NovelToon NovelToon
Zero Hunter

Zero Hunter

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:558
Nilai: 5
Nama Author: LetterFromJusticia

Ervan Noir seorang yang bermimpi menjadi Hunter akan tetapi impianya tidak sesuai kenyataan ketika peluang menjadi Hunter di Depan Mata, kejadian diluar prediksi dimana saat proses pemasanagn CORE progres instalationya 0℅ sejak itu Ervan menjadi bahan olokan sering di bully , hingga suatu Insiden menimpa Ervan dimana ketika Ervan berada di Ambang kematian Instalation yang awalnya 0℅ mulai aktif, hingga akhirnya Takdir Ervan sebagsi seorang Hunter dimulai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LetterFromJusticia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 — Satu Bulan untuk Mengejar Sepuluh Tahun

Alarm ponsel Ervan berbunyi pukul 04.45.

Tangannya meraba meja kecil di samping ranjang, menekan layar, lalu kembali jatuh ke kasur.

Dua detik kemudian rasa nyeri datang serempak.

Paha terasa berat. Betis kaku. Bahunya seperti baru saja dipukul berkali-kali, sementara otot perut menegang setiap kali ia mencoba bangun.

Ervan menatap langit-langit kamar.

"𝘑𝘢𝘥𝘪 𝘴𝘦𝘨𝘪𝘯𝘪 𝘩𝘢𝘳𝘨𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘭𝘢𝘳𝘪 𝘭𝘪𝘮𝘢 𝘬𝘪𝘭𝘰𝘮𝘦𝘵𝘦𝘳," gumam 𝗘𝗿𝘃𝗮𝗻, suaranya masih serak oleh tidur. Ia mencoba menekuk lutut, lalu berhenti di tengah jalan sambil mendesis. "𝘔𝘢𝘩𝘢𝘭 𝘫𝘶𝘨𝘢, 𝘺𝘢."

Kemarin, setelah bertahun-tahun hampir tidak pernah berlatih serius, ia memaksa tubuhnya menyelesaikan jogging lima kilometer, lalu menambah push-up, sit-up, squat, dan plank.

Bukan latihan yang luar biasa bagi calon Hunter.

Bagi tubuh Ervan saat ini, itu hampir seperti deklarasi perang.

Ia mengambil ponsel dan membuka halaman pendaftaran Seleksi Hunter.

Statusnya masih sama.

Calon Peserta Seleksi Hunter.

Di bawahnya tercantum jadwal seleksi yang tinggal kurang lebih satu bulan.

Ervan duduk perlahan di tepi ranjang.

Satu bulan.

Sementara banyak peserta lain sudah berlatih sejak usia lima sampai delapan tahun.

Mereka memiliki pelatih, kurikulum, fasilitas, pengalaman menggunakan Regalia dasar, dan bertahun-tahun untuk membuat tubuh mereka terbiasa dengan CORE.

Ia mempunyai tiga puluh hari.

Perbandingan itu seharusnya terdengar lucu.

Anehnya, Ervan justru berdiri.

"𝘔𝘢𝘶 𝘥𝘪𝘱𝘪𝘬𝘪𝘳 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘴𝘪𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘶𝘯, 𝘸𝘢𝘬𝘵𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱 𝘯𝘨𝘨𝘢𝘬 𝘣𝘢𝘬𝘢𝘭 𝘯𝘢𝘮𝘣𝘢𝘩," kata 𝗘𝗿𝘃𝗮𝗻 sambil mengunci layar ponsel. Sebelah tangannya masih bertumpu pada meja kecil di samping ranjang, menunggu pahanya berhenti gemetar. "𝘔𝘦𝘯𝘥𝘪𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘱𝘢𝘬𝘢𝘪 𝘭𝘢𝘳𝘪."

Ia mengganti pakaian, minum air, lalu keluar sebelum matahari terbit.

Udara pagi masih dingin. Lampu jalan menyisakan warna pucat di sepanjang trotoar, sementara sebagian besar rumah masih tertutup rapat.

Ervan tidak langsung berlari.

Ia melakukan pemanasan lebih lama dibanding kemarin. Putaran bahu, peregangan dinamis, gerakan pinggul, kemudian beberapa squat tanpa beban. Semuanya dilakukan pelan sambil memperhatikan bagian tubuh yang paling nyeri.

Kemarin ia hanya ingin mengetahui batas awalnya.

Hari ini ia ingin mulai memahami tubuhnya.

Stopwatch dinyalakan.

Ervan mulai berlari.

Pada kilometer pertama, napasnya belum berantakan separah kemarin, tetapi rasa kaku pada paha membuat langkahnya pendek.

