NovelToon NovelToon
Pemberontak Para Dewa Season 2

Pemberontak Para Dewa Season 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Keluarga / Action / Persahabatan / Mengubah sejarah / Mengubah Takdir
Popularitas:45.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah menyelamatkan Alam Dewa dan mencapai ranah Dewa Sejati, Shi Hao terpaksa meninggalkan rumah dan orang-orang yang dicintainya demi mencegah kehancuran dimensi akibat kekuatannya yang terlalu besar.

Namun, saat melangkah keluar ke Alam Semesta Luar, Shi Hao menyadari kenyataan yang kejam. Di lautan bintang yang tak bertepi ini, Ranah "Dewa" hanyalah titik awal, dan planet tempat tinggalnya hanyalah butiran debu. Tanpa sekte pelindung, tanpa kekayaan, dan diburu oleh Hukum Langit yang menganggap keberadaannya sebagai "Ancaman", Shi Hao harus bertahan hidup sebagai seorang pengembara tak bernama.

Menggunakan identitas baru sebagai "Feng", Shi Hao memulai perjalanan dari planet sampah. Bersama Nana gadis budak Ras Kucing yang menyimpan rahasia navigasi kuno ia mengikat kontrak dengan Nyonya Zhu, Ratu Dunia Bawah Tanah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 234

Kamar Meditasi Utama – Bahtera Teratai Merah.

Keheningan menyelimuti bahtera yang melayang membelah kabut bintang. Setelah pertempuran besar melawan aliansi pemburu, seluruh anggota Tim Asura beristirahat untuk memulihkan Qi mereka.

Shi Hao duduk bersila di atas ranjang giok dingin. Matanya terpejam, napasnya teratur. Namun, di balik ketenangan itu, keringat dingin sebesar biji jagung mengalir deras di dahinya.

Mimpi buruk sedang terjadi.

Dalam tidurnya, Shi Hao merasa tubuhnya berat, seolah ditindih gunung. Dia mencoba bergerak, tapi tidak bisa.

Tiba-tiba, dia merasakan sensasi dingin dan jahat menjalar dari bahu kanannya.

KREK... KREK...

Suara tulang bergeser terdengar di ruangan sunyi itu.

Tangan kanan Shi Hao tangan yang telah menyatu dengan Tulang Jari Naga Kekacauan perlahan bergerak sendiri. Jari-jemarinya mengejang kaku, urat-urat hitam menonjol di balik kulit yang bersisik ungu gelap.

Tanpa perintah dari otak Shi Hao, tangan itu terangkat pelan.

Lalu, dengan gerakan cepat seperti ular mematuk mangsa, tangan itu menyambar leher Shi Hao sendiri.

GUK!

Cengkeraman itu sekuat baja. Kuku-kuku tajam menancap ke kulit leher, menekan tenggorokan.

Shi Hao tersentak bangun. Matanya melotot.

"Apa...?! Uhuk!"

Dia mencoba menarik tangan kanannya menggunakan tangan kirinya. Namun, tangan kanan itu tidak bergeming. Rasanya seperti mencoba memindahkan pilar istana langit. Kekuatan fisik dari Jari Naga Kekacauan jauh melampaui kekuatan tubuh asli Shi Hao saat ini.

"Kau..." desis Shi Hao, wajahnya mulai membiru karena kehabisan napas. "Kau ingin... memakan tuanmu?"

Aura ungu pekat meledak dari lengan kanannya. Dari aura itu, terdengar bisikan kuno yang penuh kebencian, bergema langsung di kepala Shi Hao.

"Tuan? Kau hanyalah wadah daging yang lemah..."

"Tubuh ini... milikku sekarang."

Pintu kamar meditasi didobrak. Wuming, Nana, dan Tie Shan berlari masuk setelah merasakan lonjakan aura jahat yang mengerikan.

"Tuan Feng!" teriak Nana histeris melihat Shi Hao sedang mencekik dirinya sendiri di atas ranjang.

"Minggir!" Wuming mencabut pedangnya, berniat menebas lengan kanan Shi Hao untuk menyelamatkannya.

"JANGAN!" Shi Hao meraung dengan sisa napas terakhirnya, mengangkat tangan kirinya untuk menghentikan Wuming.

"Jangan... mendekat... Dia akan... membunuh siapa saja yang mendekat..."

Shi Hao tahu, jika Wuming menyerang, Niat Membunuh dari jari naga ini akan bereaksi dan mungkin membunuh Wuming seketika.

Shi Hao memejamkan matanya lagi. Dia berhenti melawan secara fisik. Melawan kekuatan fisik jari ini adalah sia-sia.

Ini adalah pertarungan jiwa.

"Jaga tubuhku..." perintah Shi Hao lemah. "Aku akan... masuk ke dalam."

