NovelToon NovelToon
Perempuan Desa Yang Selalu Dihina

Perempuan Desa Yang Selalu Dihina

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Nikahmuda
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nur silawati

"Amelia kita sudah menikah, ingat perjanjian kita jika pernikahan ini hanya sementara. Aku menikahimu karena terpaksa.. jangan berharap banyak dari pernikahan ini. Aku pun tidak akan menyentuhnya."ucap Rudi.
Amelia gadis berasal dari desa kidul, bertemu dengan Rudi pria asal ibukota,ia seorang kontraktor yang sedang membangun jalanan di desa Amelia.
Amelia terpaksa menerima lamaran Rudi karena ingin melunasi hutang kedua orang tuanya.
Rudi terpaksa menikahi Amelia karena tunangannya Sarah hilang entah ke mana menjelang 1 minggu pernikahan mereka.
Sementara undangan sudah menyebar kemana-mana.
Untuk menutupi aib keluarga Rudi memilih Amelia untuk ia nikahi.
"Apapun persyaratannya aku terima yang terpenting uang yang kamu janjikan harus tepati..." jawab Amelia tegas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur silawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 31. mulai curiga.

Pernikahan Rudi sudah memasuki bulan ke-4. Belum ada tanda-tanda jika kamila akan hamil.

Rudi sedang berada di luar kota untuk pengerjaan proyek pembangunan perumahan.Ia sengaja tidak membawa Kamila karena memang tidak ada tempat tinggal untuk keluarga karyawan.

"Bu.. Ibu..!Aku tadi tidak sengaja lewat depan kamar  Mbak Kamila. Seperti ada suara cowok di dalam kamar Mbak Kamila? Apa mungkin, Mbak Kamila diam-diam memasukkan laki-laki ke dalam kamarnya?  Ucap Dewi,Ainun menatap Dewi dengan tatapan penuh selidik.

"Tidak mungkin.. Kamila memasukkan laki-laki ke dalam kamarnya.. Mila ngerti akan dosa." Di mata Ainun Kamila makhluk Tuhan yang paling sempurna.

Menantu kesayangan yang selalu mengerti keinginannya.

" Serius Bu..! Dewi tidak mengada-ngada, pertama Dewi mendengar suara laki-laki di dalam kamar. Terus Dewi penasaran satu jam kemudian Dewi samperin itu kamar Mbak Kamila terdengar suara dengkuran seperti suara dengkuran laki-laki." Dewi terus menyerocos ia bicara apa yang ia dengar.

Sementara Ainun tidak percaya apa yang diucapkan Putri bungsunya itu.

" Jangan-jangan menantu kesayangan ibu itu. Seorang wanita jadi-jadian." Celetuk Azizah Ia yang baru tiba Langsung menyahuti pembicaraan ibu dan anak itu.

" Eh Azizah.. Tidak bilang-bilang mau datang, kalau Ibu tahu kamu akan main,ibu masakan makanan kesukaanmu."wajah  Ainun berseri-seri melihat menantu pertamanya datang ke rumahnya.

"Saya datang mau mengambil pakaian. Bukan untuk numpang makan, atau kembali tinggal di sini lagi." Jawab Azizah Ketus.ia yang masih menyimpan rasa sakit dan dendam. Sangat membenci mertuanya.

Ainun tidak meneruskan lagi bertanya pada menantunya itu.ia memilih diam dan tidak menggubris apa yang akan diambil oleh menantunya.

"Sebaiknya, Kamu selidiki kakak iparmu itu Dew.. Siapa tahu ucapanmu benar ia wanita jadi-jadian." Ucap Azizah.

"Kamu ngomong apaan sii zah?Jangan bicara sembarangan bisa-bisa pencemaran nama baik. Memang ada wanita jadi-jadian?"Sahut Ainun.

"Saya hanya meminta Dewi menyelidiki kakak iparnya. Bukan memfitnah." Jawab Azizah lagi.

Ainun tidak ingin ribut dengan menantunya.ia memilih diam .

Setelah Azizah pulang membawa pakainya dan pakaian anak dan suaminya..

Ainun menghampiri kamar Kamila yang masih tertutup rapat. Ia ingin membangunkan menantu kesayangan dan mengajaknya makan sore menjelang malam.

Tangan Ainun menggantung di udara , ia urungkan niatnya untuk mengetuk pintu kamar.

Ainun memasang pendengarannya di balik pintu dengan tajam.

" Siapa yang ngorok??"gumam Ainun.

