Cintanya, harga dirinya, dan ketulusannya, telah ia berikan pada pria itu, dan bahkan sampai rela tidak menginginkan, James Sebastian, tunangan yang di jodohkan Ibunya kepadanya.
Tapi, apa yang ia dapat? Eleanor Benjamin, di tinggalkan pria itu, Richard Marvin, saat mereka akan melangsungkan pernikahan, demi wanita lain!
Hingga sebuah mobil menabraknya, dan ia meregang nyawa, Richard tidak memperdulikannya!
Eleanor berharap, seandainya ada kesempatan kedua untuknya! ia akan mendengarkan Ibunya. Dan membalikkan keadaan! membalas apa yang ia rasakan pada Ricard.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 35.
Eleanor begitu panik saat James masuk ruang UGD, melihat darah menetes dari lengan James. Sepertinya luka yang di alami James, bukan sekadar tersenggol sepeda motor saja, tapi terkena benda tajam.
Seandainya ia yang terkena, bisa saja bukan lengannya yang terkena, bisa jadi sasaran pengendara sepeda motor itu adalah bagian tubuhnya yang lain.
Mungkin sasarannya perut atau dadanya, agar ia seketika mati di tempat. Memikirkan itu, tubuh Eleanor terhuyung.
Ia ingat sebelum tertabrak mobil saat mengejar Ricard, ia mendapat chat dari Melanie, kalau Ricard tidak akan pernah menikah dengannya.
Ia yang saat itu sangat mencintai Ricard, begitu mudahnya terprovokasi akan chat Melanie, sehingga membuat ia waktu itu mengejar Ricard, untuk mencegah Ricard pergi menemui Melanie.
Hantaman mobil yang melaju dengan cepat mengenai tubuhnya, yang akan menyeberang jalan seperti di rencanakan dengan rapi.
"Bagaimana dengan pengendara motor tadi, apakah sudah diketahui indentitasnya?!" tanya Eleanor kepada Nick.
"Belum, Nyonya!" jawab Nick, "Mereka sedang menyelidiki, dan memeriksa cctv jalan, mungkin sebentar lagi mereka akan mendapatkan indentitas pelakunya!"
Eleanor tidak memberi pertanyaan lagi kepada Nick, setelah Nick memberitahukan padanya. Ia pun duduk pada bangku tunggu dengan tubuh gemetar.
Bayangan lengan James yang meneteskan darah, membuat ia semakin yakin, kalau luka yang di dapat James karena benda tajam.
"Eleanor! Eleanor! apakah kamu baik-baik saja?!!" tiba-tiba tampak Ricard berlari ke arah Eleanor, dengan wajah yang tampak begitu panik.
Ricard meraih tangan Eleanor, yang dengan cepat di tepis Eleanor. Lalu mendorong tubuh Ricard agar menjauh darinya.
"Menyingkir!!" bentak Eleanor tidak senang melihat Ricard yang tiba-tiba muncul di rumah sakit.
"Katanya kamu di tabrak motor, apakah kamu terluka??" Ricard mengabaikan bentakan Eleanor, ia kembali mendekati Eleanor dengan wajah yang terlihat begitu khawatir.
"Menjauh dariku kataku!!" bentak Eleanor lagi menepis tangan Ricard.
Plak!!
Eleanor mengayunkan tas tangannya pada tangan Ricard yang terulur ingin meraih tangannya.
"Menyingkir!!" Nick, Asisten James menghalangi Ricard, yang mencoba mendekati Eleanor kembali.
"Kamu yang menyingkir! aku ingin memeriksa tunangan ku, dia terluka!!" Ricard memandang Nick dengan wajah marah.
"Anda yang harus menyingkir! saya melindungi keamanan istri Bos saya!!" Nick memasang wajah yang tegas pada Ricard, kalau apa yang ia katakan serius.
Ricard yang masih tidak percaya, kalau Eleanor telah menikah dengan James, memasang wajah kecewa memandang Eleanor.
"Eleanor, aku sudah rela meninggalkan pekerjaan ku demi mengejar kamu ke ibukota, agar membawa kamu kembali ke kota ku, ternyata kamu masih saja terus melakukan sandiwara, sampai menyewa seorang pengawal untuk membuat aku semakin cemburu!!"
"Aku dan kamu sudah tidak memiliki hubungan lagi, aku sudah berkali-kali mengatakan padamu! kalau aku sudah menikah!!"
Eleanor memperlihatkan jemari manisnya kepada Ricard, "Lihat! aku sudah menikah! jangan ganggu aku lagi!!"
"Tidak! aku tidak percaya Eleanor! kamu sangat mencintai aku! bagaimana bisa begitu cepat cintamu beralih kepada pria lain! aku tidak percaya!!"
Ricard tidak terima melihat cincin pernikahan, yang melingkar di jari manis Eleanor. Ia tetap menganggap Eleanor bersandiwara, karena sakit hati padanya.
"Ricard! dengar, ya! aku selama ini buta telah mencintai pria yang salah seperti mu!"
"Apa? tidak, Eleanor! kamu berbohong! kamu sangat mencintai ku! aku tahu kamu sengaja mengatakannya, kan?!"
"Ricard! aku sudah katakan padamu! selama ini aku telah buta mencintai pria bajingan seperti mu! aku sangat menyesal menghabiskan seumur hidupku mencintai mu! sekarang aku baru menyadari kesalahan ku, kalau kamu itu tidak layak mendapatkan cintaku!"
"Tidak, Eleanor! kamu bohong! kamu sebenarnya masih mencintai ku! kamu sengaja mengatakan itu, karena sakit hati padaku, kan? aku sudah tidak perduli lagi dengan Melanie, sekarang aku akan lebih mendengarkan kamu!!"
Ricard kembali mencoba mendekati Eleanor, tapi dengan cepat dihalangi Nick, dan dengan kasar mendorong bahu Ricard.
"Ricard! kamu sudah menikah dengan Melanie!jangan katakan kalau kamu itu pria yang suka mengumbar cinta kepada setiap wanita! kalian sudah berdiri di altar mengucapkan janji pernikahan! dan, Melanie wanita yang selama ini sangat kamu cintai! bahkan melebihi apa pun! apa kamu lupa?!!"
"Tidak, Eleanor! aku hanya... !"
"Aku tidak percaya dengan apa yang akan kamu jelaskan! aku sudah melihat semua bukti kemesraan mu pada Melanie, dan rasa peduli mu padanya tepat di depan mataku! jadi.. percuma kamu memberikan penjelasan apa pun padaku! aku tidak akan tersentuh!"
Nick kembali mendorong Ricard, yang membeku di tempatnya mendengar apa yang dikatakan Eleanor.
Bersambung......
yg ayahnya juga sama
masa menelepon tuan rumah padahal anaknya yg berulah