grace cepat. Tanpa sadar mengakui status dan keberadaan Damian.

"Akhirnya kau mengakui kalau kau istri ku." Grace tersadar, langsung membungkam mulutnya sendiri. Kejadian konyol itu justru terlihat romantis di mata para pelayan. Mereka ikut bahagia saat melihat interaksi tuan dan nona mudanya.

"Berhenti menggoda ku dan makan makanan mu. Berikan Xavier pada ku." merentangkan tangan, menunggu Damian menyerahkan anak laki-laki mereka.

"Aku sangat merindukan mu boy." teriak Grace begitu Damian menyerahkan Xavier ke pangkuannya. Berulang-ulang Grace mendaratkan ciuman. Sesekali mengangkat Xavier ke udara, menimang Xavier.

Melihat interaksi ibu dan anak itu, Damian bergegas mengeluarkan ponsel. Menyalakan kamera dan menangkap gambar berulang kali.

Hangat, suasana ini yang selalu Damian impikan sejak dulu. Ya, meskipun Grace masih belum menerimanya dengan sepenuh hati. Tapi Damian yakin cepat atau lambat Grace pasti menerima cintanya.

"Tunggu! ini tato?" pekik Grace saat mendapati sebuah tulisan menghiasi dada bidang Damian. Terlihat indah tapi bukan berarti Grace menyukainya.

Grace? apa Damian menuliskan namanya di sana. "Itu nama ku?" menunjuk dada Damian dengan ragu. Damian mengangguk singkat, lalu kembali mengunyah makanannya.

"Kenapa kau. menuliskan nama ku di dada bidang mu?" tanya Grace dengan alis bertaut. Keheranan.

"Aku ingin kau tahu bahwa aku adalah milik mu." jawaban Damian berhasil membuat Grace terpaku. Wanita itu diam di tempat, tidak bisa berkutik. Baper, tentu saja wanita mana yang tidak meleleh saat di prioritaskan suaminya.

"Kau terlihat seksi!" gumam Grace pelan, hampir seperti bisikan.

"Kau mengatakan sesuatu?" tanya Damian.

"Tidak-tidak, kau bisa melanjutkan acara makan mu. Aku akan naik dan menidurkan Xavier!" seru Grace. Tidak sadar baru saja berpamitan dengan sopan.

"Ya baiklah, aku segera menyusul nanti." ujar Damian. Sedikit menyunggingkan senyuman. Senang mendengar Grace berpamitan dengan sopan.

...🦋🦋🦋🦋...

Setelah makan malam selesai, Damian menyusul Grace ke kamar. Di lihatnya Grace tengah menidurkan Xavier seraya menepuk-nepuk punggung itu dengan lemah.

Damian masuk dengan langkah. mengambang tidak ingin mengejutkan Xavier yang mulai masuk kedalam alam mimpi. Damian duduk di balkon kamar, menutup pintu dan mematik sebatang rokok.

Damian sengaja menutup pintu balkon agar asap rokok yang dia hasilkan tidak masuk ke dalam. Grace sendiri hanya bisa menghela napas melihat Damian merokok dengan santainya meskipun di kamar ini ada anak kecil.

Satu batang rokok Damian habiskan, lalu dia kembali masuk ke dalam. Sebelum mendekati anak dan istrinya, Damian memutuskan membersihkan diri terlebih dulu. Tidak ingin membawa kuman jahat yang bisa membuat Xavier sakit.

"Sepertinya Xavier sudah tidur." Damian bicara seraya mengamati wajah teduh Xavier.

"Benarkah?" Grace melirik dan tersenyum senang tatkala melihat sang buah hati sudah terlelap.

"Pindahkan dia ke dalam boks bayi Grace." pinta Damian. Ingin segera beristirahat karena besok harus pergi bekerja pagi-pagi sekali.

Grace mendelik, tanpa di minta pun Grace sudah tahu. Hei, Grace bukan wanita bodoh yang tidak tahu apapun dan harus bertanya saat ingin melakukan sesuatu.

Dengan Hati-hati Grace memindahkan Xavier ke dalam boks bayi yang sudah Damian sediakan. Setelah itu, Grace kembali ke tempat tidur. Sedikit gengsi, tapi Grace juga tidak mau tidur di sofa ataupun lantai kamar. Terpaksa Grace menyetujui Damian untuk berbagi ranjang.

"Dam, bisa aku bertanya?"

"Hmm, ya tentu saja."

"Dari mana kau tahu aku berada di mansion daddy?" Iseng bertanya, hendak menandai orang yang sudah membantu Damian.

