NovelToon NovelToon
Aku Dan Sahabat Kecilku

Aku Dan Sahabat Kecilku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:980.5k
Nilai: 5
Nama Author: e'Rmaa

Kisah masa kecil anak laki-laki dan perempuan bernama Gilang dan Andin. Mereka adalah sepasang sahabat kecil. Mereka sama-sama duduk di bangku Sekolah Dasar.

Orang tua Gilang adalah seorang pegawai negeri sipil dan orang tua Andin adalah seorang petani. Meski mereka berasal dari status sosial yang berbeda, orang tua mereka tidak pernah melarang untuk berteman.

Suatu ketika, saat Gilang dan Andin lulus kelas 6 Sekolah Dasar. Orang tua Gilang dipindah tugas di kota. Akhirnya mereka terpisah. Gilang harus mengikuti orang tuanya dan tinggal di kota. Sedangkan Andin masih tetap di desa.

Setelah dua belas tahun berlalu, Gilang sudah lulus kuliah dan diterima kerja sebagai seorang dokter. Dan suatu saat, Gilang ditugaskan untuk mengabdi di sebuah desa yaitu Banjar Wangi tempat dia tinggal dulu waktu kecil.

Gilang pun dipertemukan dengan Andin yang sudah lama tak bertemu. Gilang bekerja di Puskesmas Desa Banjar Wangi. Disana dia bertemu dengan Andin yang bekerja sebagai seorang guru.

Saat bertemu Andin, Gilang sudah berstatus tunangan dengan Friska (teman kuliah Gilang).

Akankah Gilang dan Andin dapat bersatu?

Simak terus kelanjutan ceritanya ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e'Rmaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23# Kabar dari ayah

Hari ujian terakhir Delia dan Andin.

Hari ini Andin dan Gilang menjalani ujian terakhirnya di kelas enam.

Gilang tetap dengan semangatnya berangkat lebih pagi menjemput Andin.

"Andin... Assalamualaikum, " ucap Gilang di depan rumah Andin.

"Walaikumsalam, " ucap Andin dan ibunya.

Andin pun bergegas keluar menemui Gilang.

"Ayo Ndin kita berangkat, " ajak Gilang.

"Ayo Lang," jawab Andin.

"Bu, Andin dan Gilang berangkat ke sekolah dulu ya. Doakan di ujian terakhir ini, kami bisa mengerjakannya. " ucap Andin.

"Iya nak. Ibu pasti doakan kalian berdua agar sukses ujiannya," ucap ibu.

"Amin. Kami berangkat dulu ya bu. Assalamualaikum, " ucap Andin.

"Walaikumsalam. Hati-hati di jalan nak, " jawab ibu.

Andin dan Gilang pun berangkat ke sekolah. Dan tak lama kemudian, sampailah mereka di depan sekolah.

Setelah Gilang meletakkan sepedanya, mereka pun jalan menuju kelas masing-masing.

"Lang, aku masuk kelas dulu ya. Mumpung ada waktu aku mau belajar lagi, " ucap Andin.

"Iya Ndin. Aku juga sama. Sampai ketemu pas pulang ya, " ucap Gilang.

Andin dan Gilang pun masuk ke dalam kelas ujiannya. Mereka belajar lagi sebelum mulai ujian.

Lima belas menit kemudian.

Bel tanda masuk pun berbunyi. Semua siswa kelas enam pun masuk ke dalam kelas ujiannya masing-masing. Dan tak lama kemudian, guru piket ujian pun juga masuk ke dalam kelas.

Ketika guru piket sudah di dalam kelas. Seperti biasa mereka meletakkan tasnya di depan kelas. Setelah itu mereka kembali ke bangku masing-masing.

"Selamat pagi anak-anak, " ucap guru piket ujian.

"Selamat pagi bu, " jawab anak-anak.

"Hari ini hari terakhir kalian mengikuti ujian nasional. Apa kalian masih semangat?," ucap guru piket ujian.

"Semangat bu, " jawab anak-anak.

"Syukurlah kalau kalian masih semangat. Nanti ibu akan bagikan soal ujiannya dan seperti biasa, kalian boleh mengerjakannya setelah bel berbunyi. Dan nanti jika sebelum waktunya kalian sudah selesai, makan kalian boleh mengumpulkan di meja ibu dan silakan meninggalkan kelas ujian," ucap guru piket ujian.

"Iya bu, " jawab anak-anak.

"Sekarang kita berdoa dulu sebelum mulai ujian, " ucap guru piket ujian.

