NovelToon NovelToon
Identitas Tersembunyi Suamiku

Identitas Tersembunyi Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Kantor / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Komedi / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:75
Nilai: 5
Nama Author: Elrey

Safa, wanita dari keluarga sederhana, memberikan makanan pada seorang pria yang dia anggap pengemis – ternyata adalah Riki, CEO perusahaan besar. Terharu dengan kebaikan Safa, Riki menyembunyikan statusnya, mereka jatuh cinta dan menikah.

Ketika Safa bekerja di kantor Riki, dia bertemu "Raka" – teknisi yang ternyata adalah Riki yang berpura-pura. Setelah menemukan kebenaran, Safa merasa kecewa, tapi Riki membuktikan cintanya tulus dengan memperkenalkannya pada keluarga aslinya. Mereka akhirnya memperpublikasikan pernikahan mereka dan hidup bahagia dengan cinta yang sejati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elrey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bantu Atasi Masalah Ekonomi

Seminggu setelah Ayah Safa pulang dari rumah sakit, kondisinya sudah jauh lebih baik. Dia sudah bisa berdiri dan melakukan aktivitas ringan seperti membantu Ibunya mengurus rumah atau membuat minuman untuk keluarga.

Namun, masalah ekonomi keluarga Safa semakin memburuk karena Ayah Safa belum bisa bekerja lagi dan biaya pengobatan yang dikeluarkan membuat tabungan mereka benar-benar habis.

Pada malam kesebelas kunjungannya ke Waroeng Mak Ina, Riki melihat Safa yang bekerja dengan sangat keras tapi wajahnya terlihat lesu dan penuh kekhawatiran.

Setelah melayani pelanggan terakhir dan membersihkan warung, Safa duduk di meja pojok yang biasanya ditempati Riki dengan ekspresi yang sangat sedih.

Riki segera mendekatinya dengan hati yang penuh keprihatinan. "Safa, apa kabarmu? Kamu terlihat sangat lesu hari ini. Apakah ada masalah?"

Safa melihatnya dengan mata yang sedikit berkaca-kaca dan mencoba untuk tersenyum tapi tidak berhasil. "Maaf ya Pak Riki, saya memang merasa sedikit capek saja. Tidak ada masalah khusus kok."

Riki tahu bahwa Safa sedang berbohong dan menyembunyikan sesuatu darinya. Dia duduk di depan Safa dan melihatnya dengan ekspresi yang penuh perhatian. "Safa, kamu tahu kan bahwa kamu bisa mempercayai saya dengan segala sesuatu. Jika ada masalah yang sedang kamu hadapi, katakan saja padaku. Mungkin saya bisa membantu kamu."

Setelah beberapa saat diam dan berpikir, Safa akhirnya mengeluarkan semua keluh kesahnya. "Ayah sudah pulang dari rumah sakit tapi belum bisa bekerja lagi Pak. Semua tabungan kami sudah habis untuk membayar biaya pengobatan, dan penghasilan saya dari bekerja di warung saja tidak cukup untuk mencukupi kebutuhan keluarga kami. Saya khawatir kalau nanti tidak bisa membayar sewa rumah atau bahkan tidak punya uang untuk membeli makanan."

Riki merasa sangat prihatin mendengar cerita tersebut. Dia sudah tahu bahwa keluarga Safa sedang mengalami kesulitan ekonomi yang berat, tapi dia tidak menyangka bahwa kondisinya sudah sampai pada titik yang begitu parah.

Dia berpikir keras untuk mencari cara yang bisa membantu mereka tanpa membuat Safa merasa tidak nyaman atau merasa telah menerima belas kasihan dari orang lain.

"Safa, ada sesuatu yang ingin saya usulkan padamu," ucap Riki dengan suara yang tenang dan penuh keyakinan. "Seperti yang saya bilang sebelumnya, saya bekerja saya bilang sebelumnya, saya bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan barang dagangan. Kami sedang mencari orang yang bisa membantu kami memasarkan produk kami ke pasar lokal dengan cara yang lebih luas. Bagaimana kalau kamu mau mencoba untuk melakukan pekerjaan itu sebagai pekerjaan sampingan? Kamu akan mendapatkan penghasilan tambahan yang cukup besar untuk membantu keluarga kamu."

Safa merasa sangat terkejut dengan usulan tersebut. Dia tidak pernah berpikir bahwa dia bisa mendapatkan pekerjaan tambahan yang bisa memberikan penghasilan yang cukup besar untuk membantu keluarganya. "Tapi Pak Riki, saya tidak tahu apa-apa tentang dunia perdagangan atau memasarkan produk. Apakah saya bisa melakukan pekerjaan itu dengan baik?"

"Tentu saja bisa Safa," jawab Riki dengan senyuman yang menenangkan. "Kamu adalah orang yang sangat pintar dan cepat belajar. Saya akan mengajari kamu semua yang perlu kamu ketahui tentang pekerjaan itu. Selain itu, pekerjaannya juga cukup fleksibel sehingga tidak akan mengganggu pekerjaan kamu di warung."

Setelah beberapa saat mempertimbangkan, Safa akhirnya menyetujui usulan tersebut dengan rasa sangat terima kasih.

Dia merasa sangat bersyukur memiliki seseorang seperti Riki yang selalu ada untuk membantu dan mendukungnya dalam setiap kesulitan yang dia hadapi.

"Terima kasih banyak ya Pak Riki," ucap Safa dengan suara yang penuh emosi. "Kamu sudah melakukan begitu banyak hal untuk keluarga kami. Saya tidak tahu bagaimana cara membayar semua bantuan yang kamu berikan kepada kami."

