NovelToon NovelToon
Jodoh Di Tangan Sahabat

Jodoh Di Tangan Sahabat

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:19.2k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Di balik kesederhanaan hidupnya, Reyna tak pernah menyangka takdirnya berubah hanya karena seikat bunga pengantin. Di pernikahan sahabatnya, Reyna yang merasa minder justru menjadi pusat perhatian saat bunga yang dilempar Agnia mendarat di tangannya, dan kejadian konyol itu berlanjut dengan aksi perjodohan mendadak di atas pelaminan dengan seorang pria yang tidak Reyna kenal.

Bagaimana cerita selanjutnya? Apa yang akan terjadi pada Reyna? Siapa pria yang dijodohkan dengan Reyna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terserah

Deru mesin mobil yang halus membelah jalanan tol utama menuju perbatasan kota, membawa empat penumpang di dalamnya menyusuri perjalanan panjang. Di kursi belakang, Reyna sebisa mungkin mengalihkan pandangannya ke luar jendela, menatap deretan pepohonan hijau dan tiang pancang yang melesat cepat. Namun, keberadaan Dikta yang duduk diam di kursi penumpang depan, hanya berjarak beberapa puluh sentimeter darinya membuat suasana hatinya tetap terasa canggung.

​Dikta yang mengenakan kaus polos berwarna putih bertumpuk kemeja yang digulung hingga siku, sesekali melirik ke arah kaca spion tengah. Tatapan matanya yang tenang sempat beradu dengan manik mata Reyna di cermin, membuat Reyna membuang muka dan pura-pura sibuk merapikan ujung jaketnya.

​"Mas Bagas, jangan lupa kita berhenti dulu ya di rest area, ini Aldo udah ngabarin kalau dia udah sampai," ujar Agnia dari samping Reyna, memecahkan keheningan seraya memeriksa layar ponselnya yang terus bergetar.

​"Sip, aman. Lumayan buat ngelurusin kaki sebentar sama beli kopi," sahut Bagas santai.

Bagas mengarahkan kemudinya memasuki lajur kiri dan perlahan menurunkan kecepatan, mobil hitam itu beralih menyusuri area parkir yang cukup ramai oleh kendaraan, lalu berhenti mulus area parkir yang melintang tepat di depan jajaran kedai kopi dan area minimarket.

​"Nah, itu dia mobil si Aldo!" seru Bagas menunjuk sebuah mobil putih yang terparkir tidak jauh dari posisi mereka.

​Begitu mesin mobil dimatikan, pintu-pintu kendaraan terbuka. Agnia menjadi orang pertama yang melangkah keluar seraya menghirup udara luar dan meregangkan kedua tangannya. Reyna menyusul di belakangnya dengan langkah perlahan, merapikan tas selempangnya. Sementara itu, Dikta keluar dari pintu depan, memutar tubuhnya sejenak dan menatap Reyna.

​"Perjalanannya masih lumayan jauh. Kamu mual atau pusing?" tanya Dikta.

​Reyna sedikit terkejut atas perhatian mendadak itu, ia menggeleng cepat seraya menyunggingkan senyum tipis yang canggung.

"Nggak kok, Dikta... Saya baik-baik saja. Terima kasih," jawab Reyna pelan.

​Sebelum kecanggungan itu berlarut-larut, suara riuh dari arah belakang menyambar perhatian mereka. Tiga orang pria dan seorang wanita tampak berjalan cepat membelah pelataran parkir menghampiri rombongan Bagas.

​"Woy! Akhirnya sampai juga kalian!" seru Aldo.

​Di samping Aldo, berdiri seorang wanita berpenampilan modis dengan kacamata hitam yang disematkan di atas kepalanya. Wanita itu adalah Amel, kekasih Aldo, yang langsung menyunggingkan senyum ramah saat melihat Agnia dan Reyna.

Di belakang mereka, dua pria lainnya yaitu Anton yang bertubuh jangkung dan santai, serta Faris yang tampak selalu membawa kamera mirrorless di lehernya, ikut melangkah mendekat.

​"Lama banget lu pada, Gas! Kita udah dari tiga menit lalu di sini, si Faris malah udah habis es kopi satu gelas," celetuk Anton seraya menyalami Bagas dan menepuk bahu Dikta akrab.