Mereka pun berdoa. Lalu guru piket pun membagikan soal ujian sambil memeriksa kartu ujian mereka.

Dan tak lama kemudian, bel berbunyi tanda dimulainya ujian. Mereka pun mengerjakan soal ujiannya. Semua fokus pada ujiannya.

Sepuluh menit sebelum ujian selesai, Andin pun selesai mengerjakan soal ujiannya. Lalu dia pun mengumpulkan soal ujiannya.

Setelah dimerapikan peralatannya dan segera keluar dari ruang ujian.

Andin menunggu Gilang di depan kelasnya. Andin melihat Gilang yang sedang fokus mengerjakan soal ujiannya.

Dan tak lama kemudian, seratus dua puluh menit pun berlalu. Bel pun berbunyi tanda berakhirnya ujian. Semua siswa mengumpulkan soal dan jawaban ujiannya di meja guru. Setelah itu mereka keluar kelas.

Waktu Gilang merapikan peralatannya, dia melihat Andin sudah ada di depan kelasnya.

"Loh, Andin kok sudah di depan," ucap Gilang dalam hati.

Gilang pun segera keluar menemui Andin.

"Hai Andin. Kamu kok sudah disini. Kayaknya kamu cepat menyelesaikan soal ujiannya ya, " ucap Gilang.

"Aku sudah sepuluh menit yang lalu tunggu kamu disini, Lang. Sampai aku ngantuk nih. Hehehe... " jawab Andin.

"Wah, hebat benar kamu Ndin. Bisa menyelesaikan soal ujian lebih awal, " ucap Gilang.

"Jangan ngomong terus deh Lang. Ayo buruan pulang. Aku ingin tidur siang dengan nyenyak. Karena beberapa hari aku gak bisa tidur gara-gara kepikiran ujian. Dan sekarang akhirnya aku bebas, " ucap Andin.

"Ya sudah ayo kita pulang. Kamu tunggu di gerbang deh. Aku ambil sepeda dulu, " ucap Gilang.

"Okey Lang, " jawab Andin.

Gilang pun mengambil sepedanya. Dan tak lama kemudian, Gilang pun keluar dari tempat parkir dan menghampiri Andin.

"Ayo buruan naik Ndin, " ajak Gilang.

"Iya Lang, " jawab Andin.

Andin pun nail dan mereka pun segera berangkat pulang.

"Akhirnya Lang. Bahagia banget aku ini bisa melewati ujian. Tinggal tunggu hasil ujiannya saja. Semoga hasilnya baik, " ucap Andin.

"Amin. Semoga kita berdua bisa lulus dengan nilai yang tinggi dan memuaskan ya, " ucap Gilang.

"Amin.. Semoga saja ya Lang, " jawab Andin.

Tak lama kemudian sampailah di rumah Andin. Lalu Andin pun turun.

"Ndin, aku langsung pulang ya. Oh iya besok kan kita libur, ayo main ke lapangan ya. " ucap Gilang.

"Ide yang bagus Lang. Aku mau deh Lang, " jawab Andin.

"Kalau begitu, aku tunggu kamu di rumah aku ya. " ucap Gilang.

"Siap Lang, " jawab Andin.

"Ya sudah aku pulang dulu ya. Assalamualaikum, " ucap Gilang.

"Walaikumsalam, " jawab Andin.

Gilang pun segera pulang ke rumahnya. Dan Andin pun masuk ke dalam rumah untuk beristirahat.

👑👑👑👑

Malam pun tiba.

Gilang dan keluarganya pun makan malam bersama.

"Lang ayo kita makan sama-sama, " ucap bundanya Gilang.

"Iya bun, " jawab Gilang.

Mereka pun makan malam bersama-sama.

"Lang, gimana ujianmu hari ini?, " tanya ayah.

"Alhamdulillah lancar yah. Dan hari ini adalah hari terakhir ujian. Besok Gilang sudah libur. Tinggal tunggu kelulusan dan nilainya. Ayah dan bunda doakan Gilang supaya Gilang lulus dan nilai Gilang juga bagus biar bisa masuk di SMP Negeri ya, " ucap Gilang.

Mendengar ucapan Gilang, ayah dan bundanya pun terdiam.

"Loh ayah dan bunda kok diam saja sih. Apa ayah dan bunda gak senang ya kalau Gilang lulus dengan hasil yang baik, " ucap Gilang bingung dengan sikap diam ayah dan bundanya.

