Alga adalah seorang pria bekerja sebagai nelayan. Ia bekerja untuk mencari ikan setiap hari untuk kuliah istrinya dan makan sehari-hari. Pergi pagi pulang malam agar bisa mendapatkan tangkapan ikan yang banyak. Sayangnya saat istrinya sudah S2 dan menjadi sekretaris, istrinya malah selingkuh dengan CEO tempat ia bekerja dan meninggal Alga dan anaknya.
Istrinya malu mempunyai suami nelayan seperti Alga dan akhirnya meminta cerai lalu menikah dengan pria pilihannya itu.
Hancur hati Alga setelah bercerai dengan istri tercintanya, saat sedang menjaring ikan, Ia tak sengaja jatuhkan kelaut karena Ia masih dalam kesedihan, tapi siapa sangka jika ia mendapat sebuah sistem.
Sistem Nelayan, setiap ia menangkap ikan, menjual ikan, maka ia mendapat hadiah dan poin yang mengubah hidupnya menjadi orang sukses.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...
...Happy reading...
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...
Sementara Grisha terus menangis hingga tersedu.
Alga memeluk Grisha. "Grisha... papa tau kamu sangat menyayangi Mama, tapi Mama tidak menyayangi kamu lagi demi kepentingan pribadinya," kata Alga terisak di bahu Grisha.
"Grisha... mulai sekarang, ayo kita hidup bahagia berdua saja. Tidak ada Mama lagi di hidup kita, anggap saja Mama sudah mati, ya mati dari hidup kita," kata Alga.
Grisha masih menangis, Alga menggendong dan membawa Grisha duduk di atas motor.
Perlahan-lahan motor pun melaju di jalanan. Grisha memeluk Papanya dengan erat dan masih ada sisa isak tangisnya yang terdengar.
"Grisha, tadikan Papa bilang kalau Papa punya kejutan untuk Grisha, Grisha mau lihat nggak?" tanya Alga menghibur buah hatinya itu, agar Grisha tidak sedih lagi.
Grisha mengangguk pelan. "He he he, ayo peluk Papa erat, Papa aku melaju motor kita agar cepat sampai," kata Alga sambil menyeka sisa air mata yang ada di pelupuk matanya.
Motor pun melaju di jalanan, dan tak lama mereka sampai di pelabuhan, Alga tidak melihat para nelayan itu lagi, sepertinya mereka semua sudah pergi menjaring ikan.
"Kita sudah sampai, Sayang," kata Alga mengendong Grisha turun dari motor.
Grisha masih bingung kejutan apa yang di berikan oleh Papanya itu. Alga mengandeng tangan Grisha menuju sebuah kapal besar.
"Tara... ini adalah kejutannya," ucap Alga memperlihatkan kapal besar itu.
"Wahh, ini kapal siapa, Pa?" tanya Grisha.
"Ini kapal kita dong, ayo naik," ajak Alga dengan ceria.
Alga menekan tangga di layar sistemnya, dan perlahan-lahan tangga keluar dari badan kapalnya.
Alga mengendong Grisha untuk membawa masuk ke dalam kapal.
"Wahhhh indah sekali kapalnya, Pa," ucap Grisha tersenyum semringah, ia berlari dan berputar-putar.
Alga melihat itu, ia tersenyum. Akhirnya Grisha bisa melupakan sejenak ibunya.
"Ayo Grisha, kita luncurkan kapalnya," kata Alga.
"Ayo!" teriak Grisha mengacungkan tangannya.
"Sistem, apa bisa kapal ini mengemudi otomatis?" tanya Grisha.
[Bisa, Anda tinggal tekan kemudi otomatis di layar sistem Anda]
"Ayo Grisha, kita naik ke atas," ajak Alga.
Mereka pun naik ke atas, Grisha berlari ke ujung kapal dan bersandar di pagar besi kapal.
Alga pun mulai menekan kemudi otomatis, perlahan-lahan kapal pun bergerak, meskipun kapal bisa kemudi otomatis, tapi Alga harus tetap mengontrolnya lewat sistemnya, ke arah mana yang akan mereka tuju.
"Papa! Lihat di sana! Ada nelayan yang menjaring ikan!" teriak Grisha histeris saking bahagianya.
"Iya Sayang, Hati-hati ya, Nak, nanti jatuh. Pegang yang erat," kata Alga.
Senyum Grisha melebar, ia menikmati perjalanan dengan angin yang menerpa wajahnya.
(Bahagia selalu Grisha)
"Papa! Lihat, ada gunung!" teriak Grisha lagi
"Iya, sangat indah kan?" ucap Alga berdiri di samping Grisha dan memeluknya dari belakang, merasakan kebahagiaan bersama Grisha dengan senyum lebar.
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...