Sekuel SUAMIKU BERWAJAH CACAT
Novel ini, menceritakan kisah cinta segitiga. Jadi bijaklah, dalam membaca.
Haris Wilson, anak pertama dari pasangan Henri Wilson, dan Rania Cullen, tidak menyangkah hidupnya akan berakhir menikahi anak dari pelayannya sendiri Bibi Ana.
Apalagi saat itu, Haris Wilson mempunyai seorang kekasih yang begitu dicintainya, yaitu seorang supermodel, bernama Kenny.
Haris menentang keras perjodohan ini, karena
dia sudah mempunyai kekasih, dan yang membuat dia sangat menolak perjodohan ini adalah, anak dari pelayannya itu, adalah seorang gadis cacat.
Tapi Haris tak dapat menolak, karena ayahnya Henri Wilson mengancam, kalau dia tidak menikahi Vivian, maka jabatannya sebagai seorang CEO diperusahaan, akan dicabut.
Karena tidak ingin kehilangan jabatannya, dia menyetujui pernikahan ini, tapi dengan membuat kesepakatan pernikahan kontrak, yang dia buat bersama Vivian.
Tapi itulah cinta bisa tumbuh kapan saja, Harispun tak dapat menolak pesona Vivian, saat mendapati gadis itu sudah bisa berjalan, ditambah lagi dengan kelembutan, dan perhatian dari wanita itu, membuat ia terjebak dengan permainan yang dia ciptakan sendiri, hingga membuat ia harus memilih Vivian, sigadis cacat, atau Kenny wanita yang begitu dicintainya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon popyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep.23.Meminta ijin.
Apa?! apa tadi kau bilang Vivian?!" Tanya Haris, dengan volume suara mulai meninggi.
Raut wajahnya berubah pucat, saat mendengar pertanyaan Suaminya yang terkesan tidak suka.
"A..aku, aku ingin bekerja dikafe milik Daren." Jawabnya gugup, dan berusaha untuk berani dibalik rasa gugup, dan takut yang menyelimuitinya saat ini.
Tawa keras langsung keluar dari bibir pria tampan itu, dan terselip rasa cemburu disana saat mendengar jawaban Vivian.
"Jadi sekarang kau sedang meminta ijin dariku?!"Tanya Haris, dengan menatap lekat wajah istrinya.
"Iya Sayang, aku ingin bekerja.kau taukan! selama ini aku selalu menghabiskan hidupku, tanpa melakukan kegiatan apapun. Jadi karena sekarang aku sudah bisa berjalan, aku ingin melakukan banyak kegiatan seperti bekerja, menyetir mobil, dan bersepeda. Aku ingin melakukan itu semua, jadi aku mohon ijinkan aku untuk bekerja, aku mohon...!" Pintanya penuh harap, dengan mengatupkan kedua tangannya agar Haris luluh.
"Kalau seandainya aku tidak mau bagaimana?! lagipula aku tau kau bukan mau pergi bekerja, pasti kau akan mau pergi berkencan dengannya. Buktinya tadi siang, kalian berdua makan siang bersama, bahkan menu makan siang kalian saja sama. Sangat romantis bukan?! dan itu membuatku muak..!" Serunya kesal.
"Kami tidak berselingku Sayang! kami hanya berteman..!" Jawab Vivian, memohon.
Justru kaulah yang.." Menjeda kalimtnya, saat dia menyadari ucapannya yang akan mengatakan justru Harislah, yang berselingkuh.
"Justru kaulah, yang apa Vivian?!"Tanya Haris penasaran.
"Justru kaulah yang berselingkuh, *bahkan kau dengan terang-terang menjalin hubungan dengan Nona Kenny. Dan semoga saja, Tuhan tidak menghadirkan cinta dalam diriku, karena aku tidak mau kecewa nanti*nya.Karena aku tau, kau hanya mencintai Nona Kenny. Ya hanya Nona Kenny, yang kau cinta, dan kau hanya memanfaatkan ketidakberdayaanku." Bathinya, dengan raut wajah yang terlihat sendu.