"Ayah dan bunda senang dan sangat senang jika Gilang lulus dan dapat nilai yang bagus tapi..., " jawab ayah.

"Tapi apa yah.. Jangan bikin Gilang bingung, " jawab Gilang.

"Tapi... Huuhhh... " ayah pun menghela nafas saat akan bicara dengan Gilang.

"Begini nak. Ayah ada berita yang mungkin membuat kamu sedih tapi kamu harus bisa menerimanya, " ucap ayah.

"Berita apa yah?, " tanya Gilang semakin penasaran.

"Ayah akan dipindah tugas ke kota. Dan kalian akan ikut ayah tinggal di kota. Jadi setelah kamu lulus nanti, kita akan pindah." jelas ayah.

"Kenapa harus pindah yah? Gilang masih ingin tinggal dan sekolah disini," ucap Gilang sedih mendengar kabar dari ayahnya.

"Sebenarnya ayah sudah mendengar kabar ini sebulan yang lalu tapi ayah belum berani cerita sama Gilang karena ayah tau kalau Gilang akan ujian. Dan ayah takut kalau akan berpengaruh pada ujian Gilang. Jadi ayah putuskan ceritanya setelah Gilang selesai ujian, " ucap ayah.

"Pokoknya Gilang gak mau pindah dari sini yah, " ucap Gilang sambil menangis.

"Gilang anak bunda. Tolong mengerti posisi ayah. Gak mungkin ayah harus pulang pergi dari kota ke desa ini. Karena jaraknya cukup jauh. Sebaiknya Gilang mengikuti perkataan ayah. Karena ayah juga gak mau jauh dari Gilang dan gak mungkin juga ayah harus keluar kerja. Gilang nurut sama ayah ya, " ucap bunda.

Gilang pun hanya terdiam. Lalu dia pun masuk ke dalam kamarnya.

1
Sumayyah Humairah
dlanjut
Enung Samsiah
MP nya ko nggk seru gitu,,,
Enung Samsiah
waaahhh berarti dah 11 tahn nggk ketemu,, pantesan andin nggk kenal dngn wahah Gilang,,,,, pangling ya
Winsulistyowati
Hm..Akhirnya Ketemu.. Jodoh ketemu..Sahabat Masa kecil..
e'Rmaa: makasih kakak sdh mampir 🙏☺️
total 1 replies
Winsulistyowati
Mereka Br✌️.Slalu Kompak..👍👍💪💪🖐️
Winsulistyowati
Aamiin 🤲🏼
Winsulistyowati
Mampir n Nyimak Critanya..🖐️
Sri Widjiastuti
sdh g pake sepeda sendiri nihh
e'Rmaa: iya kakak.
Terimakasih sudah mampir ya kak☺️🙏
total 1 replies
Linda Imala
bener-bener yang namanya cinta sejati
meski sudah terpisah tp tetap dipersatukan

Sukses ya Thor 👍☺
e'Rmaa: Makasih kak
total 1 replies
Rosa Fitriani
Sempet ikutan baper pas Gilang dipaksa nikahin Friska tapi syukurlah kalau gak jadi.

Seneng lihat Gilang sama Andin bisa bersatu lagi😁
e'Rmaa: Makasih kakak sudah mampir dan suka karya saya🙏
total 1 replies
Namira Kusuma
Benar-benar cinta sejati
Andin dan Gilang happy ending 🥰🥰
e'Rmaa: Makasih kak sudah mampir 🙏
total 1 replies
oktavia
aaa seneng bgt liat Andin sama Gilang bareng² lgi
oktavia
yok di jodohkan saja Andin sama Gilang
Lia Liyut
baru otw
Lia Liyut: sama² kak 👍🏻👍🏻
total 2 replies
Giovanni Bowono Miawaug
AKUDAV Giovanni Bowono Miawaug Alyssa Dezek ejenjethro Cupcake_Vionna
emak @l ahsan
absen....
e'Rmaa: makasih kak sdh mampir di karya saya 🙏☺️
total 1 replies
Juni Muliati Sitepu
senang n terharu aj
e'Rmaa: Terima kasih sudah mampir di novel sy🙏🤗
total 1 replies
Muntia Tia
iii
e'Rmaa: 🤗🤗.....
total 1 replies
Nani Evan
sukses terus y thor
e'Rmaa: Makasih kak🙏
total 1 replies
Nani Evan
kirain ama pak wisnu
e'Rmaa: nanti dpt jodohnya sendiri kak🤭
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!