NovelToon NovelToon
Transmigrasi Si Remaja Berisik: Pangeran Dingin Bisa Dengar Suara Hatiku!

Transmigrasi Si Remaja Berisik: Pangeran Dingin Bisa Dengar Suara Hatiku!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Fantasi
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: heldahell

Xie Yufei (17 tahun), remaja Gen-Z yang hobi julid, tewas tersedak boba dan bertransmigrasi ke zaman kuno menjadi Nona Muda yang lemah lembut.

Demi bertahan hidup, Yufei berakting super anggun dan polos. Namun, dia tidak tahu kalau suara hatinya yang sangat berisik dan penuh istilah modern bisa terdengar jelas oleh Pangeran Mo Cheng yang kejam, kakak kandungnya, dan pelayan setianya!

Kekacauan dimulai saat Yufei membungkuk takzim, sementara isi kepalanya sibuk mengomel: (Buset, ini Pangeran mukanya ditekuk mulu kayak belum bayar kontrakan. Ganteng sih spek drakor, tapi auranya psikopat banget!)

Mendengar itu, sang Pangeran dingin seketika tersedak teh. Di saat Yufei merasa akting polosnya sempurna, orang-orang di sekitarnya justru sedang berjuang setengah mati menahan tawa mendengar isi kepalanya yang super kocak!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heldahell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 8: Upah untuk sang cheat code dan sogokan manis

Setelah Xie Jian pergi membawa pasukan rahasia untuk menyelamatkan keluarga si pelayan, suasana di dalam ruang interogasi menjadi sunyi. Pangeran Mo Cheng masih berdiri di tempatnya, menatap Xie Yufei yang pura-pura gemetaran dengan saputangan yang hampir robek karena terus-menerus diremas.

Hot? Setara Albert Einstein? Dukun sakti? Pangeran Mo Cheng berdehem pelan untuk menenangkan detak jantungnya yang mendadak tidak beraturan akibat rentetan pujian absurd di dalam kepala gadis itu.

"Nona Xie," panggil Pangeran Mo Cheng dengan suara yang diusahakan sewibawa mungkin. "Ruangan ini terlalu dingin untukmu yang baru saja pulih. Mari ikut aku ke paviliun utama."

"B-baik, Yang Mulia. Terima kasih atas kepedulian Anda," jawab Yufei dengan nada suara yang bergetar penuh drama.

Namun, begitu mereka berbalik dan berjalan keluar dari area ruang tahanan bawah tanah, isi kepala Yufei langsung berubah drastis menjadi mode pesta pora:

(Asyik! Akhirnya keluar juga dari tempat angker itu! Lagian Mas Jenderal perhatian banget deh, tahu aja kalau kulit glowing gue gak bisa kena angin malam kelamaan. Eh, tapi tunggu... kita mau ke paviliun utama? Wah, jangan-jangan gue mau diinterogasi lebih privat lagi? Waduh, kalau dia tiba-tiba mendekat terus natap gue pakai mata tajamnya itu, bisa-bisa gue pingsan karena serangan visual attack! Jantung gue mana siap, bund!)

Pangeran Mo Cheng yang berjalan beberapa langkah di depannya sengaja mempercepat langkah kakinya. Visual attack? Mengapa pikiran gadis ini selalu melantur ke mana-mana? Namun di sisi lain, Pangeran Mo Cheng sadar bahwa dia berutang besar pada analisis batin Yufei yang telah menyelamatkan rencana militernya dari kebutaan taktik musuh. Sebagai pemimpin yang adil, dia harus memberikan "upah" yang setimpal atas kontribusi tidak sengaja ini.

Begitu sampai di Paviliun Awan Biru, paviliun pribadi milik Pangeran Mo Cheng, Yufei dipersilakan duduk di kursi kayu cendana yang empuk. Di atas meja rendah, sudah tersaji berbagai macam camilan mewah dan buah-buahan segar yang jarang bisa ditemui di luar istana.

"Kau sudah banyak melewatinya hari ini, Nona Xie. Makanlah untuk menenangkan pikiranmu," ujar Pangeran Mo Cheng sembari memberi isyarat kepada pelayan pribadinya.

Tak lama kemudian, pelayan itu datang membawa sebuah nampan yang ditutupi kain sutra bordir. Ketika kain itu dibuka, mata Yufei langsung berbinar-binar melihat isinya: satu keranjang penuh berisi jeruk nipis hijau yang segar dan satu botol keramik kecil berisi cairan kental berwarna hitam kecokelatan.

