Ini adalah kelanjutan cerita si wanita miskin dan sistem,didalam cerita masih banyak kerandoman Dinda yang selalu menjalankan misi dari sistemnya,meski percintaan nya penuh dengan tantangan dan masalah,dia akhirnya menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marwiyah Ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kemarahan Dinda dan jantung gara yang berdetak kencang
Malam harinya di dalam kamar Dinda sedang bersiap dengan mengenakan gaun berwarna hitam. dia juga memakai makeup natural dan memakai lipstik warna merah pekat..
malam ini memang acara bertema baju warna hitam,melihat penampilan nya dihadapan cermin dia merasa takjub.
" lihatlah aku sangat cantik,dan juga kenapa aku merasa malam ini aku terlihat dewasa dan juga menawan ,,,pasti kekasihku nanti terkesima dengan penampilan ku "ucapnya dengan bangga dia menatap cermin dengan ekspresi serius.
" Hey pemuda tampan ku !! aku sudah pulang,apakah kamu merindukan ku "ucapnya dia yang melihat ekspresi wajahnya di hadapan cermin ,langsung menyerhit,dan menggelengkan kepalanya.
" tidak bukan seperti itu..hmmm..sayang apakah kamu merindukanku? aku juga sebenarnya merindukanmu..."dia tersenyum manis, tapi senyumannya langsung menghilang.
" aneh kenapa aku merasa deg-degan..?? tidak biasanya aku seperti ini..apa aku sudah jatuh dalam pesona Dominic.??gumamnya dia akhirnya berjalan mengambil hak tingginya.
setelah melihat penampilan nya yang sempurna, dia merasa senang dan berjalan turun ke lantai bawah.
sesampainya disana dia melihat gara sudah menunggu nya,,malam ini dia melihat adiknya mengenakan jas hitam,dia melihat adiknya seperti ceo tampan.
gara yang melihat kehadiran kakaknya menghela nafasnya dengan lega,dia langsung berdiri..
" kenapa kakak lama sekali?? astaga kenapa aku merasa kakak malam ini terlihat berbeda dan juga dandanan kakak seperti wanita dewasa saja "ucapnya melihat kakaknya apalagi melihat lipstik merah pekat nya.
dinda mendengus dan berjalan lebih dulu meninggalkan nya...
" sudahlah lebih baik kita pergi"ucapnya "dan aku sudah tidak sabar bertemu dengan kekasihku "gumamnya dalam hati.
gara hanya terdiam dan mengekor di belakang kakaknya "apa yang salah dengan ucapanku ? "gumamnya dalam hati.
**********
sedangkan disisi Dominic dia sudah berada didalam acara,dia hanya duduk dengan tenang dan meminum wine nya dengan menawan.
sedangkan para wanita menatapnya dengan minat,ada juga sebagian ingin mendekatinya, tapi Dominic hanya acuh dan tidak melihat nya sama sekali.
" lihatlah dia sangat tampan sekali,aku belum pernah melihat pemuda setampan itu "
" astaga apa kamu tidak mengenalnya sama sekali ? dia adalah tuan muda dari keluarga winters..!!! pewaris sah satu-persatu "
" apaa..??? wahh aku tidak menyangka,selain tampan dia juga merupakan CEO perusahan besar Winters,aku jadi ingin mendekatinya "
" hahaahha kamu yakin ingin mendekatinya? "
" sangat yakin,,!! siapa yang tidak mau dengan pemuda setampan dia dan juga seorang pemuda kaya "
" banyak yang ingin mendekati nya tapi semua orang merasa takut dengannya,,, apakah kamu tau selain CEO dia juga seorang mafia berdarah dingin "
" apaaa..??? itu sangat menakutkan aku tidak mau lagi mendekati nya "
mereka berbisik-bisik mengagumi ketampanan Dominic, sedangkan yang di bicarakan tidak perduli sama sekali,dia hanya diam dengan minuman yang ada ditangannya.
saat dia sedang asik dengan fikiran nya dia melihat Haikal mendatanginya dengan tersenyum manis.
" tuan sebaiknya kita mengucapkan selamat pada pemilik acara,jika kita ingin pulang jadi lega karna mereka tau kita juga menghadiri acara mereka "ucap Haikal dengan hati-hati.