"Safa, kamu tidak perlu membayar apa-apa padaku," jawab Riki dengan lembut. "Saya hanya ingin membantu kamu karena saya tahu bahwa kamu adalah orang yang sangat baik hati dan layak mendapatkan kesempatan untuk hidup lebih baik. Selain itu, pekerjaan itu adalah pekerjaan yang sah dan kamu akan mendapatkan bayaran yang layak sesuai dengan usaha yang kamu lakukan."

Pada hari berikutnya, Riki datang ke rumah Safa dengan membawa beberapa sampel produk yang akan mereka pasarkan beserta dengan buku catatan yang berisi semua informasi yang perlu diketahui Safa tentang produk tersebut.

Dia mulai menjelaskan dengan jelas tentang jenis-jenis produk yang akan mereka jual, harga pembelian dan harga jualnya, serta cara memasarkannya ke calon pembeli.

"Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk memasarkan produk ini Safa," ucap Riki sambil menunjukkan beberapa ide yang sudah dia siapkan di buku catatannya. "Kamu bisa menjualnya kepada teman-temanmu, tetangga di sekitar rumahmu, atau bahkan memasarkannya melalui warung tempat kamu bekerja. Selain itu, kamu juga bisa membuat daftar calon pembeli yang mungkin tertarik dengan produk ini."

Safa mendengarkan dengan seksama setiap penjelasan yang diberikan Riki dan mencatat semua hal penting yang perlu dia ingat.

Dia merasa sangat bersemangat dan yakin bahwa dia bisa melakukan pekerjaan ini dengan baik untuk membantu keluarganya.

Dalam waktu tiga hari, Safa sudah berhasil memasarkan produk tersebut kepada banyak orang – mulai dari teman-teman kerja di warung, tetangga di sekitar rumahnya, hingga pelanggan tetap warung yang tertarik dengan produk tersebut.

Penjualannya meningkat dengan sangat cepat dan Safa mendapatkan penghasilan tambahan yang cukup besar untuk membantu mencukupi kebutuhan keluarga nya.

Selain itu, Riki juga memiliki ide lain untuk membantu meningkatkan penghasilan keluarga Safa.

Dia tahu bahwa Ayah Safa dulunya bekerja sebagai tukang kayu yang sangat terampil, jadi dia mengusulkan agar Ayah Safa mulai membuat produk kerajinan kayu seperti meja kecil, kursi, atau dekorasi rumah yang bisa dijual dengan harga yang cukup baik.

"Ayahmu memiliki keahlian yang sangat berharga Safa," ucap Riki ketika mereka berkunjung ke rumah Safa untuk melihat kemajuan pekerjaan Ayah Safa. "Produk kerajinan kayu yang dibuat oleh Ayahmu sangat berkualitas baik dan pasti akan banyak diminati oleh orang-orang. Saya bisa membantu memasarkannya ke teman-teman saya atau bahkan ke toko-toko kerajinan yang saya kenal."

Ayah Safa merasa sangat senang dan bersemangat dengan ide tersebut. Dia segera mulai membuat berbagai macam produk kerajinan kayu dengan bahan-bahan yang dibeli oleh Riki.

Dalam waktu seminggu, Ayah Safa sudah berhasil membuat lebih dari sepuluh produk kerajinan kayu yang sangat cantik dan berkualitas baik.

Riki segera mengambil beberapa sampel produk tersebut dan membawanya ke beberapa toko kerajinan yang dia kenal.

Banyak toko yang tertarik dengan produk tersebut dan memesan jumlah yang cukup besar dari Ayah Safa.

Hal ini membuat penghasilan keluarga Safa semakin meningkat dan mereka tidak perlu lagi khawatir tentang kebutuhan hidup sehari-hari.

Pada malam hari ketika mereka mengumpulkan semua uang hasil penjualan produk yang dilakukan oleh Safa dan produk kerajinan kayu yang dibuat oleh Ayah Safa, keluarga Safa merasa sangat bahagia dan bersyukur.

Mereka tidak pernah menyangka bahwa mereka bisa keluar dari kesulitan ekonomi yang berat dengan bantuan seseorang yang baru mereka kenal beberapa minggu yang lalu.

"Saya tidak bisa berkata apa-apa selain terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kamu Pak Riki," ucap Ayah Safa dengan suara yang penuh emosi. "Kamu telah menyelamatkan keluarga kami dari kesulitan yang sangat besar. Kami tidak akan pernah bisa melupakan bantuan yang kamu berikan kepada kami selama ini."

Riki tersenyum hangat dan melihat seluruh keluarga Safa dengan hati yang penuh kebahagiaan. "Saya hanya melakukan apa yang bisa saya lakukan Pak Ayah. Kamu semua adalah orang yang sangat baik hati dan layak mendapatkan kesempatan untuk hidup lebih baik. Selain itu, saya juga mendapatkan banyak hal berharga dari kamu semua – seperti kebaikan hati, kerja keras, dan rasa syukur yang tulus terhadap apa yang kamu miliki."

Safa melihat Riki dengan mata yang penuh cinta dan rasa hormat yang semakin dalam setiap hari. Dia merasa bahwa Riki adalah orang yang benar-benar spesial dalam hidupnya – seseorang yang tidak hanya membantu keluarga nya dalam waktu sulit, tapi juga memberikan harapan baru dan kesempatan untuk hidup lebih baik.

Setelah itu, mereka semua makan bersama makanan yang dibuat oleh Ibunya dengan sangat bahagia dan meriah.

Suasana yang penuh kehangatan dan cinta membuat Riki merasa bahwa dia telah menemukan keluarga kedua yang selalu dia cari selama ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!