NovelToon NovelToon
Pendekar Pedang Tujuh Naga

Pendekar Pedang Tujuh Naga

Status: tamat
Genre:Fantasi / Petualangan / Misteri / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:2.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Bang Den

Karya ini adalah karya pertama saya. Karya ini saya ambil dengan tema kolosal dunia persilatan yang ada di daerah Nusantara.

Arga adalah seorang anak yang ditinggal mati kedua orangtuanya saat berusia delapan tahun. Arga memiliki adik bernama Ayu Ratih Permana. Arga dan Ayu berguru kepada guru dari kedua orangtuanya dan bertekad untuk membalas dendam kematian orang tuanya serta menjadi pendekar yang terkuat dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran.


Karya ini hanyalah fiktif belaka, hasil khayalan dari penulis, bila ada nama/tempat/waktu yang sama itu hanyalah kebetulan semata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Den, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rindu

Keesokan harinya Arga, Nilawati dan juga Bedul kembali ke gua Cengger.

*****

Di sisi lain, terlihat dua orang pemuda pemudi yang sedang duduk di bawah sebuah pohon rindang. Kedua orang itu adalah Ayu dan Jagad. Terlihat Ayu sedang bersandar di bahu Jagad.

"Jagad, aku merindukan kang Arga. Sudah lama dia pergi dan sampai sekarang masih belum juga kembali. Aku takut Jagad, aku takut terjadi sesuatu kepadanya. Hanya dia lah satu-satunya orang yang aku punya sekarang." Nilawati mencurahkan perasaannya kepada Jagad sambil meneteskan air matanya.

Jagad memandangi Ayu, dia mencoba menenangkan perasaan Ayu dan menghiburnya.

"Ayu, kau harus percaya kepadanya. Dia adalah pendekar yang kuat tidak akan terjadi apa-apa kepadanya. Kau juga pasti sudah mendengar baru-baru ini ada seorang pemuda yang membantu warga desa di kadipaten Tubun ini, serta membongkar kebusukan Adipati Anom dan namanya juga Arga. Aku yakin itu pasti dia." Jagad menghapus air mata Ayu dan mengusap-usap kepalanya.

"Kau juga tidak usah khawatir, aku dan guru bisa kau anggap sebagai keluargamu." Sambungnya.

"Terimakasih Jagad, aku mencintaimu." Ayu tersenyum tipis, perasaan menjadi hangat saat bersama Jagad. Dirinya sangat mencintai laki-laki yang sedang bersamanya itu.

"Aku juga mencintaimu Ayu." Jagad mencium kening Ayu dan memeluknya.

Ayu merasakan perasaan hangat di hatinya setelah mendengar perkataan Jagad.

"Oh Jagad Dewa Batara, lindungilah kakang Arga dan mudahkanlah segala urusannya supaya dia bisa cepat menjenguk dan menjemputku." Ayu berkata dalam hatinya.

Akhirnya Ayu bisa tersenyum sambil bersandar di bahu Jagad.

*****

Sementara itu di waktu yang sama di puncak gunung Ambar. Terlihat seorang wanita tua yang sedang duduk di sebuah batu besar. Dia memandang ke arah langit dan terlihat kesedihan di wajahnya. Ya, wanita tua itu tidak lain dan tidak bukan adalah Sitih Martiah yang biasa dikenal di dunia persilatan dengan sebutan Mawar Bidara.

Mawar Bidara termenung, tatapannya kosong dan pikirannya seakan-akan melayang bukan di tempat itu. Mawar Bidara ternyata sedang mengenang masa lalunya.

Saat itu pada umurnya 20 tahunan, dia turun gunung dan masuk ke dunia persilatan. Tak butuh waktu lama, hanya dalam kurun waktu sebulan, dia sudah berhasil mencatatkan namanya di dunia persilatan. Ya, dia dikenal dengan sebutan Mawar Bidara itu, karena senjatanya bukanlah pedang bukan pula tongkat ataupun yang lainnya, senjatanya adalah sekuntum mawar merah yang terpasang di telinganya. Tapi itu bukanlah sembarang mawar, mawar itu adalah mawar sakti. Yang mana bila dialiri tenaga dalam, maka satu kelopak mawar yang lembut itu akan menjadi sekeras baja setajam pedang. Ilmu kanuragannya juga bukan sembarangan, pada usianya 30 tahun dia sudah menguasai dunia persilatan.

Serangannya sangat dahsyat, bila Mawar Bidara sudah menggunakan sekuntum mawar senjatanya itu, maka tidak ada tempat untuk musuhnya bersembunyi. Serangannya sangat mematikan, menyerang ke arah leher dan titik-titik tubuh yang mematikan.

10 Tahun berselang dia memutuskan untuk menarik diri dari dunia persilatan, karena dia bertemu dengan dua orang remaja, yang satu laki-laki dan yang satunya perempuan. Kedua orang itu yang kemudian dikenal dengan sebutan sepasang pendekar suci yang sekaligus juga merupakan ayah dan ibu dari Arga dan Ayu.

Mawar Bidara meneteskan air matanya saat mengingat kematian kedua muridnya itu yang disampaikan oleh kedua anaknya. Jadi, walaupun dia sedih, kesedihannya itu dapat terobati setelah melihat kedua anak dari murid-muridnya itu.