Ia menahan keinginan menambah kecepatan.

Pace stabil.

Jangan terbawa semangat.

Memasuki kilometer kedua, napas mulai berat. Di kilometer ketiga, betis kanan terasa mengencang.

Ervan memperlambat lari menjadi jogging ringan selama beberapa puluh meter.

Kemarin, ia mungkin akan menganggap itu sebagai kegagalan.

Sekarang ia justru mengangkat ponsel dan mencatat cepat.

Betis kanan menegang setelah ±2,7 km. Kemungkinan efek latihan kemarin.

Ia melanjutkan.

Lima kilometer selesai dengan waktu yang masih buruk, tetapi Ervan tidak terlalu memedulikan angka akhirnya. Ia berjalan beberapa menit untuk menurunkan napas, lalu mencatat denyut nadi, rasa nyeri, serta waktu yang dibutuhkan sampai napasnya kembali cukup teratur.

Setelah itu barulah ia melakukan latihan tubuh bagian atas.

Push-up.

Gerakan pertama terasa mudah.

Repetisi berikutnya mulai membakar lengan.

Ketika punggungnya mulai turun dan bentuk gerakan rusak, Ervan berhenti.

Bukan karena menyerah.

Ia sudah memutuskan satu hal sejak malam sebelumnya.

Cedera adalah kemewahan yang tidak bisa ia bayar.

Ia masih harus bekerja.

Setelah mandi dan sarapan sederhana di panti, Ervan berangkat ke minimarket seperti biasa.

Seragam kerja menutupi hampir seluruh bukti bahwa satu jam sebelumnya ia baru saja memaksa tubuhnya bergerak lagi. Hanya cara jalannya yang sedikit kaku yang sulit disembunyikan.

Pagi berjalan normal.

Menerima barang.

Memeriksa stok.

Menyusun produk yang berantakan.

Melayani pelanggan yang datang membeli kopi, rokok, air mineral, atau sarapan cepat.

Tak ada yang berubah hanya karena tadi malam ia menekan tombol REGISTER.

Tidak ada orang yang tiba-tiba datang menawarkan pelatihan.

Tidak ada fasilitas elit menunggunya.

Dan jelas tidak ada uang jatuh dari langit hanya karena ia memutuskan mengejar mimpinya lagi.

Ervan berdiri di belakang kasir sambil menatap rak promosi.

Anehnya, ia justru menyukai kenyataan itu.

Setidaknya dunia memberinya jawaban jujur.

Kalau ingin berubah, ia memang harus mengerjakannya sendiri.

Menjelang siang, toko mulai sepi.

Ervan mengambil sebuah buku catatan kecil dari bawah meja kasir.

Di halaman pertama ia menulis tiga judul.

FISIK.

PENGETAHUAN.

RECOVERY.

Di bawah bagian fisik, ia membaginya lagi menjadi stamina, kekuatan tubuh, kecepatan, koordinasi, dan mobilitas.

Bagian pengetahuan diisi teori BETA, prosedur keselamatan, dasar-dasar Hunter, serta materi yang kemungkinan diuji dalam seleksi.

Bagian recovery lebih sederhana: tidur, makanan, cairan, rasa nyeri, dan waktu pemulihan setelah latihan.

Ervan memutar pulpen di antara jarinya.

Latihan tanpa data hanya akan membuatnya lelah.

Data tanpa evaluasi cuma akan menjadi tulisan.

Ia membutuhkan keduanya.

Seorang pelanggan masuk.

Ervan segera menutup buku dan kembali bekerja.

Baru ketika keadaan sepi lagi, ia membuka halaman berikutnya.

Hari Kedua.

Jogging: 5 km.

Napas berat: mulai sekitar kilometer kedua.

Betis kanan menegang: 2,7 km.

Push-up: berhenti ketika bentuk gerakan mulai rusak.

Squat: volume dikurangi karena paha belum pulih.

Catatan: jangan meningkatkan seluruh latihan sekaligus.

Ervan membaca kembali tulisannya.

Ada satu bagian yang membuatnya berhenti cukup lama.

Recovery lebih cepat dari perkiraan.

Ujung pulpennya mengetuk meja.

Semalam tubuhnya memang sakit setelah latihan. Namun dibanding kondisi yang ia bayangkan setelah bertahun-tahun tidak aktif, rasa nyeri itu tidak separah yang seharusnya.

Pagi tadi napasnya juga kembali stabil sedikit lebih cepat dibanding kemarin.

Belum cukup untuk disebut aneh.

Bisa jadi ia hanya salah memperkirakan kondisi tubuhnya sendiri.