​"Ya maap, tadi agak macet di gerbang tol," balaskan Bagas tertawa renyah.

Disisi lain, Agnia yang sudah lama mengenal Amel pun mendekat dan mengenalkan Reyna pada Amel, begitupun sebaliknya. "Amel, kenalin ini Reyna, sahabatku. Rey, ini Amel, pacarnya Aldo," ucap Agnia.

​"Reyna," ucap Reyna memperkenalkan diri seraya mengulas senyum tulus, rasa canggung yang sempat membayang perlahan mencair melihat keramahan Amel.

​"Akhirnya ketemu juga! Agnia pernah cerita tentang kamu," tutur Amel dengan binar mata ramah, lalu melirik ke arah lorong tempat istirahat.

"Kalian mau ke toilet nggak?" tanya Amel.

"Boleh, ayo Rey!" ajak Agnia.

​Reyna mengangguk setuju. "Iya," jawabnya.

​Ketiga wanita itu pun melangkah berdampingan menuju area toilet umum dan meninggalkan rombongan pria yang berkumpul di dekat barisan bangku kayu kedai kopi.

​Sepeninggal Reyna, Anton yang sejak tadi memperhatikan Reyna langsung menyenggol lengan Dikta dengan sikutnya, sorot matanya dipenuhi rasa ingin tahu yang tak mampu ia sembunyikan.

​"Itu kan cewek yang dijodohin Agnia sama Bagas ke lo," goda Anton dengan cengiran jahat yang terkembang lebar di wajahnya.

"Gue nggak tahu apa-apa ya, Agnia yang ngajak dia," balas Dikta.

"Pacarin deh, Ta. Nanti keburu dia diambil orang," ucap Bagas.

"Gue belum pengen pacaran," ujar Dikta.

"Kalau gitu... gue deketin gapapa ya berarti," sahut Anton.

"Terserah," jawab Dikta.

"Oke, gue deketin dia. Siapa tahu dia jodoh gue ya," ucap Anton.

Beberapa saat kemudian, Agnia, Reyna dan Amel kembali, mereka pun memutuskan untuk beristirahat sebentar. Setelah lima belas menit, mereka kembali melanjutkan perjalanan.

Saat menuju mobil, Anton melihat Reyna yang sedang berjalan pelan di samping Agnia dan berniat untuk mendekati Reyna.

"Biar nggak bosan dan mobil nggak itu-itu aja yang nyetir, gimana kalau kita ganti penumpang? Gue bisa pindah ke mobilnya Dikta buat gantian nyetir sama Bagas, terus Dikta pindah ke mobil Aldo, gimana?" tawar Anton santai.

Mendengar usulan itu, Agnia langsung mengibaskan tangannya di udara, berkacak pinggang dengan mimik wajah menolak tegas.

"Nggak bisa! Nggak ada ganti-gantian! Kalau kamu pindah yang ada Mas Bagas malah diajak ngobrolin bola sepanjang jalan," tolak Agnia.

Anton terkekeh, namun ia tidak kehilangan akal. Ia melirik Reyna yang tampak bingung mendengar perdebatan kecil itu.

"Oke, kalau Dikta nggak pindah, gimana kalau Reyna yang pindah ke mobil Aldo? Nanti Faris pindah ke mobil Dikta gantiin posisi Reyna. Gimana, Rey? Di mobil Aldo seru kok, bisa nyanyi-nyanyi!" usul Anton lagi dengan nada persuasif.

Disisi lain, Reyna yang mendadak dijadikan pusat perhatian pun bingung. Namun, lagi-lagi sebelum Reyna sempat bersuara, Agnia melangkah maju dan memotong cepat rencana Anton.

"Ih, Anton! Kenapa jadi ngatur-ngatur Reyna, sih? Reyna itu harus sama aku! Udah, jangan aneh-aneh! Reyna tetap di mobil Dikta titik nggak pake koma!" tegas Agnia.

Agnia lalu menarik lengan Reyna, membawa sahabatnya itu kembali mendekati pintu penumpang belakang mobil hitam Dikta.