"Aku punya banyak koneksi dengan mafia-mafia terkenal. Memang benar aku sedikit kesusahan mencari keberadaan mu. Itu semua karena ayah Peter yang merupakan mantan mafia membantu menyembunyikan identitas mu!"

"Dan mulai sekarang, panggil aku Ef. Kau tahu hanya orang-orang terdekatku saja yang memanggilku dengan nama panggilan itu. Dan kau juga termasuk orang terdekatku, bahkan paling spesial di hatiku." Lagi-lagi Grace dibuat tercengang.

Grace spesial dalam hati Damian, tapi bagaimana bisa. Mereka bahkan tidak saling mengenal. Grace baru bertemu dengan Damian saat di apartemen Rachel. Kenapa Damian berkata seolah-olah kami sudah bertemu dan sangat akrab.

"Kau sudah mencintai ku?" entah kenapa tiba-tiba pertanyaan itu keluar tanpa di minta. Grace menoleh, menatap Damian jengah.

"Belum dan tidak akan pernah!" menekankan setiap kata. Lalu membuang muka, tidak ingin menatap mata Damian.

"Tatap aku saat kau bicara padaku Grace. Ingat ini, aku tidak suka diacuhkan!" tegas Damian dengan suara beratnya. Mendengar itu Grace tertawa lepas. Menatap dengan tatapan mencemooh.

"Kau juga harus ingat ini Ef, aku tidak suka diperintah ataupun diatur. Bukan berarti setelah kita bicara baik-baik tadi, aku sudah menerima mu dan menyerahkan seluruh hidupku padamu. Aku masih belum kalah dalam permainan yang kau buat ini!" Ucapan Grace seperti bensin yang di bubuhkan dalam api kecil yang membuatnya berkobar dalam sepersekian detik.

"Hahaha...jadi kau ingin bermain? baiklah tidak masalah, aku menantang mu. Jika kau masih tidak mencintai ku dalam waktu setengah tahun, aku akan membiarkan mu pergi. Tapi jika dalam waktu setengah tahun itu kau mencintaiku maka bersiaplah untuk mengadakan pesta pernikahan. Serahkan seluruh jiwa dan raga mu untuk ku!" Ucap Damian tenang, namun terdengar tegas dan menakutkan.

Pria itu lelah menghadapi sifat keras kepala Grace. Ini adalah satu-satunya caranya untuk menurunkan ego Grace.

"Baiklah, tapi perlu aku ingatkan. Tepati semua janji mu itu. Jangan mencoba menipu ku, karena aku tidak akan mengalah begitu saja." Grace tidak takut dengan tantangan Damian. Lagi pula Grace tidak akan pernah bisa jatuh hati pada pria kejam seperti Damian.

"Baiklah!" Lagi pula cinta atau tidak aku tidak akan membiarkanmu pergi dari sisiku walaupun aku harus memaksamu sekalipun.

TBC

warning!

cerita ini hanya fiksi yang author buat sesuai dengan imajinasi author jadi mohon untuk tidak dianggap serius. 🙏!!!!!!

1
ollyooliver🍌🥒🍆
hmmm.apakah nanti akan seperti cerita novel yg membosankan lainnya yang ujung"nya bapaknya dimaafkan lalu diterima kembali..😌
Asih Sudarsih
aku curiga peter yg membuat belle hamil dan punya anak
Aba Bidol
Kerennnnn 👍❤️
Jessica Xie
halo othor
apakah dh boleh d rilis novel barunya
koq dari tahun 2022 sampe tahun 2024 masih belum liris sih
muhammad daffa: kak kpn update novel baru nya versi anak anak " damiyan & Peter
total 1 replies
PANJUL MAN
alurnya menarik
PANJUL MAN
bagus
PANJUL MAN
menarik
PANJUL MAN
apa obat peransangnya bereaksi koq gak kita gak tau ,tiba2 saja udah selesai, ada adegan yg hilang?
PANJUL MAN
lanjut komandan !
PANJUL MAN
lanjut
G.Lo
Cerita bagus...sangat bagus cuman kok sosok Damian kasar yach...harusnya istri disayangi bukan dikasarin kecuali perbuatannya melanggar itu baru terserah anda...
Imam Sutoto Suro
mantap thor lanjut
Imam Sutoto Suro
top deh lanjut thor
Imam Sutoto Suro
wooow keren lanjut thor
Imam Sutoto Suro
beneran super duper novel lanjutkan thor
Imam Sutoto Suro
beneran keren thor lanjutkan
Imam Sutoto Suro
amazing story
Imam Sutoto Suro
joosss tenan lanjutkan thor
Imam Sutoto Suro
wooow amazing story thor lanjutkan
Imam Sutoto Suro
good luck thor lanjutkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!