Ia terus menempelkan telinganya dibalik pintu kamar Rudi dan Kamila.

" Apa mungkin, yang menggorok Kamila? Tapi kok seperti laki-laki suaranya."Ainun bertanya-tanya dalam hati.

"Ibu kenapa seperti orang bingung?" Tanya  Dewi.Ia yang baru pulang dari warung sengaja menghindari Azizah. Heran melihat tampang ibunya yang seperti orang bingung..

"Ibu ingin membangunkan mbakmu Kamila untuk makan. Tapi tidak jadi,ibu sedikit kaget... ada suara orang ngorok kencang sekali, seperti suara ngorok laki-laki. Apa mungkin itu Mbak Kamila?" Tanya Ainun sambil menatap wajah Dewi.

"Ibu dengar sendiri kan, suara orang ngorok dari dalam kamar Mbak Kamila. Daripada kita menebak-nebak, dan ujungnya fitnah. Kita ketuk saja kamar Mbak Kamila. Atau kita diam-diam mengintip supaya tahu siapa di dalam kamar itu." Saran Dewi, Ainun mengikuti apa yang disarankan oleh Dewi.

Mereka diam-diam mengintip kamar Kamila dengan menggunakan tangga.

"Ibu pegang tangganya aku manjat." Ucap Dewi.

"Kamu hati-hati Wi. Jangan sampai terpeleset, walaupun tangannya tidak tinggi tapi lumayan kalau jatuh sakit."  Jawab Ainun, ibu dan anak itu memang selalu kompak dalam apapun.

Berbeda dengan Denada yang selalu persimpangan jalan. Dan tidak pernah kompak karena tidak satu pemikiran dengan Denada.

Dewi menaiki tangga yang hanya terdiri dari 4 anak tangga.ia tercengang melihat pemandangan di dalam kamar. Di mana Kamila sedang tidur menganga dan ngorok.

Dewi buru-buru turun dari tangan, nafasnya terengah-engah. Ia tidak bisa berucap Dewi minta ibunya untuk pembantunya menggotong tangga .

" Apa yang kamu lihat wi? Kenapa tampangmu seperti melihat hantu?"tanya Ainun dengan penasaran.

"Di dalam kamar hanya ada Mbak Kamila. Yang sedang tertidur menganga dan ngorok, yang membuat aku heran Mbak Kamila seperti laki-laki gaya tidurnya. Dan semuanya seperti laki-laki Bu." Ucap Dewi.

"Masa sih? Seperti laki-laki bagaimana?"Ainun sangat penasaran dengan cerita putrinya.

"Sulit untuk diungkapkan, tapi memang sangat berbeda sekali dengan gaya tidur perempuan." Dewi bingung mau menjelaskannya Seperti apa ke Ainun ibunya. Yang ia lihat  kamila memang seperti seorang pria gaya tidurnya.

"Mbak Kamila itu suka menggunakan stocking walaupun di dalam rumah. Saat aku mengintip kakinya Mbak Kamila banyak sekali bulu kasar seperti kaki laki-laki. Walaupun perempuan itu tinggi tetap saja kakinya halus.ia kakinya sangat kasar sekali."Ainun semakin bingung mendengar cerita Dewi.

Pikirannya menerawang Dan teringat kata-kata Azizah beberapa menit lalu. Yang mengatakan jika Kamila perempuan jadi-jadian.

"Astaghfirullahaladzim!! Kenapa Mas Rudi tidak protes jika memang mbak kamilah wanita jadi-jadian?" Ucap Ainun dengan suara lirih. Dewi mengangkat kedua bahunya.ia pun masih bingung dan tidak bisa menyimpulkan apapun.

"Sudahlah Bu..! Kita tidak usah memikirkan hal-hal berat. Mas Rudi sudah dewasa, Jika ia mengalami sesuatu yang aneh dengan istrinya.ia akan bertindak sendiri. Dewi yakin Mas Rudi tidak akan diam begitu saja jika melihat kejanggalan pada istrinya."akhirnya ibu dan anak itu, tidak mempermasalahkan suara ngorok yang berasal dari kamar Kamila.

Kreat...!

Pintu kamar terbuka membuat Dewi dan Ainun kaget bukan main. Tangga masih di tangan belum diletakkan di tempat semula.

"Ibu, Dewi.. kalian kenapa? Kenapa Ibu bawa tangga? "Dewi dan Ainun gelagapan ditanya Penuh selidik oleh Kamila.