Ervan menggambar tanda tanya kecil di samping catatan tersebut.

Jangan membuat kesimpulan dari dua hari.

Ia pernah melihat bagaimana orang dapat memaksakan jawaban hanya karena ingin sebuah dugaan menjadi benar.

CORE miliknya memang telah aktif seratus persen.

Luka tusuknya memang menghilang.

Tetapi dua fakta itu tidak memberinya hak untuk mengarang fakta ketiga.

Sore hari, setelah shift selesai, Ervan kembali ke panti.

Ia menahan diri untuk tidak langsung berlatih.

Tubuhnya masih membutuhkan waktu.

Sebagai gantinya, hampir satu jam ia habiskan untuk membaca ulang materi dasar tentang BETA dan prosedur keselamatan Hunter. Sebagian pernah ia pelajari bertahun-tahun lalu, tetapi banyak detail sudah kabur.

Malamnya, ia kembali melakukan latihan ringan.

Tidak ada sprint.

Tidak ada tambahan jarak.

Hanya latihan tubuh dengan volume yang sudah ia tentukan sejak siang.

Push-up.

Squat.

Sit-up.

Plank.

Setiap set dicatat.

Setiap kegagalan dicatat.

Bahkan alasan ia berhenti pun dicatat.

Bagi Ervan, gagal pada repetisi kedua puluh lebih berguna daripada membohongi dirinya sendiri bahwa ia mampu melakukan tiga puluh.

Menjelang pukul sepuluh malam, Ervan duduk di meja kecil kamarnya.

Buku catatan terbuka di bawah cahaya lampu.

Ia menghitung waktu yang tersisa.

Jika ia berlatih terlalu keras, ia bisa cedera.

Jika terlalu berhati-hati, satu bulan akan habis sebelum tubuhnya mencapai standar minimum.

Ia membutuhkan peningkatan.

Namun peningkatan yang masih bisa dipertahankan besok, lusa, dan hari-hari setelahnya.

Ervan menarik garis di bawah seluruh catatan hari itu.

Lalu menulis:

Aku tidak perlu mengejar sepuluh tahun dalam satu malam.

Ia berhenti sebentar.

Kemudian menambahkan satu kalimat lagi.

Aku hanya perlu memastikan setiap hari lebih baik daripada kemarin.

Pulpen diletakkan.

Ponselnya bergetar.

Pesan dari Rosaline.

Besok malam makan bareng. Jangan bilang kamu ada kerjaan tambahan. Anak-anak sudah protes karena akhir-akhir ini kamu sibuk sendiri.

Ervan membaca pesan itu dua kali.

Jarinya sempat bergerak untuk membalas seperti biasa, tetapi berhenti.

Ada satu hal yang belum ia katakan kepada Rosaline.

Tentang formulir yang sudah ia kirim.

Tentang satu bulan yang sekarang ia kejar.

Tentang mimpi yang dulu sudah mereka anggap selesai.

Ervan menatap status pendaftaran Seleksi Hunter di layar.

Besok malam.

Ia akan memberitahunya.

Sebelum menutup ponsel, matanya kembali jatuh pada stopwatch latihan pagi.

Ervan terdiam.

Ia membuka catatan kemarin, lalu membandingkannya dengan data hari ini.

Waktu pemulihan napasnya memang belum bisa disebut luar biasa.

Namun perubahannya terlalu besar untuk dua hari latihan.

Ervan menatap angka itu lama.

Lalu menatap telapak tangannya sendiri.

"...𝘒𝘦𝘣𝘦𝘵𝘶𝘭𝘢𝘯?" gumam 𝗘𝗿𝘃𝗮𝗻, nyaris tanpa suara. Jari-jarinya menekuk pelan, lalu membuka lagi, seperti sedang memeriksa tangan milik orang lain. "𝘉𝘢𝘳𝘶 𝘥𝘶𝘢 𝘩𝘢𝘳𝘪. 𝘔𝘢𝘴𝘢 𝘪𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘤𝘦𝘱𝘢𝘵 𝘪𝘯𝘪?"

Tidak ada jawaban.

Ervan mengambil pulpennya sekali lagi dan menambahkan satu tanda tanya di samping tulisan Recovery.

Ia belum tahu bahwa pertanyaan kecil itulah yang kelak akan menjadi jauh lebih sulit dijawab.

Untuk saat ini, satu hal sudah cukup membuat Ervan tidak segera mematikan lampu.

Bagaimana jika tubuhnya memang sudah mulai berubah?

1
Renjana
keren👍
mangat nulisnya
mampir juga di karyaku yah😊
ラマSkuy
nice 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!