"Justru kaulah yang apa Vivian?!" Tanya Haris, sekali lagi.
"Tidak Sayang, maaf aku salah bicara."
Bangun dari duduknya, dan menghampiri istrinya.
"Jadi kau mau, aku mengabulkan keinginanmu?" Tanya Haris, dengan mendekatkan wajahnya kewajah Vivian.
Langsung memundurkan wajahnya, saat wajah Suaminya begitu dekat.
"I..iya Sayang. Jadi aku mohon tolong penuhilah keinginanku, dan aku janji tidak akan macam-macam."Jawabnya, meyakinkan Haris.
Menyunggingkan senyuman disudut bibirnya, sembari menatap tajam istrinya, yang hanya menundukkan wajahnya.
"Baiklah, aku mau." Jawabnya, dengan berbalik membelakangi Vivian.
Mendongakkan kepala, dan senyuman langsung membingkai diwajahnya, saat mendengar ucapan Suaminya.
"Kau serius Sayang?!" Tanya Vivian memastikan.
"Iya aku serius. Tapi ada syaratnya."
"Syarat?!" Pertanyaan, dengan raut wajah yang terlihat begitu penasaran.
"Iya syarat."Jawabnya, dengan berbalik menatap istrinya, dan senyuman kecil disudut bibirnya.
"Syarat apa yang harus aku penuhi Sayang? bukankah kau sudah mempunyai semuanya?" Tanya Vivian, dengan menatap intens wajah Suaminya.
"Lakukan kewajibanmu, sebagai istriku."
"Kewajiban?!"
"Iya kewajiban sebagai istriku."
"Kewajiban apa Sayang? bukankah aku sudah menjalankan kewajiban sebagai istrimu?!"
"Belum semua Vivian? bahkan itu yang paling penting."
"Belum semua?!"
"Iya."
"Kewajiban apa Sayang? katakan padaku."
Haris mengusap kasar wajahnya, mendapati kepolosan istrinya.
"Dia begitu polos, bahkan dia tidak mengerti apa yang kumaksud. Dia membuat aku semakin hanyut, dalam permainan ini." Bathin Haris, yang terlihat begitu resah.
Tidak menjawab pertanyaan istrinya, Haris menghampiri pintu, dan menguncinya.
Dia berjalan menuju istrinya yang sedang menatapnya dengan tatapan bingung, dan duduk disebelahnya.
"Jadi kau belum tau, kewajiban apa yang belum kau penuhi?"
"Belum." Jawabnya, sembari menggeleng pelan.
Menghembuskan nafas kasar, dengan melingkarkan tangan memeluk istrinya.
Vivian hanya terdiam, dan tidak membalas pelukan suaminya, karena sesungguhnya dia masih penasaran.
Dan tiba-tiba dia merasa aneh, saat tangan Haris sudah mulai menarik turun kancing bajunya.
"Sayang.."
"Jangan menolakku Vivian, karena ini adalah syarat mutlak yang harus kau penuhi, jika kau ingin bekerja.Lagi pula, kau belum memenuhi kewajibanmu sebagai isrtriku."
Vivian hanya diam membisu, saat Suaminya terus menurunkan kancing bajunya.
Dan terlintas kembali bayangan Kenny, dan kenyataan wanita yang Haris cintai adalah model itu, bukan dirinya.
"Lakukan saja dengan Nona Kenny Sayang, jangan denganku." Pintanya penuh harap, dengan mata sudah berkaca-kaca.
Tidak memperdulikan, dan dia sudah menurunkan baju yang melekat pada tubuh Vivian, hingga menampilkan dada gadis itu.
Membaringkan secara perlahan diatas sofa panjang, dengan ciuman yang tidak terlepas dari bibir mereka.
"Kau ingin bekerja, atau tidak?!" Tanya Haris, saat sudah berada diatas tubuh istrinya.