" Habis ganti lampu Mbak. Berhubung tidak ada laki-laki di rumah ini, akulah yang ambil tugas, lampu tengah mati."ucap Dewi dengan cepat.. Dewi menatap Kamila dengan tatapan penuh kecurigaan. Dari ujung kaki hingga Rambut Dewi memperhatikan kakak iparnya itu. Dewi bingung apa yang ia lihat tadi, saat Kamila sedang tidur. Sangat berbeda dengan Kamila yang berdiri di depannya saat ini.

"Dewi Kenapa menatap Mbak seperti itu? Ada yang aneh dengan mbak?"tanya Kamila..

Ia sedikit tidak nyaman ditatap penuh curiga oleh adik iparnya.

"Oh tidak apa-apa. Dewi hanya heran saat melintasi kamar Mbak Kamila, terdengar orang tidur dan ngorok seperti suara laki-laki. Apa itu Mbak Kamila?"tanya Dewi ia yang sangat penasaran langsung menanyakan apa yang membuatnya penasaran pada Kamila.

"Hehehe Mbak Memang tidurnya ngorok seperti laki-laki. Tidak hanya kamu yang mengatakannya orang tua Mbak juga heran. Kok bisa wanita feminim tidurnya ngorok seperti laki-laki. Maaf ya, Jika semuanya terganggu."Ainun menarik nafas lega mendengar penjelasan sang menantu.

"Oh seperti itu? Ibu dan Dewi pikir kamu memasukkan laki-laki ke dalam kamar mu." Ujar Ainun.

"Astaghfirullahaladzim itu tidak mungkin terjadi Bu.. saya wanita yang mengerti adab dan etika. Saya mengerti agama, tidak mungkin saya melakukan perbuatan nista seperti itu."jawab kamila dengan wajah serius. Ainun merasa tidak enak karena telah membuat menantu kesayangannya tersinggung.

"Maafkan Ibu dan Dewi yang telah menduga yang tidak tidak. Kamu mau makan? Ibu sudah siapkan. Mari Ibu temani kamu makan." Ainun berusaha mencairkan suasana yang tegang sore itu.

"Ibu masak apa? Jika Ibu capek tidak perlu masak, kita pesan makanan jadi saja lewat online. Yang makan hanya kita bertiga Bapak jarang pulang, Mas Arman di rumah mertuanya. Hidup tidak perlu dibikin susah Bu, kita bikin simple dan asik saja."jawab kamila sambil menggandeng tangan Bu Ainun. Entah mengapa  Ainun merinding saat Kamila merangkul pundaknya.

Ia merasa risih dan tidak nyaman dirangkul oleh Kamila. Perasaan itu hadir tiba-tiba.

**

Di warung Bu Atun.. ibu-ibu sedang membicarakan suatu hal yang sangat menarik yang mereka lihat di pasar.

"Aku sangat yakin sekali Lis. Penjual gado-gado itu adalah orang yang duduk di pelaminan mendampingi kamilah sebagai walinya.. Sangat mirip sekali lho. Aku sampai kaget melihat ibu itu, dan ibu itu pun seperti kikuk dan salah tingkah saat melihat aku.Ia seperti tidak nyaman gitu saat kami beradu tatap."ucap Sumini Ia yang habis dari pasar membeli keperluan sekolah anaknya. Dibikin spot jantung saat melihat ibu penjual gado-gado mirip dengan wanita sosialita yang mengaku walinya Kamila.

"Hanya mirip kali Mbak.. tidak mungkin, pembisnis batubara berubah menjadi tukang gado-gado. "Jawab Lilis.

"Apa mungkin, mereka kembar yang terpisahkan." Sahut Lastri.

"Bisa jadi! Walinya Kamila itu punya kembaran yang terpisahkan bertahun-tahun. Memangnya kemiripannya berapa persen? Secara walinya Kamila saat di pelaminan di make up dengan sangat tebal. Apa mungkin mirip saja, dengan ibu penjual gado-gado." Sahut Salamah.

"Kalau  yang mirip ibu penjual gado-gadonya saja. Aku sangat maklum, lakinya pun mirip sekali dengan laki-laki yang mengaku omnya Kamila pengusaha batubara itu."jawab Sumini lagi . ia sangat gusar  sekali teman-temannya tidak percaya 100% dengan ucapannya..

"Gini saja.! Besok kita ke pasar untuk membuktikan Apa yang dilihat oleh Mbak Sumini"usul Lilis Semua menjawab dengan anggukan.

1
Sella Rahmantoni
selamat membaca buku baruku teman-teman semoga suka🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!