NovelToon NovelToon
PERISAI MALAM

PERISAI MALAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Balas Dendam / Kaya Raya / Keluarga / Menyembunyikan Identitas / Gangster
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: SAFRIDA ANUGRAH NAPITUPULU

Safira Grace Bastian hanyalah seorang mahasiswa biasa di Kalimantan. Hidupnya terasa tenang bersama kakak yang sukses sebagai pebisnis dan adik yang disiplin sebagai taruna di universitas ternama Jakarta. Keluarga mereka tampak harmonis, hingga suatu malam ayah dan ibu berpamitan dengan alasan sederhana: sang ibu pulang kampung ke Bandung, sang ayah menemui teman lama di Batam. Namun sejak kepergian itu, semua komunikasi terputus. Telepon tak pernah dijawab, pesan tak pernah dibalas, dan alamat yang mereka tuju ternyata kosong. Seolah-olah kedua orang tua lenyap ditelan bumi. Ketiga kakak beradik itu pun memulai perjalanan penuh misteri untuk mencari orang tua mereka. Dalam pencarian, mereka menemukan jejak masa lalu yang kelam: organisasi rahasia, perebutan kekuasaan, dan musuh lama yang kembali bangkit. Rahasia yang selama ini disembunyikan ayah dan ibu perlahan terbuka, membuat mereka bertanya dalam hati: “Apakah ini benar orang tua kami?
ini cerita buatan sendiri!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SAFRIDA ANUGRAH NAPITUPULU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERPISAHAN

Armand mengantarnya melalui jalur aman hingga mendekati kompleks rumah kerabat.

Lampu-lampu keamanan sudah menyala. Polisi dan pengawal memenuhi area. Dan mencari informasi mengenai apa yang telah terjadi di salah satu rumah orang terkaya yang tak lain Elisabet.

Elisabet berdiri memeluk dirinya sendiri. Ia masih tak menyangka akan semua kejadian yang telah terjadi, begitu cepat untuk sekedar hanya lewat dan begitu cepat juga ia kehilangan ayah nya orang yang sangat baik pada nya , bahkan apa pun yang Elisabet ingin kan ayah nya akan senantiasa memberikan nya.

Air mata nya pun tak terasa menetas dan Armand yang melihat itu pun memegang pundak Elisabet sembari berkata.

"Kita sudah sampai, berpura-pura tidak tau lah akan segala hal dan lindungi orang yang kau sayang jangan sia sia kan pengorbanan ayah mu, terutama diri mu sendiri ''

“Terima kasih…” suaranya lirih.

Armand mengangguk singkat. “Lupakan aku.”

Ia berbalik pergi dari sana tanpa aba aba Elisabet yang ingin bertanya pun tak sempat.

“El...tunggu!” panggil Elisabet.

Namun Armand sudah menghilang di balik bayangan.

Elisabet yang berusaha mencari kesana kemari sosok lelaki itu pun tak dapat menemukan nya ,ia pun berjalan menghampiri semua orang, ada yang cemas, bahagia dan tak senang dengan keselamatan nya.

Semua kekacauan pun perlahan di bersihkan dan barang barang yang pecah di ganti yang baru. Aurel juga masih sangat terpukul dengan kejadian yang masih terbayang terus di pikiran nya.

...****************...

PEMAKAMAN

Beberapa hari kemudian setelah kekacauan yang terjadi.

Hujan turun pelan di pemakaman.

Petak tanah basah.

Peti mati Jonatan Santoso diturunkan perlahan.

Elisabet berdiri dan berpakaian serba hitam dari ujung rambut sampai sepatu. Wajahnya pucat, matanya kosong. Ia menahan semua yang ingin ia keluar kan , menangis , teriak dan ingin mengila di tempat itu, bayangan masa kecil ia dan ayah nya muncul satu persatu membuat nya hampir kehilangan keseimbangan.

Namun ia harus tetap kuat karena ini adalah terakhir kali nya ia dapat melihat ayah nya meskipun dengan nafas yang sudah tak ada lagi di tempat nya.

Pengamanan super ketat di lakukan di area pemakaman, rintik hujan mengiringi dan menambah suasana duka seakan hujan pun tau ke sakitan yang di rasakan Elisabet.

Namun jauh di balik pepohonan seseorang pria sedang mengamati semua nya.

Armand berdiri diam.

Mengamati.

Tatapannya berat.

Ia melihat gadis itu berdiri sendiri… kehilangan dunia dalam satu malam. Malam yang harus nya menjadi malam paling indah kini berbalik menjadi malam yang sangat di benci gadis itu.

Dan tanpa kedua nya sadari .

Takdir mereka sudah terikat sejak saat itu.

...****************...

TAKDIR YANG KEMBALI MENEMUKAN JALANNYA

Elisabet percaya satu hal sejak malam berdarah itu:

Pria bermata gelap yang menyelamatkannya hanyalah bayangan sesaat. Dan mungkin itu akan menjadi pertemuan pertama dan terakhir mereka, atau mungkin.m

Pertemuan sekali seumur hidup.

Tak akan pernah terulang.

Ia tidak tahu… takdir sedang menertawakan keyakinannya.

...****************...

Tiga bulan setelah pemakaman.