Dominic berdiri dan berjalan dengan tegap, postur tubuhnya terlihat indah,mereka hanya mengigit jarinya melihat ketampanan Dominic.
Haikal dan Dominic menghampir seorang pria paruh baya yang saat ini sedang bersama putrinya,mereka terlihat sedang menyapa para tamu.
Dominic melihat banyak sekali orang yang menghadiri acara, dia juga melihat kolam renang dan panggung yang di dekorasi dengan indah.
" aku merasa ini sangat berlebihan, seperti pesta pernikahan saja " gumamnya dengan wajahnya yang datar.
Haikal meringis mendengar ucapannya,dia merasa takut jika pemilik acara mendengarnya.
" selamat malam tuan..!! saya perwakilan dari perusahaan Winters mengucap selamat ulang tahun untuk putri anda " ucap Haikal dengan ramah.
pria paruh baya itu tersenyum mengangguk.
" terimakasih tuan kalian telah menghadiri acara ulang tahun putri saya.suatu kehormatan bagi saya..nak kemarilah kenalkan ini kolega bisnis ayah.. "ucap pria paruh baya yang bernama Malik.
wanita yang mendengar ucapan ayahnya mengangguk dan berjalan menghampiri mereka.
" terimakasih telah bersedia datang ke acara saya tuan "ucapnya dengan menundukkan badannya sedikit.
Dominic dan Haikal hanya mengangguk saja, sedangkan wanita itu tidak perduli dia duduk kembali tanpa mengucapkan sepatah kata.
Malik yang melihat' kelakuan yang putrinya hanya menghela nafasnya.
" maafkan putri saya tuan,memang sifatnya seperti itu "ucapnya merasa tidak enak.
" tidak apa-apa kami mengerti tuan kalau begitu kami kesana dulu " pamit Haikal dan pergi setelah melihat Malik mengangguk.
sedangkan wanita yang bernama Alexia Wangga itu hanya diam dan duduk dengan santai, sebenarnya dia merasa bosan dan ingin masuk kedalam kamarnya.
tapi dia tidak mau membuat ayahnya merasa sedih,disisi Dominic mereka berjalan dengan santai tiba-tiba seorang wanita datang memeluk tangannya.
" Dominic?? kamu mengingat ku kan ??? "tanyanya dengan senyuman lembut.
Dominic menepis nya dengan kasar dan menatapnya dengan tajam.
" siapa ? "tanya nya menatap dingin wanita itu.
wanita itu merasa jengkel tapi dia tetap tersenyum dia takut Dominic membuatnya malu,dia sudah bilang pada teman-teman nya jika dia memang mengenalinya.
" aku teman kuliah kamu dulu,,Cintia..!! apa kamu ingat ?? "dia merasa takut jika Dominic mengatakan tidak.
" Tidak !!!! "ucapnya tanpa memerhatikan wajah wanita itu yang sedang menahan malu.
wanita itu menatapnya dengan kecewa,memang mereka sama-sama di universitas yang sama dulu,dia juga menyukai Dominic dengan diam-diam.
sampai saat ini dia masih menyimpan rasa itu untuknya.
sedangkan teman Cintia menutup mulut ingin tertawa.
" katanya kenal..!!! tapi kenapa bilang Tidak?? "
" apa Cintia salah orang ?? "
" entahlah..! aku hanya takut jika ternyata dia sedang berpura-pura "
mendengar bisikan sahabatnya dia merasa geram,dia juga melihat semua orang memperhatikannya.
" kenapa kamu mengatakan seperti itu ? aku dulu yang pernah membantumu mengantar tugas kita didalam kelas "ucap Cintia dengan sedih.
tapi Dominic dia tidak perduli dan berjalan tanpa menghiraukan cintia.
Cintia yang melihat nya ingin pergi merasa geram,dia dengan nekat memeluk Dominic dengan erat, sontak mereka semua yang disana terkejut.
Haikal juga tidak menyangka wanita itu begitu lancang, sedangkan Dominic menggeram marah,dia mengepalkan tinjunya.
tiba-tiba mereka terkejut melihat kejadian yang tidak terduga.