"Iya Sayang, aku ingin bekerja."
"Jadi jangan menolakku." Ucapnya tegas.
"Iya Sayang, aku tidak akan menolak."
Vivian hanya bisa pasrah, saat Haris mulai mencumbuhnya. Memejamkan matanya, saat lelaki tampan itu, mulai menikmati dadanya, dan memberikan tanda merah yang bertebaran disekitarnya.
"Keluarkan suaramu Vivian, kau tidak perlu menahannya."Pinta Haris, saat mendapati Vivian, menahan suara desahan yang keluar dari bibirnya.
"Kenapa harus seperti ini?! bahkan jika kami melakukan inipun, tanpa melibatkan perasaan.Kenapa dia tidak melakukan dengan Nona Kenny? kenapa harus denganku?"
********
James melangkahkan kakinya, kedalam kediaman mewah itu, dengan langkah sedikit tergesa-gesa.
"Tuan kemana yaa? kenapa dia tidak mengangkat teleponeku?" Bertanya pada diri sendiri, dengan terus melangkah kedalam rumah mewah itu.
Saat sudah berada didalam, James mendapati keberadaan Laura.
"Laura.." Panggilnya.
Berbalik, dan mendapati James yang berjalan kearahnya.
"Sekretaris James."
"Apakah Tuan, sedang berada diruang kerjanya?!"
"Iya" Tuan sedang berada diruang kerjanya.
Saat mendapati jawaban dari Laura, James langsung menghampiri ruang kerja Tuanmudanya, tanpa bertanya lebih lanjut.
Dan tanpa mengetahui apa yang sedang terjadi didalam, James mengetuk pintu dengan sangat keras.
"Tuan..." Tuan..." Tapi Tidak ada sahutan dari dalam, dan mencoba untuk membuka pintunya, tapi dia mendapati pintu terkunci dari dalam.
Tidak biasa pintu terkunci dari dalam, apa yang sedang terjadi ruang kerja, mungkinkah Nona Kenny sedang berada didalam?" Bertaya pada diri sendiri, dan dia terlihat begitu penasaran.
Laura yang baru menyadari jika Vivian sedang berada didalam, langsung mendatangi James.
"Sekretaris James.." Panggilnya, dengan menghampiri pria itu.
"Ada apa?"
"Nona Vivian, sedang berada didalam sekretaris James..!" Jawabnya, setengah berbisik.
"Benarkah? kenapa kau tidak mengatakan padaku..?" Gumamnya pelan, dengan raut wajah yang terlihat kesal.
"Maaf, aku lupa."
"Mungkinkah? mereka sedang melanjutkan kegiatan mereka, membuat anak?" Bathinnya, sembari tersenyum.
Mendengar suara ketukan pintu, langsung mengejutkan Haris, dan juga Vivian.
"Sayang, sepertinya ada tamu untukmu." Ucap Vivian, yang sudah yang hanya berbalut helaian kain, menutup area sensitifnya begitupun juga dengan Haris.
Bangun dari atas tubuh istrinya, sembari mengacak rambutnya frustasi.
"Kenapa selalu saja gagal." Serunya kesal.
Pakai kembali pakaianmu, sepertinya itu James."
"Iya Sayang."Jawab Vivian, dengan langsung mengenakan pakaiannya kembali.
Menghampiri pintu, dan membukanya dengan raut wajah yang terlihat kesal.
"Ada apa?!" Tanyanya, kesal.
"Maafkan saya Tuan, mungkinkah saya sudah mengganggu bulanmadu anda?" Tanyanya, tersenyum.
aasyeiikk ... bakal makin posesif aja bos nya si james 😁👍🏻
bisaan ni author pilih visual nya
posesif tanda cinta .. ouw ouw oooo
sudah jelas vivian berstatus kan istri "sah"
kenny dasaarrr
gemesss gau thor aaaaa mantaff👍🏻🤣