Tetapi kebahagiaan itu juga tidak berlangsung lebih lama, dia harus merelakan kembali kepergian dua orang muridnya lagi.

Mawar Bidara hanya diam duduk di batu itu dan masih meneteskan air matanya. Dia merindukan keempat muridnya itu, yang mana dua orang muridnya tidak akan bisa ditemuinya lagi sedangkan duanya lagi sedang mengembara mengarungi dunia.

*****

Setelah sampai di dekat pagar gaib, Arga merapalkan sebuah mantra, setelah dia selesai dia kemudian mengajak Nilawati dan Bedul untuk masuk.

Akhirnya mereka bertiga mulai berjalan masuk ke arah gua Cengger. Memang setelah Arga bisa membuka pagar gaib itu dengan mudah, Bedul dan Nilawati tidak lagi merasakan kesulitan dan bisa masuk kesana.

Setelah sampai Arga mengajak Nilawati dan Bedul untuk masuk ke dalam gua serta memperkenalkan keduanya kepada Nyi Rondo.

"Nyi aku kembali." Teriak Arga yang bergema di seluruh penjuru gua.

Tak lama setelah Arga berteriak, tiba-tiba sosok ular yang sangat besar muncul dihadapan mereka.

Nilawati dan Bedul yang melihat hal itu langsung meningkatkan kewaspadaannya.

"Jangan takut, ular ini adalah Nyi Rondo." Ucap Arga menenangkan Nilawati dan Bedul.

Akhirnya Nyi Rondo mengubah wujudnya menjadi seperti manusia. Dia tersenyum manis ke arah Arga, Bedul dan Nilawati.

Nilawati dan Bedul meminta maaf kepada Nyi Rondo karena sikap keduanya sebelumnya. Mereka memang sudah bersiaga penuh dan siap bertarung sebelumnya.

"Maafkan kami Nyi." Nilawati dan Bedul membungkukkan badannya memberi hormat kepada Nyi Rondo.

"Tidak apa-apa, aku yang salah telah membuat kalian terkejut." Nyi Rondo yang meminta maaf kepada mereka, karena memang dia yang salah telah mengejutkan Bedul dan Nilawati. Sedangkan Arga hanya tersenyum tipis melihat mereka bertiga yang mengakrabkan diri masing-masing.

Akhirnya Arga menyampaikan keinginannya kepada Nyi Rondo, bahwa dia ingin mempelajari kitab yang didapatkannya sebelumnya di gua Cengger dan menitipkan Ayu serta Bedul.

"Nyi, aku ingin segera mempelajari ketiga kitab yang aku dapatkan, aku harap Nyi Rondo berkenan menerima kehadiran Nilawati dan Bedul untuk tinggal disini." Arga menunduk dan memberi hormat disusul oleh Bedul dan Nilawati.

"Tidak perlu sungkan Arga, aku lebih senang mendapatkan teman bicara karena sudah lama sekali aku tidak pernah mengobrol." Memang dia sangat senang kedatangan Bedul dan Nilawati, terutama Nilawati karena bisa menemaninya ngobrol.

"Terimakasih Nyi."

Setelah berbincang-bincang sebentar, Arga kemudian meninggalkan ketiganya untuk bersemedi di dasar gua. Dia ingin secepatnya bisa mempelajari ketiga ilmu yang baru didapatkannya.

Nyi Rondo mengajak Nilawati dan Bedul untuk berbincang-bincang lebih lama, karena dia sangat merindukan saat-saat seperti ini.

Dari obrolan mereka, Nyi Rondo berniat menurunkan beberapa ilmu kepada Nilawati dan juga Bedul.

Nyi Rondo juga mengatakan bahwa selama ini yang sering mengganggu Bedul adalah dia.

Bedul yang mendengar hal itu tersenyum canggung dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Rapopo toh Nyi, aku gak keberatan." Dia tersenyum tipis dan berpura-pura tidak apa-apa. Padahal dalam hatinya, "Ternyata Nyi Rondo yang sering menggangguku." Tubuhnya bergidik ngeri dan bulu kuduknya merinding.

Nyi Rondo hanya tersenyum tipis, karena dia bisa melihat wajah Bedul masih sidikit takut kepadanya.

1
Nurul Huda
Luar biasa
Edy Sulaiman
jadi pendekar jgn tanggung sama bandit gol hitam, bunuh dan bunuh biar dikemudian tdk jadi duri.
Herry Susanto
Cerita silat yang bagus dan bermutu.
Kai Urip
cerita nya baik asyik ,tp terlalu banyak komenx
Khalil Shabron
lanjut thir smoga sukses amin
Mohammad Kasim
istri ke 2
Mohammad Kasim
pangilanya kok masih pake nama padahal udah uhuk uhuk coba di ganti kakang atau mas gitu
Mohammad Kasim
onyen onyen takye
Mohammad Kasim
rawa gak ada yg bening Thor biasanya becek 😂😂😂
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Ceritanya sudah lumayan bagus, 👍👍
Isro Fil
N
Syamsu Alam
bedul makan tidur aja
nina hariah
terimakasih atas karyanya author
Harman LokeST
laaaaaaaaaaaaaajjjjjjjjuuuuuuuuuuuutttttt
rajes salam lubis
mantap
rajes salam lubis
lanjutkan thor
rajes salam lubis
lanjutkan
rajes salam lubis
mantap
rajes salam lubis
lanjutkan
rajes salam lubis
mantap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!