Bugggggggggggg
BYURRRRRRRR
akkkkkkhhhhhhhkkkkkkkkkh
cintai terjatuh kedalam kolam akibat tendangan seseorang,mereka menutup mulut tidak percaya dengan yang mereka lihat,
sedangkan wanita yang menendang Cintia menatapnya dengan tajam,wajahnya memerah dia ingin sekali melenyapkan wanita yang sudah berani menyentuh kekasihnya.
sementara Haikal dan Dominic tercengang,mereka berbalik badan.
deg
mereka tertegun disana Dinda berdiri menatap Dominic dengan tajam, Dominic merasa bahagia dengan kehadiran Dinda,dia ingin memeluk nya.
tapi Dinda mundur kebelakang, Dominic tersentak tiba-tiba jantung nya berdebar kencang,wajah nya pucat Pasih.
" kenapa kamu menjauhiku sayang ? apa aku membuat kesalahan ? "tanya Dominic dengan suara bergetar.
Dinda menatap wajah kekasihnya,dia melihat kekasihnya ingin menangis dan juga Dimata itu dia melihat kerinduan dia merasa kasihan.
" aku tidak mau kamu sentuh !!!,karna bekas sentuhan wanita itu masih ada di jas mu. "ucapnya dengan dingin.
mulut mereka disana mengaga hanya karna itu ? fikir mereka,sungguh wanita yang luar bisa ucapnya mereka dengan lirih.
Dominic tersadar di membuka jasnya dan baju nya dia takut,Dinda tidak akan memeluknya jika dia masih mengenakan baju karna akibat sentuhan wanita itu.
Dominic membuka jas dan bajunya dan terpampang lah otot-otot nya yang kekar dan indah, sedangkan Dinda menggeram marah dia menatap tajam Dominic yang sedang sibuk dengan kegiatannya.
tiba-tiba dia melihat Dominic ingin membuka ikat pinggang nya,mata Dinda melotot dia berjalan dengan wajah marah nya,, nafasnya memburu.
sedangkan Haikal meringis melihat kelakukan bosnya yang menurutnya sangat bodoh.
" kenapa tuan bertingkah polos seperti itu,aku tidak mengerti semua ini,,cinta yang seharunya disalahkan,,,cinta membuat seseorang menjadi bodoh " gumamnya dalam hati.
Dominic terkejut saat seseorang menarik tangannya,dia melihat Dinda yang menatapnya dengan marah.
dia merasa bingung dan terdiam mengikuti Dinda yang menarik tangannya.
mereka yang melihat itu tersipu malu.
" sungguh otot-otot nya membuat ku jadi....aduh aku pokok nya sangat beruntung sekali "
" lihat cewek yang pinggir kolam renang, sepertinya dia pingsan "
" biarkan saja dia sangat lancang memeluk kekasih orang lain "
" sayang sekali kekasihnya sudah membawa pemuda itu padahal aku masih ingin melihat otot-otot nya "
mereka merasa kecewa Dinda membawa Dominic pergi, sedangkan gara meringis melihat kelakukan kakaknya.
" dia mengatakan jangan membuatnya malu..?? padahal dia yang membuat acara orang lain menjadi heboh "ucap gara dengan kesal.
dia berjalan pergi dari sana, tiba-tiba dia menabrak bahu seorang wanita, wanita itu yang tidak siap terjatuh dia menutup matanya karena merasa takut.
gara yang melihat itu reflek memeluk pinggang nya,wanita itu yang merasakan pinggang nya digenggam dengan lembut Langsung membuka matanya.
deg
tiba-tiba jantung mereka berdua berdetak kencang mereka saling memandang, gara yang melihat wajah wanita itu yang sangat cantik,bulu mata lentik,hidung mancung,bibirnya yang mungil.,dia merasakan jantungnya berdebar.
sedangkan wanita yang bernama Alexia menatap lekat wajah tampan gara,alis tebal,hidung mancung dan rahang tegas,dia juga melihat jejak lesung pipinya disana.
Sedangkan Malik yang sedang mencari putrinya merasa kesal dari tadi dia tidak menemukannya dimana pun, tiba-tiba dia melihat putrinya sedang berpelukan dengan seorang pemuda..
Dan matanya melotot saat tau itu adalah tamu kehormatan nya anggara Erlangga,dia berjalan dengan tergesa-gesa,dia merasa takut putrinya membuat masalah.
* yang udah udah tau sambungan ceritanya disini absen dong,, biar jadi semangat,*