Kesadaran Shi Hao terjun bebas, meninggalkan dunia fisik, masuk ke kedalaman dirinya sendiri.

Lautan Kesadaran (Alam Bawah Sadar Shi Hao).

Langit di dunia jiwa Shi Hao biasanya berwarna emas cerah, diterangi oleh matahari Sembilan Yang. Namun kini, separuh langit itu tertutup awan ungu pekat yang bergolak.

Lautan di bawahnya mengamuk.

Di tengah badai itu, sesosok makhluk raksasa melayang.

Seekor Naga. Namun bukan Naga Emas yang agung. Ini adalah Naga Kekacauan (Chaos Dragon). Sisiknya hitam kusam, matanya merah darah, dan tubuhnya dikelilingi oleh kabut kehampaan yang menghancurkan segala sesuatu. Tubuhnya tidak utuh, hanya berupa kerangka dan roh sisa yang membusuk, namun auranya tetap setingkat Raja Dewa purba.

Inilah Roh Sisa yang bersemayam di dalam tulang jari itu.

Shi Hao muncul di hadapan naga itu dalam wujud rohnya—sosok pemuda berjubah putih yang bersinar terang.

"MANUSIA LEMAH," suara naga itu mengguncang lautan kesadaran. "BERANINYA KAU MENGOTORI TULANG SUCIKU DENGAN DARAH KOTORMU."

"Kau menyebutku lemah?" Shi Hao melayang maju, tidak gentar sedikit pun.

"Kau hanyalah sisa ampas dari masa lalu yang sudah mati. Kau bahkan tidak punya tubuh. Kau cuma parasit yang menumpang di jariku."

Naga itu meraung marah. "LANCANG! AKU ADALAH PENGUASA KEKACAUAN! AKU AKAN MENELAN JIWAMU DAN MENGAMBIL ALIH TUBUHMU!"

Naga itu membuka mulutnya. Semburan Api Kekacauan berwarna ungu meluncur, berniat membakar jiwa Shi Hao hingga musnah.

Di dunia fisik, tubuh Shi Hao kejang-kejang, darah mengalir dari tujuh lubang di kepalanya.

Di dunia jiwa, Shi Hao merentangkan tangannya.

"Ini duniaku," kata Shi Hao dingin. "Di sini, Akulah Rajanya."

"Manifestasi Jiwa: ASURA BERLENGAN ENAM!"

BOOM!

Di belakang wujud roh Shi Hao, muncul bayangan raksasa setinggi langit. Sosok iblis perang bermuka tiga dan berlengan enam, memegang senjata-senjata pembunuh.

Bayangan Asura itu menangkap semburan api naga dengan tangan kosong dan meremasnya hingga padam.

"Kau mungkin Raja Naga di zamannya," kata Shi Hao, suara gandanya (Manusia dan Asura) bergema. "Tapi sekarang kau ada di rumahku."

Shi Hao menunjuk naga itu.

"Rantai Karma Jiwa!"

Dari dalam lautan emas di bawah, ribuan rantai emas melesat keluar. Rantai-rantai ini terbentuk dari tekad Shi Hao yang tak tergoyahkan.

Rantai-rantai itu membelit tubuh roh Naga Kekacauan, mengikat sayap, cakar, dan moncongnya.

"LEPASKAN! INI TIDAK MUNGKIN! BAGAIMANA MANUSIA BISA MEMILIKI TEKAD SEKUAT INI?!" Naga itu meronta, guncangannya hampir meruntuhkan dunia jiwa Shi Hao.

"Karena aku sudah merangkak keluar dari Neraka berkali-kali," jawab Shi Hao.

Dia terbang mendekat, mendarat tepat di atas kepala naga raksasa yang terikat itu.

Shi Hao menginjak kepala naga itu.

"Kau punya dua pilihan, Cacing Besar."

"Satu: Aku memusnahkan kesadaranmu sekarang juga. Kau akan hilang selamanya, dan aku hanya akan memakai kekuatan tulangmu sebagai benda mati."

Shi Hao mengangkat tangannya, memadatkan Api Nirwana yang mampu membakar roh.

"Dua: Kau tunduk. Kau menjadi senjataku. Kau meminjamkan amarahmu saat aku butuh, dan tidur saat aku tidak butuh."

Naga itu menatap api putih di tangan Shi Hao. Dia merasakan ketakutan yang naluriah. Api itu bisa benar-benar menghapusnya dari siklus reinkarnasi.

Naga itu menggeram rendah, suaranya penuh dendam namun pasrah.

"Aku... tidak akan melayani budak..."

"Aku bukan budak," potong Shi Hao. "Aku adalah calon Kaisar yang akan melampaui leluhurmu."