Bagas hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah istrinya, sementara Aldo dan Faris tertawa terbahak-bahak melihat Anton yang kena semprot Agnia.

"Dibilangin juga apa, kangan dilawan kalau Agnia udah bersuara," cemooh Faris sambil menepuk-nepuk kamera di lehernya.

Anton mengelus dadanya sambil meringis. "Galak amat, Istrinya Bagas. Gue kan cuma pengen deket sama Reyna," ucapnya.

Sementara itu, Dikta yang sejak tadi menyimak perdebatan kecil tersebut hanya mengulas senyum sangat tipis. Tanpa bersuara, ia berjalan santai membuka pintu kemudi mobilnya, seolah keputusan Agnia yang menahan Reyna di mobil itu sudah menjadi hal yang paling tepat.

"Udah, yuk masuk. Kita berangkat sekarang," potong Bagas tenang, menghentikan candaan teman-temannya.

Mereka pun akhirnya kembali ke kendaraan masing-masing sesuai susunan semula, dimana Reyna, Agnia, Dikta dan Bagas naik ke mobil Dikta. Lalu, Aldo, Amel, Anton dan Faris naik ke mobil Aldo.

.

.

.

Bersambung.....

1
Aidil Kenzie Zie
bukan gitu maksudnya Rey kamu jangan salah paham
Sastri Dalila
👍👍
Felycia Fernandez
Agnia terlalu ngotot, terlalu memaksa.ya jangan gtu kalau menjodohkan sahabat.apalagi mereka baru beberapa kali pertemuan.kacau kan jadinya
lia juliati
niat baik smoga selalu hasilnya terbaik
buka hati n pikiran rey.... dikta pepet Reyna terus buat senyaman mungkin... sapa tau sering bareng jd kangen
Felycia Fernandez
jdi ingat mas Daddy Corbuzier,
tatap mata saya 🤣🤣🤣
lia juliati: benerr ,ampe terngiang giang..... pas d tatap ada beleknya😄😄😄😄.... becanda ya
total 4 replies
Mia Camelia
kok jadi ribet begini yah🤔
Mia Camelia
mendingan to the point ky begini sih, jdi gak buang2 waktu🤭
tinggal reyna nya aja jgan berbelit ngomong nya😂
lia juliati
duh dok to the point amat bisa bisa si Reyna kabur klo pintu ga d kunci🤭
ayo saling jujur masing2, dikta jg usaha lah meyakinkan reyna
Felycia Fernandez
mampos 😆😆😆😆
jadi kawan juga tau batasan.nggak seperti itu juga sih caranya...
Felycia Fernandez
jadi ingat tempe mendoan
Valen Angelina
tuh kan salah paham jdinya wjwkkw😂
Evi Rachmawati
kasian reyna di jodoh"in.. smoga dikta tdk terpaksa menerima reyna.. dan smoga dikta mmg ada rasa sm reyna..
smoga berjodoh..
😎
falea sezi
Agnia maksa amat 😕 kasian Reyna kesannya kayak. dagangan aja di. tawar tawarin kayak. gk. laku gt😒
Aidil Kenzie Zie
ayo gaskan Nia jadi Mak Comblang 🤭🤭🤭🤭
lia juliati
kaga kebayang gimana perasaan Reyna klo denger obrolan meraka..... rasanya mau kabur aja..... kesannya Reyna butuh pasangan bgt.... mentang2 Agnia udah berstatus.... puas2 in nikmatin hidupmu rey
lia juliati
klo kata dikta terserah Reyna mau d deketin orng lain..... gppp sih......
Reyna jg sudah dewasa tdk perlu berlebihan jd ilfil
Felycia Fernandez: sama kk 😆😆😆
Bole jodohkan tapi ya jangan maksa
total 1 replies
Rizky Manik
tanyak langsung aja sama orangnya dik, masak nanyak sama Agnia sih🤭
Rizky Manik
bener kata agnia, Dikta kurang gercep jadi kurang greget deh
Felycia Fernandez
gue lagi nggak pengen pacaran katanya...mungkin langsung nikah kali ya 🤣🤣🤣
Felycia Fernandez
Keisengan belaka ya bagusnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!