Yufei mengerjapkan matanya bingung di luar. "Yang Mulia... ini?"

Pangeran Mo Cheng duduk di hadapannya dengan ekspresi wajah sedatar papan tulis, namun daun telinganya kembali sedikit memerah. "Aku dengar dari... seseorang... kalau tenggorokanku sering sensitif dan mudah tersedak. Dan botol itu adalah saus sari kedelai kental yang difermentasikan secara khusus, mirip dengan apa yang kau sebut 'kecap manis' tempo hari. Kurasa ini bisa membantumu membuat... ramuan radang tenggorokan yang kau pikirkan."

DEZZZ!

Otak Yufei seketika mengalami system crash selama tiga detik penuh. Matanya membelalak menatap tumpukan jeruk nipis dan kecap kuno di depannya. Di dalam kepalanya, jeritan histeris massal langsung pecah bergemuruh:

(DEMI APA?! KOK BISA?! Gue baru aja ngebatin soal jeruk nipis sama kecap manis pas perjamuan teh tadi, kenapa sekarang barangnya langsung ada di depan mata?! Apa Mas Jenderal beneran dukun sakti pembaca pikiran?! Atau jangan-jangan... dia ini cenayang yang punya kekuatan telepati?! Waduh mampus, kalau dia bisa baca pikiran gue, berarti dari tadi dia tahu dong kalau gue bilang dia ganteng meresahkan, amandelan, mirip aktor Oscar, sama pinggangnya seksi?! TIDAAAAKKK!!! Malu banget woy, harga diri gue sebagai alumni SMA 45 runtuh seketika!)

Uhuk! Uhuk!

Pangeran Mo Cheng yang baru saja memegang cangkir tehnya langsung tersedak hebat untuk ketiga kalinya. Kali ini dia benar-benar terbatuk sampai wajahnya memerah karena menahan malu sekaligus terkejut mendengarkan kepanikan Yufei yang luar biasa kocak.

Alumni SMA 45? Harga diri? Pangeran Mo Cheng buru-buru menyeka bibirnya dengan saputangan, berusaha keras mempertahankan wibawanya yang sudah compang-camping di hadapan batin Yufei.

"Y-Yang Mulia! Anda tidak apa-apa?" tanya Yufei panik di luar, dengan wajah yang tampak sangat cemas tanpa dosa.

Pangeran Mo Cheng mengangkat satu tangannya di udara, memberi isyarat agar Yufei tidak mendekat. "Aku tidak apa-apa. Hanya... tenggorokanku mendadak gatal," dustanya dengan suara serak. Dia menatap Yufei dengan pandangan mendalam. "Nona Xie, simpan saja barang-barang itu. Anggap saja itu hadiah kecil karena kau telah menemaniku hari ini."

Yufei tersenyum kaku di luar, sementara di dalam hatinya dia mulai melakukan investigasi mandiri dengan penuh kecurigaan:

(Tunggu... kalau dia berdusta, mukanya gak bakal se-salah tingkah itu. Kayaknya dia gak bisa baca pikiran deh. Mungkin ini cuma kebetulan kosmik yang sangat estetik! Iya, pasti kebetulan! Lagian mana ada orang zaman kuno punya kekuatan mutan kayak di film X-Men. Huft, bikin jantungan aja. Tapi ya sudahlah, mari kita nikmati sogokan manis dari Mas Jenderal ganteng ini. Mari kita makan jeruk pakai kecap, eh salah, maksudnya buat obat batuk!)

Mendengar konklusi Yufei bahwa ini hanyalah "kebetulan kosmik", Pangeran Mo Cheng diam-diam menghela napas lega yang teramat panjang. Syukurlah, jiwanya yang aneh itu ternyata cukup mudah dibodohi.

Tepat pada saat itu, pintu paviliun diketuk dengan tergesa-gesa dari luar. Suara Xie Jian terdengar dari balik pintu. "Melapor, Yang Mulia! Pasukan rahasia telah kembali dari pinggiran kota sektor barat!"

1
paijo londo
🤣🤣🤣🤣🤣🤦🤦🤦🤦kocak....kocak
paijo londo
🤭🤭🤭yeee pangeran mo Cheng salah tingkah tuh
Siskasuryaningsih
bagus thor, tapi jangan terlalu lebay iya thor, mcam novel mu yg lalu
heldahell: novelku yg mana ya kak? apa udah ku hapus ya?
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!