Elisabet berdiri di balkon gedung yayasan milik keluarganya. Acara amal sedang berlangsung. Musik lembut mengalun, para tamu berbincang formal.

Namun pikirannya kosong. Kilas balik kejadian terus menghantuinya yang membuat ia selalu di selimuti rasa takut.

Ia masih sering terbangun di malam hari oleh mimpi ayahnya.

Tatapannya menyapu kerumunan… dan berhenti. Ke salah satu sosok yang pamiliar

Seorang pria berdiri dekat pilar, mengenakan jas hitam sederhana. Rambutnya rapi, posturnya tegap, matanya tajam namun tenang.

Jantung Elisabet berdegup keras.

Itu dia.

Pria malam itu.

Langkahnya spontan mendekat.

“Ka—kamu…”

Pria itu menoleh.

Tatapan mereka bertemu.

Sesaat dunia seperti membeku.

“Gadis gaun putih,” ucap Armand pelan.

Elisabet terdiam. Suaranya gemetar.

“Kau masih hidup…”

Armand menatap sekeliling memastikan aman, lalu berkata singkat,

“Aku tidak berniat bertemu lagi.”

“Tapi kau di sini,” balas Elisabet.

Sunyi menekan di antara mereka.

Akhirnya Armand menghela napas kecil.

“Takdir memang suka bermain kasar.”

Sejak malam itu, pertemuan mereka tidak lagi kebetulan.

...****************...

MENJADI DEKAT

Awalnya hanya percakapan singkat yang terjadi beberapa pembahasan ringan saja.kemudian berlanjut.

Di kafe sepi.

Di perpustakaan.

Di sudut taman kota.

Elisabet mulai mengenalnya bukan sebagai penyelamat misterius tapi sebagai manusia.

Armand tidak banyak bicara, namun selalu mendengar.

Ia mengingat detail kecil.

Ia menjaga jarak, tapi selalu hadir.

Suatu malam Elisabet berkata,

“Aku tidak ingin jadi gadis rapuh selamanya.”

Armand menatapnya lama.

“Kalau begitu… belajar bertahan.”

Sejak itu, latihan dimulai.

LATIHAN

Gudang kosong di pinggir kota.

Elisabet terengah, keringat membasahi dahinya.

“Terlalu lambat,” kata Armand datar.

“Aku bukan prajurit!” protes Elisabet sambil tersenyum lelah.

“Tapi kau target,” balas Armand.

Ia mengajarinya:

• Cara membaca situasi bahaya

• Cara menghindar

• Cara menjatuhkan lawan dengan cepat

• Cara menembak dengan tenang

• Cara mengendalikan napas saat panik

Elisabet jatuh, bangkit, jatuh lagi.

Ilustrasi

Namun ia tidak menyerah.

Suatu hari, ia berhasil menjatuhkan Armand dengan gerakan bersih.

Mereka terdiam saling menatap… jarak sangat dekat.

Napas mereka bersatu.

Detak jantung terasa.

Armand cepat melepaskan diri.

“Cukup.”

Namun sejak itu, sesuatu berubah.

Perasaan tumbuh perlahan — diam, kuat, berbahaya.

Kedekatan mereka mulai intens dan lebih serius.

KETAHUAN SIAPA ARMAND SEBENARNYA

Elisabet akhirnya tahu.

Tentang Perisai Malam.

Tentang operasi gelap.

Tentang dunia bayangan.

Tentang darah dan pengkhianatan.

Ia tidak takut.

Ia hanya berkata pelan,

“Pantas matamu selalu terlihat lelah.”

Armand terdiam.

Untuk pertama kalinya, seseorang melihatnya sebagai manusia… bukan senjata.

Namun komunikasi mereka tetap jarang.

Dunia Armand terlalu berbahaya untuk sering bersentuhan.

Suatu malam.

Armand muncul dengan wajah keras dan mata penuh kewaspadaan.

“Elisabet,” ucapnya singkat.

“Aku tidak punya banyak waktu.”

Ia membuka tas hitam.

Di dalamnya:

• Dokumen rahasia

• Bukti transaksi ilegal

• Daftar nama besar

• Rekaman kesepakatan gelap

• Dan satu tabung kecil berisi cairan aneh — sampel penelitian ilegal

“Mereka bermain dengan nyawa banyak orang,” ucap Armand.

“Kalau ini bocor, dunia mereka runtuh… tapi aku juga jadi target semua pihak.”

Elisabet menutup mulutnya.

“Kau sendirian melawan semua ini?”

Armand mengangguk.

“Aku ingin kabur. Menghilang. Tapi tidak bisa sendiri.”

Ia menatap Elisabet.

“Bantu aku.”

Tanpa ragu, Elisabet menutup tas itu dengan tangannya sendiri.

“Aku ikut pergi.”

Armand terkejut.

“Elisabet—”

“Aku lelah hidup di sangkar emas,” ucapnya tegas.

“Ayahku mati karena dunia kotor ini. Aku tidak mau lagi menjadi bagian dari kebohongan.”

Tatapan mereka bertemu.

Keputusan lahir di antara napas.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄
Lanjut ....
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄
Hadir untuk mendukung ceritamu, Thor ...😊
SAF.A.NAPIT: okay Thor makasih yah love deh buat kamu 😍
total 5 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!