Hening sejenak.

Akhirnya, naga itu menundukkan kepalanya yang raksasa. Cahaya merah di matanya meredup.

"Baik... Tuan."

"Tunjukkan padaku... apakah kau layak membawa nama Kekacauan."

Shi Hao tersenyum.

"pintar."

Shi Hao membuka matanya tiba-tiba. Dia menarik napas panjang, menghirup udara dengan rakus.

Cengkeraman di lehernya melonggar seketika. Tangan kanannya jatuh lemas ke sisi tubuh.

Aura ungu yang liar dan jahat perlahan surut, masuk kembali ke dalam kulit, meninggalkan pola tato naga hitam yang rapi dan indah melingkar di sepanjang lengan kanannya.

"Tuan Feng!" Nana menangis lega, memeluk kaki Shi Hao.

Wuming menurunkan pedangnya, menghela napas panjang. "Syukurlah. Hampir saja saya memotong tangan Tuan."

Shi Hao duduk, memegang lehernya yang memar ungu. Dia mengangkat tangan kanannya, menatapnya.

Kali ini, dia merasakan koneksi yang berbeda. Tidak ada lagi penolakan. Dia bisa merasakan aliran tenaga yang mengerikan di setiap ruas jarinya, menunggu untuk dilepaskan sesuai kehendaknya.

"Dia sudah jinak," kata Shi Hao parau.

Dia mengepalkan tangannya. Udara di dalam kamar itu meletup karena tekanan.

"Tie Shan," panggil Shi Hao.

"Ya, Tuan!"

"Berapa lama aku pingsan?"

"Satu jam, Tuan. Tapi kami sudah memasuki wilayah baru. Peta Bintang menunjukkan ada planet di depan."

Shi Hao berdiri, menyeka keringat di wajahnya.

"Bagus. Aku butuh mandi, makan, dan mungkin sedikit hiburan."

"Ayo kita lihat planet apa yang menyambut kita."

Anjungan Kapal.

Di layar kristal, terlihat sebuah planet yang aneh. Planet itu tidak memiliki atmosfer alami, melainkan diselimuti oleh kubah energi buatan yang berwarna-warni. Cahaya lampu dari permukaan planet itu begitu terang hingga terlihat dari luar angkasa.

Di sekeliling planet itu, ribuan kapal mewah dari berbagai ras sedang antre untuk mendarat.

Planet Fortuna (Planet Seribu Judi). Pusat hiburan, dosa, dan pertaruhan terbesar di Sektor Pusat. Tempat di mana nyawa, kerajaan, dan takdir dipertaruhkan di atas meja hijau.

Mata Shi Hao berbinar.

"Planet Judi?" Shi Hao menyeringai, mengelus cincin penyimpanannya yang berisi harta rampasan Trio Iblis Darah.

"Sepertinya dewa keberuntungan sedang memihak kita."

"Kita butuh bahan bakar tingkat tinggi untuk menembus zona Makam Kaisar, kan? Aku punya firasat kita akan menemukannya di sana."

"Siapkan jubah penyamaran. Kita akan bermain sedikit."

1
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Muantebz 🐉🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz ⚔️🌟🐉🔥
Eka suci
kalau SDH punya tempat sendiri saat keluarga mu dari alam bawah naik punya tempat shi kamu punya beberapa kehidupan dan beberapa keluarga di setiap reinkarnasi mu
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Selamat anda mendapat julukan " Silver Fans ".
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Meluncur 2 gift ☕ dan 2 gift 🌹 lanjut Up Thor
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Tetap semangat Thor 💪💪
Eka suci
lanjuuut
Eko Lana
hahahaha...mulai melanjutkan petualangan baru mantap👍
Eka suci
asender dari bumi langsung ke dunia langit
Rhaka Kelana
cerita bagus, bahasa yang lugas...seru, tegang...romansa dalam bahasa yang halus , lanjutkan karya mu thor .....👍👍
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Hajar semua iblis🌟🐉🔥🔛
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Kepruk jadikan bothok🔝🌟🐉🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Tak ada wkt tnp pertarungan..
Muantebz 🔝🐉🔥🌟🔛
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Sarapan 🔝🐉🔥🌟
Harman Loke
bunuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuhhhhh semuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaanyaaaaa jangan beri ampun bantaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaiiiiiiiiiiii
Harman Loke
bantaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaiiiiiiiiiiii rataaaaaaaaaaaaakaaaann dengaaaaaaaaaaaaaaannn tanaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahh
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
🔝🔛 🔝
Harman Loke
mantaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaappppp banget musuh musuhmu Zhu Shi Hao lari tunggang langgang3
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Seruuuuuuu 🔝⚔️❤️
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yuhuuuuu 🔥🐉🌟
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!